Night King : My Life Journey

Night King : My Life Journey
Ch-359. Misteri kekaisaran Liang 4


Liang Jin Hu dan tiga belas bawahannya kemudian bergegas pergi meninggalkan istana, agar mereka semua bisa bebas dari kematian, namun sayangnya, Lin Feng tidak akan pernah melepaskan mereka sama sekali, karena Lin Feng adalah orang yang tidak akan pernah melepaskan musuhnya, apa lagi jika musuhnya adalah bangsa iblis seperti Liang Jin Hu dan bawahannya.


Setelah mereka berhasil keluar dari istana kekaisaran, mereka kemudian melesat terbang dengan kecepatan tinggi untuk pergi meninggalkan istana kekaisaran, namun saat mereka sampai di atas awan, mereka semua tiba-tiba saja berhenti karena Lin Feng dan Huise telah muncul di hadapan mereka semua, bahkan Lin Feng dan Huise terlihat seperti sedang menunggu kedatangan mereka, pada sebelumnya Lin Feng dan Huise masih berada di istana kekaisaran.


"Pertarungan kita belum selesai, jadi jangan harap untuk bisa pergi begitu saja!" ucap Lin Feng.


"Cihh! Serang mereka berdua!" ujar Liang Jin Hu.


Setelah itu, mereka semua langsung menyerang Lin Feng dan Huise bersama-sama, meski mereka sangat takut untuk berhadapan dengan Lin Feng, tapi mereka juga tidak punya pilihan lain selain menghadapi mereka berdua, karena jika tidak, maka mereka akan mati dengan sia-sia dan tentunya, mereka tidak mau menyerahkan nyawanya begitu saja pada Lin Feng tanpa melakukan perlawanan sedikitpun.


"Huise, tahan Liang Jin Hu agar dia tidak kabur!" perintah Lin Feng, kemudian melesat maju untuk menyerang para petinggi istana kekaisaran Liang yang tersisa.


"Baik tuan!" jawab Huise, lalu menyerang Liang Jin Hu.


Karena yang dihadapinya sekarang adalah bangsa iblis, Lin Feng akhirnya memutuskan untuk menyimpan pedang dewa naga dan hanya akan menggunakan pedang emas hitam saja untuk menghadapi mereka, karena pedang dewa naga tidak akan mempan untuk para iblis tersebut, yang memiliki kekuatan untuk memulihkan diri dengan sangat cepat, bahkan mereka sudah bisa dikatakan sebagai makhluk yang abadi.


Para petinggi istana kekaisaran Liang yang tersisa lebih memilih untuk tidak bertarung secara langsung dengan Lin Feng, karena hal itu akan sangat beresiko untuk mereka semua, jadi mereka semua memutuskan untuk menyerang Lin Feng dari jarak jauh, dengan cara menembakkan kekuatan kegelapan secara bertubi-tubi kepada Lin Feng. Lalu, mereka juga menjaga jaraknya agar tidak terlalu dekat dengan Lin Feng.


Wush!


Wush!


Puluhan bola energi kegelapan melesat dengan kecepatan tinggi ke arah Lin Feng, tapi semuanya berhasil dihindari dengan mudah oleh Lin Feng, bahkan tidak ada satupun dari serangan tersebut yang mengenai dirinya. Tapi Lin Feng juga agak kesulitan mendekati mereka semua, karena mereka terus bergerak menjauhinya.


"Sepertinya aku harus menggunakan itu" gumam Lin Feng.


"Jurus pedang satu tebasan, langkah bayangan!" ucap Lin Feng pelan, lalu menghilang dari pandangan para petinggi istana kekaisaran.


"Waspada! Dia bisa muncul di..." salah seorang petinggi istana tidak sempat menyelesaikan ucapannya, karena Lin Feng telah muncul di tepat di hadapannya.


"Dimana saja" ujar Lin Feng, kemudian menebaskan pedangnya sebanyak tujuh kali dengan sangat cepat, sehingga tubuh salah seorang petinggi istana di hadapannya langsung terpotong menjadi tujuh bagian, kemudian meledak dan berubah menjadi kabut darah.


