
Tetua Liang Qin nampak agak sedikit kesal mendengar perkataan tetua Yun Zhang, terlebih lagi sejak awal tetua Liang Qin memang tidak menyukai tetua Yun Zhang, karena posisi tetua pertama malah diberikan kepada tetua Yun Zhang dan bukan dirinya, padahal dia sangat berharap agar bisa menduduki posisi tetua pertama dan bukan tetua kedua.
"Tetua Yun Zhang, sebelumnya aku sudah mendapatkan laporan dari Xie Wang Jun, tentang salah satu murid kita yang dibunuh di dunia kuno" ucap tetua Liang Qin.
"Aku juga sudah mendapatkan laporan mengenai itu, tapi aku tidak ingin bertindak gegabah dan akan menyelidiki masalah tersebut" jawab tetua Yun Zhang.
"Kenapa harus repot-repot menyelidikinya, jika pembunuhnya sudah ada didepan mata, lebih baik langsung memberikan hukuman saja" ujar tetua Liang Qin.
"Liang Qin ini kekuatannya sudah berada di ranah Saint, jadi tidak mungkin aku bisa menghadapinya, tapi jika meminjam kekuatan Huise, maka dia bukanlah apa-apa" batin Lin Feng.
"Tapi aku tidak bisa selalu bergantung dengan Huise" lanjutnya.
Lin Feng kemudian menghela nafas berat, dia benar-benar tidak menyangka bahwa masalahnya akan menjadi semakin rumit, padahal kedatangannya ke sekte pedang suci hanya untuk menepati janjinya pada master pedang suci, tapi siapa sangka kedatangannya malah menimbulkan masalah.
"Tetua, memangnya apa yang membuatmu merasa yakin kalau aku yang membunuh murid yang kau maksudkan itu?" tanya Lin Feng.
"Tentu saja aku yakin, karena yang mengatakannya adalah salah satu murid jenius sekte pedang suci, tidak mungkin dia membohongi para tetua seperti kami" jawab tetua Liang Qin.
Lin Feng kembali menghela nafas berat. "Kalau begitu apa yang kau inginkan?" tanya Lin Feng sinis.
"Tentu saja menghukum mu" jawab tetua Liang Qin.
"Lakukanlah jika kau bisa!" ujar Lin Feng sinis.
Tetua Liang Qin kemudian melesat ke arah Lin Feng sambil melayangkan pukulan penuh tenaga dan energi pada Lin Feng, namun saat pukulan tersebut hampir mengenai tubuh Lin Feng, tiba-tiba saja Lin Feng menghilang dari pandangannya dan membuat pukulannya hanya mengenai udara kosong.
Tetua Liang Qin sangat kaget melihat Lin Feng tiba-tiba saja menghilang dari pandangannya, tetua Liang Qin kemudian menghentikan gerakannya dan mengedarkan pandangannya ke sekeliling untuk mencari Lin Feng, namun Lin Feng tidak ditemukan di manapun, bahkan auranya saja tidak ditemukan.
"Kemana hilangnya bocah ini" gumam tetua Liang Qin, sambil terus meningkatkan kewaspadaannya.
Beberapa saat kemudian, tetua Liang Qin tiba-tiba saja mengarahkan pandangannya ke atas dan benar saja, Lin Feng telah muncul di atasnya sambil melesat turun ke arahnya dengan kecepatan tinggi, tetua Liang Qin kemudian melompat kebelakang untuk menghindari serangan Lin Feng.
Boom!... Ledakan yang cukup besar terjadi saat serangan Lin Feng menghantam tanah tempat tetua Liang Qin berdiri sebelumnya.
Lin Feng nampak agak kesal karena serangannya bisa dihindari, namun dengan gerakan yang sangat cepat Lin Feng kembali melesat ke arah tetua Liang Qin. Sementara tetua Liang Qin, malah tersenyum sinis sambil menanti kedatangan Lin Feng.
"Aku akui kau sangat cepat nak, tapi kau bukanlah tandingan orang tua ini!" ujar tetua Liang Qin.
