Night King : My Life Journey

Night King : My Life Journey
Ch-48. Mengunjungi Teman Lama


Di hutan kabut, pemimpin Asosiasi pembunuh bayaran yang sedang berbincang-bincang dengan ketiga bawahannya tiba-tiba saja terdiam seperti sedang merasakan sesuatu, para bawahannya yang kebingungan kemudian mencoba untuk menanyakan apa yang sedang terjadi.


"Maaf pemimpin, apa yang sedang terjadi, kenapa pemimpin tiba-tiba diam?" tanya topeng emas.


"Hahahaha tidak ada apa-apa, pembunuh yang kita kirim ternyata sudah di kalahkan" jawab pemimpin Asosiasi.


"Apa!" jawab ketiga bawahannya serempak


"Cih, ternyata kita telah meremehkan si Zhao Feng ini, padahal yang aku kirim adalah pembunuh ranah Master Spiritual" ucap topeng perunggu.


"Sudahlah jangan kesal seperti itu, ini terjadi karena kesalahan kita yang tidak mencari informasi terlebih dahulu, jadi untuk yang berikutnya, aku ingin kau topeng perak mengirimkan bawahanmu untuk mengawasi dan mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang si Zhao Feng ini" ujar pemimpin Asosiasi.


"Baik pemimpin" jawab topeng perak.


"Ingat baik-baik, yang kita perlukan kali ini hanyalah informasi dan jangan sampai melakukan kesalahan apapun" ucap pemimpin Asosiasi.


"Baik pemimpin aku mengerti" jawab topeng perak tegas.


Setelah itu topeng perak langsung pergi meninggalkan ruang pertemuan, lalu dia memerintahkan seorang bawahannya untuk melakukan seperti apa yang di perintahkan oleh pemimpin Asosiasi pembunuh bayaran.


**


Setelah sampai di kediamannya, Zhao Feng langsung merebahkan Zhao Tian di tempat tidur, lalu setelah itu Zhao Feng pergi keluar untuk menemui Liu Changhai.


"Guru, apa pendapatmu mengenai pembunuh bayaran itu?" tanya Zhao Feng.


"Entahlah Feng'er, yang jelas dia datang sepertinya memang ingin membunuhmu, tapi kau tenang saja, guru akan tetap berusaha melindungi mu ataupun Tian'er" jawab Liu Changhai.


"Hahh, siapapun yang mengirim pembunuh itu sepertinya dia memang ingin aku mati" ucap Zhao Feng pelan.


"Tenanglah Feng'er, selama kau berada di sekte ini kau akan baik-baik saja, tapi akan aman lagi jika seandainya kau memiliki pendukung yang kuat di kota" ujar Liu Changhai.


"Pendukung, ah ya aku baru ingat bahwa ibuku mengatakan sebenarnya aku berasal dari keluarga Lin" jawab Zhao Feng.


"Apa!, Feng'er apa kau serius?" tanya Liu Changhai kaget.


"Aku juga tidak mengetahuinya guru, tapi dari nama ibuku sepertinya memang benar aku berasal dari keluarga Lin" jawab Zhao Feng.


"Feng'er jika itu benar maka sebaiknya kau segera datang ke sana dan meminta bantuan, setahu guru keluarga Lin adalah keluarga terbesar dan terkuat di kota Zuanshi, bahkan penguasa kota saja tidak berani bersikap sembarangan pada keluarga Lin" ucap Liu Changhai.


"Meskipun itu benar, tapi aku tidak ingin melibatkan mereka paman, lagi pula ibuku mungkin hanya orang biasa di keluarga Lin, jadi tidak mungkin aku bisa meminta bantuan mereka, lagi pula masalah ini adalah masalahku, jadi aku tidak akan melibatkan orang lain" jawab Zhao Feng.


"Hahahaha, aku benar-benar mendapatkan murid yang hebat, apa guru boleh mengetahui nama ibumu?" tanya Liu Changhai.


"Nama ibuku adalah Lin Hua, memangnya kenapa guru?" tanya Zhao Feng bingung.


"Tidak apa-apa, guru hanya merasa kagum padanya karena telah melahirkan seorang putra yang liar biasa" jawab Liu Changhai.


"Terimakasih guru" ujar Zhao Feng.


"Lin Hua, sepertinya nama ini tidak asing, sebaiknya aku menyelidikinya demi keamanan muridku" batin Liu Changhai.


