Night King : My Life Journey

Night King : My Life Journey
Ch-245. Akhir acara pelelangan


Para peserta lelang nampak menunjukkan raut wajah muram setelah mendengar harga tersebut, karena mereka tidak bisa berpartisipasi dalam pelelangan kali ini, tapi mereka tetap senang, karena mereka akan menyaksikan pertarungan antara orang kaya.


"satu juta lima ratus!" ujar tamu VIP nomor sepuluh.


"Hahahaha! dasar miskin, dua juta" ujar tamu VIP nomor enam.


"Jangan terlalu sombong, tiga juta!" ucap tamu VIP nomor sembilan.


"Aku tidak mau kalah, tiga juga lima ratus!" ujar tamu VIP nomor dua.


Para peserta lelang yang berada di ruangan VIP mulai melakukan pertarungan sengit, mereka semua terus menawarkan harga tinggi agar bisa mendapatkan kristal tersebut, sampai akhirnya harga kristal tersebut mencapai dua puluh juta koin emas.


"Aku ingin lihat bagaimana kalian bisa melawanku! Dua puluh lima juta!" ujar tamu VIP nomor dua.


"Cihh, uangku hanya mencapai dua puluh juta" gumam tamu VIP nomor enam.


"Aku menyerah!" ujar tamu VIP nomor tiga.


Semua tamu VIP yang lain nampak tidak sanggup lagi melanjutkan pertarungan tersebut, mereka telah mencapai batasannya masing-masing, hingga akhirnya terjadi sesuatu yang sangat mengejutkan.


"Dua puluh juta" ucap Lin Feng santai.


"Hahahaha! Apa kau bodoh, aku sudah menaikkan harga sampai dua puluh lima juta, kenapa kau malah semakin menurunkan harga!" ujar tamu VIP nomor dua.


"Dua puluh juta koin platinum!" ucap Lin Feng.


"Akhirnya salah satu kristal sembilan surga akan menjadi mi..." perkataan tamu VIP nomor dua tiba-tiba saja terhenti.


"Tadi kau bilang apa?" tanya tamu VIP nomor dua.


"Hei! Apa aku tidak salah dengar? Atau sekarang aku sedang bermimpi?" tanya salah seorang tamu lelang pada temannya.


"Ti-tidak, kau tidak bermimpi, karena semua orang yang ada di sini bisa mendengarnya dengan jelas" jawab temannya.


Semua orang yang ada di ruang lelang tersebut tiba-tiba saja mematung, mereka benar-benar tidak bisa berkata apa-apa lagi setelah mendengar harga yang ditawarkan oleh Lin Feng, bahkan Yun Ling hampir pingsan mendengar harga tersebut.


Yun Xie Fang yang berada di atas panggung pelelangan juga nampak mematung, tangannya tiba-tiba saja bergetar setelah mendengar harga tersebut, dia kemudian mengarahkan pandangannya ke ruang VIP nomor satu.


"Siapa dia sebenarnya? Kenapa kekayaannya bisa melebihi kekayaan negeri awan ini?" gumam Yun Xie Fang.


"Hei! kenapa kalian diam saja? Apa yang dia katakan sebelumnya?" tanya tamu VIP nomor dua.


"Se-selamat kepada tamu VIP nomor satu, salah satu kristal sembilan surga ini, resmi menjadi milikmu" ucap Yun Xie Fang, dengan tangan yang masih gemetaran.


"Yun Xie Fang! Bukankah seharusnya aku yang mendapatkan kristal tersebut, karena tawaranku lebih besar darinya!" ujar tamu VIP nomor dua.


"Apa kau pikir aku bodoh, dia bahkan mampu membeli seluruh negeri awan ini, lalu kenapa aku harus menerima tawaran mu?" tanya Yun Xie Fang sinis.


"A-apa maksudmu?" tanya tamu VIP nomor dua bingung.


"Dia menawarkan harga tertinggi, dua puluh juta koin platinum!" jawab Yun Xie Fang.


"Semua orang yang ada di sini bisa mendengarnya dengan jelas, kau bisa bertanya pada mereka semua" jawab Yun Xie Fang.


"Baiklah, karena semua barang telah terjual, acara lelang ini berakhir sampai di sini, para tamu yang ingin mengambil barang kalian, silahkan datang ke ruangan khusus" ucap Yun Xie Fang.


