Night King : My Life Journey

Night King : My Life Journey
Ch-94. Mengejar rusa


Matahari sudah terbenam dan sekarang sudah digantikan oleh gelapnya malam bersama dengan sang rembulan dan bintang-bintang yang menghiasi langit, sedangkan Lin Feng masih berada di dalam danau lava gunung berapi dan masih belum keluar sampai sekarang, panasnya lava gunung berapi benar-benar tidak melukai Lin Feng sedikitpun, karena selain dilindungi oleh kekuatan es yang sangat besar, Lin Feng juga dilindungi oleh kekuatan api yang jauh lebih kuat dari lava itu sendiri.


Suasana tenang di hutan para monster yang mencekam dan penuh dengan aura kematian tiba-tiba saja berubah gaduh, karena gunung berapi tiba-tiba saja bergetar dengan hebat dan seolah-olah akan meledak, para monster dan Beast Spirit yang sedang tertidur langsung pergi menjauh karena mereka tidak ingin terkena imbas dari ledakan gunung berapi tersebut.


BBOOOMMMMM!!


Ledakan besar benar-benar terjadi dari arah gunung berapi, namun ledakan tersebut sama sekali tidak menyebabkan lava dari gunung menjadi tumpah, bersamaan dengan ledakan tersebut, dari dalam gunung berapi nampak sososk bersayap sedang melesat terbang ke langit, sosok tersebut tidak lain adalah Lin Feng yang sekarang telah keluar dari dalam danau lava dan luka yang di alaminya juga telah sembuh sepenuhnya.


Dengan sepasang sayap berwarna merah menyala di punggungnya, Lin Feng terus melesat terbang ke atas sampai menembus awan dan kemudian berhenti setelah berada di atas awan, Lin Feng benar-benar tidak bisa percaya dengan apa yang dia rasakan sekarang, tubuhnya benar-benar penuh dengan energi yang sangat besar, selain itu tubuhnya terasa menjadi lebih ringan dan menjadi kebih kuat.


"Hebat, benar-benar kekuatan yang sangat hebat" gumam Lin Feng.


"Ehh, kenapa aku tidak memakai apapun?!" tanya Lin Feng pada dirinya sendiri.


Lin Feng kemudian teringat bahwa sebelumnya dia sudah melompat masuk ke dalam lava gunung berapi yang menyebankan seluruh pakaiannya terbakar, Lin Feng kemudian mengedarkan pandangannya ke sekeliling untuk memastikan bahwa tidak ada orang lain yang melihatnya, setelah itu Lin Feng langsung melesat terbang dengan kecepatan tinggi menuju ke gua tempatnya berkultivasi sebelumnya.


Jarak dari gunung berapi tersebut sangatlah jauh dan akan memakan waktu beberapa hari jika berlari seperti yang Lin Feng lakukan sebelumnya, tapi untuk sekarang, Lin Feng hanya membutuhkan waktu kurang dari setengah jam saja untuk sampai di gua tersebut, selain kecepatannya sudah bertambah, sekarang Lin Feng sudah bisa terbang bebas di langit yang tentunya akan membuatnya menjadi semakin cepat.


"Hahh, untung saja aku bisa datang ke gua ini dengan cepat!, akan gawat kalau aku terbang di atas hutan dalam keadaan seperti ini" gumam Lin Feng.


Setelah mendarat di mulut gua, sepasang sayang yang sebelumnya tubuh di punggung Lin Feng langsung menghilang, memang sepasang sayap tersebut nampak tumbuh dan menyatu dengan tubuh Lin Feng, tapi sebenarnya sepasang sayap tersebut hanya tercipta dari kekuatan Phoenix yang ada di dalam tubuh Lin Feng.


Ketika Lin Feng menginginkan atau ingin menggunakan sayapnya tersebut, maka sepasang sayap itu akan muncul lagi di punggung Lin Feng dan tentunya sepasang sayap tersebut juga akan menghilang kembali, ketika Lin Feng menginginkannya untuk menghilang, singkatnya Lin Feng bisa bebas untuk memunculkan ataupun menghilangkan sayap yang dia miliki sekarang.


