
Lin Feng kemudian menarik kembali aura membunuhnya, karena memang sejak awal Lin Feng sama sekali tidak bermaksud untuk menyakiti prajurit tersebut, Lin Feng hanya ingin menunjukkan bahwa apa yang telah dikatakan oleh prajurit tersebut adalah salah.
Lin Feng juga tidak bisa berlama-lama melepaskan aura membunuh terlalu lama di sekte, karena akan banyak orang yang akan terkena dampak dari tekanan intimidasi aura membunuh tersebut, terlebih lagi aura membunuh Lin Feng benar-benar sangat kuat dan bisa saja langsung menyakiti mental seseorang yang kultivasinya masih berada jauh di bawah Lin Feng.
"Meskipun masih tidak bisa mempercayai semua ini, tapi sekarang aku yakin, kalau kau adalah orang yang tepat untuk menjalankan misi ini" ucap prajurit tersebut.
"Misi? apa maksud dari perkataanmu itu?" tanya Lin Feng.
"Benar yang dia katakan Lin Feng, kau akan menjalankan sebuah misi penting dari yang mulia kaisar" jawab Jin Feng Huang menghampiri mereka berdua.
Jin Feng Huang kemudian menjelaskan maksud dari kedatangan prajurit kaisar tersebut kepada Lin Feng, Jin Feng Huang juga menjelaskan sedikit mengenai keadaan kekaisaran yang sedang kacau, meskipun penjelasan Jin Feng Huang hanya garis besarnya saja, tapi Lin Feng sudah bisa menebak seperti apa keadaan di ibukota kekaisaran sekarang.
Meskipun sebenarnya Lin Feng tidak ingin melakukan misi tersebut, namun Lin Feng juga tidak punya pilihan lain dan ini adalah kesempatan baginya untuk memperkuat dirinya lagi, dengan misi menjadi seorang pengawal, tentunya Lin Feng akan menemui banyak pertarungan dan musuh yang kuat.
"Apa aku akan pergi sendiri?" tanya Lin Feng.
"Tidak!... kau akan pergi bersama tetua Liu Changhai dan Lin Tian, misi ini adalah misi yang sangat penting, karena nyawa permaisuri beserta anak-anaknya yang akan menjadi taruhan" jawab Jin Feng Huang.
"Kapan kami akan berangkat?" tanya Lin Feng.
"Kalian akan berangkat besok, semakin cepat kalian berangkat maka akak semakin baik" jawab Jin Feng Huang.
"Baik pemimpin" jawab Lin Feng tegas.
Setelah itu, mereka segera kembali ke ruangan pertemuan, Jin Feng Huang kemudian menjelaskan tentang misi tersebut secara rinci, Jin Feng Huang juga memberikan lencana yang telah di kirimkan oleh kaisar kepada tetua Liu Changhai, dengan lencana tersebut, mereka akan bisa menemui permaisuri dan anak-anaknya di kediaman keluarga Qing.
Karena sudah mendengarkan semua informasi tentang misi mereka, tetua Liu Changhai, Lin Feng dan Lin Tian kemudian langsung kembali ke kediaman mereka untuk bersiap-siap, sebenarnya tidak ada sesuatu yang perlu mereka persiapkan, namun entah kenapa tetua Liu Changhai langsung berpamitan dengan alasan tersebut.
"Guru, memangnya apa yang harus kita persiapkan?" tanya tetua Lin Tian.
"Sebenarnya tidak ada, tapi aku akan memberikan sesuatu yang penting kepada kalian berdua, selama ini aku hanya mengajari dan melatih kalian dengan kekuatan fisik, tanpa memberikan atau mengajari kalian berdua jurus-jurus yang aku ketahui" jawab tetua Liu Changhai.
"Aku dan kak Feng sama sekali tidak keberatan dengan semua itu guru, lagipula yang guru ajarkan selama ini sangat bermanfaat untuk kami" ucap Lin Tian.
