Night King : My Life Journey

Night King : My Life Journey
Ch-280. Perang 4 (Amarah Lin Feng)


Lin Feng kemudian melesat turun ke arah kabut asap tersebut dengan kecepatan tinggi, setelah itu, Lin Feng langsung bergegas mencari Luo Ning, yang juga ikut terjebak didalam kabut asap beracun tersebut.


Raut wajah Lin Feng benar-benar terlihat sangat khawatir, terlebih lagi setelah melihat para prajurit yang telah mati karena menghirup kabut asap beracun tersebut, dengan perasaan yang benar-benar kacau, Lin Feng terus mencari keberadaan Luo Ning.


"Luo Ning, kau dimana?!" Lin Feng berteriak keras agar Luo Ning bisa mendengarnya.


"Li-Lin Feng, aku di sini" jawab Luo Ning terbata-bata.


Luo Ning nampak sedang tergeletak tidak berdaya di tanah, karena ia juga telah menghirup kabut asap beracun tersebut, meskipun tubuhnya memiliki ketahanan terhadap racun, tapi ketahanan tubuhnya tersebut hanya berlaku untuk racun-racun biasa.


Sangat berbeda dengan Lin Feng, yang memang sudah memiliki kekebalan terhadap semua jenis racun, baik itu racun biasa ataupun racun mematikan sekalipun, karena sebelumnya, Lin Feng telah mengonsumsi pil yang terbuat dari bunga lotus darah.


Setelah mengetahui keberadaan Luo Ning, Lin Feng langsung bergegas menghampirinya, ia kemudian menggendong tubuh Luo Ning dan langsung menghilang dari tempat tersebut, tidak lama kemudian, Lin Feng telah muncul kembali di dekat Luo Ming An dan yang lainnya.


Luo Ming An, Long Yin Jiang dan ke-enam tetua agung kemudian menghampiri Lin Feng dan Luo Ning, setelah itu, mereka langsung mengalirkan energi spiritualnya ke tubuh Luo Ning, untuk menghilangkan racun yang ada di tubuhnya.


Akan tetapi, usaha mereka tidak membuahkan hasil sama sekali, karena racun yang digunakan oleh Qian Zhi Dao adalah racun tingkat tinggi dan sangat berbahaya, bahkan tubuh Luo Ning sudah semakin melemah dan perlahan-lahan tubuhnya mulai menghijau karena efek dari racun tersebut.


"Sial! Aku sudah tidak punya pil itu lagi, apa yang harus aku lakukan sekarang?!" ujar Lin Feng bingung dan kesal.


"Tuan, gunakan darah tuan untuk menetralkan racunnya" ujar Huise.


"Apa kau yakin?" tanya Lin Feng.


"Aku yakin tuan, percayalah padaku" jawab Huise.


Setelah itu, Lin Feng langsung mengiris telapak tangannya dan kemudian meneteskan darahnya ke mulut Luo Ning, beberapa saat kemudian, tubuh Luo Ning yang mulai menghijau langsung kembali seperti semula, tapi racun yang ada di tubuhnya masih belum menghilang sepenuhnya.


"Tuan ada hal penting yang harus aku sampaikan, darah tuan hanya akan menetralkan racunnya selama satu bulan, setelah itu, racun tersebut akan kembali menggerogoti tubuhnya, sampai dia mati" ucap Huise.


Lin Feng tiba-tiba saja terdiam mendengarkan penjelasan Huise, perasaannya kembali kacau. Dan entah kenapa, hatinya benar-benar terasa sangat sakit saat mendengar hal tersebut, bahkan Lin Feng kembali merasakan perasaan yang sama seperti saat keluarganya dibunuh dengan sangat kejam.


"Tidak akan aku maafkan, kalian semua tidak akan aku maafkan!" ucap Lin Feng pelan.


"Bunuh, aku akan membunuh kalian semua, tanpa tersisa!" lanjutnya.


Luo Ming An, Long Yin Jiang dan ke-enam tetua agung sekte Pedang Suci nampak terkejut mendengar perkataan Lin Feng, bahkan tubuh mereka langsung gemetaran saat memandang wajah Lin Feng yang terlihat sangat menyeramkan, serta aura yang terpancar dari tubuhnya juga sangat mengerikan.


