Night King : My Life Journey

Night King : My Life Journey
Ch-83. Misteri pedang emas 1


Waktu terus berlalu dengan sangat cepat dan sudah beberapa bulan berlalu, proses penyerapan Lin Feng juga masih terus berlanjut dan masih belum menunjukkan tanda-tanda ingin berhenti atau selesai, sebab energi yang terkandung di dalam inti kristal jiwa milik singa api abadi sangatlah banyak, dan tentunya untuk bisa menyerap semuanya juga membutuhkan waktu yang sangat lama, terutama bagi kultivator yang masih berada di tahap rendah seperti Lin Feng.


Menyerap inti kristal jiwa milik Beast Spirit ataupun monster tingkat surga saja sudah membutuhkan waktu yang sangat lama bagi Lin Feng, apa lagi sekarang Lin Feng harus menyerap energi dari inti kristal jiwa milik Beast Spirit tingkat Emperor, yang mana tingkatannya berada jauh lebih tinggi daripada tingkatan Lin Feng yang sekarang.


Bahkan bagi para kuktivator yang sudah mencapai ranah Heaven Spiritual saja, untuk menyerap inti kristal jiwa milik Beast Spirit atau monster ranah Emperor masih memburuhkan waktu yang cukup lama, karena energi yang terkandung di dalam inti kristal jiwa tersebut benar-benar sangat besar, bukan tidak mungkin bagi Lin Feng untuk meningkatkan kultivasinya sampai ke tingkatan yang lebih tinggi atau bahkan menembus sampai ranah berikutnya.


Lin Feng yang sedang menyerap energi dari inti kristal jiwa milik singa api abadi di dunia nyata, tiba-tiba saja terbangun di alam bawah sadarnya atau bisa di katakan bahwa jiwa Lin Feng terbangun dan masuk kedalam ruang jiwanya sendiri, Lin Feng mengedarkan pandangannya ke sekeliling untuk mencari tahu dimana dia sekarang.


Namun sejauh mata memandang Lin Feng tidak menemukan apapun kecuali ruang kosong berwarna keemasan yang tidak berujung, tidak ada apapun di tempat tersebut kecuali sebuah altar yang berukuran sangat besar serta sebuh pedang patah berwarna emas yang sedang melayang di tengah-tengah altar tersebut.


"Dimana aku, kenapa tempat ini sangat aneh" gumam Lin Feng.


Lin Feng kemudian melangkahkan kakinya menuju ke tengah-tengah altar untuk mendekati pedang emas yang sudah patah tersebut, Lin Feng kemudian memeriksa pedang emas yang telah patah tersebut, sebab Lin Feng merasa sangat tidak asing dengan pedang patah itu, setelah beberapa saat memeriksa, akhirnya Lin Feng bisa mengingat bahwa pedang patah tersebut adalah jiwa silatnya yang di anggap sampah oleh semua orang.


Lin Feng kemudian mengangkat tangannya untuk meraih pedang emas tersebut, namun saat tangan Lin Feng hampir menyentuhnya, pedang emas tersebut tiba-tiba bergetar keras dan memancarkan cahaya yang sangat menyilaukan, sehingga membuat Lin Feng harus menutup kedua matanya.


Beberapa saat kemudian, cahaya yang terpancar dari pedang emas mulai sedikit meredup dan Lin Feng kembali membuka matanya untuk melihat apa yang sedang terjadi, Lin Feng sangat terkejut bahkan tubuhnya sampai gemetaran saat melihat sosok pria yang menggunakan armor emas sedang berdiri di hadapannya dan menatap Lin Feng dengan tatapan tajam.


Yang membuat Lin Feng gemetaran bukanlah tatapan dari pria dengan armor emas tersebut, ataupun ukuran tubuhnya yang sangat besar, bahkan bisa di katakan bahwa perbandingan antara pria tersebut dengan Lin Feng sama saja seperti seorang manusia sedang menatap semut di telapak tangannya, meskipun begitu alasan Lin Feng sampai gemetar ketakutan juga bukanlah perbandingan ukuran mereka, melainkan aura yang sangat besar yang berasal dari pria tersebut.


