Night King : My Life Journey

Night King : My Life Journey
Ch-293. Menyelesaikan dendam 1


Meskipun sudah terkena pukulan Lin Feng dengan telak, serta terlempar cukup jauh dan menabrak dinding bangunan sampai membuatnya hancur. Tapi, kondisi Du Fang Ren nampak masih baik-baik saja, bahkan pukulan Lin Feng tidak menimbulkan bekas sedikitpun.


Du Fang Ren kemudian berjalan dengan santai meninggalkan puing-puing dinding bangunan dan menghampiri Lin Feng, aura yang sangat besar dan sangat mengerikan juga terpancar dari tubuhnya, tapi aura tersebut terasa cukup aneh, bahkan orang-orang yang merasakan auranya langsung muntah darah.


"Sepertinya, informasi yang aku dapatkan memang benar, kau adalah kultivator racun terhebat, bahkan auramu saja mengandung racun" ucap Lin Feng.


"Hahahaha! Kalau kau sudah mengetahui siapa aku, lalu kenapa kau masih berani menantang ku?" tanya Du Fang Ren.


"Jangan buat aku tertawa dengan pertanyaan lucu seperti itu, memangnya kau pikir aku akan takut setelah mengetahui siapa kau sebenarnya? Sama sekali tidak!" jawab Lin Feng.


"Kau benar-benar sombong bocah, tapi tidak masalah, karena aku suka orang yang sombong seperti itu!" ucap Du Fang Ren.


Wushh!... Du Fang Ren kembali melepaskan aura yang jauh lebih besar dari sebelumnya, bersamaan dengan itu, tubuhnya tiba-tiba saja di selimuti oleh asap hijau yang entah darimana datangnya.


Beberapa saat kemudian, asap hijau yang menyelimuti tubuh Du Fang Ren langsung menghilang begitu saja, namun Du Fang Ren yang sekarang nampak benar-benar berbeda dengan Du Fang Ren yang sebelumnya.


Tubuh Du Fang Ren telah di lapisi oleh armor hijau yang menyerupai sisik ular, dengan sebilah pedang yang juga berwarna hijau ditangan kanannya, pupil matanya juga nampak sedikit bercahaya, bahkan aura yang keluar dari tubuhnya terasa jauh lebih mengerikan dari sebelumnya.


"Kau akan merasakan kemarahan dari seorang Master Racun!" ujar Du Fang Ren, kemudian melesat ke arah Lin Feng.


Gerakan Du Fang Ren benar-benar sangat cepat, hanya dalam beberapa tarikan nafas saja, Du Fang Ren telah berada di hadapan Lin Feng, kemudian melayangkan pukulan yang penuh dengan kekuatan ke wajah Lin Feng.


DHUUAAARRRR!!


Ledakan keras terjadi dan membuat debu-debu beterbangan, sehingga menghalangi pandangan semua orang, tidak ada satupun yang bisa melihat apa yang terjadi, tapi mereka sangat yakin, Lin Feng tidak mungkin bisa menghindari atau menahan serangan Du Fang Ren.


Setelah beberapa saat berlalu, debu-debu yang menghalangi pandangan semua orang perlahan-lahan mulai menghilang, lalu saat debu-debu tersebut benar-benar menghilang, semua orang tiba-tiba saja kaget saat melihat apa yang terjadi di hadapan mereka.


Tidak ada seorangpun yang bisa mempercayai apa yang mereka lihat dengan matanya, bahkan Luo Ning juga tidak bisa mempercayai apa yang sedang terjadi, karena Lin Feng berhasil menahan serangan Du Fang Ren hanya dengan satu tangannya.


Du Fang Ren sendiri juga merasa tidak percaya kalau serangannya berhasil di tahan oleh Lin Feng, karena Du Fang Ren sudah menggunakan kekuatan yang besar dalam serangan tersebut, namun yang membuat Du Fang Ren lebih terkejut adalah tangan Lin Feng yang menahan serangannya.


"Armor lengan?!" ucap Du Fang Ren kaget.


"Ti-tidak, ini bukan armor lengan biasa, karena tidak mungkin dia bisa menahan serangannya hanya dengan armor lengan biasa. Tunggu... Aura ini!" gumam Du Fang Ren.


"Siapa kau sebenarnya?!" tanya Du Fang Ren sinis.


"Aku bukan siapa-siapa!" jawab Lin Feng.


