Night King : My Life Journey

Night King : My Life Journey
Ch-302. Berkah setelah bencana?


Sementara itu, Luo Ning juga mengalami hal yang hampir sama dengan Lin Feng, namun yang menemui Luo Ning bukanlah pencipta pedang emas, melainkan sang Dewa Petir sendiri. Lalu, tempat mereka bertemu juga sangat berbeda dengan tempat Lin Feng sebelumnya.


Dewa petir menemui Luo Ning di sebuah tempat yang sangat indah, yang mirip dengan sebuah taman, tapi sangat luas dan jauh lebih indah daripada taman biasa, tempat tersebut juga dipenuhi oleh energi spiritual yang sangat kental, serta aura yang terasa sangat agung.


"Luo Ning, mulai sekarang kehidupanmu tidak akan sama lagi dengan sebelumnya, kau juga tidak pantas untuk bersama dengan manusia biasa lagi, karena sekarang kau adalah seorang Dewi yang mewarisi kekuatan Dewa petir" ucap pria yang tidak lain adalah Dewa petir sendiri.


"Maksudmu?" tanya Luo Ning.


"Aku sudah lama mengawasi mu, bahkan aku juga mengetahui semua tentang dirimu, termasuk pria yang kau sukai itu. Mulai sekarang kau harus menjauhi pemuda itu karena dia hanya manusia biasa!" jawab dewa petir.


"Tidak! Aku tidak akan menjauhi Lin Feng!" ujar Luo Ning.


"Meskipun kau tidak mau, tapi ini adalah takdirmu sebagai penerus dari dewa petir. Setelah pertemuan ini, akan ada beberapa dewa utusanku yang akan datang menjemputmu" ucap dewa petir.


"Sudah aku katakan, aku tidak akan pernah menjauhi Lin Feng!" bentak Luo Ning.


"Kau tidak bisa menolak perintahku, atau aku akan menghancurkan seluruh kekaisaran Luo, termasuk ayahmu!" Dewa petir berkata dengan sinis.


Luo Ning seperti tersambar oleh petir yang sangat dahsyat saat mendengar ucapan tersebut, dia benar-benar sangat marah dan benci kepada pria dihadapannya, tapi Luo Ning juga tidak memiliki kemampuan untuk melawan pria tersebut, karena dia adalah seorang dewa. Terlebih lagi, seluruh kekaisaran Luo akan musnah, kalau dia berani melawan dewa petir.


"Semua keputusannya ada di tanganmu, kau bisa memilih untuk ikut bersamaku dan keluargamu akan aman, atau memilih manusia itu, tapi keluargamu akan musnah!" ucap dewa petir, kemudian menghilang dari hadapan Luo Ning.


Luo Ning hanya terdiam tanpa bisa mengatakan sepatah katapun, hatinya benar-benar bimbang karena diberikan pilihan yang sangat berat. Di satu sisi, Luo Ning tidak ingin meninggalkan Lin Feng, karena Lin Feng adalah orang yang dicintainya, tapi di sisi lain, Luo Ning juga tidak ingin mengorbankan seluruh kekaisaran Luo, apalagi ayahnya.


"Apa yang harus aku lakukan" gumam Luo Ning.


Beberapa saat kemudian, tubuh Luo Ning tiba-tiba saja diselimuti oleh cahaya yang sangat terang, lalu tubuhnya menghilang secara perlahan dan kembali ke tubuh aslinya, yang masih pingsan di gunung Yunshan.


***


Di dalam ruang jiwa Lin Feng. Sambaran petir surga yang terakhir tidak hanya berdampak pada Lin Feng saja, tapi sambaran petir surga tersebut juga memberikan dampak yang baik kepada Huise, karena kekuatan petir merah tersebut juga terserap kedalam tubuh Huise dan memberikan kekuatan yang besar padanya.


Huise yang sejatinya adalah seekor serigala, langsung berubah wujud saat mendapatkan kekuatan dari petir surga, sekarang Huise telah berubah menjadi seorang pemuda yang cukup tampan dan seumuran dengan Lin Feng.


Penampilan Huise sekarang benar-benar terlihat seperti manusia, bahkan hampir tidak ada bedanya dengan seorang manusia. Hanya saja, pupil matanya masih sama seperti pupil mata serigala, serta rambutnya yang berwarna abu-abu seperti bulunya saat dalam wujud serigala.