"Tuan yang ada di ruang VIP nomor satu, jika anda bersedia mohon untuk tetap berada di sini sampai semua tamu pergi" pinta Yun Xie Fang.


"Tidak masalah" jawab Lin Feng.


Setelah acara pelelangan berakhir, semua peserta lelang baik yang ada di kursi biasa ataupun di ruang VIP langsung pergi meninggalkan tempat tersebut, sementara mereka yang telah membeli barang lelang, langsung menuju ruang khusus untuk mengambil barangnya masing-masing.


***


Setelah setengah jam berlalu, sekarang rumah lelang awan kembali menjadi sepi, hanya ada para prajurit yang berjaga, serta para pelayan dan pengurus rumah lelang tersebut, lalu ada juga Lin Feng yang masih menunggu di ruang VIP nomor satu.


Tidak lama kemudian, Yun Xie Fang datang menemui Lin Feng yang berada di ruang VIP nomor satu, Yun Xie Fang kemudian mengajak Lin Feng menuju ke lantai teratas rumah lelang awan, karena kaisar awan telah menunggunya di sana.


Setelah sampai di lantai teratas, mereka kemudian masuk ke salah satu ruangan yang sangat mewah, di dalam ruangan tersebut nampak satu orang yang telah menunggu kedatangan Lin Feng, dia tidak lain adalah kaisar awan itu sendiri.


"Hormat yang mulia, dia adalah pemuda yang aku ceritakan tadi" ucap Yun Xie Fang.


"Terimakasih Xie Fang" jawab kaisar awan.


"Selamat datang tuan, perkenalkan aku adalah kaisar awan, kalau anda berkenan maukah anda memperkenalkan diri anda?" tanya kaisar awan.


"Namaku Lin Feng" jawab Lin Feng menyebutkan namanya.


"Terimakasih tuan Lin Feng, aku benar-benar merasa terhormat karena anda sudah mau datang menemui ku" ucap kaisar awan.


"Tidak perlu mengucapkan terimakasih, seharusnya aku yang berterimakasih karena anda telah mengundang ku ke sini" ujar Lin Feng.


"Hahahaha! Anda sangat rendah hati tuan, aku sangat senang karena tuan telah membeli salah satu kristal sembilan surga dengan harga yang sangat fantastis, bahkan harga tersebut melebihi kekayaan negeri awan ini" ucap kaisar awan.


"Sudah seharusnya aku menawarkan harga yang tinggi, karena kristal sembilan surga memang sangat berharga" ujar Lin Feng.


Kaisar awan nampak benar-benar sangat senang karena Lin Feng mau datang menemaninya, padahal sebelumnya dia sempat berpikir bahwa Lin Feng adalah orang kaya yang sombong, siapa yang tidak sombong? Dengan kekayaan yang bisa membeli satu kota, tentu saja dia akan bersikap sombong.


Tapi tidak dengan Lin Feng, karena kekayaan tersebut tidak berarti apa-apa untuknya, tidak hanya itu saja, Lin Feng bahkan tidak memperdulikan tentang jabatan, kekuasaan, serta nama baik, karena yang dia inginkan hanyalah kebebasan, selain itu, Lin Feng juga sudah terbiasa hidup sederhana sejak lahir, tentu saja dia tidak akan tergila-gila dengan kekuasaan.


"Tuan Lin Feng, sebenarnya aku tidak memiliki maksud apa-apa untuk mengundangmu ke sini, karena sebelumnya aku hanya penasaran denganmu, bahkan kalau kau menolak undangan ku sebelumnya aku juga tidak masalah, karena aku akan datang sendiri menemui mu" ucap kaisar awan.


"Akan tetapi, setelah bertemu dan berbicara denganmu, aku sangat tertarik denganmu, jadi kalau kau bersedia, bisakah kita berteman?" tanya kaisar awan.


"Kenapa tidak" jawab Lin Feng santai.


"Hahahaha! Anda benar-benar luar biasa tuan" ujar kaisar awan.


"Sudah aku duga, pada akhirnya kalian semua pasti akan berusaha menjalin hubungan baik dengan orang yang memiliki kekuasaan dan kekayaan, dasar sampah!" batin Lin Feng.