Night King : My Life Journey

Night King : My Life Journey
Ch-215. Kedatangan pangeran dan tuan putri


Setelah selesai mempersiapkan segala sesuatunya, Luo Ming An beserta kedua anaknya langsung pergi menuju ke sekte pedang suci, dengan di kawal langsung oleh jendral Ye Xuan dan para prajurit elit kekaisaran Luo, sementara untuk urusan kekaisaran, diserahkan kepada para petinggi istana untuk sementara waktu.


"Ingatlah untuk meningkatkan keamanan saat aku tidak berada di istana, tangkap siapa saja yang mencurigakan dan penjarakan di penjara bawah tanah, jika melawan dan mengancam maka langsung habisi saja" ucap Luo Ming An.


"Baik yang mulia" jawab para petinggi istana.


"Baiklah, kalau begitu kami berangkat sekarang" ucap Luo Ming An.


Setelah itu, Luo Ming An langsung memanggil Beast Spirit miliknya agar bisa mengantarkan mereka menuju ke sekte pedang suci, tidak lama kemudian, dari langit nampak seekor singa yang mempunyai sepasang sayap melesat turun ke halaman istana kekaisaran.


Singa yang mempunyai sepasang sayap tersebut adalah singa badai, yang merupakan Beast Spirit milik kaisar Luo Ming An, singa badai sendiri menguasai dua kekuatan elemen yang sangat besar, yaitu elemen angin dan elemen petir, singa badai milik Luo Ming An juga merupakan Beast Spirit tingkat Mahayana.


Setelah mendarat di halaman istana kekaisaran, Singa Badai langsung menundukkan kepalanya untuk memberikan hormat kepada Luo Ming An, tidak lama kemudian, Luo Ming An langsung mengajak kedua anaknya untuk naik ke punggung Singa Badai yang berukuran sangat besar tersebut.


"Jendral Ye, kau dan pasukan ikuti kami dari kejauhan, jika ada yang mencurigakan langsung hancurkan" ucap Luo Ming An.


"Baik yang mulia" jawab jendral Ye Xuan.


Setelah itu, Singa Badai langsung membawa Luo Ming An dan kedua anaknya melesat terbang ke langit, kemudian diikuti oleh jendral Ye Xuan dan para prajurit elit kekaisaran. Luo Ming An kemudian memerintahkan singa badai agar tidak terbang terlalu cepat, agar jendral Ye Xuan dan para prajurit tidak tertinggal terlalu jauh.


***


Sementara itu, di ibukota kekaisaran Luo. Beberapa orang pemuda nampak sedang berkumpul di salah satu restoran mewah yang ada di ibukota kekaisaran Luo, para pemuda tersebut tidak lain adalah Xie Wang Jun dan teman-temannya, yang nampak masih menyimpan dendam dengan Lin Feng.


"Bagaimana, apa kalian menemukan dimana pemuda itu?" tanya Xie Wang Jun.


"Maaf tuan muda, tapi kami tidak mendapatkan informasi apapun mengenai pemuda tersebut, kabar terakhir yang kami dapatkan dia sedang berada di istana kekaisaran, tapi setelah itu menghilang entah kemana" jawab salah seorang temannya.


"Sial! Kemana perginya pemuda sialan itu? Apa jangan-jangan dia sudah kabur karena takut dengan sekte pedang suci?" gumam Xie Wang Jun kesal.


"Apa tuan muda sudah memberitahukan mengenai rencana kita kepada tetua?" tanya salah seorang temannya.


"Aku sudah menceritakannya kepada tetua Yun, tapi entah kenapa dia sepertinya tidak mempercayai ceritaku, tapi tenang saja, karena tetua Liang sudah berjanji akan membalaskan dendam teman kita dan mencari pemuda bernama Lin Feng tersebut" jawab Xie Wang Jun.


"Tetua Liang? Bukankah dia adalah tetua kedua sekte kita? Kenapa tuan muda malah meminta bantuannya?" tanya teman Xie Wang Jun.


"Sebenarnya aku tidak ingin meminta bantuannya, tapi karena sifatnya yang kasar dan pemarah, makanya aku meminta bantuannya, lagipula tetua Liang juga bukan orang sembarangan" jawab Xie Wang Jun.