Tetua Liu Changhai tersenyum, kemudian berkata. "Meskipun kalian berkata demikian, tapi tetap saja aku harus memberikan kalian setidaknya satu jurus untuk dipelajari."
Setelah itu, tetua Liu Changhai mengeluarkan dua buku berwarna biru dan hitam dari cincin penyimpanannya, kedua buku tersebut adalah kitab jurus yang selama ini telah disimpannya untuk waktu yang lama, bahkan jauh sebelum Lin Feng dan Lin Tian menjadi muridnya.
Akan tetapi, siapa yang akan menyangka bahwa sekarang tetua Liu Changhai malah mendapatkan dua orang murid yang hebat, bahkan slaah satunya benar-benar sangat hebat dan telah memberikan banyak kejutan untuknya, tidak hanya itu saja, bahkan kedua muridnya sangat berbakti kepadanya.
"Guru, buku apa itu?" tanya Lin Tian.
"Kedua buku ini adalah kitab jurus yang sudah aku simpan untuk waktu yang lama, yang berwarna biru ini sangat sesuai untukmu Tian'er, jurus ini bernama jurus pedang pengendali es" jawab tetua Liu Changhai kemudian memberikan kitab berwarna biru kepada Lin Tian.
"Sedangkan yang berwarna hitam sangat sesuai untukmu Feng'er, jurus ini bernama jurus tujuh tebasan kematian" lanjutnya kemudian memberikan buku berwarna hitam kepada Lin Feng.
"Terimakasih guru" jawab Lin Feng dan Lin Tian serempak.
Tetua Liu Changhai kemudian mengatakan kepada mereka berdua bahwa, kedua jurus tersebut adalah jurus tingkat bumi, tetua Liu Changhai juga mengatakan bahwa kedua kitab tersebut dia dapatkan di sebuah pelelangan saat dia berada di ibukota kekaisaran Feng.
Mendengar kata pelelangan, Lin Feng tiba-tiba saja teringat dengan rumah lelang merak milik Mei Yin dan entah kenapa, Lin Feng tiba-tiba saja berpikir bahwa rumah lelang yang dimaksud oleh gurunya adalah rumah lelang merak, namun dengan cepat Lin Feng menghilangkan pikiran tersebut, selain itu, Lin Feng juga terlalu malas untuk bertanya.
"Untuk sekarang, sebaiknya kalian simpan saja kitab tersebut, kalian bisa mempelajarinya saat dalam perjalanan menuju ke kota Shuijing" ucap tetua Liu Changhai.
"Memangnya kami mempunyai waktu yang cukup untuk mempelajari jurus ini guru?" tanya Lin Tian.
"Tentu saja, karena kita akan berangkat menunggangi elang es" jawab tetua Liu Changhai.
"Baik guru" jawab mereka berdua serempak.
Dengan menggunakan elang es, tentu saja perjalanan mereka akan jauh lebih cepat dan juga lebih aman, karena selain kecepatan elang es yang luar biasa, kekuatan elang es juga tidak bisa dipandang dengan sebelah mata, jadi tidak sembarangan kultivator yang berani berhadapan dengan elang es secara langsung.
"Baiklah, sekarang kalian kembali saja dan langsung beristirahat, karena besok kita akan berangkat saat matahari terbit" ucap tetua Liu Changhai.
"Baik guru" jawab keduanya serempak.
Setelah itu mereka berdua langsung kembali ke kediaman mereka yang berada di sebelah kediaman tetua Liu Changhai, Lin Feng dan Lin Tian nampak sangat senang stelah mendapatkan jurus dari gurunya.
Meskipun bukan jurus tingkatan tertinggi, tapi untuk tingkatan kultivasi mereka sekarang, tentu saja tingkatan jurus tersebut sudah tinggi, terlebih lagi bagi Lin Tian yang tingkat kultivasinya masih berada di ranah Gathering Spirit.
"Kak Feng, apa kau benar-benar ingin beristirahat atau kau akan langsung mempelajari jurus yang diberikan oleh guru?" tanya Lin Tian.