***


Sementara itu, Qian Mo Fan malah tertawa senang saat melihat para prajurit musuh berjatuhan dan mati saat itu juga, lalu Qian Mo Fan memerintahkan seluruh pasukan kekaisaran Qian untuk membunuh musuh yang tersisa, karena ia ingin menggunakan mereka semua sebagai pengorban.


Setelah itu, Qian Mo Fan langsung menciptakan segel tangan yang cukup rumit, beberapa saat kemudian, muncul lingkaran sihir berwarna hitam di tanah tempat Qian Mo Fan berpijak, lalu dari lingkaran sihir tersebut, keluar asap hitam yang sangat aneh dan sangat banyak.


Asap hitam tersebut kemudian terbang menuju ke tubuh para prajurit yang telah mati, lalu asap hitam tersebut menutupi mayat mereka yang telah mati, tidak lama kemudian, asap hitam tersebut tiba-tiba saja menghilang, begitu juga dengan mayat para prajurit yang ikut menghilang tanpa jejak.


Bersamaan dengan menghilangnya tubuh para prajurit tersebut, lingkaran sihir yang ada di bawah kaki Qian Mo Fan juga mengeluarkan cahaya merah seperti darah, cahaya berwarna merah tersebut langsung menyelimuti tubuh Qian Mo Fan.


Tidak hanya itu saja, bersamaan dengan munculnya cahaya berwarna merah tersebut, langit yang semula berwarna biru dan sangat cerah, juga langsung berubah menjadi gelap dan ditutupi oleh awan hitam yang sangat tebal.


Cahaya merah tersebut juga mengeluarkan aura kematian yang sangat mengerikan dan energi kegelapan yang sangat besar, yang membuat semua orang yang ada di sekitarnya, merasakan rasa takut yang sangat besar.


"Hahahaha! Sebentar lagi, aku akan berhasil menguasai benua biru ini" ucap Qian Zhi Dao tertawa lantang.


***


Di sisi lain, Lin Feng nampak sedang melampiaskan kemarahannya dengan cara membantai pasukan kekaisaran Qian, mereka semua benar-benar tidak bisa berbuat apa-apa dihadapan Lin Feng, jangankan untuk melakukan serangan balasan, bahkan untuk bergerak saja mereka tidak bisa.


Bukan karena ada sesuatu yang menhan mereka untuk bergerak, tapi mereka memang tidak mampu bergerak lagi karena seluruh tubuhnya gemetaran karena rasa takut, yang membuat mereka semua hanya pasrah menunggu kematian mereka.


"Lagi! Aku ingin membunuh lebih banyak lagi!" ujar Lin Feng.


Lin Feng benar-benar sudah menggila karena amarahnya yang terlalu besar, sama seperti saat Lin Feng menghabisi para pasukan mafia yang telah membunuh keluarganya, tidak ada satupun yang bisa menghentikan Lin Feng yang sekarang, bahkan Huise saja sudah tidak bisa menghentikannya, kecuali jika Lin Feng memang ingin berhenti membunuh.


Meskipun sedang menggila, namun Lin Feng tidak kehilangan kesadaran sama sekali, dia benar-benar sangat sadar saat melakukan pembantaian tersebut, bahkan Lin Feng masih bisa tersenyum karena menikmati pembunuhan tersebut.


"Tujuh tebasan kematian!" ucap Lin Feng pelan.


Tujuh aura pedang yang sangat besar melesat kearah pasukan kekaisaran Qian, kemudian memotong tubuh mereka semua, setelah itu, Lin Feng melesat dengan kecepatan tinggi dan melanjutkan aksinya membantai semua pasukan kekaisaran Qian.


Luo Ming An, Long Yin Jiang dan semua orang yang menyaksikan hal tersebut hanya bisa menggelengkan kepalanya, bahkan tanpa sadar, mereka semua benar-benar merasa takut dengan sosok Lin Feng yang sekarang.


"Apa dia masih manusia?" tanya Luo Ming An dalam hatinya.