Night King : My Life Journey

Night King : My Life Journey
Ch-295. Menghentikan kehancuran


Di istana raja kota, Wang Bing Cao yang sedang melakukan pertemuan dengan para petinggi istana serta para keluarga bangsawan, tiba-tiba saja dikagetkan dengan suara ledakan yang cukup besar, lalu beberapa saat kemudian, seorang prajurit datang menghadap padanya.


"Hormat yang mulia, di kota sedang terjadi kekacauan" ucap prajurit tersebut.


"Apa?! Siapa yang berani melakukan kekacauan di kotaku?!" ujar Wang Bing Cao geram.


"Entahlah yang mulia, tapi saat ini patriark Zhao sedang menghadapi orang tersebut" jawab prajurit tersebut.


"Pantas saja Zhao Chun tidak hadir di sini, lalu bagaimana keadaannya?" tanya Wang Bing Cao.


"Patriark Zhao masih berusaha menangani orang itu dengan pasukannya, tapi sepertinya mereka membutuhkan bantuan yang mulia" jawab prajurit tersebut.


"Yang mulia, ini tidak bisa dibiarkan begitu saja, meskipun Zhao Chun sedikit angkuh, tapi kepeduliannya terhadap kota Awan tidak diragukan lagi" ujar salah seorang petinggi istana.


"Benar yang mulia, sebaiknya kita datang untuk membantu" ucap petinggi istana yang lain membenarkan.


"Baiklah, siapkan pasukan sekarang! Kita akan pergi ke alun-alun kota!" ujar Wang Bing Cao.


Setelah pasukan kerajaan bersiap, Wang Bing Cao langsung memimpin mereka semua menuju ke alun-alun kota, tidak hanya sekedar pasukan kerajaan saja, bahkan Wang Bing Cao juga memerintahkan para keluarga bangsawan untuk membawa pasukan mereka masing-masing.


Ketika mereka semua sampai di alun-alun kota, Wang Bing Cao dan mereka semua langsung terkejut saat melihat keadaan yang benar-benar sudah kacau, mereka juga kaget ketika melihat begitu banyak mayat di alun-alun kota, namun mereka juga merasakan keanehan, karena semua mayat tersebut mati dengan keadaan yang sama, yaitu dengan kepada yang terpenggal.


"Prajurit, apa dia orang yang membuat semua kekacauan ini?" tanya Wang Bing Cao saat melihat Lin Feng berdiri di antara semua mayat yang tergeletak di jalan alun-alun kota.


"Benar yang mulia" jawab prajurit tersebut.


"Apa? Tapi dia hanya seorang diri!" ujar Wang Bing Cao kaget.


"Hamba juga tidak mengetahuinya yang mulia, karena sebelumnya mereka masih bertarung, tapi pemuda itu adalah orang yang menimbulkan kekacauan ini" jawab prajurit tersebut.


"Siapa sebenarnya pemuda itu" gumam Wang Bing Cao.


"Hentikan!" ujar Wang Bing Cao, saat melihat Lin Feng berjalan mendekati Zhao Chun.


Lin Feng menghentikan langkahnya, kemudian mengalihkan pandangannya kepada Wang Bing Cao yang baru saja datang bersama pasukannya. "Ada apa?!" tanya Lin Feng sinis.


"Siapa kau? Kenapa kau melakukan ini semua?" tanya Wang Bing Cao.


"Kau tidak berhak untuk mengetahui siapa aku!" jawab Lin Feng sinis.


"Kurang ajar! Berani sekali kau bicara seperti itu kepada yang mulia!" ujar salah seorang petinggi istana.


"Aku peringatkan kau! Bawa semua prajurit mu pergi atau kalian semua akan aku habisi seperti mereka!" ucap Lin Feng sinis.


"Sombong sekali kau bocah! Prajurit tangkap dan seret bocah sombong itu ke sini!" ujar Wang Bing Cao.


"Baik yang mulia!" ujar semua prajurit.


Para prajurit tersebut kemudian bergerak maju sesuai perintah Wang Bing Cao, mereka semua langsung mengelilingi Lin Feng dan mengacungkan senjata mereka padanya. Tapi Lin Feng tidak terlihat gentar sedikitpun, justru suasana tersebut malah membuat Lin Feng tersenyum senang.


***


Di sisi lain, Du Fang Ren semakin tertarik dan semakin kagum dengan sosok Lin Feng, Du Fang Ren bahkan sudah sangat tidak sabar untuk menyaksikan Lin Feng membantai semua prajurit tersebut. Namun bersamaan dengan rasa kagumnya, Du Fang Ren juga semakin penasaran dengan identitas Lin Feng.


Berbeda dengan Du Fang Ren yang hanya ingin menyaksikan saja, Luo Ning malah sangat ingin bergabung bersama Lin Feng, karena perasaan haus darahnya tiba-tiba saja muncul setelah melihat darah berceceran dimana-mana.