"Hahh, untungnya pakaian pemberian dewi Nuwa masih aku simpan di dalam cincin ini, kalau tidak mungkin aku tidak akam pernah berani keluar dari gua ini" ucap Lin Feng setelah mengenakkan pakaian yang diberikan oleh dewi Nuwa kepadanya.


"Pakaian ini membuat aku merasa seperti sedang menjalankan misi, tapi sayangnya di dunia ini aku bukanlah seorang pembunuh lagi" ucap Lin Feng pelan.


Karena rasa lelah sudah menyelimuti tubuhnya, Lin Feng kemudian merebahkan tubuhnya di atas batu besar dengan permukaan yang sedikit rata yang ada di hadapannya, selama berada di hutan para monster, gua tersebut sudah seperti rumah bagi Lin Feng, dan batu besar dengan permukaan rata tersebut adalah tempat tidur untuknya.


Setelah merebahkan tubuhnya, Lin Feng kemudian memejamkan matanya, tidak butub waktu yang lama bagi Lin Feng untuk tertidur, karena dalam beberapa saat kemudian Lin Feng sudah benar-benar tertidur dengan lelap, Lin Feng tertidur dengan wajah yang tenang serta perasaan yang juga tenang, meskipun sekarang Lin Feng sedang berada di hutan para monster, tapi tidak satupun monster yang berani mendekati goa tempat Lin Feng beristirahat.


**


Keesokan harinya, setelah tidur dengan sangat nyenyak semalaman, Lin Feng akhirnya bisa merasakan kenyamanan di seluruh tubuhnya, sejak pertama kali terbangun dari pingsan dan sampai sekarang, mungkin baru kali ini Lin Feng bisa merasakan tidur yang sesungguhnya. Karena sebelumnya, Lin Feng hanya sibuk berkultivasi dan meningkatkan kekuatannya.


Karena sedang merasa lapar dan persediaan buah apelnya sudah tidak ada lagi, Lin Feng kemudian masuk ke kedalaman hutan untuk berburu monster ataupun hewan biasa yang nantinya akan dijadikan sebagai santapannya, Lin Feng memutuskan untuk berburu dengan berjalan kaki saja, meskipun sekarang Lin Feng sudah bisa terbang, tapi entah kenapa Lin Feng merasa lebih nyaman berjalan daripada terbang.


Tidak lama kemudian, Lin Feng berhasil menemukan seekor rusa yang cukup besar, mungkin jika Lin Feng berhasil menangkapnya, maka Lin Feng tidak perlu mengkhawatirkan makanan lagi untuk dua hari kedepannya, Lin Feng kemudian meraih batang kayu yang sebelumnya sudah dia siapkan terlebih dahulu dan bersiap untuk menombak rusa tersebut.


Namun sayangnya, saat Lin Feng hendak melemparkan tombaknya, rusa tersebut malah berlari meninggalkan temoat tersebut, Lin Feng nampak sedikit kesal karena buruannya malah kabur, namun dengan sangat cepat Lin Feng berlari mengejar rusa tersebut, karena mau bagaimanapun caranya Lin Feng tetao tidak ingin melepaskan rusa yang akan menjadi santapannya.


"Aneh, kenapa lari rusa ini sangat cepat, meskipun aku belum berlari dengan kecepatan penuh, tapi rasanya tidak mungkin aku tidak berhasil mengejar rusa itu" gumam Lin Feng kebingungan.


Meskipun merasa ada sesuatu yang aneh dengan rusa tersebut, namun dengan cepat Lin Feng menyingkirkan perasaannya itu, Lin Feng kemudian meningkatkan kecepatannya agar bisa menyusul rusa tersebut, namun sayangnya semakin Lin Feng menambah kecepatan larinya, rusa tersebut juga semakin menjauh dari Lin Feng, bahkan kecepatan lari rusa tersebut jauh melebihi kecepatan yang dimiliki oleh Lin Feng.


"Sebenarnya ada apa ini?" batin Lin Feng.