Night King : My Life Journey

Night King : My Life Journey
Ch-47. Raja Pembunuh Ingin Dibunuh?


Zhao Feng kemudian pergi menuju ke salah satu pohon yang mana di atas pohon tersebut sang pembunuh bayaran sedang bersembunyi dan menunggu kesempatan, pembunuh bayaran itu tertawa di dalam hatinya saat melihat Zhao Feng malah mendekati dirinya.


"Hahahaha bocah bodoh, kau seharusnya tidak pergi dari pengawasan gurumu dan malah mendatangi kematianmu sendiri, tapi itu lebih baik karena aku tidak perlu repot-repot mencari kesempatan untuk mendekatimu" batin pembunuh bayaran tersebut.


"Bagus umpan telah di pasang, seharusnya sebentar lagi dia akan muncul" batin Zhao Feng.


Benar saja tidak lama kemudian Zhao Feng bisa merasakan aura dan niat membunuh milik orang itu semakin membesar, dan aura tersebut sangat jelas di arahkan kepadanya.


"Heh, apa kau bercanda, raja pembunuh ingin di bunuh, mari kita lihat seberapa hebat kemampuan membunuhmu" gumam Zhao Feng.


Beberapa saat kemudian pembunuh bayaran yang sejak tadi berada di atas dahan pohon langsung menghilang dan langsung muncul di belakang Zhao Feng yang sedang berdiri menghadap ke pohon, pembunuh bayaran tersebut langsung mengayunkan pedang yang ada di tangannya ke arah leher Zhao Feng.


Namun sebelum pedang tersebut mengenai lehernya, Zhao Feng sudah lebih dulu menghilang dan muncul di samping pembunuh bayaran tersebut, pria tersebut sangat kaget ketika melihat Zhao Feng sudah menghilang, lalu saat dia ingin mengalihkan pandangannya ke samping, Zhao Feng sudah lebih dulu menendang bagian perut samping pembunuh bayaran tersebut hingga membuatnya terlempar cukup jauh.


"Si-sial, tidak aku sangka ternyata sudah menyadari keberadaan ku sejak awal" ucap pembunuh bayaran tersebut.


"Tentu saja, itu karena kau tidak bisa menyembunyikan aura membunuh mu itu dari muridku" jawab Liu Changhai tiba-tiba muncul.


"Cih, ternyata kalian sudah merencakan hal ini" ujar pembunuh bayaran tersebut.


Karena niatnya sudah di ketahui, pembunuh bayaran tersebut langsung menyerang Liu Changhai, meskipun dia menyadari bahwa tidak mungkin untuk menghadapi Liu Changhai yang berada di ranah Earth Spiritual, tapi bagi seorang pembunuh bayaran keberhasilan misi adalah nomor satu meskipun mereka harus mati.


Pertarungan sengit seketika pecah di puncak bukit tersebut, namun tentunya pertarungan tersebut tidak berarti apa-apa untuk Liu Changhai karena lawan yang ia hadapi masih berada sangat jauh di bawahnya.


Liu Changhai berhasil menghindari dengan mudah setiap serangan yang di arahkan kepadanya, namun Liu Changhai masih belum melakukan serangan balasan sebab dia masih ingin membaca pola serangan musuhnya sambil mencari kelemahannya.


Setelah lima menit berlalu, Liu Changhai tersenyum sinis saat mengetahui bahwa sisi samping pembunuh bayaran tersebut sangat terbuka dan tidak terlalu dia perhatikan, dengan sigap Liu Changhai menghindari tebasan pedang pembunuh bayaran tersebut dan langsung menendangnya dengan sangat keras sampai membuat pembunuh bayaran tersebut terlempar beberapa meter jauhnya.


"Sialan!, bagaimanapun caranya aku akan tetap membunuhmu Zhao Feng!" ujar pembunuh bayaran tersebut kemudian menghilang.


Pembunuh bayaran tersebut muncul kembali di samping Zhao Feng dan langsung menebaskan pedangnya dengan cepat, namun sayangnya serangan tersebut masih berhasil di hindari oleh Zhao Feng, karena dia telah menghilang lebih dulu sebelum pedang pembunuh bayaran tersebut mengenai dirinya.