Setelah selesai membunuh satu lagi petinggi istana kekaisaran Liang, Lin Feng kemudian menghilang lagi dan muncul di dekat petinggi istana yang lainnya, lalu kejadian yang sama terulang kembali hingga akhirnya tubuh petinggi istana tersebut meledak dan berubah menjadi kabut darah.


Di ibukota kekaisaran Liang.


Para penduduk ibukota yang sedang melakukan aktivitas masing-masing tiba-tiba saja dikejutkan dengan warna merah yang bermunculan di langit, mereka juga dikejutkan dengan tetesan air hujan yang berwarna merah dan berbau amis seperti darah, dengan adanya hujan darah tersebut, hampir semua orang di ibukota kekaisaran berpikir jika kekaisaran Liang telah dikutuk oleh para dewa.


Meski begitu, mereka lebih memilih untuk diam dan tidak ikut campur, karena mereka juga mengetahui bahwa pertarungan tersebut bukanlah pertarungan biasa yang bisa mereka ikuti. Sebab, pertarungan yang sedang berlangsung di atas awan adalah pertarungan antar kultivator tingkat tinggi, yang bahkan tidak bisa mereka lihat tingkatan kultivasinya.


Sementara itu, di istana kekaisaran Liang.


Zhu Lien, Zhu Ling dan Bai Jia Xing yang sebelumnya pingsan karena tidak kuat menahan aura dewa kematian yang dilepaskan oleh Lin Feng, akhirnya tersadar dari pingsan, ketika mereka bertiga bangun, mereka malah nampak kebingungan, karena tidak mengetahui apa yang telah terjadi pada mereka, lalu mereka juga bingung karena istana kekaisaran sudah kosong.


"Apa yang terjadi, kemana mereka semua?" tanya Zhu Ling.


"Entahlah, aku juga tidak tahu kemana mereka pergi" jawab Zhu Lien.


"Apa jangan-jangan pertarungannya telah berakhir?" tanya Zhu Ling yang masih bingung dengan apa yang telah terjadi.


"Pertarungan mereka masih berlanjut, tapi tidak di tempat ini" jawab Bai Jia Xing, kemudian menghampiri mereka berdua.


Zhu Lien dan Zhu Ling langsung waspada ketika mengetahui jika Bai Jia Xing masih ada di sana, mereka berdua bahkan ingin menyerangnya saat itu juga, namun Bai Jia Xing menghentikan mereka dan langsung meminta maaf kepada mereka berdua.


Baik Zhu Lien ataupun Zhu Ling benar-benar kaget serta bingung melihat sikap Bai Jia Xing, mereka bahkan tidak menyangka bahwa Bai Jia Xing akan meminta maaf kepada mereka berdua. "Tidak perlu meminta maaf, karena kami tidak akan pernah memberikan maaf padamu!" ujar Zhu Ling.


Bai Jia Xing kemudian menghela nafas panjang, lalu menceritakan apa yang baru saja terjadi kepada mereka berdua, meski sebelumnya Bai Jia Xing juga pingsan, tapi dia masih bisa mengingat dengan jelas apa yang telah terjadi di istana kekaisaran tersebut.


"Ja-jadi, kaisar dan para petinggi istana lainnya adalah iblis?" tanya Zhu Lien, setelah Bai Jia Xing menceritakan semuanya pada mereka berdua.


"Benar sekali, jadi aku benar-benar minta maaf kepada kalian berdua, karena aku sendiri juga baru mengetahui jika mereka semua adalah iblis" jawab Bai Jia Xing, "jika kalian memang tidak bisa memaafkan aku, maka silahkan bunuh aku sekarang juga" lanjutnya.


"Dengan senang hati!" ujar Zhu Ling.


"Tidak! Kita tidak bisa membunuhnya!" Zhu Lien menghentikan adiknya yang ingin membunuh Bai Jia Xing.


"Kenapa tidak bisa?" tanya Zhu Ling kesal.


"Setidaknya tunggu sampai Lin Feng kembali" jawab Zhu Lien, lalu membelenggu tubuh Bai Jia Xing agar tidak melakukan hal licik saat mereka lengah.


(Chapter selanjutnya jam 21:00, ditunggu ya...)