
"Apa hanya itu permintaan yang kau inginkan?" tanya Lin Feng.
"Benar yang mulia" jawab singa api abadi.
"Baiklah, keinginanmu akan aku kabulkan" ucap Lin Feng.
"Terimakasih yang mulia" ujar singa api abadi.
Lin Feng kemudian mengangkat telapak tangannya dari kepala singa api abadi dan bersamaan dengan itu, jiwa singa api abadi langsung tertarik keluar dari tubuhnya kemudian masuk kedalam tubuh Lin Feng, atau lebih tepatnya masuk kedalam tubuh Huise.
Sebelum pergi meninggalkan tempat tersebut, Lin Feng mengambil kristal inti jiwa milik singa api abadi dan kemudian menyimpan tubuh singa api abadi kedalam cincin penyimpanannya, setelah itu Lin Feng langsung kembali ke sekte Phoenix Emas untuk menyelesaikan peperangan yang sedang terjadi.
***
Peperangan yang sedang terjadi di sekte Phoenix Emas masih belum mencapai akhir, meskipun begitu korban yang berjatuhan akibat peperangan tersebut terus bertambah dari semua pihak, peperangan tersebut juga menghancurkan hampir setiap bangunan yang ada di sekte Phoenix Emas.
Saat semua orang sedang sibuk berperang, Lin Feng tiba-tiba muncul dan langsung melepaskan aura membunuh sangat sangat besar, bahkan aura membunuh yang ia lepaskan sekarang jauh lebih besar dari aura membunuh yang Lin Feng lepaskan sebelumnya, tapi tentunya aura membunuh tersebut telah dilepaskan oleh Huise yang tentunya mempunyai aura membunuh yang lebih kuat daripada Lin Feng.
Peperangan seketika itu juga langsung berhenti karena semua orang merasa sangat terintimidasi dan kesulitan bernafas serta bergerak, karena tekanan aura membunuh yang sangat kuat menerpa tubuh mereka semua, semua orang yang ada di sana langsung mengalihkan pandangannya kepada Lin Feng.
"Singa api abadi sudah aku bunuh, jadi hentikan peperangan ini sekarang juga atau aku akan membunuh kalian semua" ucap Lin Feng santai.
"Feng'er apa maksudmu, apa kau ingin melepaskan mereka begitu saja?" tanya Lin Jianheeng.
"Pak tua, aku sama sekali tidak ada urusannya dengan peperangan kalian semua, hanya saja tuanku tidak ingin sekte ini hancur karena ulah kalian, aku melepaskan mereka sekarang bukan berarti aku melarang kalian untuk melanjutkan peperangan" jawab Lin Feng sinis.
Lin Jianheeng sangat terkejut mendengar jawah cucunya, sekarang barulah Lin Jianheeng menyadari bahwa pemuda yang di hadapannya saat ini memang bukan cucunya, meskipun tubuhnya adalah tubuh Lin Feng, tapi jiwanya sama sekali bukan milik Lin Feng.
Setelah mendengar perkataan Lin Feng, Zhang Jiangwu beserta ketiga pemimpin sekte langsung menarik mundur pasukan mereka, sebab mereka semua tahu bahwa Lin Feng sama sekali tidak bercanda dengan ucapannya, jika Lin Feng mau, maka mereka semua benar-benar akan mati saat itu juga.
"Lin Feng, atau siapapun kau saat ini, aku ucapkan terimakasih karena telah menyelamatkan sekte Phoenix Emas, aku berjanji akan membalaskan perbuatan mereka" ucap Jin Feng Huang.
"Terserah kau saja, tapi untuk sementara aku akan pergi karena tuanku sedang dalam keadaan terluka" jawab Lin Feng.
"Pak tua Lin, jika kau ingin menghabisi keluarga Zhang, maka jangan pernah menyisakan mereka satupun tanpa terkecuali" lanjutnya kemudian menghilang dari tempat tersebut.
