Night King : My Life Journey

Night King : My Life Journey
Ch-206. Berlatih tanding


Luo Ming An kembali tersenyum melihat tingkah putrinya tersebut, dia sedikit tidak percaya bahwa putrinya yang biasanya agak kasar, juga bisa terpana dengan ketampanan Lin Feng, namun senyuman Luo Ming An tidak bertahan lama, karena saat matanya menatap Lin Feng, Luo Ming An malah merasa khawatir.


"Semoga saja putriku tidak jatuh hati kepada pemuda ini, karena aku yakin, pemuda ini adalah pemuda yang sangat sulit meletakkan hatinya pada seorang wanita, bahkan mungkin dia tidak akan pernah jatuh cinta" batin Luo Ming An.


Luo Ning yang sebelumnya masih terpana dengan ketampanan wajah Lin Feng, langsung mencoba untuk bersikap tenang, dia kemudian menghampiri singgasana yang telah dibuat khusus untuknya. Sementara Luo Yuan, masih setia menemani Lin Feng berdiri di hadapan semua orang.


"Kakak, kenapa kau tidak duduk di singgasana mu?" tanya Luo Ning.


"Tidak apa-apa Ning'er, aku di sini saja" jawab Luo Yuan.


"Tuan muda dari keluarga mana lagi yang kau bawa? Apakah dia termasuk pemuda-pemuda sialan yang selalu bersamamu selama ini?" tanya Luo Ning.


"Pemuda sialan? Siapa yang dia maksud?" batin Lin Feng.


"Tentu saja tidak, dia adalah saudaraku Lin Feng, dia sangat berbeda dengan teman-temanku yang sebelumnya, satu hal lagi, dia bukan berasal dari kekaisaran Luo, melainkan berasal dari kekaisaran Feng benua Timur" jawab Luo Yuan.


"Hmp!... Bagiku dia sama saja seperti pemuda-pemuda itu" ujar Luo Ning.


Lin Feng agak merasa kesal di dalam hatinya karena disamakan dengan orang lain, terlebih lagi dia malah disamakan dengan teman-teman Luo Yuan yang sebelumnya, namun Lin Feng tetap memilih untuk diam saja dan tidak memperdulikan apa yang dikatakan oleh Luo Ning.


***


Setelah selesai melakukan pertemuan dengan para petinggi istana, Luo Ming An kemudian mengajak Lin Feng untuk berbicara di taman istana, karena memang sejak awal, Luo Ming An ingin berbicara dengan Lin Feng, namun mereka tidak berdua saja, karena Luo Yuan dan Luo Ning juga ikut bersama mereka.


Sementara Lin Feng sedang mengobrol bersama Luo Ming An, Luo Yuan dan Luo Ning memilih untuk berlatih tanding, karena sebelumnya Luo Ning telah berjanji akan memberikan hukuman kepada Luo Yuan, sebenarnya hal tersebut sudah menjadi kebiasaan mereka berdua, meskipun keduanya adalah anak dari seorang kaisar, namun keduanya juga merupakan kultivator yang hebat.


Setelah setengah jam berlatih tanding, Luo Yuan sudah nampak kewalahan menghadapi adiknya, Luo Yuan bahkan sudah meminta untuk berhenti agar bisa beristirahat, namun Luo Ning tidak mau mengabulkannya dan tetap menyerang kakaknya, tapi Luo Yuan tidak kehabisan akal, setelah menghindari serangan Luo Ning, Luo Yuan langsung bergegas menghampiri Lin Feng.


"Kakak! Kenapa kau malah kabur?! Hadapi aku sekarang juga!" ujar Luo Ning kesal.


"Maaf Ning'er, tapi aku sudah kelelahan, bagaimana jika kau berlatih tanding dengan Lin Feng? Anggap saja sebagai pengganti ku" jawab Luo Yuan.


"Kenapa harus aku?!" tanya Lin Feng kesal.


"Ayolah saudaraku, aku benar-benar sudah lelah" jawab Luo Yuan.


"Cih!... Apa kau takut bertarung denganku?! Atau kau tidak mau bertarung denganku karena aku adalah perempuan?!" tanya Luo Ning.


