
Setelah melewati perjalanan selama satu Minggu lebih, Lin Feng dan Luo Ning akhirnya sampai di benua timur, tepatnya di wilayah kekaisaran Feng, selama perjalanan tersebut, mereka berdua telah menjadi semakin akrab, bahkan Lin Feng sudah mulai menunjukkan sisi lembut dari dirinya.
Meskipun Lin Feng adalah seorang pembunuh kejam dan berdarah dingin, serta tidak memiliki perasaan iba saat melakukan pembunuhan, tapi pada dasarnya Lin Feng tetaplah pemuda lemah lembut dan baik hati. Hanya saja sikap tersebut sudah lama dia kubur di dalam dirinya.
"Ternyata perjalanan ke benua timur cukup memakan waktu juga" ucap Luo Ning.
"Jelas saja memakan waktu, karena kita terlalu santai, terlebih lagi kau selalu saja minta berhenti dan beristirahat hampir setiap hari" ucap Lin Feng.
"Mau bagaimana lagi, aku ini perempuan, staminaku tidak sama seperti kalian para laki-laki" ujar Luo Ning kesal.
"Hahahaha! Sudahlah, kecantikan mu langsung hilang saat kau cemberut seperti itu" ucap Lin Feng menggoda Luo Ning.
"Terserah!" ucap Luo Ning singkat.
Tidak lama kemudian, mereka berdua akhirnya sampai di kota Zuanshi, setelah berada cukup dekat dengan gerbang kota, mereka berdua kemudian turun ke bawah dan melanjutkan perjalanannya dengan berjalan kaki.
"Berhenti, tunjukkan identitas kalian!" ujar penjaga gerbang kota, menghentikan langkah mereka berdua.
Meskipun Lin Feng tidak sedang menggunakan penutup wajahnya, tapi penampilannya sekarang benar-benar sangat berbeda, terlebih lagi setelah kepergiannya selama hampir tiga tahun, tentu saja membuat para penjaga tidak mengenalinya, terlebih lagi, para penjaga gerbang tersebut sepertinya adalah prajurit baru.
Karena tidak ingin menimbulkan keributan, Lin Feng kemudian mengeluarkan lencana keluarga Lin, lalu menunjukkannya kepada prajurit penjaga gerbang tersebut. Saat melihat lencana yang ditunjukkan Lin Feng, sikap mereka langsung berubah dan langsung membiarkannya masuk tanpa melakukan pemeriksaan lainnya.
"Sepertinya keluargamu bukan keluarga sembarangan di kota ini" ucap Luo Ning.
"Kenapa kau berkata seperti itu?" tanya Lin Feng bingung.
"Sikap para prajurit tadi langsung berubah setelah melihat lencana yang mau tunjukkan" jawab Luo Ning.
"Hahahaha! Yang kau katakan memang benar, kakek ku adalah raja kota ini, tentu saja sikap mereka langsung berubah" ucap Lin Feng.
Saat mereka berjalan menyusuri jalanan kota menuju ke wilayah keluarga Lin, hampir semua mata tertuju kepada mereka berdua, semua orang nampak sangat kagum dengan penampilan mereka berdua, meskipun terlihat sederhana namun terkesan sangat mewah, terlebih lagi mereka sangat tampan dan sangat cantik.
"Siapa mereka berdua?"
"Mereka benar-benar pasangan sangat sempurna, yang satunya sangat tampan dan yang satunya lagi sangat cantik"
Para penduduk mulai berbisik-bisik membicarakan mereka berdua, meskipun para penduduk kota berbicara pelan, namun perkataan mereka bisa di dengarkan dengan jelas oleh Lin Feng dan Luo Ning, tapi mereka berdua tidak menghiraukan hal tersebut sama sekali.
Setelah cukup lama berjalan kaki, mereka berdua akhirnya sampai di wilayah keluarga Lin, para penjaga gerbang wilayah keluarga Lin nampak sangat kaget melihat kedatangan mereka berdua, meskipun terlihat berbeda, tapi mereka sangat yakin kalau pemuda yang menghampiri mereka tersebut adalah Lin Feng.
"Tu-tuan muda, apa anda benar-benar tuan muda?" tanya salah satu penjaga.
"Benar, ini aku!" jawab Lin Feng.
Para penjaga tersebut nampak sangat senang setelah mengatahui bahwa pemuda tersebut benar-benar adalah Lin Feng, salah seorang prajurit kemudian berlari menuju ke kediaman Patriark keluarga sambil meneriakkan kepulangan Lin Feng.
