Night King : My Life Journey

Night King : My Life Journey
Ch-260. Meninggalkan negeri awan.


Dengan gerakan yang sangat cepat, Assassin perempuan tersebut menghindari serangan prajurit kekaisaran Qian, tidak hanya sekedar menghindar saja, Assassin perempuan tersebut juga melakukan serangan balasan, dengan melemparkan belati beracun kepada para prajurit.


Belati kecil yang mengandung racun tersebut melesat dengan sangat cepat ke arah para prajurit kekaisaran Qian, mereka yang sangat sombong mencoba menangkap belati tersebut dengan tangannya yang telah dilapisi oleh energi spiritual, tapi setelah belati tersebut menyentuh tangan mereka, saat itulah kematian akan menghampiri mereka.


"Racun yang aku gunakan adalah racun akar spiritual, yang akan semakin mematikan saat bersentuhan dengan energi spiritual" gumam Assassin wanita tersebut, sambil terus melemparkan belati dari tangannya.


Racun akar spiritual memanglah racun yang sangat mematikan apa bila bersentuhan dengan energi spiritual, efeknya memang tidak instan, tapi racun tersebut akan menggerogoti tubuh korbannya secara perlahan-lahan, terlebih lagi, jika korbannya menggunakan energi spiritual dalam jumlah yang banyak.


Kelemahan racun akar spiritual sendiri sangatlah mudah untuk ditemukan, cukup dengan tidak menggunakan kekuatan spiritual dan mengobatinya dengan menggunakan pil atau obat herbal, akan tetapi yang menjadi masalah adalah, seseorang yang terkena racun tersebut tidak akan sadar bahwa dia telah terkena racun, sampai akhirnya dia mati tanpa mengetahui penyebabnya.


Setelah hampir sepuluh menit bertarung, keanehan mulai terjadi, para prajurit kekaisaran Qian yang sebelumnya terkena belati, ataupun menangkap belati sebelumnya, mulai berjatuhan dan mati saat itu juga, tidak ada satupun yang mengetahui penyebab kematian mereka, kecuali hanya sang Assassin wanita tersebut.


"Akhirnya selesai juga, sekarang aku harus kembali dan melaporkan masalah ini" ucap Assassin wanita itu, kemudian menghilang dari tempat tersebut.


***


Waktu kembali berlalu dengan cepat, satu bulan lebih telah berlalu lagi sejak kembalinya Lin Feng dari hutan misterius, selama satu bulan ini, Lin Feng tidak melakukan apapun yang berarti, dia hanya berkultivasi serta mencari sumberdaya yang bisa meningkatkan kekuatannya.


Sebelumnya, Lin Feng juga sempat menemui seorang Alkemis untuk membuat beberapa pil, salah satunya adalah pil esensi darah, yang dibuat menggunakan bunga lotus darah dan beberapa bahan langka lainnya, serta beberapa pil tingkat tinggi yang lainnya.


Di negeri awan, terdapat sebuah tempat khusus untuk para Alkemis, serta tempat yang dibuat khusus untuk membeli bahan herbal ataupun membeli pil, yang disebut sebagai Asosiasi Alkemis, bahan serta pil yang di jual di sana juga sangat beragam, tapi tidak ada yang menjual bahan dengan kualitas langka seperti yang Lin Feng miliki.


Saat Lin Feng menunjukkan bahan herbal yang langka kepada mereka, beberapa diantara mereka bahkan ada yang tidak percaya dan menganggap Lin Feng berbohong, karena sebelumnya mereka belum pernah melihat herbal seperti itu, terlebih lagi ginseng naga yang memang sudah dikatakan menghilang.


Namun para Alkemis yang pernah mendengar tentang ginseng naga, justru langsung menghubungi pemimpin Asosiasi Alkemis, yang merupakan Alkemis tingkat tujuh, untuk memastikan keaslian dari ginseng naga tersebut.


Setelah mendengar penjelasan pemimpin Alkemis, mereka benar-benar terkejut, karena ginseng naga yang Lin Feng bawa tidak hanya langka, tapi benar-benar sangat langka, karena umur dari ginseng naga itu sendiri telah melebihi seribu tahun.


