
Tidak hanya memperkenalkan kedua cucunya saja, Lin Jianheeng juga mengatakan kepada seluruh anggota keluarga Lin bahwa dia akan membawa kembali putrinya yang sudah lama pergi meninggalkan keluarga Lin, semua orang langsung bersorak gembira mendengar berita tersebut, mereka semua tentunya sangat senang karena sudah sangat lama mereka merindukan nona muda mereka yang terkenal sangat baik hati.
Pada saat Lin Hua meninggalkan keluarga Lin, hampir semua anggota keluarga Lin menjadi sangat bersedih, meskipun mereka tahu bahwa Lin Hua saat itu melakukan kesalahan, tapi mereka sama sekali tidak pernah mengharapkan Lin Hua pergi meninggalkan keluarga Lin, karena mau bagaimanapun, Lin Hua adalah orang yang sangat peduli dengan anggota keluarganya.
Bahkan setelah mendapatkan berita tentang kepergian Lin Hua, seluruh anggota keluarga Lin sama sekali tidak melakukan kegiatan apapun selama tiga hari, bahkan gerbang keluarga Lin juga di tutup dan tidak pernah di buka selama tiga hari tersebut, sehingga pada saat itu keluarga Lin sampai di katakan menjadi keluarga mati oleh para penduduk kota.
Setelah selesai memperkenalkan kedua cucunya kepada keluarga Lin, Lin Jianheeng kemudian meminta kedua cucunya untuk bercengkrama dengan anggota keluarga mereka, agar mereka bisa menjadi akrab dan menjalin hubungan baik dengan para pemuda keluarga Lin yang seusia dengan mereka.
"Duan'er, Dian'er, sekarang siapkan pasukan dan kita akan langsung berangkat ke kota Awan untik menjemput Hua'er" ucap Lin Jianheeng.
"Baik ayah" jawab Lin Duan dan Lin Dian serempak.
"Jika terjadi sesuatu yang buruk pada putriku, maka aku akan benar-benar memusnahkan keluarga Zhao" batin Lin Jianheeng.
Para penduduk kota Zuanshi tentunya sangat mengenal seperti apa kekuatan dan kekejaman keluarga Lin, mereka akan benar-benar memusnahkan siapa saja yang berani mengusik keluarganya, bahkan keluarga Lin pernah memusnahkan satu keluarga banhsawan yang juga ada di kota Zuanshi hanya dalam satu malam.
Para penduduk kota saat itu benar-benar tidak menyadari bahwa telah terjadi peperangan di kota mereka, mereka semua hanya menemukan kehancuran dari salah satu keluarga bangsawan di kota Zuanshi saat pagi hari, dan setelah di selidiki ternyata yang melakukan hal itu adalah keluarga Lin, dan sejak saat itu keluarga Lin menjadi keluarga bangsawan yang sangat di takuti di kota Zuanshi, serta mereka menyebut peristiwa tersebut sebagai malam berdarah.
Setelah selesai mempersiapkan pasukan, Lin Jianheeng langsung memimpin mereka semua untuk segera berangkat menuju ke kota awan, namun sebelum berangkat Lin Jianheeng meminta kepada seluruh anggota keluarga untuk mempersiapkan pesta penyambutan untuk anaknya nanti.
**
Setelah kepergian Lin Jianheeng dan kedua anaknya beserta Zhao Feng dan juga Zhao Tian, pembicaraan pemimpin sekte dan para tetua sekte terus berlanjut, mereka semua nampak sedang membahas masalah internal yang terjadi di sekte Phoenix Emas, namun di tengah-tengah pertemuan, tetua Zhang Kaibo tiba-tiba saja meminta izin kepada pemimpin sekte untuk tidak mengikuti pertemuan tersebut sampai selesai.
"Maaf pemimpin dan semuanya, sepertinya aku harus pergi sekarang" ucap Zhang Kaibo.
"Ada urusan mendesak apa sampai tetua Zhang harus pergi saat sedang pertemuan seperti ini?" tanya Jin Feng Huang.
"Tidak ada masalah apa-apa pemimpin, hanya saja aku lupa kalau hari ini aku akan mengajari murid-murid ku beberapa jurus baru" jawab Zhang Kaibo.
