Night King : My Life Journey

Night King : My Life Journey
Ch-319. Masalah kota Yumin 1


Setelah menyelesaikan kultivasinya, Lin Feng dan Huise akhirnya melanjutkan perjalanan mereka menuju ke benua Utara. Sedangkan mengenai masalah sekte Tengkorak Iblis, Lin Feng lebih memilih untuk tidak menghiraukan mereka, karena tujuannya jauh lebih penting, kecuali jika mereka mengganggunya lagi.


Saat ini, Lin Feng dan Huise sedang berada di sebuah kota yang berada di pinggir laut yang bernama kota Yumin, karena setelah melakukan perjalanan selama dua hari, mereka berdua benar-benar harus beristirahat untuk mengumpulkan tenaga. Selain itu, mereka berdua juga harus mengumpulkan sedikit informasi dan perbekalan.


Di salah satu restoran kota Yumin, Lin Feng dan Huise sedang duduk dengan santai menikmati makanan serta minuman mereka, sambil menikmati pemandangan laut yang disediakan oleh restoran tersebut, karena memang letak dari restoran itu cukup dekat dengan laut.


"Apa yang harus kita lakukan sekarang? Kemunculan monster di tengah laut benar-benar membuat nelayan kesulitan, bahkan banyak kapal yang tidak berlayar karena ulah monster tersebut!" keluh salah seorang pelanggan restoran pada temannya.


"Memangnya apa lagi yang bisa kita lakukan? Penguasa kota sudah berusaha menyewa kultivator, tapi mereka tetap tidak bisa menghadapi monster itu" jawab temannya.


"Semoga saja ada solusi untuk masalah ini, karena kota ini benar-benar sangat bergantung pada laut" ucap pria sebelumnya.


Lin Feng yang merasa tertarik dengan obrolan kedua pria tersebut, kemudian mencoba untuk mendekati mereka, agar mendapatkan informasi yang lebih jelas.


"Permisi tuan, aku tidak sengaja mendengar obrolan kalian, jika kalian berkenan, bisakah kalian menceritakannya padaku?" Lin Feng bertanya ramah.


Pembicaraan kedua pria tersebut terhenti saat Lin Feng menghampiri mereka, lalu mereka berdua memandangi Lin Feng dengan tatapan penuh selidik, karena mereka berdua merasa curiga dengan penampilan Lin Feng yang nampak seperti seorang Assassin. Terlebih lagi, Lin Feng sedang menggunakan penutup wajahnya.


"Tenang saja tuan, aku tidak bermaksud buruk kepada tuan berdua, kalau tuan mau bercerita padaku, maka aku akan membayarnya" ucap Lin Feng, kemudian meletakkan dua koin platinum di atas meja mereka.


Dua koin platinum tersebut sontak membuat kedua pria itu kaget, tatapan mereka yang sebelumnya penuh dengan kecurigaan terhadap Lin Feng, sekarang berubah dengan tatapan ramah, bahkan mereka sampai memesankan minuman untuk Lin Feng.


"Jadi cerita mana yang ingin tuan dengarkan?" tanya pria di samping Lin Feng.


"Jika aku tidak salah dengar, tuan berdua sebelumnya sedang membicarakan tentang kemunculan monster di laut, jadi aku merasa tertarik dan ingin sekali mendengarnya secara langsung" jawab Lin Feng.


"Ternyata cerita itu! Baiklah tuan, aku akan menceritakannya dengan rinci" ucap pria tersebut.


Pria yang duduk di samping Lin Feng, kemudian menceritakan awal mula kemunculan monster di tengah laut, yang terjadi beberapa waktu yang lalu. Sebelumnya, kota Yumin adalah kota yang sangat ramai dan selalu kedatangan pengunjung yang ingin menyebrang ke benua Utara.


Penduduk kota Yumin juga mengandalkan penghasilan laut mereka sebagai mata pencaharian, tidak hanya sekedar nelayan saja, bahkan bangsawan kota Yumin juga menyediakan jasa untuk menyeberangkan pendatang yang ingin menuju ke benua Utara, dengan kapal mereka yang megah.


Tapi sayangnya, semua aktivitas tersebut telah terhenti sejak munculnya seekor monster misterius di tengah laut. Awal kemunculan monster tersebut adalah saat terjadinya fenomena misterius yang membuat seluruh langit ditutupi oleh awan gelap dan cahaya berwarna merah, serta terdengar gemuruh yang sangat besar di langit.


