
Setelah duel selesai dan kaisar Tang pergi, Luo Ming An kemudian mengajak Lin Jianheeng serta yang lainnya untuk kembali ke istana kekaisaran, karena sekarang mereka harus membicarakan tentang lamaran yang sempat tertunda. Setibanya di istana kekaisaran, Luo Ming An langsung membawa Lin Jianheeng dan yang lainnya menuju ke ruang keluarga, agar mereka bisa mengobrol dengan tenang dan nyaman.
Lin Jianheeng dan yang lainnya nampak bingung dengan sikap Luo Ming An yang tiba-tiba saja berubah, sebelumnya ia masih nampak tegas layaknya seorang kaisar, bahkan ia memperlakukan mereka seperti tamu pada umumnya, namun dengan penuh rasa hormat. Tapi kali ini, Luo Ming An justru memperlakukan mereka layaknya seperti keluarganya sendiri, seolah-olah mereka adalah saudara yang akhirnya bertemu kembali setelah terpisah sekian tahun lamanya.
"Semuanya, aku benar-benar minta maaf atas kejadian buruk sebelumnya, sebagai seorang kaisar, aku seharusnya bisa mencegah terjadinya masalah seperti tadi, jadi aku benar-benar minta maaf" ucap Luo Ming An.
"Apa yang anda katakan yang mulia? Masalah tadi bukanlah disebabkan oleh anda, jadi tidak perlu meminta maaf kepada kami" jawab Lin Jianheeng.
"Patriark Lin benar, yang seharusnya minta maaf itu kaisar Tang, karena merekalah yang menimbulkan masalah ini, tapi jangankan meminta maaf, mereka malah pergi begitu saja dengan rasa dendam" Feng Jing Quo menambahkan.
"Hahaha! Kalian berdua benar-benar sangat rendah hati. Kalau begitu, sebaiknya kita langsung membicarakan intinya saja" ucap Luo Ming An.
"Baiklah yang mulia" jawan Lin Jianheeng, "jadi, maksud kedatangan kami semua adalah ingin melamar putri Luo untuk cucu hamba, Lin Feng, mungkin kedengarannya memang seperti tidak tahu malu, karena kami hanyalah orang-orang biasa, tapi..."
"Cukup patriark, jangan anda teruskan!" ujar Luo Ming An memotong perkataan Lin Jianheeng, "bukankah sebelumnya sudah aku katakan, jika aku sama sekali tidak memandang status seseorang? Jika maksud kedatangannya baik, maka akan aku terima dengan senang hati, jadi berhentilah merendahkan diri anda sendiri" lanjutnya.
"Maafkan aku yang mulia" jawab Lin Jianheeng.
"Lalu mengenai lamaran ini, aku tidak bisa mengatakan banyak hal, karena aku juga mengetahui jika putriku telah menyukai Lin Feng sejak lama, aku juga yakin jika dia akan senang mendengar Lin Feng datang melamarnya, tapi..." Luo Ming An tiba-tiba menghentikan ucapannya, lalu memandang ke arah Lin Feng.
Lin Feng yang duduk di sebelah ibunya bisa mengerti maksud dari tatapan Luo Ming An, yang sepertinya sedang bertanya apakah dia harus menceritakan yang sesungguhnya atau tidak? Namun Lin Feng langsung menggelengkan kepalanya pelan, sebagai tanda jika dia tidak ingin Luo Ming An menceritakan yang tentang Luo Ning pada keluarganya.
"Tapi apa yang mulia? Apakah terjadi sesuatu pada tuan putri?" tanya Feng Jing Quo yang nampak sangat penasaran.
"Tapi masalahnya, Ning'er sedang berlatih bersama gurunya di suatu tempat yang aku sendiri tidak tahu dimana, jadi aku takut kalian akan keberatan karena putriku tidak ada di sini" jawab Luo Ming An.
"Kalau masalah itu kami juga sudah mengetahuinya dari cucuku, kami juga tidak mempermasalahkan hal itu sama sekali, yang penting kami sudah menyampaikan maksud baik kami semua" ujar Lin Jianheeng.
"Baiklah, kalau memang itu bukan masalah bagi kalian, maka lamaran ini aku terima" jawab Luo Ming An.