"Bukankah kau bisa mengajari mereka nanti setelah pertemuan ini, dan aku rasa muridmu tidak akan keberatan sama sekali" ucap Jin Feng Huang.
"Memang benar apa yang pemimpin katakan, hanya saja aku sudah berjanji untuk mengajari mereka hari ini" jawab Zhang Kaibo.
"Hahh, baiklah kalau begitu aku izinkan kau pergi" ujar Jin Feng Huang.
"Terimakasih pemimpin, sekali lagi aku minta maaf" ucap Zhang Kaibo kemudian pergi meninggalkan aula pertemuan.
"Aneh, kenapa dia tiba-tiba pergi begitu saja di tengah-tengah pembicaraan, dan sikapnya juga nampak berbeda setelah bertemu dengan Lin Jianheeng" batin Liu Changhai.
Setelah meninggalkan aula pertemuan, Zhang Kaibo langsung bergegas pergi menuju kediamannya, wajahnya benar-benar nampak sangat khawatir ketika memikirkan akibat dari perbuatannya yang telah berani berniat membunuh cucu keluarga Lin.
"Dengan begini aku hanya bisa berharap semoga tidak terjadi apa-apa kepada keluarga Zhang ku" gumam Zhang Kaibo.
"Paman, kau kenapa?" tanya Zhang Jun yang baru saja datang.
"Jun'er dengarkan paman, mulai sekarang berhentilah menyinggung Zhao Feng" jawab Zhang Kaibo.
"Apa maksud paman?" tanya Zhang Jun bingung.
"Zhao Feng adalah cucu patriark keluarga Lin dan kau tau sendiri keluarga Lin itu seperti apa" jawab Zhang Kaibo.
"Tidak paman, dia sudah berani mematahkan tanganku dan menghinaku di depan umum, jadi aku pasti akan membalaskan dendam dan penghinaan yang dia berikan padaku!" ujar Zhang Jun.
"Apa kau bodoh, bukankah kau tahu sendiri bagaimana kejamnya kelaurga Lin kepada musuh mereka?" tanya Zhang Kaibo.
"Aku tau itu paman, tapi coba paman pikirkan lagi, dari mana patriark keluarga Lin bisa mendapatkan cucu, bukankah kita semua tahu bahwa kedua anaknya belum ada yang menikah" jawab Zhang Jun.
"Benar juga, aku sama sekali tidak memikirkan hal itu" ucap Zhang Kaibo.
Karena merasa apa yang di katakan oleh keponakannya masuk akal, Zhang Kaibo kemudian memanggil kembali burung api dan menghancurkan surat yang sebelumnya sudah ia tulis untuk memperingatkan kakaknya.
"Aku yakin ini semua adalah akal-akalan tetua Liu Changhai" gumam Zhang Kaibo.
Setelah itu Zhang Kaibo mengajak Zhang Jun untuk berlatih bersama murid-muridnya yang lain, lagi pula dia memang ingin mengajari murid-muridnya beberapa jurus baru yang lebih kuat.
**
Pembunuh bayaran yang sebelumnya di perintahkan untuk mencari informasi mengenai latar belakang Zhao Feng berhasil menyelinap masuk ke dalam wilayah keluarga Lin, pembunuh bayaran tersebut bercengkrama dengan anggota keluarga Lin lainnya sembari mencari informasi tentang Zhao Feng.
Meskipun pembunuh bayaran tersebut berhasil berbaur dengan anggota keluarga Lin, namun keberadaannya tidak bisa lepas dari pengawasan Lin Feng yang sudah sejak awal menyadari keberadaan sang pembunuh bayaran tersebut, hanya saja untuk saat ini Lin Feng tidak bisa melakukan apa-apa, sebab kekuatannya masih belum sebanding dengan pembunuh bayaran tersebut.
"Sepertinya Asosiasi pembunuh bayaran benar-benar tidak ingin melepaskan aku" gumam Lin Feng.
"Kak Feng kau kenapa?" tanya Lin Tian.
"Tidak apa-apa, aku hanya sedang menikmati suasana kebersamaan ini" jawab Lin Feng santai.
"Kalau begitu mari kita bergabung bersama mereka" ajak Lin Tian.