Pada saat fenomena aneh itu terjadi, ada beberapa nelayan yang sedang berlayar dengan kapal mereka, awalnya mereka berpikir bahwa fenomena itu hanyalah fenomena biasa yang merupakan pertanda akan terjadinya badai, tapi sayangnya, apa yang mereka pikirkan ternyata salah, karena tepat saat fenomena aneh itu berakhir, kapal-kapal nelayan yang berlayar tersebut tidak pernah kembali ke dermaga.


Banyak yang mengira bahwa para nelayan tersebut telah tenggelam, atau kapal mereka terseret oleh arus laut ke tempat yang jauh, tapi sampai hari ini, mereka tidak pernah kembali, Bahkan, para nelayan yang berlayar sejak kejadian itu, atau orang-orang yang mencoba mencari mereka juga tidak pernah kembali sampai sekarang.


"Lalu setelah kejadian itu, para penduduk kota Yumin tidak pernah lagi pergi ke laut, bahkan melihat laut saja sudah membuat kami ketakutan dan kemudian mulai tersebar rumor mengenai monster di tengah lautan" ucap pria tersebut mengakhiri ceritanya.


"Apa sudah ada yang melihat seperti apa bentuk monster itu?" tanya Lin Feng.


Pria itu hanya menggelengkan kepalanya, kemudian berkata. "Tidak ada seorangpun yang melihatnya, tapi orang-orang bisa mendengar dengan jelas suara raungan monster itu saat malam hari" jawab pria tersebut.


"Terimakasih telah menceritakan semuanya padaku, jika aku dapat membantu maka aku akan membantu kota kalian semampuku" ucap Lin Feng, kemudian berdiri dari tempat duduknya.


"Kalian para kultivator memang selalu berkata begitu, tapi pada akhirnya tidak ada seorangpun dari kalian yang berani untuk pergi ke sana" ujar pria yang duduk di hadapan Lin Feng.


"Kita lihat saja nanti" Lin Feng berkata santai, kemudian pergi meninggalkan mereka berdua.


Setelah meninggalkan mereka berdua, Lin Feng kemudian kembali menghampiri Huise yang sejak tadi masih duduk di tempatnya, sambil mendengarkan cerita dari kejauhan, meskipun hanya mendengarkan dari kejauhan, tapi Huise bisa mengetahui dengan jelas situasi yang terjadi dengan kota Yumin.


"Tuan, sebaiknya tuan membantu masalah kota ini" pinta Huise.


"Apa kau punya asalan tertentu?" tanya Lin Feng.


Sejak mendengarkan cerita tentang masalah kota Yumin, Lin Feng memang sudah berniat untuk membantu mereka, karena monster tersebut muncul saat terjadinya bencana petir surga. Dan ada kemungkinan besar bahwa monster tersebut berhubungan dengan bencana petir surga, tapi sebelum itu, Lin Feng masih ingin mendengarkan alasan Huise.


"Alasannya, karena untuk pergi ke benua Utara kita harus menumpang kapal yang ada di sini" jawab Huise.


"Bukankah kita bisa melewatinya dengan terbang?" tanya Lin Feng penasaran.


"Sepertinya tidak tuan, karena aku merasakan keberadaan aura yang aneh dari laut yang mungkin berhubungan dengan monster itu" jawab Huise.


"Baiklah, lagipula aku memang berniat untuk membantu kota ini" ucap Lin Feng.


Setelah itu, Lin Feng dan Huise kemudian beranjak pergi meninggalkan restoran tersebut, mereka berdua langsung melesat terbang menuju ke tengah laut dengan kecepatan tinggi, agar mereka bisa mencaritahu tentang monster tersebut dengan lebih jelas.


Ketika mereka telah terbang cukup jauh menuju ke tengah laut, tiba-tiba saja Lin Feng dan Huise merasakan energi yang sangat besar dari bawah laut, energi tersebut terasa sangat aneh dan seolah-olah menarik mereka tubuh mereka berdua ke dasar laut.


"Gawat, sebaiknya kita kembali sekarang!" ujar Lin Feng, kemudian menghilang dari tempat itu.