
Beberapa saat kemudian, debu-debu yang menutupi pandangan Yun Ling akhirnya menghilang dibawa oleh angin, saat itu juga, Yun Ling nampak terdiam kaku dan tidak bisa mengatakan apa-apa lagi, karena pemandangan yang terlihat dimatanya saat ini sangatlah mengerikan.
Sejak awal, Yun Ling memang sudah mengetahui bahwa para Demon beast tersebut tidak akan bisa menghindari serangan Lin Feng, tapi apa yang terjadi benar-benar sangat jauh dari perkiraannya, karena tidak ada satupun dari Demon beast yang tersisa, karena semuanya telah mati karena serangan Lin Feng.
Yang tersisa dari mereka semua hanyalah tulang-tulang yang masih terbakar, serta potongan-potongan kecil tubuh yang telah hancur karena membeku. Pemandangan yang sangat mengerikan tersebut bahkan sampai membuat Yun Ling hampir muntah, padahal dia sedang menyaksikannya dari kejauhan.
"Tuan, sebenarnya kau itu siapa? Kenapa kau sangat mengerikan?" gumam Yun Ling, sambil berusaha menahan dirinya agar tidak muntah.
***
Sementara itu, Lin Feng yang baru saja membantai para Demon beast yang ada di bawahnya, langsung turun dan berjalan menghampiri naga merah, yang merupakan raja dari para Demon beast tersebut.
Melihat semua bawahannya telah tewas, membuat naga merah tersebut sangat marah, tatapan matanya yang tajam, memandang Lin Feng dengan tatapan yang penuh akan rasa kebencian dan amarah yang sangat besar.
"Sekarang sudah tidak ada lagi yang menggangu kita, jadi kita bisa bertarung dengan bebas tanpa memikirkan apapun" ucap Lin Feng santai.
"Grrooar!!..." Seolah-olah mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Lin Feng, naga tersebut langsung meraung dengan sangat keras dan langsung menghembuskan nafas apinya pada Lin Feng.
Lin Feng tetap melanjutkannya langkah kakinya dan tidak menghiraukan hembusan nafas api tersebut, hembusan nafas api dari naga merah langsung mengenai tubuh Lin Feng, akan tetapi, api tersebut sama sekali tidak bisa membakar tubuhnya, bahkan untuk membakar pakaiannya saja tidak bisa.
Beberapa saat kemudian, Lin Feng langsung mengeluarkan pedang kayu roh dari cincin penyimpanannya, setelah itu, Lin Feng langsung melesat dengan kecepatan tinggi menuju ke arah naga merah.
Naga merah yang mengetahui bahwa serangan apinya tidak mempan pada Lin Feng, langsung menghentikan serangannya, naga merah kemudian memutar sedikit tubuhnya sambil mengibaskan ekornya dengan sangat cepat ke arah Lin Feng.
Lin Feng melompat dan melakukan salto di udara untuk menghindari serangan tersebut, setelah itu, Lin Feng langsung menebaskan pedangnya ke udara dengan sangat cepat.
Bersamaan dengan tebasan Lin Feng tersebut, angin yang tercipta akibat tebasan pedang Lin Feng langsung melesat ke arah naga merah dan langsung menghantam tubuhnya, tapi sayangnya, serangan tersebut tidak berhasil melukai tubuh naga merah, janganlah melukainya, bahkan sedikit goresan saja tidak ada.
"Ternyata sisiknya sangat keras, padahal aku sudah membuat angin tersebut sangat tajam seperti pedang, tapi tetap tidak bisa melukainya" gumam Lin Feng.
"Grrooar!!" Naga merah kembali meraung dengan sangat keras, setelah itu, naga merah langsung melesat terbang sampai menembus awan.
Lin Feng tersenyum sinis dan kemudian memunculkan sepasang sayap Phoenix di punggungnya, lalu setelah itu, Lin Feng melesat terbang mengikuti naga merah, yang terlihat sedang menunggu kedatangannya di atas awan.
"Bukankah seharusnya kau belajar dari kejadian sebelumnya?!" ujar Lin Feng kemudian menyerang naga merah tersebut.
