Night King : My Life Journey

Night King : My Life Journey
Ch-185. Kematian empat master ilusi


Lin Feng terdiam di tengah-tengah lingkaran mantra formasi yang bersinar terang tersebut, tentu saja hal tersebut membuat mereka semua tertawa, karena mereka semua berpikir bahwa Lin Feng telah terjebak di dalam ilusi tersebut, bahkan mereka sempat berpikir bahwa Lin Feng sudah tidak bernyawa lagi.


"Apa ini yang kalian namakan sebagai ilusi?" tanya Lin Feng.


Pertanyaan Lin Feng tersebut sontak membuat mereka berempat benar-benar sangat kaget, padahal sudah sangat jelas sebelumnya mereka melihat Lin Feng terdiam dan tidak bisa melakukan apa-apa, tapi sekarang Lin Feng malah terlihat santai dan seperti tidak merasakan apapun.


"Ke-kenapa kau masih baik-baik saja?" tanya perempuan tersebut penasaran.


"Kenapa aku baik-baik saja? Karena memang sejak awal aku tidak apa-apa" jawab Lin Feng santai.


"Cih, dia ternyata tidak hanya kuat saja, ternyata dia juga bisa mematahkan mantra ilusi adik keempat" ucap pria bertubuh kurus.


"Kalau begitu mari kita tunjukkan seperti apa kekuatan empat Master Ilusi" ujar pria bertubuh paling besar.


"Kau pasti akan menyesal bocah!" lanjutnya.


Mereka berempat kemudian berpencar dan mengelilingi Lin Feng dari empat arah, setelah itu masing-masing dari mereka membentuk segel tangan yang sangat rumit, aura yang sangat besar juga terpancar dari tubuh mereka berempat, tidak lama kemudian, di atas kepala Lin Feng tiba-tiba muncul begitu banyak lingkaran sihir yang membentuk seperti pilar.


"Teknik ilusi, gerbang neraka!" ucap mereka berempat serempak.


Lingkaran sihir tersebut langsung mengeluarkan cahaya yang sangat terang, bersamaan dengan itu, Lin Feng tiba-tiba saja seperti berpindah ke dimensi lain, atau lebih tepatnya kesadaran Lin Feng sedang berada di bawah pengaruh ilusi, Lin Feng seperti berada di sebuah tempat yang sangat luas dan penuh dengan api yang sangat panas.


Tidak lama kemudian, dari kejauhan muncul ratusan monster yang sangat banyak dan tubuh mereka semua terbuat dari api yang sangat panas, meskipun begitu, Lin Feng terlihat tidak khawatir sama sekali, karena sejak awal dia sudah mengatahui bahwa yang di hadapannya adalah ilusi belaka, sekarang Lin Feng hanya perlu mencari titik terlemah dari ilusi tersebut, agar dia bisa keluar dengan cepat.


"Meskipun ini semua ilusi, tapi panas dari api ini benar-benar seperti nyata, bahkan para monster tersebut seperti benar-benar nyata" gumam Lin Feng.


"Tuan, jangan berlama-lama di tempat ini, jika tidak jiwa tuan akan terluka" ujar Huise.


"Terluka? Apa maksudmu, Huise?" tanya Lin Feng bingung.


"Teknik ilusi yang mereka gunakan sekarang bukanlah ilusi yang biasa, teknik ilusi ini sama dengan teknik ilusi yang memanipulasi desa, akan tetapi teknik yang sekarang jauh lebih kuat, jika tuan sampai terluka di sini, maka jiwa tuan juga akan terluka" jawab Huise.


"Baiklah, sekarang aku mengerti, pantas saja aku merasa ada yang aneh dengan tempat ini" ucap Lin Feng.


Setelah itu, Lin Feng langsung melesat terbang untuk menghindari serangan para monster yang semakin dekat dengan dirinya, Lin Feng juga langsung memejamkan matanya dan kemudian melepaskan energi Qi-nya untuk mencari dimana kelemahan dari teknik ilusi tersebut.


