
Raut wajah Lin Tian langsung berubah tegang dan juga serius, jantung berdebar kencang karena penasaran dengan apa yang akan disampaikan oleh kaisar, bahkan Lin Tian merasa sedikit khawatir, karena bisa saja kaisar menyampaikan suatu permintaan yang sulit kepadanya, akan tetapi, Lin Tian sudah benar-benar bertekad untuk melakukan apapun demi Feng Yue Yin.
"Lin Tian, apa kau benar-benar mencintai putriku?" tanya Feng Jing Quo.
"Benar yang mulia, hamba sangat mencintai putri Feng Yue Yin" jawab Lin Tian tegas.
"Berapa umurmu sekarang? Lalu, apa kau berjanji akan selalu setia bersama putriku dan tidak akan memilih wanita lain?" tanya Feng Jing Quo.
"Umur hamba masih 16 tahun yang mulia dan hamba berjanji, selama sisa hidup hamba, hamba akan selalu bersama putri Feng Yue Yin" jawab Lin Tian.
"Apa aku bisa mempercayai ucapanmu itu?" tanya Feng Jing Quo ragu.
"Aku memang tidak memiliki apapun untuk dibuktikan, tapi aku berjanji atas nama keluargaku, ibuku dan juga kakak ku, serta kalian semua yang ada disini sebagai saksi, selama aku hidup aku tidak akan mencintai wanita lain selain putri Feng Yue Yin" jawab Lin Tian dengan tegas.
Feng Jing Quo terdiam sejenak mendengar perkataan Lin Tian, meskipun hal tersebut hanya sekedar ucapan belaka, namun Feng Jing Quo bisa melihat ketulusan dalam setiap perkataan Lin Tian, sementara putri Feng Yue Yin, tentunya sangat bahagia dan sangat terharu mendengar perkataan Lin Tian yang sangat mencintainya.
Semua orang yang ada di sana juga merasa sedikit kagum dengan Lin Tian yang sangat tulus mencintai putri Feng Yue Yin, namun tentunya mereka juga merasa kecewa, karena putri Feng Yue Yin malah tertarik dengan pemuda biasa, padahal putri Feng Yue Yin adalah wanita yang sangat cantik dan tentunya banyak pangeran ataupun putra bangsawan yang menginginkannya.
"Baiklah, kalau memang begitu aku akan merestui hubungan kalian, berjanjilah padaku untuk selalu menjaga Yue'er dan jika kau sampai menyakitinya, maka aku yang akan langsung membunuhmu" ucap Feng Jing Quo.
"Hamba berjanji yang mulia" jawab Lin Tian tegas.
"Karena Yue'er adalah putri dari seorang kaisar, maka berhubungan tanpa status adalah hal yang sangat tabu, untuk itu, kalian berdua akan segera bertunangan, lalu satu tahun kemudian kalian berdua akan aku nikahkan, apa kau bersedia?" tanya Feng Jing Quo.
"Hamba bersedia yang mulia" jawab Lin Tian.
"Bagus, kalau begitu mulai sekarang aku umumkan kepada kalian semua bahwa Lin Tian adalah calon menantu kekaisaran Feng, jika dia mendapatkan masalah maka kalian harus membantunya, lalu aku juga akan mengumumkan bahwa mulai sekarang, ketiga pangeran telah resmi menjadi murid tetua Liu Changhai dan menjadi murid sekte Phoenix Emas" ucap Feng Jing Quo.
"Baik yang mulia!" jawab semua orang serempak.
"Pada akhirnya aku juga tidak bisa lepas dari mereka bertiga" gumam tetua Liu Changhai mengeluh.
Setelah itu, Feng Jing Quo mengajak para petinggi istana dan yang lainnya menuju ke ruangan pertemuan, karena mereka harus segera membicarakan tentang masalah yang terjadi di ibukota kekaisaran, khususnya masalah mengenai pemberontakan yang masih belum diketahui siapa dalangnya.
