
Setelah beberapa hari berlalu, kedua pasukan akhirnya bertemu tepatnya di sebuah padang rumput yang cukup luas di sekitaran hutan, sebelum memulai peperangan, kaisar Qian mengajukan untuk mengadakan pertemuan dengan kaisar Luo, dengan alasan untuk bernegosiasi.
Kaisar Luo menerima permintaan kaisar Qian, lagipula dia memang ingin bernegosiasi dengannya, terlebih lagi, kaisar Luo ingin mengetahui alasan dibalik penyerangan tersebut, lalu kaisar Luo juga ingin mengetahui kebenaran rencana kaisar Qian, yang ingin membangkitkan dewa iblis.
Dengan ditemani oleh anak dan jenderalnya, kaisar Qian kemudian mendatangi kaisar Luo yang masih berada di tempat peristirahatan pasukannya, kedatangan mereka bertiga disambut dengan tatapan tajam dan rasa tidak senang oleh pasukan kekaisaran Luo.
"Selamat datang kaisar Qian, silahkan duduk" ucap Luo Ming An.
"Terimakasih" jawab Qian Zhi Dao, kemudian duduk di kursi yang terbuat dari batang kayu.
"Aku akan berbicara terus terang padamu, kedatanganku ke sini untuk menawarkan sesuatu kepadamu, kau juga bisa mendapatkan keuntungan dari tawaranku ini" ucap Qian Zhi Dao.
"Benarkah? Memangnya tawaran apa yang akan kau berikan?" tanya Luo Ming An.
"Aku ingin kau menyerah dan tunduk dibawah kekuasaan kekaisaran Qian, dengan begitu, aku bisa menjamin keselamatan semua penduduk kekaisaran Luo, lalu kau juga akan mendapatkan keuntungan saat dewa iblis bangkit nantinya" jawab Qian Zhi Dao.
"Hahahaha! Kau memberikan penawaran yang sangat menarik, tapi sayangnya aku tidak akan pernah tunduk kedapa siapapun!" ucap Luo Ming An.
"Terserah kau saja, aku akan memberikan waktu untuk kau berpikir, jika kau berubah pikiran maka datanglah padaku besok pagi, kalau tidak, berarti kalian semua sudah siap untuk menjadi persembahan" ujar Qian Zhi Dao, kemudian pergi meninggalkan tempat tersebut.
Sementara itu, tidak jauh dari tempat pertemuan kedua kaisar, Qian Ling Chen yang merupakan putra mahkota dan satu-satunya penerus kekaisaran Qian, nampak sedang berusaha untuk mendekati Luo Ning yang sedang bersama Lin Feng.
Meskipun Luo Ning menutupi wajahnya dengan kain dan berpenampilan seperti seorang Assassin, tapi Qian Ling Chen tetap bisa mengenalinya, karena penampilan Luo Ning yang sekarang, sama persis seperti penampilannya saat menjadi mata-mata di kekaisaran Qian.
"Tuan putri, apa yang anda lakukan ditempat seperti ini?" tanya Qian Ling Chen.
"Bukan urusanmu!" ujar Luo Ning acuh.
"Benarkah? Tapi setelah kami mengalahkan seluruh kekaisaran Luo, maka kau tidak akan bisa lagi menghindar dariku" ucap Qian Ling Chen.
"Tapi jika kau mau ikut denganku sekarang, maka aku akan membujuk ayah untuk memaafkan kesalahanmu waktu itu, bahkan aku sangat yakin kalau ayah akan menjadikanmu sebagai menantunya, kare..."
"Teruslah bermimpi!" ujar Luo Ning memotong perkataan Qian Ling Chen.
Qian Ling Chen benar-benar sangat kesal mendengar perkataan Luo Ning, jika tidak ada orang lain ditempat tersebut, mungkin Qian Ling Chen sudah menampar dan menyiksa Luo Ning, karena selama ini tidak ada satupun perempuan yang berani berkata seperti itu kepadanya.
Karena rasa kesalnya yang sudah tidak tertahankan, Qian Ling Chen kemudian mengalihkan pandangannya ke arah Lin Feng, yang sejak tadi hanya diam dan berdiri di sebelah Luo Ning, setelah memandang Lin Feng sejenak dan mengetahui bahwa tidak ada aura kultivasi pada tubuh Lin Feng, Qian Ling Chen tiba-tiba saja tersenyum sinis.
