
Lin Feng menghela nafas berat sambil menggelengkan kepalanya, dia benar-benar tidak pernah menyangka bahwa orang-orang tersebut sama sekali tidak bisa diajak bicara, setelah itu, Lin Feng melempar pria yang sedang pingsan di tangannya ke arah salah satu dari mereka.
Bersamaan dengan itu, Lin Feng juga langsung menghilang dari pandangan mereka semua, mereka kembali kaget karena tidak bisa menemukan Lin Feng dimana pun, namun beberapa saat kemudian Lin Feng kembali muncul dan menghajar mereka semua dengan sangat cepat.
Tidak butuh waktu lama dan hanya dalam hitungan detik saja, Lin Feng telah berhasil melumpuhkan mereka satu persatu, Lin Feng juga menyisakan satu orang pria untuk di interogasi, agar dia bisa mengetahui siapa yang sudah berniat menyerangnya.
"Katakan padaku, siapa yang mengirim kalian?" tanya Lin Feng sinis.
"A-aku tidak akan pernah mengatakannya kepada mu" jawab pria tersebut.
"Apa kau yakin?" tanya Lin Feng lagi.
"Sampai matipun aku tidak akan pernah mengatakan apapun kepadamu!" ujar pria tersebut.
Lin Feng tersenyum tersenyum sinis mendengar perkataan pria tersebut, setelah itu Lin Feng meraih tangan pria tersebut dan langsung mematahkannya tanpa mengatakan apapun terlebih dahulu, saat pria tersebut akan berteriak karena rasa sakit di tangannya, Lin Feng bergegas menutup mulut pria tersebut dengan kain.
Tidak berhenti sampai disitu saja, Lin Feng kemudian meraih tangan kiri pria tersebut dan kemudian mematahkannya juga, sekarang kedua tangan pria tersebut telah patah dan tidak bisa berbuat apa-apa lagi, pria tersebut hanya bisa menangis menyesali perbuatan bodohnya, yang telah berani mengganggu manusia seperti Lin Feng.
Pria tersebut ingin sekali berteriak meminta bantuan, namun usahanya hanya sia-sia karena mulutnya sudah di tutup dengan kain, sekeras apapun dia mencoba berteriak, tetap tidak akan ada yang bisa mendengar suaranya, lagipula saat ini semua orang sedang tertidur pulas di rumah mereka masing-masing.
"Jika kau masih tidak mau bicara, maka aku akan berbuat sesuatu yang lebih kejam lagi" ucap Lin Feng sinis.
Lin Feng kemudian berjalan mendekati salah seorang dari mereka yang masih pingsan, kemudian mengambil belati yang ada di pinggang pria tersebut. Setelah itu, Lin Feng kembali berjalan mendekati pria yang sudah dia patahkan tangannya.
"Aku masih bisa menunggu, apa kau mau jujur sekarang atau..."
Perkataan Lin Feng terhenti saat melihat pria tersebut menganggukkan kepalanya, tanpa basa-basi, Lin Feng kemudian melepaskan kain yang menutup mulut pria tersebut agar dia bisa bicara padanya, namun sebelum itu, Lin Feng terlebih dahulu mengancam pria tersebut agar tidak macam-macam.
"Jadi siapa yang mengutus pembunuh bodoh seperti kalian?" tanya Lin Feng.
"Hu-huang, kami diperintahkan oleh patriark keluarga Huang" jawab pria tersebut.
"Ternyata ini adalah ulah mereka" gumam Lin Feng kemudian membunuh pria tersebut.
Tidak hanya pria itu saja, Lin Feng bahkan membunuh mereka semua yang masih pingsan, sebenarnya Lin Feng bisa saja melepaskan mereka semua, lagipula mereka hanyalah penjahat biasa yang tidak berarti apa-apa untuk Lin Feng. Namun, Lin Feng hanya tidak ingin jika suatu saat langkahnya terhambat hanya karena mereka semua yang terlalu bodoh.
Maksudnya adalah, Lin Feng tidak ingin jika mereka semua membocorkan rahasianya kepada keluarga Huang, meskipun telah mengancam mereka, bukan tidak mungkin kalau mereka akan kembali ke keluarga Huang dan memberikan laporan kepada Huang Zhong.
