
Benua Utara, hutan para monster.
Setelah menghancurkan kekaisaran Tang, Lin Feng yang awalnya ingin kembali ke benua Timur, tiba-tiba saja mengurungkan niatnya untuk kembali dan malah pergi menuju ke hutan para monster. Alasannya pergi ke hutan tersebut adalah, karena hutan para monster adalah tempat dimana dia mendapatkan hadiah yang sangat berharga dari rusa agung tujuh cahaya.
Selain itu, hutan para monster adalah tempat dimana Lin Feng mengetahui banyak hal tentang dirinya, lalu hutan para monster adalah tempat latihan pertamanya setelah pergi meninggalkan sekte Phoenix Emas, walaupun saat itu Lin Feng pergi dalam keadaan tidak sadar, karena yang mengendalikan tubuhnya adalah Huise. Intinya adalah, begitu banyak kenangan Lin Feng yang tersimpan di hutan tersebut, yang tidak mungkin ia lupakan begitu saja.
"Setelah beberapa tahun berlalu, ternyata hutan ini masih belum berubah sedikitpun" ucap Lin Feng, sambil berjalan menyusuri hutan dengan santai.
Saat pertama kali datang ke hutan para monster, Lin Feng tidak akan berani berjalan santai seperti sekarang, karena pada saat itu kekuatannya masih sangat lemah dan sangat sulit baginya untuk menghadapi para monster di hutan tersebut. Tapi sekarang, justru para monster di hutan tersebutlah yang sangat waspada terhadap Lin Feng. Jangankan untuk menyerang Lin Feng, bahkan mendekatinya saja mereka tidak memiliki keberanian, karena aura yang keluar dari tubuh Lin Feng sangat menakutkan bagi mereka.
Setelah cukup lama berjalan menelusuri hutan para monster, Lin Feng akhirnya sampai di kaki sebuah bukit yang cukup tinggi, yang mana di tengah-tengah bukit tersebut terdapat sebuah gua yang sangat tidak asing bagi Lin Feng, gua tersebut tidak lain adalah gua yang menjadi tempat tinggal Lin Feng selama ia berada di hutan para monster, bisa dikatakan jika gua tersebut adalah rumah Lin Feng selama berada di hutan para monster.
"Gua ini juga tidak banyak berubah, bahkan masih terlihat sama seperti saat aku masih tinggal di sini beberapa tahun yang lalu" Lin Feng bergumam pelan, kemudian melangkahkan kakinya memasuki gua tersebut.
Saat berada di dalam gua, Lin Feng kemudian menghampiri sebuah batu besar dengan permukaan yang datar, ia kemudian menyentuh permukaan batu tersebut dengan tangannya, tidak lama kemudian, Lin Feng tiba-tiba saja tersenyum ketika ingatan tantang gua tersebut kembali muncul di dalam ingatannya. Setelah itu, Lin Feng duduk di atas permukaan batu tersebut, dengan posisi duduk bermeditasi.
"Huise, aku ingin menyerap kristal jiwa naga hitam, selama aku bermeditasi, aku ingin kau melindungi tempat ini" ucap Lin Feng memberikan perintah.
"Baik tuan!" ujar Huise, kemudian keluar dari tubuh Lin Feng dan langsung pergi keluar gua.
Tidak lama setelah Huise meninggalkan gua, Lin Feng langsung mengeluarkan kristal berwarna hitam dari cincin penyimpanannya, meski energi yang terkandung dalam kristal hitam tersebut tidak sebanding dengan energi dari kristal biru sebelumnya, tapi Lin Feng sangat yakin jika energi dari kristal hitam tersebut sudah cukup untuk membuatnya menembus ke ranah selanjutnya, yaitu ranah Heavenly Emperor.
"Berhasil atau tidaknya, tergantung dengan kristal hitam ini" ucap Lin Feng, sambil menatap kristal hitam yang melayang dihadapannya.
Sebelum melakukan penyerapan, Lin Feng melakukan kebiasaannya terlebih dahulu, yaitu menghela nafas panjang melalui hidung, kemudian membuangnya secara perlahan melalui mulut dan melakukannya berulang-ulang sebanyak tiga kali, hal itu sengaja ia lakukan untuk menenangkan hatinya, serta membuang semua beban pikirannya, karena hanya dengan begitu, ia baru bisa fokus melakukan penyerapan ataupun bermeditasi.