Sekali lagi pembunuh bayaran tersebut sangat kaget dan sekaligus merasa kesal karena serangannya berhasil di hindari lagi oleh Zhao Feng, dia bahkan tidak pernah menyangka bahwa pergerakan Zhao Feng sangatlah cepat sampai tebasan pedangnya tidak bisa mengimbanginya.


"Sial, kenapa serangan cepat ku selalu berhasil kau hindari!" ujar pembunuh bayaran tersebut.


"Kau mau tahu kenapa kau tidak bisa membunuhku?" tanya Zhao Feng.


"Itu karena niat membunuhmu masih sangat kurang!" jawab Zhao Feng sinis, setelah itu Zhao Feng langsung melepaskan aura dan niat membunuhnya yang sangat besar.


Sang pembunuh bayaran benar-benar tidak bisa percaya dengan apa yang ia rasakan saat ini, sebab aura dan niat membunuh Zhao Feng benar-benar sangat kuat, bahkan aura membunuh milik pemimpin Asosiasi pembunuh bayaran masih belum ada apa-apanya dibandingkan dengan Zhao Feng.


Jika saja yang mengeluarkan aura dan niat membunuh tersebut adalah Liu Changhai, mungkin dia akan percaya sebab, Liu Changhai sangat kuat dan sudah tua jadi wajar jika dia bisa mendapatkan aura dan niat membunuh yang sangat kuat karena telah membunuh banyak orang, tapi yang memiliki aura membunuh tersebut adalah seorang anak yang hanya berumur antara lima belas atau enam belas tahun, siapapun tidak akan ada yang bisa percaya.


"Su-sudah berapa ribu nyawa yang di ambil oleh anak ini?" tanya pembunuh bayaran tersebut.


"Kau sudah salah memilih target, bahkan jika aku yang menjadi pembunuh bayaran tersebut, aku akan berpikir ribuan kali sebelum aku punya niat untuk membunuh Feng'er" ujar Liu Changhai.


Liu Changhai kemudian melesat dengan cepat ke arah pembunuh bayaran tersebut, lalu dengan menggunakan energi Qi yang sudah terkumpul di telapak tangannya, Liu Changhai langsung menyerang pembunuh bayaran tersebut dan menghancurkan kultivasinya.


Pembunuh bayaran itu terlempar sejauh beberapa meter dan langsung memuntahkan seteguk darah segar, dalam hatinya dia masih benar-benar tidak bisa percaya bahwa dia telah di kalahkan, bahkan kultivasinya yang telah ia bangun selama bertahun-tahun hancur begitu saja.


"Syukurlah, aku kira guru akan langsung membunuhnya" ucap Zhao Feng kemudian menarik kembali aura membunuhnya.


"Tentu saja tidak, karena kita harus mendapatkan informasi tentang siapa yang mengirimnya terlebih dahulu" jawab Liu Changhai.


Zhao Feng dan Liu Changhai kemudian menghampiri pembunuh bayaran tersebut untuk mengintrogasi dirinya, namun sayangnya sebelum mereka sampai di dekatnya, pembunuh bayaran tersebut telah lebih dulu menelan sebuah pil berwarna hitam.


"Hahahaha jangan pernah berpikir untuk bisa mendapatkan informasi apapun dari ku" ucap pembunuh bayaran tersebut sebelum akhirnya meninggal beberapa saat kemudian.


"Sial, dia malah meminum pil racun untuk membunuh dirinya sendiri" ujar Liu Changhai kesal.


"Sepertinya mau di manapun pembunuh bayaran tetap sama saja, mereka akan langsung meminum racun saat mereka tertangkap" batin Zhao Feng.


Apa yang di katakan oleh Zhao Feng memang benar adanya, sebab sebelum menjadi seorang pembunuh bayaran mereka harus bersumpah terlebih dahulu, jika suatu saat misi yang mereka lakukan gagal dan tertangkap, mereka harus bersedia meminum racun untuk membunuh dirinya sendiri, dengan begitu rahasia mereka akan tetap aman.


"Sebaiknya sekarang kita kembali" ucap Liu Changhai.


"Baik guru" jawab Zhao Feng.


Setelah itu mereka berdua langsung kembali ke tempat pertama kali mereka datang untuk menjemput Zhao Tian yang sedang tertidur pulas, Liu Changhai kemudian meminta Zhao Feng untuk menggendong Zhao Tian dan membawanya kembali ke sekte.