Night King : My Life Journey

Night King : My Life Journey
Ch-229. Aku ingin nyawamu!


Setelah mengeluarkan pedang kebanggaannya, Guo Hong nampak tersenyum sinis sambil memandang Lin Feng dengan tatapan tajam dan penuh dengan kebencian, Guo Hong kemudian mengangkat pedang tersebut dan mengarahkannya kepada Lin Feng.


"Apa kau siap untuk mati?" tanya Guo Hong sinis.


Lin Feng tidak menghiraukan pertanyaan Guo Hong, dia kemudian mengeluarkan pedang kayu roh dari cincin penyimpanannya, semua orang yang melihat pedang tersebut langsung tercengang, pasalnya mereka tidak menyangka bahwa pedang tersebut sangat mirip seperti pedang kayu.


"Apa aku tidak salah lihat?" tanya salah seorang murid kaget.


"Tidak, kau tidak salah lihat, karena pedang itu memang pedang kayu" jawab murid disebelahnya.


Tidak hanya para murid saja yang kaget, tapi para tetua sekte juga merasakan hal yang sama, tapi yang membuat mereka kaget bukanlah pedang yang terbuat dari kayu tersebut, melainkan energi yang dimiliki pedang kayu tersebut sangatlah besar.


"Senjata apa yang dia gunakan itu? Kenapa energinya sangat besar?" gumam tetua Yun Zhang.


Guo Hong yang juga mengetahui pedang tersebut adalah pedang kayu, tiba-tiba saja tertawa lantang sampai suara tawanya menggema di seluruh tempat pertandingan. "Hahahaha! Apa keluargamu sangat miskin sampai mereka hanya mampu memberikanmu pedang kayu?" tanya Guo Hong.


"Tapi itu tidak masalah, karena sebentar lagi aku akan menghancurkan pedang tersebut!" ujar Guo Hong.


Setelah itu, Guo Hong langsung melesat maju ke arah Lin Feng untuk melakukan serangan, Lin Feng yang sebelumnya hanya berdiam diri juga langsung melesat maju, namun kecepatannya sangat jelas melebihi kecepatan Guo Hong.


Hanya dalam waktu satu tarikan nafas, Lin Feng telah berada dihadapan Guo Hong dan langsung mengayunkan pedang kayu roh dengan sangat cepat. Guo Hong sangat kaget melihat kecepatan Lin Feng, namun dengan cepat Guo Hong menggerakkan pedangnya untuk menahan serangan Lin Feng.


Suara dentingan besi yang beradu terdengar sangat nyaring dan menggema di tempat tersebut, yang membuat semua orang kembali terkejut saat mendengarnya, mereka semua melebarkan kedua matanya, ketika mengetahui bahwa suara tersebut berasal dari pedang Lin Feng dan pedang Guo Hong yang beradu.


"I-ini jelas-jelas adalah suara besi yang beradu, tapi kenapa bisa begitu? Bukankah pedang pemuda tersebut adalah pedang kayu?" tanya salah seorang murid.


"Jangan menanyakan pertanyaan yang aneh, karena tidak ada seorangpun yang mengetahui jawaban dari pertanyaan itu" jawab teman yang disebelahnya.


Sementara itu, diatas arena pertarungan, Lin Feng terus bergerak dengan sangat cepat sambil terus melakukan serangan, sedangkan Guo Hong hanya bisa berdiam diri sambil terus menahan serangan Lin Feng tanpa bisa melakukan serangan balasan.


"Sial, aku bahkan tidak bisa melakukan serangan balasan, sebenarnya siapa pemuda ini" gumam Guo Hong kesal.


"Tidak! Aku tidak ingin kalah dihadapan semua orang!" lanjutnya.


Swush... Aura yang sangat besar meledak dari tubuh Guo Hong, sehingga membuat Lin Feng harus berhenti menyerangnya dan sedikit menghindar, Lin Feng nampak mengerutkan alisnya saat merasakan adanya aura membunuh yang terarah padanya.


Namun sesaat setelahnya Lin Feng malah tersenyum sinis saat merasakan aura membunuh yang dikeluarkan oleh Guo Hong, meskipun tidak sekuat para Assassin yang pernah dia hadapi, ataupun para anggota Asosiasi pembunuh bayaran, namun aura membunuh tersebut cukup kuat untuk seorang murid sekte aliran putih.


"Akan aku hancurkan kau sampai menjadi sampah yang sebenarnya!" ujar Guo Hong, kemudian melompat ke arah Lin Feng.


