Night King : My Life Journey

Night King : My Life Journey
Ch-338. Kembalinya sang jendral naga 3


Setelah melakukan serangan jarak jauh, Lin Feng langsung melompat dari punggung Huise agar bisa membunuh para prajurit yang sedang terluka. Namun saat hendak mendekati para prajurit tersebut, insting Lin Feng tiba-tiba saja merasakan bahaya dan ia segera menghindar dari tempatnya berdiri.


Benar saja, tepat disaat Lin Feng telah beranjak dari tempatnya berdiri, beberapa belati yang melesat dengan kecepatan tinggi langsung menancap ditempat Lin Feng berdiri sebelumnya. Setelah berhasil menghindari serangan tersebut, Lin Feng langsung mengalihkan pandangannya ke arah datangnya serangan tersebut.


Lin Feng mengerutkan alisnya setelah mengetahui yang menyerangnya adalah Yuan Haochun, yang telah datang ke gerbang ibukota bersama jendral dan semua pasukan kekaisaran. Lin Feng sama sekali tidak gentar dengan kedatangan mereka, ia justru tersenyum senang dibalik penutup wajahnya, karena tidak perlu repot-repot lagi mendatangi Yuan Haochun di istana kekaisaran.


"Siapa kau?!" Yuan Haochun bertanya dengan tegas.


"Hahahaha! Apa kau sudah melupakan aku begitu saja, saudaraku?" jawab Lin Feng dengan lantang.


"Ya, tentu saja kau sudah melupakan aku, karena kau sudah berhasil mencapai tujuanmu untuk menguasai kekaisaran ini" lanjutnya.


Lin Feng sengaja menguatkan suaranya saat menjawab pertanyaan Yuan Haochun, agar semua orang yang ada di sekitar mereka mendengarkan pembicaraan tersebut. Dan benar saja, mereka semua benar-benar sangat kaget mendengar perkataan Lin Feng, bahkan Yuan Haochun sendiri juga tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya.


"Ka-kau, siapa kau sebenarnya?" Yuan Haochun benar-benar terlihat gugup, bahkan tubuhnya sedikit bergetar.


"Jadi kau benar-benar sudah melupakan aku? Baiklah, kalau begitu izinkan aku memperkenalkan diri, namaku adalah Yuan Long, putra kaisar Yuan Chun Zhe dan putra mahkota yang sesungguhnya! aku juga dikenal sebagai Jendral Naga!" Lin Feng menyebutkan sedikit identitas ayahnya dengan suara yang keras.


"Maafkan anakmu ini ayah" Lin Feng bergumam dalam hatinya.


"Tidak mungkin! Bagaimana mungkin kau adalah dia!" ujar Yuan Haochun.


"Hahahaha! Terserah kau mau percaya atau tidak. Tapi inilah kenyataannya, saudaraku!" jawab Lin Feng.


Semua orang yang mendengarkan percakapan tersebut hanya bisa terdiam dengan tatapan kebingungan, mereka semua tentu saja mengenal siapa Yuan Long sang jendral naga, mereka bahkan mengetahui apa yang telah menimpa Yuan Long, sehingga harus di usir dari kekaisaran Yuan. Akan tetapi, pria dihadapan mereka yang mengaku sebagai Yuan Long benar-benar terlihat berbeda, bahkan auranya jauh lebih mendominasi dari aura Yuan Long yang mereka kenal.


"Aku tidak akan percaya begitu saja! Bunuh pria sialan ini sekarang juga! Berikan dia penyiksaan yang sangat mengerikan!" Yuan Haochun langsung memberikan perintah pada para prajuritnya, karena dia benar-benar kesal dan marah melihat sosok Lin Feng saat ini.


Setelah mendapatkan perintah dari Yuan Haochun, jendral kekaisaran langsung memerintahkan sebagian pasukan untuk segera menyerang Lin Feng, sementara sebagian pasukan lainnya diperintahkan untuk mengungsikan para penduduk kota, karena pastinya pertempuran tersebut akan menyebabkan kehancuran yang besar, terlebih jika pria dihadapan mereka sekarang memanglah sang jendral naga, tentunya pertempuran tersebut tidak akan mudah.


Lin Feng menggenggam erat pedang dewa naga ditangannya, lalu bersiap untuk menyerang para prajurit yang sebentar lagi akan sampai di dekatnya. Namun, ketika jarak antara para prajurit kekaisaran dan Lin Feng sudah cukup dekat, langkah para prajurit tersebut tiba-tiba saja terhenti dan tidak ada yang melakukan serangan. Langkah mereka terhenti bukan karena takut dengan sosok Lin Feng atau apapun itu, tapi yang menghentikan langkah mereka adalah sebilah pedang yang ada ditangan kanan Lin Feng.


"I-itu pedang dewa naga!" ujar salah seorang prajurit, yang menyadarkan lamunan para prajurit lainnya.


"Ti-tidak salah lagi, itu benar-benar pedang dewa naga!" ucap yang lainnya menimpali.


Seketika semua orang terdiam dan langsung memandangi pedang yang ada genggaman tangan kanan Lin Feng, meski tidak melihatnya dari jarak dekat, tapi mereka masih bisa mengenali pedang tersebut dengan sangat baik, karena di benua Utara bahkan mungkin di benua biru, hanya ada satu orang yang memiliki pedang khusus seperti itu, yaitu Yuan Long sang jendral naga.


"I-itu artinya dia..." Yuan Haochun tidak kuasa melanjutkan ucapannya, ketika pikirannya hanya mengingat satu orang yang sangat dibencinya, yaitu Yuan Long. bahkan tubuhnya semakin bergetar karena takut.