Lin Feng agak sedikitpun terkejut mendengar perkataan Luo Ning, karena perkataannya terdengar seperti sedang menantang dirinya, sebagai seorang pembunuh bayaran tentu saja Lin Feng tidak pernah memilih musuh, baik laki-laki ataupun perempuan, jika mengganggunya maka hanya ada satu jalan yaitu kematian.


"Baiklah kalau begitu aku akan melayani mu, tapi maaf karena aku tidak akan lemah lembut" ucap Lin Feng kemudian menghilang dari tempat duduknya, dalam sekejap mata, Lin Feng sudah muncul kembali di hadapan Luo Ning.


Meskipun gerakan Lin Feng sangat cepat, namun Luo Ning tidak terlihat terkejut sedikitpun, justru Luo Ning malah tersenyum sinis kepada Lin Feng, kemudian berkata. "Ternyata kau cepat juga, kalau begitu aku akan menghadapi mu dengan serius."


Luo Ning kemudian memasang kuda-kuda dan bersiap untuk menyerang Lin Feng, sementara Lin Feng masih terlihat berdiri dengan tenang, setelah itu, Luo Ning tiba saja menghilang dari pandangan Lin Feng dan langsung muncul di belakangnya, Luo Ning bahkan langsung melayangkan tendangan yang sangat cepat ke arah Lin Feng.


Lin Feng benar-benar sangat terkejut melihat pergerakan Luo Ning yang sangat cepat, tidak hanya itu saja, bahkan gaya serangan Luo Ning sangat mirip dengan serangannya, yaitu menyerang musuh dengan serangan kejutan dan tiba-tiba, Lin Feng yang sudah terbiasa dengan pola serangan seperti itu, tentu saja berhasil menghindarinya dengan sangat cepat.


Luo Ning nampak sangat kesal karena serangannya berhasil dihindari oleh Lin Feng, namun Luo Ning masih belum ingin berhenti dan menghilang lagi dari pandangan Lin Feng, melihat Luo Ning yang telah menghilang, Lin Feng malah tersenyum, dia benar-benar tidak pernah menyangka akan bertemu dengan lawan yang kecepatannya setara dengan dirinya.


Lalu dalam sekejap, Lin Feng juga ikut menghilang dari pandangan, Luo Ming An dan Luo Yuan hanya bisa terdiam sambil melebarkan kedua mata mereka, keduanya nampak sangat kaget sekaligus kagum disaat bersamaan, pasalnya mereka berdua tidak bisa melihat gerakan Lin Feng ataupun Luo Ning, yang mereka lihat hanyalah angin yang berhembus kencang akibat pergerakan mereka berdua.


"Ternyata saudaraku memang sangat hebat, selama ini aku belum pernah melihat seorangpun yang bisa menandingi kecepatan Ning'er" ucap Luo Yuan.


"Jangankan dirimu, bahkan ayah saja sampai tidak mempercayai apa yang sekarang ayah lihat, ayah juga tidak menyangka bahwa Lin Feng mampu mengimbangi kecepatan Ning'er, yang mempunyai tubuh spesial sejak lahir" ucap Luo Ming An.


"Ayah, bagaimana kalau kita menjodohkan mereka berdua?" tanya Luo Yuan.


"Tidak aku tidak ingin melakukan hal itu" jawab Luo Ming An.


"Kenapa ayah? Bukankah mereka berdua sangat cocok?" tanya Luo Yuan penasaran.


"Mereka memang cocok, tapi sepertinya Lin Feng tidak akan menyukai hal tersebut, aku juga bisa mengerti seperti apa watak Lin Feng saat ini, jadi sebaiknya jangan menjodohkan adikmu dengannya, kalau seandainya mereka saling menyukai, biarkan saja mereka sendiri yang mendatangiku" jawab Luo Ming An.


"Ternyata begitu, tapi aku benar-benar berharap agar mereka berdua bisa saling menyukai, karena sejak ibu meninggal, ini adalah pertama kalinya Ning'er merasa senang" ucap Luo Yuan.


"Sudahlah, lebih baik memperhatikan mereka berdua saja" ujar Luo Ming An, mengalihkan pembicaraan.


"Ning'er, jika kau memang merasa senang saat bersama Lin Feng, maka aku akan berusaha sekuat tenaga untuk menyatukan kalian berdua" batin Luo Yuan.