Sementara Lin Feng, Lin Tian, permaisuri dan anak-anaknya langsung pergi beristirahat, karena mereka sudah merasa sangat lelah, lagipula untuk sekarang mereka tidak bisa melakukan apa-apa tentang masalah tersebut, karena mereka juga tidak mengetahui informasi apapun mengenai masalah tersebut, kecuali Lin Feng.
Di salah satu kamar yang ada di istana kekaisaran, Lin Tian nampak sangat bahagia karena hubungannya telah direstui oleh Feng Jing Quo, padahal awalnya Lin Tian benar-benar merasa takut akan mendapatkan hukuman karena telah berani berhubungan dengan seorang putri kaisar.
"Kak Feng, apa kau mengetahui apa yang aku rasakan sekarang?" tanya Lin Tian.
"Tidak" jawab Lin Feng singkat.
"Kak Feng, apa kau pernah mencintai seseorang?" tanya Lin Tian.
"Tidak pernah" jawab Lin Feng singkat.
"Apa?! Kalau begitu kau harus mencari seorang wanita untuk menjadi pasanganmu, agar kita bisa menikah bersama" ucap Lin Tian.
"Untuk sekarang aku tidak memikirkan hal tersebut, lagipula aku belum menemukan wanita yang lebih cantik dari dia" ujar Lin Feng.
"Dia siapa?" tanya Lin Tian.
"Ibuku" jawab Lin Feng.
Lin Tian hanya bisa tersenyum mendengar perkataan Lin Feng, bahkan Lin Tian tidak bisa berkata apa-apa lagi setelah mendengar jawaban dari pertanyaannya. Karena Lin Tian tidak lagi mengoceh dan menanyakan hal-hal yang tidak penting kepadanya, Lin Feng kemudian memilih untuk berkultivasi agar pikirannya menjadi tenang.
"Ibuku di dunia ini memang cantik, tapi ibu kandungku sewaktu aku di bumi juga sangat cantik, bahkan kakakku saja sangat cantik, sampai aku tidak bisa menemukan wanita yang lebih cantik dari mereka berdua" Lin Feng membatin sambil tersenyum, setelah itu, Lin Feng langsung menutup matanya dan mulai berkultivasi.
***
Sementara itu di ruangan khusus, kaisar serta para petinggi istana nampak sedang membahas masalah yang terjadi di kekaisaran dengan sangat serius, mereka semua mengeluarkan pendapat masing-masing mengenai masalah pemberontakan tersebut, namun pada akhirnya tidak ada satupun dari pendapat mereka yang bisa membantu.
"Yang mulia, bisakah anda mengizinkan hamba bicara?" tanya tetua Liu Changhai.
"Silahkan tetua, tapi apa yang ingin anda bicarakan?" tanya Feng Jing Quo.
"Tapi sebelum itu, aku ingin kita bicara berdua saja" jawab tetua Liu Changhai.
"Apa maksud anda tetua, apa anda tidak mempercayai kami semua?" tanya salah seorang petinggi.
"Tidak! Bukan seperti itu, tapi hal ini memang harus dibicarakan berdua saja" jawab tetua Liu Changhai.
Feng Jing Quo sama sekali tidak keberatan dengan permintaan tetua Liu Changhai, Feng Jing Quo kemudian mengajak tetua Liu Changhai menuju ke ruangan kecil yang berada tidak jauh dari ruangan tersebut, setelah mereka berada di ruangan tersebut, tetua Liu Changhai memasang mantra formasi agar pembicaraan mereka tidak bisa di dengarkan oleh orang lain.
"Ada apa tetua Liu? Kenapa anda sampai melakukan hal seperti ini hanya untuk berbicara?" tanya Feng Jing Quo penasaran.
"Yang mulia, selama perjalanan kami menuju ke kota Shuijing, kami sudah berhadapan dengan begitu banyak Assassin yang mau menggagalkan misi kami, namun kami berhasil mengalahkan mereka semua dan mendapatkan informasi mengenai siapa yang memerintahkan mereka" jawab tetua Liu Changhai.
"Lalu siapa yang mau menyingkirkan aku?" tanya Feng Jing Quo.
"Yang melakukan itu semua adalah adik yang mulia sendiri" jawab tetua Liu Changhai.