Night King : My Life Journey

Night King : My Life Journey
Ch-60. Mengorek informasi


Pembunuh topeng emas kemudian mengeluarkan sebuah pil dari dalam cincin penyimpanannya, pil tersebut adalah pil racun yang akan ia gunakan untuk membunuh dirinya sendiri, sebab pembunuh topeng emas menyadari bahwa dia tidak akan pernah menang ataupun bisa lari dari bangunan tersebut.


Saat pembunuh topeng emas hendak memasukkan pil tersebut kedalam mulutnya, Lin Jianheeng tiba-tiba saja muncul di hadapannya dan langsung mengambil pil tersebut, setelah itu Lin Jianheeng menyerang pembunuh topeng emas dan menghancurkan kultivasinya.


"Sudah aku katakan bahwa kau tidak akan bisa keluar dari tempat ini" ucap Lin Duan.


"Sebaiknya kau mulai bicara tentang siapa yang menyewa mu, jika tidak kau akan mendapatkan siksaan yang bahkan lebih mengerikan daripada kematian" ujar Lin Jianheeng.


"Si-sial, ini benar-benar hari sial bagiku" batin pembunuh topeng emas.


Pembunuh topeng emas benar-benar tidak menyangka bahwa misinya akan gagal begitu saja dan yang lebih parahnya lagi dia malah tertangkap dan kultivasinya hancur, jika saja pembunuh topeng emas berhasil meminum pil racun, maka dia tidak akan pernah merasakan penyesalan di dalam dirinya, karena bagi mereka pembunuh bayaran melindungi informasi mengenai penyewa adalah suatu kewajiban.


Setelah itu Lin Duan langsung mendekati pembunuh topeng emas dan mengikat kaki serta tangannya, agar pembunuh topeng emas tidak bisa berbuat apa-apa lagi, terutama berniat untuk membunuh dirinya sendiri menggunakan senjata.


"Bawa ke gudang dan siksa sampai dia mau bicara" ucap Lin Jianheeng tegas.


"Baik ayah" jawab Lin Duan dan Lin Dian serempak.


Lin Duan dan Lin Dian kemudian menyeret pembunuh topeng emas dan membawanya ke gudang keluarga Lin yang sudah tidak terpakai lagi, lalu mereka berdua menggantungnya dan mulai melakukan interogasi.


"Jadi, siapa yang sudah menyewa jasamu?" tanya Lin Duan sinis.


"Cih, meskipun aku di siksa sampai mati tapi aku tidak akan pernah mau bicara!" jawab pembunuh topeng emas tegas.


"Benarkah?, kalau begitu Lin Dian lakukan tugasmu" ucap Lin Duan.


Lin Dian kemudian mengeluarkan sebilah pedang dari cincin penyimpanannya dan langsung menebaskan pedang tersebut ke tubuh pembunuh topeng emas.


"Arrkkhhhhh!" pembunuh topeng emas berteriak kencang ketika merasakan sakit di tubuhnya, darah mulai bercucuran dari lukanya dan membasahi bajunya yang berwarna hitam.


"Masih tidak mau bicara?" tanya Lin Duan.


"Ti-tidak akan pernah!" jawab pembunuh topeng emas.


Tanpa menunggu perintah Lin Dian langsung menebas tubuh pembunuh topeng emas sekali lagi, teriakan keras kembali terdengar dari mulut pembunuh topeng emas, darah segar kembali bercucuran dari tubuhnya dan membasahi pakaiannya.


Meskipun sudah mendapatkan luka yang parah dari tebasan pedang Lin Dian, namun pembunuh topeng emas masih belum mau bicara dan masih tetap berpegang teguh pada sumpahnya untuk melindungi informasi mengenai siapa yang telah menyewa jasanya.


Akan tetapi Lin Duan dan Lin Dian sama sekali tidak kehabisan akal, mereka berdua terus melakukan penyiksaan terhadap pembunuh topeng emas, bahkan Lin Dian juga telah memotong satu kaki pembunuh topeng emas.


"Usaha kalian akan tetap sia-sia, karena pada akhirnya aku akan tetap mati karena kehabisan darah" ucap pembunuh topeng emas.


