
Setelah mengetahui keinginan pengemis tua tersebut, Lin Feng langsung bergegas kembali ke tempat makan yang ia datangi sebelumnya, ia kemudian membelikan beberapa makanan dan minuman di sana, lalu setelah itu, Lin Feng langsung kembali ke gerbang kota dan memberikan makanan serta minuman yang telah ia beli kepada pengemis tua.
Pengemis tua itu sangat senang karena diberikan makanan dan minuman oleh Lin Feng, ia bahkan langsung memakan makanan yang diberikan Lin Feng dengan sangat lahap. Lin Feng tersenyum senang, melihat sang pengemis tua yang makan dengan sangat lahap, bahkan Lin Feng merasa enggan untuk meninggalkan pengemis tua tersebut dan lebih memilih untuk menunggunya sampai selesai makan.
Tidak butuh waktu lama bagi sang pengemis tua untuk menghabiskan makanan serta minuman yang diberikan Lin Feng, hanya dalam waktu hitungan detik semua makanan tersebut telah disantap habis olehnya. "Terimakasih nak, kau benar-benar pemuda yang sangat baik" ucap sang pengemis tua.
"Sama-sama tuan, jika anda membutuhkan sesuatu yang lain, maka katakan saja, aku pasti akan berusaha untuk mengabulkannya" jawab Lin Feng.
"Makanan ini saja sudah lebih dari cukup untukku, karena untuk orang sepertiku, makanan adalah hal yang sangat sulit di dapatkan, karena itulah aku menolak ketika kau memberikan aku uang" ucap sang pengemis tua.
"Aku mengerti tuan, tapi uang ini akan tetap aku berikan kepada tuan, agar setelah ini tuan bisa membeli makanan dan pakaian, serta tempat tinggal" kata Lin Feng, ia masih berusaha untuk membujuk pengemis tua tersebut, agar mau menerima uang yang dia berikan.
"Aku menghargai kebaikanmu, tapi aku benar-benar tidak membutuhkan uang, bahkan kebutuhanku sudah terpenuhi untuk hari ini" ujar sang pengemis tua, "tapi yang aku tidak mengerti adalah, kau mengkhawatirkan kondisiku dan mengetahui kebutuhan ku, tapi kenapa kau tidak bisa mengetahui kebutuhan mu sendiri?" tanya pengemis tua.
"Apa maksud anda tuan?" tanya Lin Feng, ia benar-benar bingung dengan perkataan pengemis tua tersebut.
"Aku akui kau adalah pemuda yang baik, bahkan sangat baik, tapi sayangnya, dalam dirimu juga ada sisi gelap yang menakutkan" jawab pengemis tua.
Lin Feng kaget mendengar perkataan sang pengemis tua, ia yang semula duduk didepan pengemis tua tersebut, langsung berdiri dan mundur dua langkah kebelakang, bahkan Lin Feng langsung waspada dan menaruh rasa curiga terhadap pengemis tua tersebut. Dari segi penampilan, pria tua tersebut memang terlihat seperti pengemis biasa, tapi setelah mendengar perkataannya, Lin Feng langsung merasa ragu apakah pria tua tersebut memang seorang pengemis atau kultivator yang menyamar.
Akan tetapi, setelah melihat dan menyelidiki tubuh pengemis tua tersebut, Lin Feng malah tidak menemukan apapun yang aneh darinya, jangankan tingkat kultivasinya, Lin Feng bahkan tidak menemukan adanya aura kultivasi, ataupun merasakan adanya energi spiritual di dalam tubuh sang pengemis tua. Hal itu tentu saja membuat Lin Feng kebingungan, karena selama ini tidak ada seorangpun yang bisa melihat kedalam dirinya, atau merasakan kegelapan dalam dirinya.
"Siapa kau sebenarnya?" tanya Lin Feng penuh selidik.
"Bukankah kau sudah tahu kalau aku ini hanya seorang pengemis?" jawab sang pengemis tua yang masih tetap santai ditempat duduknya.
"Jangan menipuku!" ujar Lin Feng.
"Aku tidak menipumu, tapi jika kau memang menganggap aku telah menipumu, maka kau bisa melakukan apapun padaku" ucap pengemis tua.
Lin Feng semakin kebingungan dan tidak tahu harus melakukan apa, dia benar-benar ragu apakah pengemis tua di depannya adalah pengemis biasa atau kultivator yang sedang menyamar, tapi jika pria tua itu memang sedang menyamar, tentunya dia akan langsung mengetahuinya, karena memang tidak ada yang bisa menyamar di hadapannya. Karena masih bingung, Lin Feng kemudian bertanya pada Huise, tapi ia juga tidak tahu apakah pria tua tersebut adalah pengemis biasa atau kultivator yang sedang menyamar.