Selama ini, Lin Feng sudah beberapa kali bertemu dengan orang yang kuat, meskipun masih ada yang jauh lebih kuat lagi daripada mereka semua, namun untuk kekuatan pria yang sekarang sedang menatap Lin Feng, kekuatannya sangat berbeda dan sangatlah besar, bahkan Lin Feng tidak bisa mengukur tingkatan kekuatan dari pria tersebut.


"Aku sama sekali tidak pernah menyangka bahwa orang pilihan yang mulia dewi adalah manusia lemah sepertimu" ucap pria tersebut.


Suaranya menggelegar seperti petir, bahkan sampai membuat altar yang berukuran sangat besar tersebut bergetar, lalu hanya dengan mendengar perkataannya saja sudah membuat Lin Feng merasa seperti tubuhnya sedang di timpa oleh gunung yang sangat besar, tubuh Lin Feng kembali bergetar hebat dan bahkan seluruh tubuhnya langsung terasa sangat lemas.


"Si-siapa kau sebenarnya?" tanya Lin Feng gemetaran.


"Bagaimana caranya?" tanya Lin Feng.


"Kalahkan aku!" jawab pria tersebut kemudian menyerang Lin Feng.


Lin Feng sangat kaget mendengar perkataan pria tersebut, namun untuk saat ini Lin Feng sudah tidak bisa mengatakan apa-apa lagi, sebab sebuah tinju besar seukuran gunung sedang mengarah padanya, Lin Feng kemudian mencoba untuk menghindari pukulan tersebut namun entah kenapa langkahnya terasa sangat berat, bahkan Lin Feng juga tidak bisa menggunakan jurus langkah bayangan.


"Si-sial, kenapa aku tidak bisa bergerak dari sini, jika aku tidak segera menghindar maka aku akan benar-benar mati" ujar Lin Feng kesal.


Lin Feng kemudian menggunakan sekuruh kekuatannya serta melepaskan aura membunuhnya untuk melawan tekanan aura yang sedang mengintimidasi dirinya, namun sayangnya auda intimidasi tersebut bahkan tidak berkurang sedikitpun, Lin Feng kemudian memutar otaknya dengan sangat cepat dan mencoba untuk menemukan cara agar dia bisa selamat.


Akan tetapi Lin Feng sama sekali tidak menemukan cara apapun, dengan segenap tenaga dan energi yang ia miliki sekarang, Lin Feng melangkahkan kakinya untuk menjauh dan menghindar dari tempat tersebut, meskipun seluruh tubuhnya terangan sangat berat dan kakinya seperti sedang di rantai oleh sesuatu yang juga sangat berat, namun Lin Feng tetap tidak mau menyerah dan terus berusaha untuk menghindar.


BBOOOMMMMM!!


Ledakan yang sangat besar terjadi saat tinju pria tersebut menghantam lantai altar, namun anehnya tinju pria tersebut sama sekali tidah menghancurkan altar, jangankan menghancurkan bahkan meninggalkan bekas goresan ataupun retakan saja tidak, pria besar tersebut memicingkan matanya ketika menyadari bahwa pukulannya sama sekali tidak mengenai Lin Feng.


"Syukurlah aku berhasil menghindar" ucap Lin Feng menghela nafas lega.


Mungkin keberuntungan masih menyertai Lin Feng, sebab tinju pria tersebut hanya berjarak dua jengkal saja dari tubuh Lin Feng, dan seandainya tinju pria tersebut mengarah dua jengkal ke samping kanan maka bisa dipastikan bahwa tubuh Lin Feng akan benar-benar remuk.


"Hebat juga kau karena bisa menghindar, tapi kali ini kau tidak akam bisa apa-apa lagi" ujar pria tersebut kemudian mengayunkan tinjunya ke arah Lin Feng.


Dari jarak yang sangat dekat, Lin Feng tentunya tidak bisa menghindari serangan kedua dari pria tersebut, akibatnya tubuh Lin Feng terlempar sangat jauh dan menabrak sesuatu seperti dinding pelindung di samping altar.


"Arrkhhh!" Lin Feng meringis merasakan sakit di seluruh tubuhnya.