Night King : My Life Journey

Night King : My Life Journey
Ch-127. Mengikuti Lin Feng


Keesokan harinya, Lin Feng berpamitan kepada ibu, kakek dan kedua pamannya, untuk kembali ke sekte Phoenix Emas, meskipun masih ingin bersama dengan keluarganya, namun Lin Feng harus segera kembali ke sekte, karena bagaimanapun juga, Lin Feng tetaplah murid dari sekte Phoenix Emas, sekalipun Lin Feng telah pergi begitu lama.


Ibu, kakek dan kedua pamannya sama sekali tidak menghalangi keputusan Lin Feng, karena mereka berempat juga mengerti bahwa Lin Feng memang harus segera kembali ke sekte Phoenix Emas, agar bisa kembali belajar bersama dengan gurunya dan Lin Tian.


Setelah selesai berpamitan, Lin Feng langsung meninggalkan keluarga Lin, ketika Lin Feng pergi, Lin Jianheeng dan kedua putranya nampak bingung, karena Lin Feng malah berjalan kaki, padahal mereka menyadari bahwa kekuatan Lin Feng pasti sudah meningkat, walaupun mereka tidak tahu sekarang Lin Feng berada di tingkatan apa, tapi setidaknya Lin Feng sudah bisa bergerak dengan sangat cepat.


"Padahal sudah jadi kultivator yang hebat, tapi kenapa dia masih berjalan kaki seperti penduduk biasa?" tanya Lin Duan.


"Entahlah, tidak ada yang bisa menebak bagaimana jalan pikiran Feng'er, bahkan kita yang merupakan keluarganya saja masih kesulitan untuk mengerti jalan pikirannya" jawab Lin Jianheeng.


"Tidak begitu ayah, alasan putraku berjalan kaki pasti karena dia tidak ingin pamer di hadapan semua orang, kemungkinan besar, setelah berada di luar gerbang, dia akan menunjukkan sesuatu yang mengejutkan" ucap Lin Hua.


"Aku rasa perkataan adik Hua sangat masuk akal" ujar Lin Dian.


Karena merasa penasaran dengan kebenaran dari ucapan Lin Hua, Lin Jianheeng dan kedua putranya kemudian pergi mengawasi Lin Feng dari kejauhan, mereka bertiga nampak benar-benar penasaran dengan kekuatan Lin Feng yang sekarang, sebenarnya mereka ingin sekali bertanya, namuan mereka enggan untuk melakukannya.


Setelah Lin Feng berada cukup jauh di luar kota Zuanshi, Lin Feng tiba-tiba saja menghentikan langkahnya dan kemudian memeriksa situasi di sekitarnya, Lin Jianheeng berserta kedua putranya, yang sedari tadi mengawasi Lin Feng dari balik awan, nampak semakin bingung dengan apa yang Lin Feng lakukan.


"Apa yang dia lakukan, kenapa harus memeriksa keadaan di sekitarnya, prilakunya cukup aneh" ucap Lin Duan.


"Apa jangan-jangan dia bukan Feng'er yang asli?" tanya Lin Dian.


"Pertanyaan bodoh macam apa itu, bukankah kalian sudah tahu bahwa di dunia ini hanya Feng'er yang tidak bisa kita lihat dan kita rasakan auranya" jawab Lin Jianheeng kesal.


"Diam saja dan terus perhatikan" lanjutnya.


Mereka bertiga kemudian memfokuskan pandangannya kepada Lin Feng yang sedang berdiri dengan tenang di bawah mereka, tidak lama kemudian, mereka bertiga tiba-tiba dikejutkan ketika melihat sepasang sayap berwarna merah menyala seperti api, yang muncul di punggung Lin Feng.


"I-itu, bagaimana dia melakukannya" ujar Lin Duan.


Setelah sepasang sayapnya muncul, Lin Feng tiba-tiba melesat terbang dengan kecepatan tinggi, beberapa saat kemudian Lin Feng tiba-tiba saja menghilang dari pandangan mereka bertiga. Melihat hal tersebut, tentunya membuat mereka bertiga semakin terkejut, pasalnya, kecepatan yang dimiliki oleh Lin Feng benar-benar luar biasa.


"Cucuku benar-benar pemuda yang luar biasa, dia bahkan sudah bisa mewujudkan energi Qi-nya kedalam bentuk seperti itu" ucap Lin Jianheeng kagum.


"Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanya Lin Dian.


Mereka bertiga kemudian memutar tubuhnya dan berniat untuk terbang kembali ke keluarga Lin, namun sayangnya, niat mereka tiba-tiba terhenti, karena sekarang Lin Feng sudah berada di hadapan mereka sambil menatap mereka bertiga dengan tatapan curiga.


"Kakek, paman, kenapa kalian mengikutiku?" tanya Lin Feng.


"Hahahaha, maafkan kami keponakanku, kami hanya penasaran dengan kekuatanmu yang sekarang, makanya kami mengikuti mu" jawab Lin Duan.


"Feng'er, kakek benar-benar bangga dengan dirimu, kau bahkan telah mencapai tingkatan yang belum bisa kakek capai sama sekali" ucap Lin Jianheeng.


"Terimakasih kakek, aku sengaja menunjukkan ini kepada kalian, karena aku sudah menyadari kalau kalian mengikuti ku sejak tadi" ujar Lin Feng.


Sejak awal, Lin Feng memang sudah menyadari bahwa kakek dan kedua pamannya sedang mengikuti dirinya, karena itulah, Lin Feng sengaja menunjukkan apa yang telah dia perolah selama setahun meninggalkan keluarganya, selain itu, Lin Feng tidak ingin menyembunyikan rahasia apapun dari keluarganya.


Lin Jianheeng dan kedua putranya nampak sangat bangga dengan Lin Feng, mereka bahkan masih tidak percaya bahwa Lin Feng telah mencapai tahapan yang jauh lebih tinggi dari mereka, dalam hal pembentukan energi Qi, padahal mereka yang masih berada di atas Lin Feng, hanya bisa sebatas menciptakan pedang dari energi Qi.


Akan tetapi, mereka bertiga masih tidak mengetahui satu hal tentang Lin Feng yaitu, sepasang sayap yang berada di punggung Lin Feng bukanlah tercipta karena pembentukan energi Qi-nya, melainkan, sepasang sayap tersebut tercipta karena darah Phoenix yang mengalir di tubuh Lin Feng, sepasang sayap yang Lin Feng dapatkan sebagai hadiah karena telah melewati siksaan yang sangat menyakitkan.


"Baiklah, kalau begitu kau bisa kembali ke sekte sekarang, kami juga akan kembali ke kota Zuanshi, tapi ingatlah satuhal, jangan pernah tunjukkan sayap ini kepada siapapun, kecuali kalau kau sudah menjadi kultivator yang benar-benar kuat" ucap Lin Jianheeng memberikan nasehat.


"Tentu saja kakek, aku akan selalu mengingat dan mematuhi nasehat yang kakek berikan" jawab Lin Feng.


Setelah itu, Lin Jianheeng, Lin Duan dan Lin Dian langsung melesat terbang kembali ke kota Zuanshi, sedangkan Lin Feng langsung melanjutkan perjalanannya menuju ke sekte Phoenix Emas, sama seperti sebelumnya, Lin Feng melesat terbang di atas awan, agar tidak ada seorangpun yang bisa melihat dirinya dari bawah.


**


Setelah hampir setengah jam terbang dengan kecepatan tinggi, Lin Feng akhirnya sampai di sekte Phoenix Emas, namun Lin Feng tidak langsung turun di depan gerbang, melainkan turun di hutan yang berada tidak terlalu jauh dari sekte, hal tersebut Lin Feng lakukan, agar tidak ada seorangpun yang melihat sepasang sayap di punggungnya tersebut.


Lin Feng kemudian melanjutkan perjalanan menuju ke sekte dengan berjalan kaki, para murid penjaga gerbang yang melihat kedatangan Lin Feng dari dalam hutan, langsung bersiap siaga, karena mereka berpikir bahwa Lin Feng adalah seorang Assassin yang memiliki niat jahat terhadap sekte Phoenix Emas.


Wajar saja kalau murid penjaga gerbang sekte menganggap Lin Feng sebagai seorang Assassin, karena penampilan Lin Feng benar-benar tidak ada ubahnya seperti seorang Assassin, dengan pakaian serba hitam dan wajah bagian bawah yang di tutupi, tentu saja membuat penampilannya sangat mirip dengan seorang Assassin.


"Berhenti, siapa kau dan mau apa datang ke sekte Phoenix Emas?" tanya salah seorang murid penjaga gerbang sekte.