"Anak muda, tidak perlu bingung seperti itu, aku juga tahu jika kau sedang menghadapi masalah dan sedang mencari solusi untuk masalahmu itu, aku juga tahu kau akan pergi kemana, tapi lebih baik hentikan saja, karena mereka juga tidak akan tahu mengenai masalahmu itu" ucap pria tua tersebut.
"Lalu, apa kau mengetahui masalahku?" meskipun masih ragu, tapi Lin Feng tetap bertanya pada pria tua tersebut.
"Masalahnya bukan pada tubuhmu, karena tubuhmu adalah jenis tubuh terbaik yang pernah aku lihat, bahkan jenis tubuhmu mampu menampung kekuatan apapun yang ingin kau pelajari, jenis tubuhmu itu disebut sebagai tubuh dua jiwa, jenis tubuh ini sangatlah langka, bahkan pemiliknya hanya kau seorang" jawab sang pengemis tua.
"Aku sendiri juga tidak mengetahui jelasnya, tapi masalah yang kau hadapi sekarang adalah karena dua energi berbeda di tubuhmu, tubuhmu memiliki energi kehidupan yang sangat besar, bahkan aku sempat berpikir jika tubuhmu adalah sumber energi kehidupan itu sendiri, tapi di dalamnya penuh dengan energi dan aura kematian yang sangat mengerikan" jawab pengemis tua.
"Untuk menyelesaikan masalahnya, kau harus bisa menyeimbangkan kedua energi tersebut, tapi selama ini kau hanya fokus pada energi kematian dan melupakan energi kehidupan, karena itulah, kau menemukan masalah seperti ini" lanjutnya.
Lin Feng terdiam sambil memikirkan kata-kata pengemis tua tersebut, karena yang dikatakan oleh pengemis tua sangat masuk akal. Selama ini, Lin Feng memang hanya fokus pada energi kematian, karena dia adalah dewa kematian, sehingga ia melupakan jika tubuhnya juga memiliki energi kehidupan yang besar.
"Terimakasih tu..." Lin Feng menghentikan ucapannya ketika menyadari jika pengemis tua tersebut telah lenyap dari pandangannya.
"Siapa pria tua itu sebenarnya?" tanya Lin Feng dalam hatinya.
"Sudahlah, lagipula dia sudah membantuku menemukan solusi untuk masalahku" gumam Lin Feng, kemudian pergi meninggalkan desa kecil tersebut.
Setelah mengetahui solusi untuk masalahnya, Lin Feng kemudian bergegas menuju ke tempat yang memiliki energi kehidupan yang cukup besar, karena yang ia butuhkan sekarang adalah energi kehidupan untuk bisa meningkat kekuatannya. Setelah berjam-jam terbang mencari tempat yang cocok, Lin Feng akhirnya menemukan tempat dengan energi kehidupan yang lumayan besar.
Tempat tersebut adalah sebuah air terjun yang sangat tinggi, yang berada di ujung wilayah kekaisaran Luo. Air terjun yang ada di hadapannya saat ini benar-benar sangat tinggi, bahkan Lin Feng tidak bisa melihat puncak air terjun tersebut, karena puncaknya ditutupi oleh awan yang sangat tebal, yang menandakan jika puncak dari air terjun tersebut berada atas awan.
"Sudahlah, sebaiknya aku mulai berkultivasi sekarang" ucap Lin Feng, kemudian melepas bajunya dan melompat ke arah batu yang berada tepat dibawah air terjun.
Ketika Lin Feng menginjakkan kakinya di batu tersebut dan air terjun menimpa tubuhnya, Lin Feng langsung merasakan tekanan yang benar-benar sangat luar biasa, bahkan tubuhnya terasa sangat sakit, seolah-olah yang menimpa tubuhnya bukanlah air, melainkan batu yang benar-benar sangat keras, yang lebih anehnya lagi adalah, kekuatan Lin Feng tidak bisa digunakan sama sekali, seperti telah disegel oleh sesuatu yang misterius.
"Arrgghhh! Ke-kenapa bisa sekuat ini tekanannya?" Lin Feng bergumam pelan.
"Tuan, anda harus bertahan, gunakan energi spiritual tuan untuk menahan tekanan air terjun tersebut" ucap Huise.
"Ke-kekuatanku tidak bisa digunakan" jawab Lin Feng.
"Apa? Kalau begitu aku akan membantu tuan!" ujar Huise, kemudian keluar dari ruang jiwa Lin Feng.
Huise kemudian menciptakan formasi pelindung untuk melindungi tubuh Lin Feng, tapi formasi yang ia ciptakan malah hancur ketika menyentuh air terjun, lalu Huise mencoba mendekati air terjun untuk menarik Lin Feng keluar dari sana, tapi ia malah terlempar sangat jauh.
"Se-sepertinya memang tidak ada jalan lain, aku harus bertahan demi meningkatkan kekuatanku, demi mereka yang berharga bagiku" Lin Feng bergumam pelan, kemudian duduk di atas batu tersebut.
(Kira-kira siapa ya, pengemis tua yang sebenarnya?)