"Tebasan penghancur langit!" ujar Guo Hong, sambil mengayunkan pedangnya ke arah Lin Feng.


Boom!... Ledakan yang cukup besar terjadi saat pedang Guo Hong mencapai Lin Feng dan membuat debu-debu beterbangan, semua orang nampak penasaran dengan apa yang terjadi selanjutnya, pasalnya mereka semua tahu bahwa serangan tersebut sangatlah luar biasa.


Namun, beberapa saat setelah debu-debu yang beterbangan menghilang, semua orang yang ada di sana benar-benar terkejut, ketika melihat serangan dahsyat Guo Hong berhasil ditahan dengan mudah oleh Lin Feng, bahkan hanya dengan mengunakan pedang kayu nya.


"Ti-tidak mungkin!" ujar Guo Hong kaget.


"Tidak ada yang tidak mungkin!" jawab Lin Feng, kemudian melayangkan tendangan ke arah Guo Hong dengan sangat cepat, sampai membuat Guo Hong terlempar cukup jauh.


Setelah itu, Lin Feng bersiap-siap untuk melakukan serangan lanjutan, tapi langkahnya tiba-tiba saja dihentikan oleh tetua Yun Zhang. "Sudah cukup Lin Feng, Guo Hong sudah kalah" ucap tetua Yun Zhang.


"Be-benar, a-aku mengaku kalah" ujar Guo Hong.


"Bagiamana dengan taruhan sebelumnya?" tanya Lin Feng sinis.


"Ya, ka-kau boleh meminta apa saja padaku" jawab Guo Hong gugup.


"Bagus, kalau begitu aku ingin nyawamu!" ujar Lin Feng, kemudian menghilang dan langsung muncul di hadapan Guo Hong.


Semua orang yang hadir ditempat tersebut benar-benar sangat kaget mendengar perkataan Lin Feng, mereka semua benar-benar tidak menyangka bahwa Lin Feng berani mengatakan hal seperti itu, bahkan saat dihadapan semua murid dan tetua sekte.


"Ti-tidak, aku mohon jangan bunuh aku, aku akan melakukan apa saja untukmu, asalkan jangan membunuhku" ucap Guo Hong.


"Lin Feng, hentikan sekarang juga!" ujar tetua Yun Zhang.


"Kenapa? Apa kau ingin menghentikan aku?!" tanya Lin Feng sinis.


"Lin Feng, tolong pikirkan lagi keputusanmu, bagaimana jika pemimpin sekte mengetahui hal ini? Kau pasti akan dalam masalah besar" jawab tetua Yun Zhang.


"Masalah besar? Memangnya kau pikir ada yang bisa menghentikan aku? Bahkan jika dewa turun untuk melindunginya, tetap tidak akan bisa menghentikan aku untuk mengambil nyawanya!" ujar Lin Feng, kemudian menebaskan pedangnya dengan sangat cepat.


Crashh... hanya dalam sekejap mata, kepala Guo Hong telah dipenggal oleh Lin Feng dengan sangat mudah, semua orang yang menyaksikan hal tersebut hanya bisa mematung, mereka semua benar-benar tidak percaya dengan apa yang baru saja mereka saksikan.


"Lancang! Kau benar-benar berani melakukan kejahatan dihadapan kami semua, apa kau pikir para orang tua ini tidak ada!" ujar salah satu tetua sekte.


"Apa kau ingin menghukum ku?" tanya Lin Feng sinis.


"Tentu saja!" jawab tetua tersebut.


"Lakukan jika kalian mampu!" ujar Lin Feng.


Swush!... Lin Feng kemudian melepaskan aura membunuhnya yang sangat besar, bersamaan dengan itu, tekanan intimidasi yang sangat mengerikan langsung menindas mereka semua yang ada di sana, bahkan para murid mulai berjatuhan dan pingsan karena tidak sanggup menahan tekanan aura tersebut.


Para tetua sekte pedang suci juga tidak lepas dari tekanan intimidasi tersebut, meskipun tidak terlalu besar, tapi mereka bisa merasakan kengerian yang sangat luar biasa, bahkan mereka sampai menggunakan energi spiritualnya untuk menahan tekanan aura membunuh Lin Feng.


"Pantas saja pemimpin sekte mengatakan untuk tidak menyinggungnya, tertnyata dia sangat mengerikan" ucap tetua Yun Zhang.


"Si-sial, apa pemuda ini reinkarnasi dari dewa kematian" gumam tetua Liang Qin.