"Meskipun peperangan telah berhenti tapi keluarga Zhang harus tetap kita musnahkan, kembali ke kota sekarang dan langsung hancurkan mereka!" ujar Lin Jianheeng memberikan perintah.
"Baik patriark" jawab pasukan keluarga Lin.
"Pemimpin, aku benar-benar minta maaf karena telah membuat keributan di sekte mu, aku berjanji setelah memusnahkan keluarga Zhang aku akan mengirimkan bantuan untuk membangun kembali sekte Phoenix Emas" ucap Lin Jianheeng kemudian pergi mengejar pasukan Zhang Jiangwu.
Setelah kepergian Lin Jianheeng bersama seluruh pasukannya, Jin Feng Huang langsung memberikan perintah kepada pasukan Phoenix untuk mengejar pasukan khusus dari ketiga sekte, karena mau bagaimanapun juga Jin Feng Huang tidak ingin berdiam diri begitu saja setelah sektenya hampir di hancurkan oleh ketiga sekte tersebut.
"Para tetua, tinggallah di sekte dan sembuhkan semua murid yang terluka, aku akan pergi bersama pasukan Phoenix untuk menghancurkan mereka yang telah berani berbuat masalah di sekte kita" ucap Jin Feng Huang.
"Baik pemimpin" jawab para tetua serempak.
Setelah itu Jin Feng Huang langsung memanggil Phoenix Emas yang merupakan penjaga sekaligus Beast Spirit milik Jin Feng Huang, para murid dan tetua yang selama ini hanya mendemgar cerita tentang keberadaan Phoenix Emas tersebut langsung dibuat kagum, sebab mereka akhirnya bisa melihat keagungan dari sang Phoenix Emas yang merupakan lambang sekte mereka.
**
Setelah menghilang dari sekte Phoenix Emas, Lin Feng langsung muncul kembali di sebuah hutan yang berada sangat jauh dari sekte, setelah itu Huise langsung menghubungi Lin Jianheeng melalui telepati untuk memberitahukan kepada Lin Jianheeng agar tidak perlu mencari Lin Feng, Huise juga berjanji bahwa dia akan menjaga Lin Feng dan akan membawanya kembali setelah Lin Feng sembuh.
"Tuan, aku mohon bertahanlah aku akan membawamu pergi ke tempat yang sangat cocok untukmu meningkatkan kekuatan" gumam Huise.
Setelah itu Lin Feng langsung melesat dengan kecepatan tinggi menuju ke arah Utara, tujuan Lin Feng atau Huise yang sedang meminjam raga Lin Feng adalah hutan para monster, seperti namanya hutan para monster adalah hutan yang menjadi sarang bagi semua monster yang ada di benua biru, mulai dari monster terlemah sampai monster terkuat berada di hutan tersebut.
Alasan Huise membawa Lin Feng ke hutan tersebut adalah untuk meningkatkan kekuatan Lin Feng, karena dengan menyerap inti kristal jiwa milik para monster kultivasi Lin Feng akan meningkat dengan sangat cepat, selain itu di hutan para monster juga terdapat tumbuhan-tumbuhan herbal yang sangat langka dan tentunya akan bisa membantu penyembuhan Lin Feng.
Seperti kata Huise sebelumnya, setelah jiwa mereka benar-benar bersatu, maka Lin Feng akan mendapatkan luka yang cukup parah bahkan berpotensi untuk merenggut nyawanya, hal itu bisa terjadi karena saat ini kekuatan Lin Feng masih sangat lemah dan masih belum bisa menahan kekuatan Huise yang sangat besar.
"Ini gawat, aura kehidupan tuan semakin melemah, jika seperti ini tuan akan mati sebelum mencapai hutan para monster" ucap Huise.
"Serigala bintang, kenapa kau sangat khawatir?"
Saat Lin Feng sedang melesat dengan kecepatan tinggi tiba-tiba saja ada suara yang masuk ke kepalanya, ketika mendengar suara tersebut Lin Feng langsung menghentikan langkahnya dan kemudian berlutut.
"Hormat hamba yang mulia dewi" ucap Lin Feng.