Pertarungan sengit terjadi di atas awan, Lin Feng dengan gerakannya yang sangat melakukan serangan secara terus menerus, begitu juga dengan naga merah, yang menyerang Lin Feng dengan ekor, cakar dan juga semburan nafas apinya.
Suara dentingan besi yang beradu juga terdengar dengan sangat jelas saat pedang Lin Feng beradu dengan sisik naga merah, namun serangan-serangan yang dilakukan Lin Feng masih belum mampu menggoresnya sedikitpun, begitu juga sebaliknya.
Swush... Lin Feng melepaskan aura dewa kematiannya yang sangat mengerikan, akan tetapi, aura tersebut tidak bisa mengintimidasi naga merah, karena memang tingkatan kekuatannya yang berada jauh di atas Lin Feng.
Jika kekuatan Lin Feng tidak setara dengan kultivator ranah Tyrant, ataupun kecepatannya yang tidak luar biasa, serta ketahanan tubuhnya dengan kekuatan api, mungkin Lin Feng sudah dikalahkan sejak awal oleh naga merah tersebut.
Karena melihat Lin Feng yang kesulitan melukai naga tersebut, Huise kemudian memberikan saran kepadanya. "Tuan, untuk bisa mengerti seekor serigala, tuan harus menjadi serigala, begitu juga dengan naga, tuan harus mengerti seperti apa naga itu terlebih dahulu agar bisa mengalahkannya" ucap Huise.
Lin Feng terdiam dan memikirkan setiap kata-kata yang diucapkan oleh Huise, sambil terus melakukan serangan dan menghindari serangan naga merah. Awalnya Lin Feng memang kesulitan mengartikan kata-kata tersebut, tapi setelah mengingat di dalam tubuhnya ada kekuatan darah naga, Lin Feng akhirnya mengerti.
"Yang dikatakan Huise memang benar, karena raja hanya bisa dikalahkan oleh raja, atau yang lebih kuat dari raja itu sendiri" gumam Lin Feng.
Setelah itu, Lin Feng langsung bergerak menjauhi naga merah dan kemudian memejamkan matanya, beberapa saat kemudian, Lin Feng kembali membuka kedua matanya, bersamaan dengan itu, ledakan energi yang sangat besar terjadi dari tubuhnya, bahkan aura Lin Feng telah berubah menyamai aura seekor naga.
Ledakan energi yang sangat besar tersebut juga membuat tubuh Lin Feng menjadi semakin kuat, pandangan matanya juga menjadi semakin tajam, seperti pandangan seekor naga, bahkan Lin Feng bisa melihat dengan mudah dimana letak kelemahan naga merah tersebut, yang ternyata terletak pada bagian bawah lehernya.
"Ternyata di situ kelemahannya" gumam Lin Feng.
"Grooaarr!!" Naga merah kembali meraung dengan sangat keras, saat merasakan aura kekuatan naga yang berasal dari tubuh Lin Feng.
Raungan tersebut adalah raungan kemarahan yang dia tunjukkan kepada Lin Feng, raungan tersebut juga mengisyaratkan sebuah tantangan untuk Lin Feng, tantangan yang biasanya dilakukan oleh bangsa naga untuk menantang mereka yang kuat, untuk merebut wilayah kekuasaan ataupun merebut tahta penguasa naga.
Meskipun Lin Feng adalah seorang manusia, namun karena aura naga yang keluar dari tubuhnya, membuat Lin Feng terlihat seperti seekor naga yang telah berevolusi di mata naga merah, tentunya hal tersebut membuatnya marah dan ingin menantang Lin Feng.
Karena, jika naga merah berhasil mengalahkan dan membunuh Lin Feng, yang menurutnya adalah naga yang telah berevolusi, maka kekuatannya akan bertambah, bahkan bisa langsung berevolusi juga, tapi pada kenyataannya adalah, Lin Feng tetaplah seorang manusia yang hanya memiliki kekuatan darah naga.
"Kenapa kau menatapku seperti itu? Apa kau pikir kau bisa mengalahkan aku?" tanya Lin Feng sinis.