"Setelah ini, kita harus meneruskan pencarian kita, jangan sampai bocah sialan itu lepas, karena aku benar-benar sangat tidak terima atas perlakuannya saat itu" lanjutnya.


Setelah selesai makan dan membayar makanan mereka semua, Xie Wang Jun dan teman-temannya langsung melanjutkan misi mereka untuk mencari keberadaan Lin Feng, meskipun masih belum mendapatkan petunjuk apapun, namun mereka semua masih belum mau menyerah sedikitpun.


"Dimana kau pemuda sialan, jangan katakan kalau kau sudah pergi meninggalkan kekaisaran ini karena takut dengan sekte pedang suci" gumam Xie Wang Jun kesal.


***


Setelah menempuh perjalanan yang tidak terlalu jauh dengan terbang, kaisar Luo Ming An dan kedua anaknya beserta para pengawalnya akhirnya sampai di lembah pedang, kedatangan mereka semua disambut secara langsung oleh para tetua sekte pedang suci, karena sebelumnya tetua Yun Zhang sudah memberitahukan tentang kedatangan mereka.


"Selamat datang yang mulia kaisar" ucap para tetua sekte serempak sambil memberikan hormat.


"Terimakasih atas sambutannya para tetua sekalian, aku benar-benar merasa tersanjung karena di sambut secara langsung oleh tetua sekalian" jawab Luo Ming An.


"Tidak perlu sungkan yang mulia, karena ini suatu kehormatan untuk kami dan sekte pedang suci" ucap tetua Yun Zhang.


"Kalau begitu mari kita bicara di dalam saja yang mulia" ajak tetua Yun Zhang.


"Maaf tetua, bukannya aku tidak ingin singgah dan mengobrol dengan kalian semua, tapi aku benar-benar tidak bisa meninggalkan ibukota terlalu lama, jadi aku hanya bisa mengantar kedua anakku sampai di gerbang saja" jawab kaisar Luo Ming An ramah.


"Ah ya... tentu saja yang mulia, maafkan aku karena telah menyita waktu yang mulia" ucap tetua Yun Zhang.


"Tidak perlu minta maaf tetua, kalau begitu aku pergi sekarang" ujar kaisar Luo Ming An.


"Yuan'er, Ning'er, belajarlah dengan giat dan jangan menyusahkan para tetua, ingatlah janji kalian kepada Lin Feng dan terutama kau Ning'er" lanjutnya memberikan sedikit nasehat.


"Baik ayah" jawab Luo Yuan dan Luo Ning serempak.


"Kalau begitu ayah pergi sekarang" ujar Luo Ming An kemudian pergi meninggalkan lembah pedang, kemudian diikuti oleh jendral dan semua pasukan.


Setelah Luo Ming An dan pasukan yang menjadi pengawalnya pergi meninggalkan lembah pedang, tetua Yun Zhang dan tetua lainnya langsung mengajak Luo Yuan dan Luo Ning masuk ke sekte pedang suci. Saat mereka berdua masuk ke wilayah sekte, semua mata langsung tertuju pada mereka berdua.


Mereka semua yang mengetahui siapa Luo Yuan dan Luo Ning nampak kebingungan, karena tidak pernah menyangka bahwa mereka akan datang ke sekte pedang suci, sementara mereka yang tidak mengenalnya, juga nampak bingung, karena melihat perlakuan para tetua yang sangat hormat kepada mereka berdua.


"Apa kau tahu siapa dia orang itu? Kenapa para tetua sangat hormat kepada mereka berdua?" tanya salah seorang pemuda pada temannya.


"Mereka adalah pangeran dan tuan putri kekaisaran Luo" jawab temannya.


"Pantas saja perlakukan para tetua sangat hormat kepada mereka berdua" gumam pemuda yang bertanya sebelumnya.


"Karena kau sudah tahu siapa mereka berdua, sebaiknya jangan berbuat hal yang tidak-tidak kepada mereka berdua, jika tidak, kau akan mendapatkan hukuman yang sangat mengerikan, bahkan lebih mengerikan dari kematian" ujar teman pemuda tersebut dengan berbisik-bisik.


"Apa kau gila?! Siapa yang berani berbuat macam-macam dengan mereka berdua?" tanya pemuda tersebut kesal.