Meskipun sangat ingin bergabung bersama Lin Feng dan ingin membunuh mereka semua, tapi Luo Ning masih berusaha untuk menahan perasaan tersebut, karena mau bagaimanapun juga, yang mereka hadapi bukanlah musuh seperti kekaisaran Qian.


"Bukan urusanmu!" jawab Lin Feng sinis.


"Meskipun kau berusaha menahannya, tapi aku bisa merasakan aura membunuh yang keluar dari tubuhmu, kalau kau ingin membunuh mereka, kenapa tidak bergabung saja bersama temanmu itu?" tanya Du Fang Ren.


"Tutup mulutmu, atau kau yang akan aku bunuh!" jawab Luo Ning sinis.


"Darimana mereka berasal? Kenapa mereka memiliki niat membunuh yang sangat kuat?" tanya Du Fang Ren dalam hatinya.


"Apa lagi yang kalian tunggu, seret pemuda itu sekarang juga!" ujar Wang Bing Cao.


Para prajurit yang sedang mengelilingi Lin Feng kemudian langsung menyerangnya, tapi saat senjata mereka hampir mengenai tubuh Lin Feng, tiba-tiba saja Lin Feng menghilang dari pandangan mereka semua.


Tidak lama setelah Lin Feng menghilang, beberapa prajurit tiba-tiba saja jatuh dan tersungkur di tanah, dengan kepala mereka yang telah terpenggal. Prajurit lainnya nampak sangat terkejut, karena tidak ada seorangpun dari mereka yang melihat serangan tersebut.


"Jangan mengalihkan pandangan saat bertarung" ucap Lin Feng yang telah muncul di samping salah seorang prajurit istana.


Prajurit tersebut kaget dan langsung mengalihkan pandangannya ke arah Lin Feng, namun bersamaan dengan itu, Lin Feng juga menebaskan pedangnya ke leher prajurit tersebut, sehingga membuat kepalanya langsung terpenggal.


***


Sementara itu, di luar gerbang kota Awan. Seorang pria paruh baya nampak sedang berjalan dengan tergesa-gesa menuju ke gerbang kota, bahkan saat para prajurit penjaga gerbang menghentikannya, pria tersebut langsung menunjukkan sebuah lencana kemudian berjalan melewati mereka begitu saja.


"Sial! Semoga saja aku tidak terlambat" ucap pria tersebut.


Pria tersebut mempercepat langkah kakinya, hingga beberapa menit kemudian, pria tersebut akhirnya sampai di alun-alun kota dan langsung menghentikan pertarungan yang sedang terjadi.


"Hentikan!" ujar pria tersebut sambil menunjukkan sebuah lencana di tangannya.


Pertarungan langsung berhenti seketika itu juga dan semua orang langsung mengalihkan pandangannya pada pria tersebut, saat melihat lencana yang ada di tangan kanan pria tersebut, semua orang yang ada di sana kemudian berlutut, kecuali Lin Feng, Luo Ning dan Du Fang Ren.


"Siapa kau?" tanya Lin Feng sinis.


"Tuan muda, mohon hentikan semua ini, hamba adalah utusan dari yang mulai kaisar Feng" jawab pria tersebut.


"Kaisar Feng? Apa dia ingin aku melupakan dendam ku?" tanya Lin Feng geram.


"Tidak tuan muda, yang mulia kaisar sama sekali tidak berniat untuk melakukan itu, yang mulia hanya tidak ingin anda menghancurkan kota Awan, karena hal itu akan berdampak besar pada kekaisaran" ucap pria tersebut.


"Aku sama sekali tidak peduli!" ujar Lin Feng.


"Tuan muda, hamba mohon untuk mempertimbangkan hal ini lagi, tuan Lin Jianheeng juga melarang anda menghancurkan kota ini" ucap pria tersebut memohon.


Wang Bing Cao dan mereka semua yang mendengarkan percakapan tersebut benar-benar kaget, karena mereka tidak menyangka bahwa kaisar mengutus seseorang hanya untuk menghentikan Lin Feng, padahal jumlah mereka jauh lebih banyak daripada Lin Feng.


"Tuan utusan, apa yang mulia sudah meremehkan kerajaan Awan?" tanya Wang Bing Cao.


"Wang Bing Cao, aku tahu kau adalah kultivator yang kuat, aku juga tahu kerajaan Awan adalah salah satu kerajaan terkuat, tapi kau tidak tahu siapa yang kau hadapi" jawab pria tersebut.


"Maksudnya?" tanya Wang Bing Cao.


"Tuan muda Lin Feng adalah orang yang telah menghentikan kekacauan di ibukota kekaisaran seorang diri!" jawab pria tersebut.


"Apa?!" ujar mereka semua kaget.