Lin Duan tersenyum sinis mendengar perkataan pembunuh topeng emas, lalu Lin Duan mendekati pembunuh topeng emas dan menyembuhkan semua luka yang telah ia dapatkan, kecuali satu kakinya yang telah dipotong oleh Lin Dian.


Pembunuh topeng emas sangat terkejut dengan tindakan yang dilakukan oleh Lin Duan, dia benar-benar tidak pernah menyangka bahwa Lin Duan akan melakukan hal seperti itu kepadanya, tidak lama kemudian semua luka yang ada di tubuh pembunuh topeng emas telah berhasil di sembuhkan oleh Lin Duan, lalu setelah itu Lin Dian kembali menyiksanya.


"Hahahahaha seharusnya kau tidak pantas mengatakan hal itu" ucap Lin Dian.


**


Beberapa jam telah berlalu dan proses penyiksaan terus berlanjut, selama beberapa jam itu juga dari dalam gudang selalu terdengar teriakan yang menyayat hati, namun teriakan tersebut tidak akan pernah bisa di dengarkan oleh orang lain, karena sebelumnya Lin Duan telah memasang penghalang di sekitar gudang.


Selama beberapa jam itu juga, Lin Duan akan terus menyembuhkan pembunuh topeng emas saat luka di sekujur tubuhnya sudah sangat parah, pembunuh topeng emas bahkan tidak pernah menyangka sedikitpun bahwa dia akan mengalami hal buruk seperti sekarang, bahkan baginya lebih baik mati secara mengenaskan daripada di siksa oleh keluarga Lin.


"Baiklah, sekarang mari kita congkel matanya!" ucap Lin Duan.


"Hahahaha dengan senang hati akan aku lakukan kakak" jawab Lin Dian.


Lin Dian kemudian mendekatkan ujung pedangnya ke arah mata sebelah kiri pembunuh topeng emas secara perlahan-lahan, seketika itu juga wajah pembunuh topeng emas langsung berubah pucat, seluruh tubuhnya gemetaran karena ketakutan.


"Tu-tunggu, aku akan bicara, aku akan bicara!" ujar pembunuh topeng emas.


"Pilihan yang bagus, jika saja sejak awal kau mau bicara, keadaanmu tidak akan seperti sekarang" jawab Lin Dian, kemudian menjauhkan ujung pedangnya.


Alasan pembunuh topeng emas mau berbicara adalah karena sudah tidak sanggup lagi menahan penyiksaan yang benar-benar mengerikan yang di lakukan oleh Lin Duan dan Lin Dian, jika saja dia langsung mati maka itu sama sekali tidak masalah baginya, akan tetapi Lin Duan dan Lin Dian bahkan tidak mengizinkannya untuk mati.


"Cepat katakan siapa yang menyuruhmu membunuh keponakanku?" tanya Lin Duan sinis.


"Yang melakukannya adalah Zhang Jiangwu, aku juga tidak tau apa alasannya yang jelas dia hanya ingin Zhao Feng mati" jawab pembunuh topeng emas.


"Ternyata ini adalah ulah raja kota, kalian akan mendapatkan akibatnya karena telah berani mengusik ketenangan keluarga Lin" gumam Lin Duan.


"Kakak bagaimana sekarang?" tanya Lin Dian.


"Kita kembali dan beritahukan hal ini kepada ayah" jawab Lin Duan.


"Lalu bagaimana dengannya?" tanya Lin Dian.


"Kau tau apa yang harus kau lakukan" jawab Lin Duan kemudian berjalan keluar gudang.


Tanpa bicara sepatah katapun lagi Lin Dian langsung menebas kepala pembunuh topeng emas, lalu setelah itu Lin Dian langsung menyimpan kepala pembunuh topeng emas kedalam cincin penyimpanannya untuk di jadikan bukti.


Setelah itu, Lin Dian langsung pergi menyusul Lin Duan yang sudah menunggunya di luar gudang, namun sebelum itu Lin Dian terlebih dahulu membakar tubuh pembunuh topeng emas, agar mayatnya tidak pernah bisa ditemukan oleh anggota Asosiasi pembunuh bayaran.


"Bagaimana?" tanya Lin Duan.


"Sudah aku selesaikan" jawab Lin Dian.


"Kalau begitu kita kembali sekarang" ujar Lin Duan kemudian mereka berdua langsung menghilang dari tempat tersebut.