Setelah selesai, Lin Feng kemudian membawa tubuh mereka semua ke wilayah keluarga Huang, dengan cara memasukkan tubuh mereka kedalam cincin penyimpanannya, sesampainya di wilayah keluarga Huang, Lin Feng langsung mengeluarkan tubuh mereka dan melemparkannya ke halaman kediaman Huang Zhong.
Lin Feng memutuskan untuk kembali ke penginapan agar bisa segera beristirahat, Lin Feng juga berharap semoga saja keluarga Huang bisa mengerti dengan peringatannya, bukan berarti Lin Feng takut dengan mereka semua, hanya saja Lin Feng tidak ingin mencari masalah dengan orang-orang yang tidak penting. Selain itu, Lin Feng masih ingin berada di kota Jiesi, setidaknya sampai pedangnya di selesaikan oleh tuan Hao.
(Flashback On)
Setelah Lin Feng pergi meninggalkan kediaman keluarga Huang, para tetua nampak sangat kesal dan marah, karena sikap Lin Feng yang sangat keterlaluan, tidak hanya bersikap tidak sopan kepada mereka semua, bahkan Lin Feng telah berani menghina nona muda mereka.
"Patriark, anak itu tidak bisa kita biarkan saja, kalau tidak dia pasti akan menjadi semakin sombong" ucap salah satu tetua.
"Lalu, apa yang harus kita lakukan?" tanya Huang Zhong.
"Kita habisi saja dia" ujar salah seorang tetua.
"Tapi tetua, apakah itu tidak terlalu.."
"Aku setuju ayah, jika aku tidak bisa memilikinya, maka jangan pernah berharap dia bisa menjadi milik orang lain" ujar Huang Rong memotong perkataan ayahnya.
"Rong'er, bukankah dia sudah menyelamatkan nyawamu?, kenapa sekarang kau malah seperti ini?" tanya Huang Zhong heran.
"Dia memang menyelamatkan aku ayah, tapi dia juga sudah menghina kita" jawab Huang Rong.
Huang Zhong nampak sedikit heran dengan sikap putrinya tersebut, karena tidak biasanya Huang Rong bersikap seperti itu, padahal biasanya, Huang Rong hanya akan diam dan menurut saja dengan perkataan mereka semua, akan tetapi hari ini, Huang Rong nampak sangat berbeda dan seperti bukan dirinya.
Meskipun begitu, Huang Zhong justru nampak sangat senang karena sekarang, putrinya sudah dewasa dan bisa menentukan pilihannya sendiri. Setelah itu, mereka semua langsung mencari cara untuk menghabisi nyawa Lin Feng tanpa harus mereka yang melakukannya.
Hingga pada akhirnya, mereka semua sepakat untuk menyewa beberapa bandit untuk membunuh Lin Feng, mereka ingin sekali menyewa pembunuh bayaran, hanya saja bayarannya pasti sangat tinggi dan di sekitar kota Jiesi, tidak ada Asosiasi pembunuh bayaran sama sekali.
"Kalau begitu, aku akan pergi menemui mereka, kalian tunggu saja di sini sampai aku kembali" ucap Huang Zhong.
Huang Zhong bersama beberapa prajurit klan, kemudian pergi menuju tempat persembunyian para bandit, untuk menemukan markas persembunyian para bandit tentunya bukan hal yang sulit bagi Huang Zhong, apa lagi kalau uang sudah berbicara.
Setelah sampai di tempat persembunyian para bandit, Huang Zhong langsung menceritakan maksud kedatangannya, yang ingin menyewa jasa mereka untuk menghabisi Lin Feng, setelah mengatakan semuanya, Huang Zhong kemudian memberikan tiga puluh koin emas sebagai bayaran.
"Hahahaha tuan Huang, apakah bayaran ini tidak terlalu kecil?" tanya pemimpin para bandit.
"Tenang saja, setelah misinya selesai, aku akan menambahkan bayarannya lagi" jawab Huang Zhong.
(Flashback Off)