Liu Changhai juga mengatakan kepada Zhao Feng untuk tetap berada di sekte karena bisa saja pembunuh bayaran lainnya datang dan menyerang dirinya lagi, lalu Liu Changhai juga meminta mereka berdua untuk tetap berlatih karena dia akan berada di kota selama beberapa hari.


**


Keesokan harinya, setelah selesai mempersiapkan segalanya, Liu Changhai kemudian langsung pergi meninggalkan sekte Phoenix Emas, sebenarnya tujuan Liu Changhai pergi ke kota bukan hanya sekedar membeli sumberdaya, tapi dia ingin menyelidiki latar belakang Zhao Feng di keluarga Lin.


Setelah terbang selama satu jam bersama elang es, akhirnya Liu Changhai sampai di kota Zuanshi, lalu Liu Changhai langsung pergi menuju ke wilayah timur kota yang merupakan wilayah milik keluarga Lin.


Wilayah keluarga Lin di batasi atau di tutupi oleh tembok yang menjulang tinggi hingga menutupi seluruh wilayah kekuasaan keluarga Lin, sehingga untuk masuk ke wilayah keluarga Lin harus melewati gerbang yang di jaga ketat oleh prajurit keluarga Lin.


"Maaf tuan, anda sepertinya bukan warga kota Zuanshi, jadi jika ingin memasuki wilayah keluarga Lin, anda harus menunjukkan tanda pengenal" ucap penjaga gerbang mencegat Liu Changhai.


"Maafkan aku tuan, ini tanda pengenal milikku" jawab Liu Changhai kemudian mengeluarkan lencana sekte Phoenix Emas.


"Ternyata anda adalah tetua sekte Phoenix Emas, kalau begitu silahkan masuk tuan" ucap penjaga gerbang.


"Terimakasih" jawab Liu Changhai.


Setelah melewati gerbang, Liu Changhai langsung menuju ke kediaman pemimpin keluarga Lin, namun ketika sampai di sana, Liu Changhai kembali di cegat oleh penjaga.


"Tuan kenapa anda datang ke sini?" tanya penjaga sinis.


"Tolong sampaikan kepada patriark Lin Jianheeng, tetua Liu Changhai dari sekte Phoenix Emas datang menemuinya" jawab Liu Changhai.


Para penjaga yang mencegat Liu Changhai langsung kaget setelah mendengar bahwa orang yang mereka cegat adalah tetua sekte ternama, sikap para penjaga tersebut langsung berubah hormat saat itu juga, salah satu penjaga juga langsung masuk ke kediaman pemimpin keluarga untuk memberitahukan bahwa Liu Changhai ingin menemuinya.


"Ada apa?" tanya Lin Jianheeng.


"Maaf patriark, di luar ada tetua Liu Changhai dari sekte Phoenix Emas, beliau meminta izin untuk menemui patriark" jawab penjaga tersebut.


"Ah, persilahkan dia masuk dan bawa dia ke taman di belakang kediaman, aku akan menunggunya di sana dan ingat, perlakukan dia dengan baik karena dia adalah teman lamaku" ujar Lin Jianheeng.


"Baik patriark" jawab penjaga tersebut, setelah itu langsung kembali menemui tetua Liu Changhai yang sedang menunggu di luar.


"Tetua mari kita masuk, patriark sudah menunggu anda" ucap prajurit tersebut.


Liu Changhai kemudian mengikuti penjaga tersebut masuk ke kediaman Lin Jianheeng, lalu Liu Changhai di bawa ke taman yang ada di belakang kediaman yang biasanya di gunakan oleh Lin Jianheeng untuk bersantai.


"Hahahaha selamat datang teman lama, ada gerangan apa sampai kau datang mengunjungi ku di sini?" tanya Lin Jianheeng.


"Hahahaha apakah aku harus punya asalan tertentu untuk mengunjungi seorang teman lama" jawab Liu Changhai.


"Tentu saja tidak temanku, mari silahkan duduk" ujar Lin Jianheeng.


"Sebenarnya memang ada yang ingin aku tanyakan padamu" ucap Liu Changhai.


"Benarkah, apa itu?" tanya Lin Jianheeng.


"Apa kau mengenal seorang wanita yang bernama Lin Hua di keluargamu?" tanya Liu Changhai