Night King : My Life Journey

Night King : My Life Journey
Ch-209. Jiwa silat bayangan


Setelah mendengar penjelasan dari Huise mengenai tubuh petir surga, Lin Feng merasa harus segera memberitahukan hal tersebut kepada Luo Ming An, karena mau bagaimanapun juga, Luo Ning adalah anaknya.


Meskipun Lin Feng selalu bersikap dingin dan kejam, namun Lin Feng juga masih punya hati nurani, tentunya Lin Feng tidak ingin membuat Luo Ming An bersedih, apa lagi sampai kehilangan anaknya, karena Lin Feng sendiri sudah pernah merasakan sakitnya kehilangan keluarga.


"Besok aku akan langsung memberitahukan informasi ini kepada Luo Ming An" gumam Lin Feng.


Meskipun masalah yang membuat dirinya gelisah sudah berhasil diatasi, namun entah mengapa Lin Feng masih tetap tidak bisa tidur, padahal dia sudah tidak memikirkan apapun lagi saat ini.


Lin Feng kemudian teringat dengan gulungan hitam yang sebelumnya dia temukan di dalam dunia kuno, berhubung sekarang dia tidak bisa tidur, Lin Feng kemudian memutuskan untuk memeriksa gulungan tersebut dan mencari cara untuk bisa membukanya, karena Lin Feng benar-benar penasaran dengan isi gulungan hitam tersebut.


"Sebenarnya ada rahasia apa di dalam gulungan ini" gumam Lin Feng sambil menatap gulungan hitam di tangannya.


Setelah itu, Lin Feng kembali mencoba membuka gulungan hitam tersebut, namun hasilnya masih tetap sama seperti sebelumnya, sekeras apapun Lin Feng mencobanya, gulungan tersebut tetap tidak bisa terbuka sama sekali, Lin Feng bahkan telah mencoba menggunakan energinya, tapi hasilnya masih sama saja.


Karena bigung dan sudah tidak tahu lagi cara apa yang harus ia lakukan untuk membuka gulungan tersebut, Lin Feng kemudian mencoba menggunakan aura membunuhnya, jika dipikirkan lagi, apa yang Lin Feng lakukan sekarang sama sekali tidak masuk akal, karena selama ini belum pernah ada yang mencoba membuka gulungan dengan menggunakan aura membunuh.


Bahkan mungkin jika sampai terdengar oleh kultivator lain, mungkin saja Lin Feng akan menjadi bahan tertawaan mereka semua, karena aura membunuh yang biasanya digunakan untuk mengintimidasi seseorang, malah digunakan untuk membuka gulungan.


Akan tetapi, usaha Lin Feng justru membuahkan hasil, karena gulungan hitam di tangannya seperti merespon aura membunuh yang Lin Feng keluarkan, Lin Feng tentu saja sangat kaget melihat hal tersebut, padahal sebelumnya dia hanya ingin mencoba saja, karena sudah tidak ada cara lain lagi.


Tapi siapa sangka, justur percobaan Lin Feng yang sekarang malah berhasil, gulungan hitam di tangan Lin Feng benar-benar merespon aura membunuh miliknya, gulungan hitam tersebut bergetar bahkan sampai terlepas dari genggaman Lin Feng, namun gulungan tersebut tidak terjatuh ke lantai, melainkan melayang di hadapan Lin Feng.


"Meskipun masih tidak percaya dengan apa yang terjadi, tapi aku benar-benar merasa senang karena akhirnya bisa membuka gulungan ini" gumam Lin Feng.


Semakin lama, gulungan hitam yang melayang di hadapan Lin Feng semakin bergetar hebat, hingga beberapa saat kemudian, gulungan tersebut terbuka dengan sendirinya, tidak hanya itu saja, tulisan-tulisan yang ada di gulungan tersebut tiba-tiba saja melayang dan masuk ke kepala Lin Feng.


"Arkhhh!" Lin Feng mengerang kesakitan saat ingatan aneh masuk kedalam pikirannya, ingatan yang masuk ke dalam pikiran Lin Feng tersebut, menceritakan tentang gulungan isi gulungan hitam itu.


Setelah beberapa saat berlalu, akhirnya rasa sakit di kepala Lin Feng menghilang dengan sendirinya, bersamaan dengan itu, gulungan hitam yang melayang di hadapan Lin Feng kembali tertutup dan kemudian berubah menjadi debu.


