
Lin Feng sangat mengerti kenapa sikap para murid penjaga bergang seperti itu kepadanya, meskipun Lin Feng memperkenalkan dirinya secara baik-baik, belum tentu para murid tersebut masih mengenalinya dan bisa saja, mereka adalah murid baru, yang sama sekali tidak mengenal siapa dirinya.
Karena tidak ingin berbuat masalah, Lin Feng kemudian menunjukkan lencana sekte Phoenix Emas kepada para murid penjaga tersebut, lencana yang ditunjukkan oleh Lin Feng adalah lencana khusus yang sebelumnya telah di berikan oleh tetua Liu Changhai.
Para murid penjaga gerbang tentunya mengetahui lencana yang di tunjukkan oleh Lin Feng, seketika itu juga, sikap mereka terhadap Lin Feng langsung berubah drastis, mereka yang saat ini menjaga gerbang adalah murid-murid lama yang seangkatan dengan Lin Feng, tentunya mereka mengetahui siapa saja yang memegang lencana tersebut.
"Senior, apakah ini benar-benar anda?" tanya salah seorang murid.
"Apa kalian mengenalku?" tanya Lin Feng bingung.
"Tentu saja senior, hanya ada tiga orang yang memegang lencana tersebut di sekte Phoenix Emas, pertama adalah tetua Liu Changhai, kedua adalah senior Lin Feng, dan ketiga adalah senior Lin Tian" jawab murid tersebut.
"Saat ini, tetua Liu Changhai dan senior Lin Tian sedang berada di sekte dan hanya senior Lin Feng yang masih berada dalam misi, jadi sudah tentu anda adalah senior Lin Feng" lanjutnya.
"Tidak aku sangka kalian masih mengingatku, aku pikir setelah pergi begitu lama tidak akan ada lagi yang mengingat namaku" ucap Lin Feng.
"Tentu saja kami masih ingat senior, bahkan sampai sekarang anda tetap menjadi panutan untuk semua murid senior di sekte Phoenix Emas" kata murid tersebut.
"Terimakasih" jawab Lin Feng kemudian berjalan melewati mereka.
"Selamat datang kembali senior" ujar para murid penjaga gerbang serempak.
Setelah beberapa langkah melewati gerbang sekte, Lin Feng tiba-tiba saja menghentikan langkahnya, sorot matanya yang tajam menatap kagum pada suasana sekte Phoenix Emas yang sudah sangat ramai, tidak hanya sekedar ramai saja, bahkan sekte Phoenix Emas sudah jauh lebih besar dan lebih megah dari sebelumnya.
Lin Feng hanya tersenyum kecil dibalik penutup wajahnya, dia benar-benar tidak menyangka bahwa sekte Phoenix Emas sudah jauh berubah setelah kepergiannya, setelah itu, Lin Feng melanjutkan langkah kakinya menuju ke satu tempat yang sangat dia rindukan, yaitu kediaman gurunya, tetua Liu Changhai.
Para murid yang sedang melakukan latihan, atau kebetulan berpapasan dengan Lin Feng, nampak sangat penasaran dengan dirinya, pasalnya mereka semua tidak bisa merasakan aura apapun dari tubuh Lin Feng, bahkan para murid junior nampak mulai merendahkan dan mencemooh Lin Feng.
Pandangan mereka terhadap Lin Feng nampak sangat jelas mengatakan bahwa mereka merasa jijik dengan Lin Feng, alasannya adalah, mereka semua mengira bahwa Lin Feng adalah seorang sampah yang tidak bisa apa-apa, akan tetapi, mereka juga penasaran dengan keberadaan Lin Feng di sekte Phoenix Emas.
"Aneh, tidak memiliki aura kultivasi tapi begitu berani datang ke sekte ternama di kekaisaran Feng" ucap salah seorang murid.
"Berpenampilan layaknya seorang Assassin, tapi tidak memiliki kemampuan apapun, apa kau tidak malu dengan penampilanmu itu?" tanya murid lainnya.