Semua anggota keluarga Lin benar-benar sangat senang mendengar hal tersebut, lalu mereka semua bergegas menuju ke gerbang untuk menyambut kedatangan Lin Feng, tidak hanya seluruh anggota keluarga saja yang senang, bahkan Lin Hua dan kedua kakaknya juga sangat senang mendengar berita tersebut.
"Lalu dimana putraku sekarang?" tanya Lin Hua.
"Tuan muda sedang menuju kemari, tapi tuan muda tidak sendirian" jawab prajurit tersebut.
"Maksudmu?" tanya Lin Hua.
"Tuan muda datang bersama seorang perempuan" jawab prajurit tersebut.
Tidak lama kemudian, Lain Feng bersama Lin Hua sampai di kediaman Patriark keluarga, kedatangan mereka berdua disambut dengan senyuman hangat dan tawa bahagia dari kedua paman Lin Feng, akan tetapi, Lin Jianheeng justru nampak menunjukkan tatapan yang tajam.
"Oh... Akhirnya kau kembali juga, aku pikir kau sudah melupakan orang tua ini!" ujar Lin Jianheeng.
"Maafkan aku kakek" ucap Lin Feng mengakui kesalahannya.
"Maaf saja tidak cukup!" ujar Lin Jianheeng, kemudian melompat dan menyerang Lin Feng dengan tinjunya.
Namun saat serangan tersebut hampir mengenai wajahnya, Lin Feng bergegas menunduk kemudian berlutut dihadapan Lin Jianheeng. "Kakek, aku benar-benar minta maaf atas kesalahanku, setelah ini, aku rela menerima hukuman dari mu" ucap Lin Feng.
Lin Jianheeng kemudian menghela nafas panjang, sikapnya langsung melunak setelah melihat sikap Lin Feng. Lagipula, dia memang tidak berniat untuk benar-benar menyerang cucunya tersebut, andaikan saja Lin Feng tidak menghindar, mungkin Lin Jianheeng akan menghentikan serangannya sendiri.
"Sebenarnya kakek sangat kecewa saat tahu kau pergi tanpa berpamitan, tapi kakek juga senang karena akhirnya kau kembali ke keluargamu" ucap Lin Jianheeng.
"Bahkan kau kembali dengan membawa cucu menantu, aku benar-benar sangat senang" lanjutnya.
"Hah? Maksud kakek..."
"Sudahlah, jangan malu-malu" ujar Lin Jianheeng.
"Maaf kakek, tapi aku..."
"Hahahaha! Tidak apa-apa nak, aku yakin kau adalah perempuan yang baik, makanya cucuku memilihmu untuk menjadi calon istrinya" ucap Lin Jianheeng memotong perkataan Luo Ning.
"Ta-tapi..."
"Tapi apa? Apa jangan-jangan kalian sudah menikah?" tanya Lin Dian.
"Paman, apa yang kau katakan, aku masih belum menikah sama sekali, lalu kami juga..."
"Tidak masalah kalau belum menikah, bahkan itu lebih bagus, karena kalian bisa melangsungkan pernikahan di sini" ujar Lin Jianheeng.
Lin Feng dan Luo Ning benar-benar tidak bisa berkata apa-apa lagi, bahkan mereka berdua tidak diberikan kesempatan untuk menjelaskan kalau sebenarnya mereka tidak memiliki hubungan apa-apa, bahkan Lin Hua langsung mengajak Luo Ning meninggalkan tempat tersebut.
Meskipun begitu, entah kenapa Luo Ning merasa sangat bahagia mendengarkan perkataan keluarga Lin Feng, walaupun dia sendiri masih belum mengetahui apakah Lin Feng menyukainya atau tidak?.
"Jadi siapa namamu?" tanya Lin Hua, setelah mereka meninggalkan kediaman Patriark keluarga Lin.
"Namaku Luo Ning, bi..."
"Ibu, aku akan senang kalau kau memanggilku ibu" ujar Lin Hua.
"Baik, ibu" ucap Luo Ning.
"Jadi, sejak kapan kau mengenal Feng'er?" tanya Lin Hua.
"Aku mengenalnya dua tahun yang lalu, tapi saat itu Lin Feng masih sangat kaku dan dingin" jawab Luo Ning.
"Feng'er memang seperti itu, tapi sebenarnya dia sangat baik dan sangat lembut" ucap Lin Hua.
"Yang ibu katakan memang benar, aku bahkan tidak pernah menyangka bahwa Lin Feng memiliki sikap yang sangat lembut" jawab Luo Ning.