Setelah hati dan pikirannya benar-benar tenang, Lin Feng kemudian menutup matanya secara perlahan dan langsung menyerap energi yang terkandung dalam kristal hitam tersebut. Bersamaan dengan itu, energi yang ada di dalam kristal hitam mulai keluar dengan perlahan-lahan, lalu masuk kedalam tubuh Lin Feng dan langsung mengisi titik Dantian miliknya.
Ketika sampai di luar gua, Huise langsung menciptakan formasi pelindung untuk menutupi gua, agar tidak ada seorangpun yang bisa masuk kedalam gua tersebut, dengan adanya formasi pelindung tersebut, tidak akan lagi yang bisa mengganggu Lin Feng yang sedang melakukan penyerapan di dalam gua tersebut. Entah itu para Beast atau manusia sekalipun, tidak akan ada yang mampu menghancurkan formasi pelindung yang diciptakan oleh Huise tersebut, karena kekuatan ketahanannya benar-benar sangat luar biasa.
"Sekarang sudah aman, kalau begitu saatnya bagiku untuk meningkatkan kekuatan juga" Huise bergumam pelan, kemudian pergi meninggalkan gua tersebut.
Tapi proses peningkatan kekuatan Huise jauh lebih cepat dibandingkan dengan Lin Feng, karena Huise hanya perlu menyerap jiwa para Beast, yang kemudian jiwa para Beast itulah yang akan berubah menjadi kekuatannya, bisa dikatakan jika Huise mampu meningkatkan kekuatannya dengan instan. Berbeda dengan Lin Feng yang memerlukan sumberdaya untuk meningkatkan kekuatannya dan yang pasti, membutuhkan waktu sebelum kekuatannya meningkat.
Karena sekarang ia sedang berada di hutan para monster, tentu saja dia tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan untuk meningkatkan kekuatannya, karena hutan para monster adalah tempat tinggal para Beast dan yang pastinya, ladang berburu yang sangat cocok untuk Huise. Meskipun tidak menyerap semua jiwa Beast yang ada di sana, setidaknya ia bisa meningkatkan kekuatannya menjelang Lin Feng selesai melakukan penyerapan.
***
Dua hari kemudian.
Setelah dua hari berlalu dengan cepat, Lin Feng akhirnya berhasil menyerap semua energi yang terkandung dalam kristal hitam, meski energi yang ada pada kristal hitam tidak terlalu banyak, tapi energi dari kristal tersebut telah cukup untuk memenuhi Dantian Lin Feng dan sebentar lagi, energi tersebut akan membuat Lin Feng menembus ke ranah selanjutnya. Tapi berhasil atau tidaknya, tetap tergantung pada Lin Feng sendiri.
Wushh... Aura yang sangat besar keluar dari tubuh Lin Feng dan berhasil membuat gua sedikit berguncang, seiring berjalannya waktu, aura yang keluar dari tubuh Lin Feng justru semakin besar. Bersamaan dengan munculnya aura tersebut, tubuh Lin Feng juga langsung diselimuti oleh cahaya merah kehitaman yang terlihat sangat menakutkan.
Boom!
Boom!
Tidak lama kemudian, dari dalam tubuh Lin Feng terdengar suara ledakan teredam sebanyak dua kali, yang menandakan jika tingkat kultivasinya telah menembus keranah selanjutnya, yaitu ranah Heaven Emperor. Tidak hanya sekedar menembus ranah saja, tingkat kultivasinya juga berhasil naik satu bintang. Beberapa menit setelah ledakan teredam terdengar, Lin Feng akhirnya membuka matanya lagi, lalu aura besar yang keluar dari tubuhnya juga mulai menghilang secara perlahan-lahan.
"Akhirnya kekuatanku meningkat lagi, sekarang menghadapi Yama bukanlah masalah lagi bagiku. Tapi, aku tidak bisa puas begitu saja, karena aku sendiri juga tidak mengetahui kekuatan Yama yang sesungguhnya" Lin Feng bergumam pelan, kemudian beranjak dari tempat duduknya dan kemudian melangkahkan kakinya keluar gua.