"Jiwa silat bayangan, apa maksudnya?" gumam Lin Feng.


Lin Feng nampak sangat kebingungan saat membaca tulisan yang ada di pikirannya, pasalnya tulisan tersebut tidak menjelaskan tentang teknik ataupun sebuah jurus, melainkan sebuah jiwa silat yang bernama Jiwa Silat Bayangan.


"Huise, apa kau mengetahui sesuatu mengenai jiwa silat bayangan?" tanya Lin Feng.


"Maaf tuan, tapi aku sama sekali tidak mengetahuinya, bahkan aku baru mendengarnya sekarang" jawab Huise.


Setelah itu, Lin Feng menutup matanya dan mencoba untuk membaca semua tulisan yang terlukis di pikirannya, dalam tulisan tersebut dijelaskan, jiwa silat bayangan adalah jiwa silat yang sama seperti jiwa silat lainnya, namun keberadaannya benar-benar sangat langka.


Dalam tulisan tersebut juga dijelaskan bahwa, untuk mendapatkan jiwa silat bayangan tidaklah mudah, karena membutuhkan aura membunuh yang sangat besar, sedangkan untuk mendapatkan aura membunuh seorang kultivator harus mengorbankan banyak nyawa.


Namun aura membunuh yang dimaksud oleh tulisan tersebut bukanlah aura membunuh biasa, melainkan aura membunuh yang benar-benar luar biasa kuat dan sudah bisa dikendalikan, selain itu, aura membunuh yang dibutuhkan juga harus murni dan tidak bercampur dengan aura iblis ataupun aura kematian.


"Sebenarnya apa maksud dari tulisan ini? Aku benar-benar tidak mengerti sedikitpun" gumam Lin Feng kebingungan.


Tidak lama kemudian, tulisan yang sebelumnya terlukis dalam pikiran Lin Feng, tiba-tiba saja mengeluarkan cahaya yang sangat terang, tulisan-tulisan tersebut melayang kesana-kemari hingga akhirnya berkumpul menjadi satu, dari tulisan-tulisan yang telah berkumpul tersebut muncul seseosok pria dengan pakaian serba hitam.


"Setelah sekian lama, akhirnya ada juga yang bisa membangunkan aku" ucap pria tersebut.


"Kau siapa?" tanya Lin Feng bingung.


"Salam kenal tuan, aku adalah jiwa silat bayangan, yang akan menjadi pelayan setia tuan dan yang akan mendampingi tuan dalam setiap pertarungan" jawab pria tersebut.


Lin Feng mengerutkan alisnya dan agak terkejut mendengar perkataan pria tersebut. "Kapan aku menjadi tuanmu?" tanya Lin Feng sinis.


"Sejak tuan berhasil membuka gulungan hitam, sejak saat itulah, aku telah menjadi jiwa silat kedua tuan" jawab pria tersebut.


"Jadi kau sudah tahu mengenai jiwa silat ku yang pertama?" tanya Lin Feng.


"Tentu saja tidak tuan, tapi aku yakin tuan sudah memiliki jiwa silat yang lainnya" jawab pria tersebut.


"Apa kau benar-benar jiwa silat? Tapi kenapa kau berbentuk sama seperti manusia? Bukannya seorang kultivator hanya bisa mempunyai satu jiwa silat?" tanya Lin Feng kebingungan.


"Tuan, aku adalah jiwa silat khusus yang tercipta karena aura membunuh yang sangat murni, semua kultivator memang hanya memiliki satu jiwa silat sejak mereka lahir, bahkan mungkin ada yang tidak memilikinya sama sekali, tapi aku sangat berbeda, karena aku bukan jiwa silat bawaan" jawab pria tersebut.


"Itu artinya, kau adalah jiwa silat yang tercipta karena kekuatan tertentu?" tanya Lin Feng.


"Benar sekali yang tuan katakan, tapi hanya aku satu-satunya jiwa silat yang tercipta karena kekuatan murni" jawab jiwa silat tersebut.


"Jika tuan masih bingung, maka tuan bisa langsung mencobanya, pastinya tuan sudah mengetahui caranya kan? Kalau begitu aku akan kembali ke tubuh tuan" lanjutnya, kemudian masuk ke tubuh Lin Feng.