"Hahahaha! Meskipun kekuatanku belum sepenuhnya sempurna, tapi ini sudah sangat luar biasa! Dengan begini, aku bisa selalu berada disamping tuan!" ujar Huise tertawa bahagia.


***


Di dunia nyata. Setelah hampir satu jam berlalu sejak menghilangnya bencana petir surga, Lin Feng dan Luo Ning akhirnya tersadar dari pingsan, saat membuka matanya, mereka berdua tiba-tiba saja dikagetkan dengan kehancuran yang terjadi pada gunung Yunshan.


Tapi mereka berdua juga merasa senang, karena bisa selamat dari bencana tersebut, bahkan kekuatan mereka telah meningkat dengan pesat, tingkat kultivasi Lin Feng yang sebelumnya masih berada di ranah Saint, sekarang telah naik sampai ke ranah Nirvana bintang lima.


Sama halnya dengan Lin Feng, Luo Ning juga mengalami peningkatan yang luar biasa, kultivasinya yang semula hanya berada di ranah Expert, sekarang telah meningkat sampai ranah Tyrant bintang tiga, bahkan tubuh petir surga Luo Ning, juga telah terbangkitkan sepenuhnya.


"Luo Ning, apa kau baik-baik saja?" tanya Lin Feng.


"Aku baik-baik saja" jawab Luo Ning.


Lin Feng menghela nafas lega setelah mengetahui bahwa Luo Ning baik-baik saja. "Syukurlah, aku benar-benar takut akan terjadi sesuatu padamu" ucap Lin Feng.


Lin Feng kemudian melihat ke sekelilingnya untuk mencari pedang emas, karena Lin Feng masih mengingat dengan jelas bahwa pedang emas masih belum kembali kedalam tubuhnya. Akan tetapi, Lin Feng tidak berhasil menemukan pedang emas dimanapun, justru Lin Feng malah menemukan sebuah pedang yang mirip dengan pedang kayu roh.


"Pedang siapa ini" gumam Lin Feng, kemudian mendekati pedang yang sedang melayang tidak jauh darinya.


Pedang yang melayang di hadapan Lin Feng benar-benar terlihat seperti pedang kayu roh, bahkan bentuk dan ciri-cirinya juga sama, bahkan pedang yang tengah melayang tersebut, juga berwarna hitam seperti pedang kayu roh, tapi memiliki corak berwarna emas yang membentuk garis lurus bada bagian bilah pedang tersebut


"Entah kenapa aku merasa kalau pedang ini adalah pedang kayu roh, tapi kenapa ada corak berwarna emas?" tanya Lin Feng dalam hatinya.


Karena penasaran dengan pedang tersebut, Lin Feng kemudian meraih pedang yang tengah melayang tersebut, disaat yang bersamaan, sebuah ingatan tiba-tiba saja masuk ke kepala Lin Feng. Ingatan yang menceritakan tentang peristiwa yang terjadi antara pedang emas dan pedang kayu roh.


"Sekarang aku mengerti, tapi karena kau telah berubah dan bergabung dengan pedang emas, sekarang kau akan aku namakan sebagai pedang emas hitam" ucap Lin Feng, kemudian menyimpan pedang tersebut, kedalam cincin penyimpanannya.


Setelah itu, Lin Feng kembali menghampiri Luo Ning yang terlihat murung. "Apa kau yakin tidak terjadi sesuatu padamu?" tanya Lin Feng.


"Ya! Aku tidak apa-apa" jawab Luo Ning.


Luo Ning sebenarnya ingin mengatakan alasan yang membuatnya murung kepada Lin Feng, bahkan Luo Ning sangat berharap agar Lin Feng bisa membantunya, tapi saat teringat dengan ancaman yang diberikan oleh dewa petir, niat untuk menceritakan masalahnya langsung menghilang saat itu juga.


"Kalau kau memang tidak apa-apa, sebaiknya kita kembali ke ibukota kekaisaran sekarang, agar kau bisa beristirahat" ajak Lin Feng.


"..." Luo Ning tidak menjawab dan hanya menganggukkan kepalanya, kemudian tersenyum pada Lin Feng.