Beberapa saat kemudian, Lin Feng kembali membuka matanya saat mengetahui energi Qi-nya menangkap sesuatu yang aneh, jika menggunakan penglihatan mata biasa, maka Lin Feng tidak akan pernah bisa menemukan sesuatu yang aneh tersebut, tapi tentunya penglihatan Lin Feng bukanlah penglihatan biasa, karena tidak akan ada yang bisa disembunyikan dari penglihatan matanya.


"Waktunya untuk menghajar keempat tikus tersebut" ucap Lin Feng sinis.


Kobaran api yang seharusnya tidak terkena dampak apapun, tiba-tiba saja seperti benar-benar terpotong dan kemudian hancur berkeping-keping seperti kaca yang pecah, bersamaan dengan itu, sebuah gerbang cahaya kemudian terbuka di hadapan Lin Feng, tanpa pikir panjang lagi, Lin Feng langsung berjalan memasuki gerbang tersebut.


***


Sementara itu, di dunia nyata. Keempat orang yang mengaku sebagai master ilusi nampak sedang tertawa lantang, mereka berempat benar-benar bahagia karena telah berhasil menjerat Lin Feng dalam ilusi, akan tetapi mereka berempat juga nampak kebingungan, karena sebelumnya Lin Feng berhasil lolos dari ilusi mereka.


"Kakak, menurut kalian kenapa dia bisa lolos dari ilusi kita yang pertama? Padahal ilusi tersebut sangatlah kuat, bahkan seorang Expert saja akan sangat kesulitan menghadapi ilusi tersebut" ucap pria bertubuh kurus.


"Entahlah, aku juga tidak tahu bagaimana caranya, tapi yang jelas, sekarang dia tidak akan bisa berbuat apa-apa lagi" jawab pria bertubuh tinggi besar.


Saat mereka berempat sedang mengobrol, salah seorang pria tanpa sengaja melihat ke arah Lin Feng, pria tersebut benar-benar sangat kaget karena dia tidak menemukan Lin Feng, padahal sebelumnya Lin Feng masih berada di sana dan tidak bisa bergerak, karena telah terjebak ilusi mereka.


"Kemana pemuda itu?" gumam pria tersebut.


"Aku di sini" ucap Lin Feng pelan.


Pria tersebut sangat kaget saat mendengar Lin Feng menjawab perkataannya dari belakang, dengan sigap pria tersebut langsung mengalihkan badannya, namun sayangnya, tepat disaat pria tersebut menghadap ke Lin Feng, pedang Lin Feng juga langsung menebas lehernya hingga membuat kepalanya terpenggal.


"Sialan! Berani sekali kau membunuh saudaraku!" ujar pria bertubuh besar.


"Tenang saja, karena setelah ini adalah giliran kalian" jawab Lin Feng sinis.


"Bunuh bocah sialan itu!" ucap pria bertubuh besar marah.


Mereka bertiga kemudian melesat ke arah Lin Feng dan langsung menyerangnya dengan membabi-buta, akan tetapi karena mereka terbiasa menggunakan ilusi dan tidak terbiasa bertarung secara langsung, serangan mereka menjadi sangat mudah dihindari oleh Lin Feng, karena gerakan mereka bertiga sangat lambat.


"Inilah kelemahan utama dari pengguna teknik ilusi, mereka sangat lemah saat bertarung secara langsung" batin Lin Feng.


Mereka bertiga nampak sangat kesal, karena tidak satupun dari serangan mereka yang berhasil mengenai tubuh Lin Feng, padahal mereka sudah menyerangnya dengan kekuatan penuh, tapi tetap saja tidak satupun dari mereka yang berhasil mengenai Lin Feng.


"Maaf karena tidak bisa berlama-lama bermain dengan kalian, karena aku harus melanjutkan perjalananku" ucap Lin Feng.


Lin Feng melompat ke belekang dan langsung menebaskan pedangnya sebanyak tujuh kali dengan sangat cepat, tujuh aura pedang melesat dengan sangat cepat ke arah mereka bertiga dan langsung memotong tubuh mereka bertiga, dalam sekejap mereka bertiga langsung mati dengan tubuh terpotong-potong.


"Jika saja mereka ahli dalam bertarung, mungkin aku akan sangat kesulitan menghadapi mereka bertiga sekaligus" gumam Lin Feng kemudian melesat terbang meninggalkan tempat tersebut.