Lin Jianheeng dan yang lainnya akhirnya bisa menghela nafas lega, mereka benar-benar sangat senang karena lamaran mereka telah diterima oleh Luo Ming An, meskipun yang dilamar sedang tidak berada di tengah-tengah mereka sekarang. Setelah itu, Luo Ming An langsung mengajak mereka semua untuk untuk makan bersama.
Suasana ruang makan istana kekaisaran yang biasa hening dan sepi, sekarang justru nampak lebih ramai dengan suara canda tawa dari orang-orang yang berada di sana, meski ada perbedaan status diantara mereka, namun Luo Ming An benar-benar tidak memperdulikan hal itu sama sekali, ia justru sudah menganggap mereka semua sebagai keluarga.
Saat sedang makan, mereka juga membicarakan tentang pernikahan Lin Feng dan Luo Ning, awalnya mereka sempat berdebat, karena dari kedua belah pihak ingin mengadakan pernikahan di tempat mereka masing-masing, Luo Ming An ingin pesta pernikahan digelar di ibukota kekaisaran Luo, sementara Lin Jianheeng ingin menggelar pesta tersebut di kota Zuanshi, bahkan Feng Jing Quo juga ikut-ikutan ingin mengadakan acara pernikahan tersebut di ibukota kekaisaran Feng.
Lin Feng hanya bisa menggelengkan kepalanya menyaksikan perdebatan mereka bertiga, padahal yang ingin menikah adalah dia dan Luo Ning, tapi justru mereka bertiga lah yang sangat antusias akan acara pernikahan tersebut. "Entah kenapa sikap mereka malah terlihat seperti anak-anak" Lin Feng bergumam dalam hatinya.
"Lin Feng, kau harus menentukan dimana acara pernikahanmu akan digelar?" tanya Luo Ming An.
"Kita lihat saja nanti, aku sendiri juga tidak bisa memutuskannya secara sepihak, karena aku harus meminta pendapat Luo Ning terlebih dulu" jawab Lin Feng.
Luo Ming An, Lin Jianheeng dan Feng Jing Quo kemudian mengangguk-anggukkan kepalanya serempak, lalu mereka bertiga tertawa bersama, bahkan suara tawa mereka bertiga sampai terdengar ke seluruh istana. Namun, tawa bahagia mereka tiba-tiba saja terhenti ketika Lin Hua mengajukkan pertanyaan yang sulit untuk dijawab.
"Yang mulia, sebenarnya siapa guru Luo Ning? Lalu kenapa mereka belum kembali ke kekaisaran Luo? Bukankah mereka telah pergi untuk waktu yang lama?" tanya Lin Hua.
"Ya, aku juga sangat penasaran dengan sosok guru putri Luo" tetua Liu Changhai menambahkan.
Luo Ming An terdiam, ia benar-benar bingung dan tidak tahu harus berkata apa, beruntung Lin Feng menyelamatkannya. "Guru Luo Ning adalah seorang kultivator tua yang sangat menyebalkan, tapi dia adalah kultivator hebat yang telah mencapai ranah Supreme Emperor" jawab Lin Feng.
"Benarkah? Itu artinya kau sudah pernah bertemu dengan guru Luo Ning?" tanya Lin Hua.
"Benar, Bu! Aku bahkan hampir bertarung dengannya, karena kesal dengan tingkah bodohnya" jawab Lin Feng.
"Yang dikatakan Lin Feng memang benar, guru Ning'er adalah seorang kultivator yang sangat luar biasa, tapi sayangnya dia tidak ingin identitasnya terbongkar" Luo Ming An menambahkan.
"Para kultivator hebat memang seperti itu, mereka lebih memilih untuk bersembunyi daripada menunjukkan diri pada orang banyak" ujar Lin Jianheeng, "betapa beruntungnya putri Luo" lanjutnya.
Mereka kemudian melanjutkan obrolannya sambil terus menyantap makanan mereka masing-masing, lalu setelah selesai makan, Luo Ming An langsung mengantar mereka menuju ke kamarnya masing-masing, yang telah ia siapkan sebelumnya, agar mereka semua bisa beristirahat, karena bagaimanapun juga, mereka telah menempuh perjalanan jauh yang pastinya sangat melelahkan.