"Kalau kau bukan siapa-siapa? Lalu bagaimana kau bisa memiliki kekuatan darah Naga?" tanya Du Fang Ren.


"Ternyata kau mengetahuinya ya? Kalau begitu, aku akan menghadapi mu dengan serius" jawab Lin Feng.


"Tunggu!" ujar Du Fang Ren.


"Ada apa?" tanya Lin Feng sinis.


Setelah itu, Armor yang ada di tubuh Du Fang Ren langsung menghilang, begitu juga dengan aura besar yang sebelumnya dia lepaskan, beberapa saat kemudian, Du Fang Ren mengeluarkan botol kecil dari cincin penyimpanannya, lalu menyerahkan botol tersebut pada Lin Feng.


"Di dalam botol itu ada penawar untuk racun di tubuh temanmu, saat meminum penawar tersebut, usahakan untuk tidak menggunakan energi spiritual" ucap Du Fang Ren.


"Tidak menggunakan energi spiritual? Maksudmu?" tanya Lin Feng, sambil meraih botol kecil di tangan Du Fang Ren.


"Racun yang ada di tubuh temanmu hampir sama dengan racun spiritual, tapi lebih mematikan dan lebih mengerikan" jawab Du Fang Ren.


"Terimakasih!" jawab Lin Feng singkat, kemudian berjalan meninggalkan Du Fang Ren.


"Setidaknya sebutkan nama mu" ucap Du Fang Ren.


"Lin Feng, namaku Lin Feng" ujar Lin Feng.


Zhao Chun dan semua anggota keluarga Zhao tiba-tiba saja kaget saat mendengar Lin Feng menyebutkan namanya, meskipun sudah bertahun-tahun berlalu, tapi mereka masih mengingat nama keluarga Lin yang dulu pernah datang ke kota Awan.


"Kau! Jadi kau adalah sampah yang dulu tinggal di keluargaku?" tanya Zhao Chun sinis.


"Sampah? Siapa yang kau sebut sampah?!" ujar Lin Feng.


"Memangnya siapa lagi yang pantas di sebut sebagai sampah? Karena sekarang kau sudah datang ke kota Awan, maka jangan berharap untuk bisa pergi dari kota ini!" ucap Zhao Chun.


"Apa kau mengancam ku?!" tanya Lin Feng sinis.


"Hahahaha! Terserah kau menyebutnya seperti apa, tapi yang jelas kau akan mati di tanganku!" jawab Zhao Chun.


Lin Feng terdiam mendengar perkataan Zhao Chun, karena sejak tadi, kata-kata seperti itulah yang sangat Lin Feng tunggu, agar dia mempunyai alasan yang jelas untuk menghancurkan dan memusnahkan keluarga Zhao dari kota Awan.


Luo Ning menggelengkan kepalanya saat mendengar perkataan Zhao Chun, dia benar-benar tidak menyangka bahwa Zhao Chun sendiri yang akan membuat api dendam Lin Feng membara.


"Semuanya akan berakhir" ucap Luo Ning pelan.


"Zhao Chun bodoh! Kau benar-benar tidak sadar, kalau kau sedang menggali kuburan mu sendiri" gumam Du Fang Ren.


Setelah menyerahkan obat penawar yang diberikan oleh Du Fang Ren kepada Luo Ning, Lin Feng kemudian membalikkan badannya menghadap ke arah Zhao Chun dan seluruh pasukan keluarga Zhao.


"Zhao Chun! Akan aku selesaikan dendam yang sudah aku pendam selama ini" ucap Lin Feng.


"Hahahaha! Kau ingin menyelesaikan dendam diantara kita? Apa kau tidak sadar, kalau kau sekarang sedang berada di kota kami?" tanya Zhao Chun.


"Memangnya kenapa? Meskipun seluruh kota ini yang akan menghadapi ku, aku tetap tidak akan mundur selangkah pun!" jawab Lin Feng.


"Bagus! Mari kita lihat sampai kapan kesombongan mu itu akan bertahan! Serang dia sekarang!" ujar Zhao Chun.


Para pasukan keluarga Zhao kemudian bergerak maju ke arah Lin Feng, mereka semua nampak sangat membenci Lin Feng, bahkan setelah bertahun-tahun berlalu, rasa benci mereka masih tetap sama, bahkan semakin membesar terhadap Lin Feng.