Setelah mengetahui betapa berharganya ginseng naga tersebut, mereka semua langsung menawarkan harga yang fantastis kepada Lin Feng, tapi sayangnya, Lin Feng langsung menolak tawaran mereka semua, karena Lin Feng ingin membuatnya menjadi pil, yang akan dia gunakan sendiri nantinya.


Saat ini, Lin Feng sedang melakukan persiapan untuk menyerap kekuatan pil esensi darah, karena sebentar lagi, Lin Feng akan segera meninggalkan Negeri awan dan kembali ke benua tengah, karena sudah tidak ada lagi yang bisa ia temukan di negeri awan.


"Padahal baru dua bulan aku di sini, tapi rasanya aku sudah sangat merindukan ibu dan kakek" gumam Lin Feng.


"Wajar saja tuan, karena di benua biru sekarang sudah dua tahun berlalu" ucap Huise.


"Apa?!" ujar Lin Feng kaget.


"Apa tuan ingat sebelumnya aku pernah mengatakan kalau perbedaan waktu di negeri awan sangat jauh?" tanya Huise.


"Iya aku ingat, tapi aku tidak menyangka akan sampai seperti ini" jawab Lin Feng.


"Kalau begitu aku harus bergegas kembali, karena petir surga akan muncul sebentar lagi" lanjutnya.


Setelah selesai, Lin Feng kemudian berjalan meninggalkan kamarnya, namun saat sampai di lantai dasar penginapan, langkah Lin Feng tiba-tiba terhenti karena Yun Ling menghadangnya.


"Tuan, kau mau kemana?" tanya Yun Ling penasaran.


"Aku akan kembali ke benua tengah" jawab Lin Feng.


"Tapi kenapa tuan? Bukankah kau bisa mendapatkan apapun di sini?" tanya Yun Ling.


"Tidak Yun Ling, aku bukan berasal dari negeri awan, keluargaku juga tidak ada di negeri awan, jadi untuk apa aku tinggal di sini" jawab Lin Feng.


"Kalau begitu, apa aku boleh ikut bersama tuan ke benua tengah?" Yun Ling bertanya dengan nada memohon.


"Tidak, keluargamu ada di sini, rumahmu juga ada di sini, jadi kau tidak bisa meninggalkan tempat ini" jawab Lin Feng kemudian menghilang tanpa jejak.


Yun Ling tertunduk lesu mendengar perkataan Lin Feng, entah kenapa hatinya terasa sakit saat Lin Feng menolak permintaannya, jawaban yang diberikan oleh Lin Feng memang masuk akal, tapi bagi Yun Ling, jawaban tersebut sama saja dengan menolak perasaannya.


"Tuan, apa ini artinya kau tidak menyukaiku?" batin Yun Ling.


"Tidak! aku tidak boleh seperti ini, seharusnya aku mengetahui dimana seharusnya aku berada, bisa menemaninya selama ini saja sudah merupakan anugerah untukku, jadi sebaiknya aku tidak mengharapkan yang lain" gumam Yun Ling, kemudian melanjutkan pekerjaannya.


Setelah pergi dan menghilang dari penginapan, Lin Feng muncul kembali di gerbang kota negeri awan, para prajurit penjaga gerbang langsung menghentikan Lin Feng dan meminta identitasnya, lalu dengan santainya Lin Feng menunjukkan lencana khusus yang telah diberikan oleh kaisar kepadanya.


Para prajurit penjaga gerbang langsung memberikan hormat kepada Lin Feng, mereka bahkan langsung mempersilahkan Lin Feng untuk lewat tanpa memeriksa lencana miliknya, karena para penjaga tersebut mengetahui, bahwa lencana yang ada pada Lin Feng adalah lencana tamu kehormatan kekaisaran awan, yang dibuat khusus untuk orang-orang spesial.


Lin Feng sendiri juga agak kaget melihat reaksi para penjaga gerbang, karena Lin Feng hanya berpikir bahwa lencana yang ada padanya adalah lencana yang sama seperti milik orang lain, bahkan Lin Feng sebelumya sempat enggan untuk menerima lencana tersebut.


"Untung saja aku tidak menolak pemberian kaisar awan, kalau tidak aku tidak akan pernah mendapatkan kemudahan seperti ini" gumam Lin Feng.


Setelah itu, Lin Feng langsung melesat terbang meninggalkan negeri awan dengan kecepatan tinggi.