Berbagai macam hinaan langsung Lin Feng dapatkan ketika berada di dalam sekte, tentunya hal tersebut membuat Lin Feng seperti sedang bernostalgia dengan masa lalunya, yang mana saat itu, tepat disaat Lin Feng pertama kali datang ke sekte Phoenix Emas, apa yang para murid katakan sekarang, tidak ada ubahnya dengan apa yang pernah dia terima waktu dulu.
Meskipun sudah dihina dengan perkataan yang menyakitkan, namun Lin Feng sama sekali tidak bergeming, dengan santai dan tenang, Lin Feng terus melanjutkan langkah kakinya, seolah-olah dia tidak mendengarkan apapun yang di katakan oleh para murid tersebut.
Tapi sayangnya, masih saja ada beberapa murid yang mau menjahili Lin Feng, beberapa murid tersebut terlihat menghadang jalan Lin Feng dengan kedua tangan mereka di silangkan di dadanya, sikap mereka bisa menunjukkan betapa angkuh dan sombongnya mereka saat ini.
Namun lagi-lagi, Lin Feng tetap menyikapi prilaku mereka semua dengan tenang dan santai, Lin Feng bahkan tidak menghentikan langkahnya sama sekali, salah seorang murid nampak sangat kesal dan merasa jengkel dengan sikap acuh Lin Feng, murid tersebut kemudian berlari mendekati Lin Feng dan hendak memukulnya.
Murid tersebut nampak tersenyum sinis karena Lin Feng nampak tidak mau menghindar sedikitpun, yang tentunya membaut murid tersebut merasa sangat senang, akan tetapi, apa yang terjadi berikutnya malah membuat semua murid yang ada di sana tercengang tanpa bisa berkata apa-apa lagi.
Tepat di saat pukulan salah seorang murid yang hendak menyerang Lin Feng hampir mengani wajahnya, Lin Feng tiba-tiba saja menghilang dari pandangan mereka semua dan membuat pukulan murid tersebut hanya mengenai udara kosong, sesaat kemudian, Lin Feng kembali muncul di belakang para murid yang menghadap jalannya dan terus melanjutkan langkah kakinya, tanpa menghiraukan mereka sedikitpun.
"Apa yang baru saja terjadi?" tanya mereka bingung.
"Yang terjadi adalah, kalian salah memilih orang untuk di kerjai, asal kalian tau, dia adalah murid senior terkuat yang menduduki peringkat pertama di sekte Phoenix Emas" jawab salah seorang murid senior.
"Apa!" ujar mereka semua kaget.
"Tapi bagaimana mungkin, bahkan dia tidak memiliki aura kultivasi sedikitpun" ucap salah seorang murid junior.
"Tidak memiliki aura kultivasi atau kalian yang tidak bisa melihatnya?, jika memang dia tidak memiliki aura kultivasi sedikitpun, apakah mungkin dia bisa menghilang dan tiba-tiba muncul di sana?" tanya murid senior tersebut.
"Sudahlah, lanjutkan latihan kalain dan jangan pikirkan apa yang baru saja terjadi, kalian sepatutnya bersyukur karena dia tidak marah dengan perlakukan kalian" lanjutnya.
Para murid junior tersebut, nampak sangat menyesal dengan perbuatan mereka, jika saja mereka tahu bahwa yang mereka hina adalah murid senior terkuat, mungkin mereka tidak akan melakukan hal itu, padahal selama ini, mereka sangat mengidolakan murid senior terkuat tersebut, yang keberadaannya sangatlah misterius.
**
Setelah meninggalkan para murid junior yang angkuh dan sombong tersebut, Lin Feng terus melanjutkan langkahnya menuju ke satu arah dan akhirnya langkah Lin Feng terhenti tepat di depan sebuah kediaman yang sangat dia kenal, Lin Feng menatap kagum dengan kediaman kecil di hadapannya tersebut, karena dari sekian banyaknya bangunan yang ada di sekte Phoenix Emas, hanya kediaman tersebut yang tidak berubah sedikitpun.
"Ternyata kau sama sekali tidak berubah guru" gumam Lin Feng.