"Hahahaha! Aku benar-benar tidak menyangka bahwa putri kekaisaran Luo memiliki selera yang sangat buruk, aku pikir kau menolak ku karena ada seseorang yang lebih hebat dariku, tapi apa ini? Kau ternyata malah berhubungan dengan sampah yang tidak bisa berkultivasi" ucap Qian Ling Chen.
"Sampah? Memangnya siapa yang kau panggil sampah?" tanya Luo Ning kesal.
"Tentu saja pemuda di sebelah mu itu!" jawab Qian Ling Chen.
"Cukup, sebaiknya kau pergi sekarang juga! Kalau tidak aku sendiri yang akan menghajar mu!" ujar Luo Ning.
"Cihh! Kali ini kalian berdua bisa selamat, tapi saat peperangan nanti, aku sendiri yang akan menghabisi kalian berdua!" ujar Qian Ling Chen, kemudian pergi meninggalkan tempat tersebut.
***
Malam harinya, para prajurit kekaisaran Luo nampak meningkatkan penjagaannya, karena mereka khawatir akan terjadi serangan pada malam hari. Sementara para prajurit kekaisaran Qian malah nampak bersantai menikmati waktu istirahat mereka, karena memang mereka tidak berniat untuk melakukan serangan pada malam itu.
Mereka semua juga tidak merasa khawatir jika tiba-tiba saja prajurit kekaisaran Luo melakukan serangan, karena sejak awal, pergerakan mereka semua yang ada di sana sudah di awasi oleh Qian Mo Fan, yang sedang bersembunyi di balik awan, tentunya Qian Mo Fan akan langsung menghabisi pasukan kekaisaran Luo saat mereka melakukan serangan secara tiba-tiba.
Akan tetapi, Qian Mo Fan juga sama sekali tidak menyadari bahwa dia sedang di awasi oleh Lin Feng, yang memang sudah sejak awal mengetahui dimana keberadaanya, sebenarnya, Lin Feng sudah berniat untuk menghampirinya, namun karena masih belum mengetahui identitas Qian Mo Fan, Lin Feng akhirnya mengurungkan niatnya tersebut.
"Huise, apa kau bisa melawan orang yang bersembunyi dibalik awan itu?" tanya Lin Feng.
"Tentu saja tuan, dia bukanlah masalah besar bagiku" jawab Huise.
"Meskipun aku sudah mengetahui posisinya sejak awal, tapi aku tetap tidak bisa melihat kekuatan aslinya, seperti ada sesuatu yang menghalangi pandanganku, padahal menurut Dewi Nuwa, tidak ada yang tidak bisa aku lihat dengan mataku" ucap Lin Feng.
"Itu memang benar tuan, tapi aku juga tidak mengetahui apa penyebabnya, mungkin saja pria itu mempunyai sesuatu yang spesial di tubuhnya, sehingga mata tuan tidak bisa melihat kekuatan aslinya" jawab Huise.
"Sepertinya memang begitu, tapi yang penting dia tidak melakukan apapun, kalau sampai dia melakukan sesuatu yang aneh, kita harus segera mencegahnya" ucap Lin Feng.
"Baik tuan!" ujar Huise.
"Siapa sebenarnya pria itu?" tanya Lin Feng dalam hatinya.
Tidak lama kemudian, Long Yin Jiang dan ke-enam tetua agung sekte pedang suci datang menghampiri Lin Feng, mereka bertujuh bermaksud untuk meminta maaf dan memperbaiki masalah yang telah terjadi diantara mereka sebelumnya.
"Lin Feng, apa kami mengganggumu?" tanya Long Yin Jiang.
"Tidak!" jawab Lin Feng singkat.
"Baguslah, karena ada sesuatu yang ingin kami bicarakan denganmu" ucap Long Yin Jiang.
"Apa yang ingin kalian bicarakan?" tanya Lin Feng.
"Kami ingin meminta maaf untuk kejadian sebelumnya, kami seharusnya lebih bisa mengerti dirimu dan tidak bersikap seperti itu, jadi kami benar-benar minta maaf" ucap Long Yin Jiang.
"Sudahlah, lagipula aku juga sudah melupakannya, meskipun aku masih kesal dengan kalian" ujar Lin Feng.
"Tidak masalah kalau kau masih kesal dengan kami, tapi bisakah kita berteman baik?" tanya Long Yin Jiang.
"Terserah kau saja" jawab Lin Feng.