"Sudah cukup basa-basinya! Sekarang saatnya untuk membalaskan dendam ku!" ujar Lin Feng.


Setelah itu, Lin Feng langsung bergerak maju dan menyerang para prajurit yang masih mematung di hadapannya. Huise juga tidak ingin diam dan hanya menonton Lin Feng bertarung seorang diri saja, meski ukurannya hanya sebesar seekor kuda, tapi sangat mudah bagi Huise untuk mencabik-cabik tubuh para prajurit tersebut dengan kukunya.


Para prajurit ibukota kekaisaran Yuan benar-benar dibuat kewalahan menghadapi Lin Feng dan Huise, karena selain kekuatan mereka yang sangat luar biasa, kecepatan pergerakan mereka juga tidak bisa dianggap remeh, padahal Lin Feng sudah menurunkan tingkatan kecepatannya.


***


Alam dewa atau daratan suci adalah sebuah alam yang tidak terlalu berbeda dengan alam fana, atau yang biasa disebut sebagai tempat tinggal manusia. Meski dikatakan sebagai alam dewa atau daratan suci, tapi orang-orang yang tinggal di dalamnya juga sama dengan orang-orang yang tinggal di alam fana, mereka juga memiliki keluarga, kerajaan dan kekaisaran, bahkan mereka juga merupakan kultivator.


Hanya ada beberapa hal yang membedakan antara alam dewa atau daratan suci dengan alam fana, yaitu. Pertama, alam dewa atau daratan suci mengandung energi alam yang jauh lebih padat, lebih murni dan lebih besar dari alam fana, lalu orang-orang di alam dewa menyebutnya sebagai energi spiritual suci. Yang kedua, orang-orang yang ada di alam dewa memiliki kekuatan yang jauh lebih besar. Dan yang ketiga, alam dewa adalah tempat tinggal para dewa yang mengawasi semua alam. Lalu yang selebihnya, benar-benar tidak jauh berbeda dengan alam fana.


Ada beberapa dewa yang telah diangkat oleh Dewi Nuwa untuk menjaga keseimbangan alam, mereka semua dianugerahkan sebuah istana megah layaknya seorang kaisar, lengkap dengan wilayah kekuasaan masing-masing yang telah dibagi dengan rata. Para dewa yang menjaga keseimbangan alam juga dipimpin oleh seorang dewa yang terkuat, atau yang disebut sebagai raja para dewa.


Di istana megah milik dewa petir, pertarungan sengit sedang terjadi antara seorang wanita cantik dengan para bawahan dewa petir, tubuh wanita tersebut telah dipenuhi oleh luka-luka akibat pertarungan, tapi dia sama sekali tidak mau menyerah dan tetap berusaha untuk melawan mereka semua, perempuan cantik itu tidak lain adalah Luo Ning, yang sebelumnya telah dibawa ke alam dewa.


"Luo Ning, menyerah saja dan turuti keinginan yang mulia!" ujar salah seorang prajurit dewa petir.


"Tidak akan! Sampai kapanpun aku tidak akan menyerahkan diriku pada pria mesum itu!" jawab Luo Ning.


"Kau benar-benar perempuan yang tidak tahu diri! Seharusnya kau berterimakasih kepada yang mulia karena masih membiarkan keluargamu hidup sampai sekarang!" ujar prajurit lainnya.


"Sampai kapanpun aku tidak akan pernah menyerahkan diriku padanya!" bentak Luo Ning.


"Manusia sialan! Kau yang memaksa kami!" ujar prajurit sebelumnya, kemudian menyerang Luo Ning dengan cambuk petir.


Dengan sisa-sisa kekuatan ditubuhnya, Luo Ning tetap berusaha untuk menghindari setiap serangan yang tertuju padanya, jika ada kesempatan, Luo Ning juga melakukan serangan balasan pada para prajurit tersebut. Namun sekuat apapun Luo Ning mencoba, dia tetap tidak bisa menandingi kekuatan para prajurit tersebut, hingga akhirnya dia berhasil ditangkap dan di seret ke hadapan dewa petir.


"Luo Ning, andai saja kau mau menuruti keinginanku, pastinya kau tidak akan seperti ini" ucap dewa petir.


"Cihh! Aku lebih baik mati daripada menjadi pemuas nafsu bejatmu!" jawab Luo Ning.


"Hahahaha! Seharusnya kau merasa bangga, karena aku hanya ingin kau melahirkan seorang bayi untukku!" dewa petir tertawa lantang.


"Kau tidak pantas disebut sebagai dewa! Karena perbuatan mu sama saja dengan iblis!" Luo Ning berteriak marah, ingin sekali rasanya dia menghajar wajah pria yang mengaku sebagai dewa dihadapannya, tapi apa daya, tangan dan kakinya telah terbelenggu oleh rantai petir yang sangat kuat.


Plakk!


Dewa petir menampar wajah cantiknya, sehingga meninggalkan bekas tangan yang memerah di pipi Luo Ning yang putih.


"Bawa dia ke penjara petir abadi, jangan lepaskan dia sebelum dia mau menerima tawaranku!" perintah dewa petir.


"Baik yang mulia" jawab para prajurit tersebut.


Luo Ning hanya bisa pasrah ketika tubuhnya diseret dengan paksa oleh para prajurit tersebut, andaikan saja dia bisa menggunakan kekuatan petir surga, mungkin dia tidak akan berakhir seperti sekarang.


"Lin Feng..." Luo Ning menyebut nama Lin Feng pelan, bersamaan dengan air matanya yang menetes dari kedua matanya yang indah.