Tetua Liang Qin kemudian mengepalkan tangan kanannya, setelah itu, tetua Liang Qin mengalirkan energi Qi-nya ke tangan kanannya dan mengumpulkan energi tersebut pada tinjunya, karena tetua Liang Qin berniat untuk menyelesaikannya dengan satu pukulan tersebut.
Dhuar!... Ledakan energi yang sangat besar terjadi saat pukulan mereka berdua beradu, bahkan sampai membuat debu-debu disekitar mereka beterbangan, sehingga menutupi pandangan semua orang.
Semua orang yang menyaksikan pertarungan tersebut nampak penasaran dengan apa yang terjadi selanjutnya, lalu setelah debu-debu tersebut menghilang dibawa oleh angin, barulah mereka bisa melihat apa yang terjadi.
Mereka semua nampak sangat terkejut, ketika melihat Lin Feng masih baik-baik saja dan tidak terluka sama sekali, bahkan Lin Feng hanya beranjak beberapa langkah dari tetua Liang Qing, yang menandakan bahwa kekuatan mereka berdua hampir setara.
"I-ini benar-benar tidak mungkin!" ujar Xie Wang Jun.
"Hebat, benar-benar pemuda yang sangat hebat, bahkan dia masih baik-baik saja setelah beradu pukulan dengan tetua Liang Qin" batin tetua Yun Zhang.
"Kau benar-benar sangat hebat anak muda, tapi pada akhirnya kau akan tetap kalah dengan ku" ucap tetua Liang Qin.
Tetua Liang Qin kemudian berniat untuk menyerang Lin Feng lagi, namun gerakannya tiba-tiba saja terhenti karena merasakan tekanan aura intimidasi yang sangat kuat, tidak hanya tetua Liang Qin saja yang merasakannya, bahkan semua orang yang ada di sekte juga bisa merasakan tekanan tersebut.
Beberapa saat kemudian, terdengar suara seseorang yang menggema di seluruh sekte. "Hentikan tindakanmu tetua Liang, kenapa kau menyerang orang tanpa mencaritahu kebenarannya terlebih dahulu."
Ketika mendengarkan suara tersebut, semua orang yang ada di sekte langsung berlutut untuk memberikan hormat, kecuali Lin Feng yang masih berdiri dengan tenang, mereka semua tentu saja mengetahui bahwa suara tersebut adalah suara pemimpin sekte pedang suci, yaitu Long Yin Jiang.
"Maafkan atas kelancangan ku pemimpin, tapi anak ini..."
"Tetua Liang Qin, sudah aku katakan untuk tidak menyerang seseorang tanpa mengetahui kebenarannya terlebih dahulu, mengenai murid yang meninggal di dunia kuno, itu adalah kesalahannya sendiri, karena tidak mampu bertahan melawan monster yang ada di sana" ujar Long Yin Jiang memotong perkataan tetua Liang Qin.
"Ma-maafkan aku pemimpin, aku benar-benar telah bertindak gegabah" ucap Liang Qin.
Beberapa saat kemudian, aura intimidasi yang menekan mereka semua tiba-tiba saja menghilang, sehingga mereka semua bisa kembali bernafas dengan lega. Setelah aura intimidasi tersebut menghilang, semua orang kembali melakukan aktivitasnya masing-masing.
Sementara Xie Wang Jun nampak sangat ketakutan, wajahnya tiba-tiba berubah pucat dan seluruh tubuhnya gemetaran, keringat dingin juga mulai bercucuran diwajahnya. Xie Wang Jun benar-benar tidak menyangka bahwa kebohongannya akan terbongkar begitu saja, bahkan sampai diketahui oleh pemimpin sekte.
"Xie Wang Jun, sekarang jawab pertanyaan ku, kenapa kau berbohong padaku mengenai temanmu yang meninggal itu?" tanya tetua Liang Qin.
"Ma-maaf tetua, a-aku benar-benar tidak bermaksud untuk membohongi mu" jawab Xie Wang Jun.
"Tidak bermaksud, lalu kenapa kau melakukannya, apa kau sengaja ingin membuatku malu di hadapan pemimpin sekte?!" tanya tetua Liang Qin kesal.
"Sudahlah tetua Liang, semuanya sudah berlalu dan kebenarannya juga sudah terungkap, jadi tidak usah dibahas lagi" ujar tetua Yun Zhang.