
Waktu terus berjalan dengan sangat cepat hingga beberapa bulan telah berlalu sejak Lin Feng memulai latihannya, sejak saat itu juga Lin Feng sama sekali tidak mengetahui apa yang sedang terjadi di luar ruangan khusus tempatnya berlatih, begitu juga dengan kedatangan pembunuh bayaran yang ingin mengambil nyawanya.
"Akhirnya selesai juga, meskipun masih di tahap pertama tapi untuk saat ini sepertinya sudah lumayan" gumam Lin Feng.
"Sudah berapa lama aku di sini" ucap Lin Feng pelan kemudian berjalan keluar ruangan khusus.
Setelah berlatih selama beberapa bulan di kediaman keluarga Lin, akhirnya Lin Feng berhasil menguasai tahap pertama jurus pedang hampa, bahkan Lin Feng sudah menguasai tahap pertama jurus pedang hampa sampai ke tingkat sempurna. Dan tidak hanya itu saja, bahkan tingkat kultivasi Lin Feng juga sudah meningkat sampai ke ranah Gathering Spirit bintang dua.
Sebenarnya Lin Feng sudah menguasai jurus pedang hampa sejak lama. Namun setelah berhasil menguasainya Lin Feng memutuskan untuk berkultivasi terlebih dahulu agar bisa masuk ke ranah yang selanjutnya, lalu dengan bantuan energi yang sangat besar yang terkandung di dalam kristal aura kehidupan, Lin Feng akhirnya berhasil masuk ke ranah berikutnya dan setelah itu barulah Lin Feng menyempurnakan jurusnya.
"Selamat pagi tuan muda" sapa seorang pelayan.
"Iya selamat pagi, sudah berapa lama waktu berlalu sejak keluarga kita mengadakan pesta untuk ibuku?" tanya Lin Feng.
"Jika aku tidak salah, sudah hampir empat bulan berlalu sejak kita mengadakan pesta, memangnya ada apa tuan muda?" tanya pelayan tersebut.
"Tidak ada apa-apa, aku hanya bertanya saja" jawab Lin Feng
"Lalu dimana yang lainnya?" tanya Lin Feng.
"Mereka semua sedang berada di ruang makan tuan muda" jawab pelayan tersebut.
"Baiklah kalau begitu aku akan kesana" ucap Lin Feng.
Setelah itu Lin Feng langsung berjalan menuju ke ruang makan. Sesampainya di ruang makan, semua orang nampak terkejut dengan kedatangan Lin Feng, namun setelah itu raut wajah mereka langsung berubah senang karena mengetahui bahwa akhirnya Lin Feng telah menyelesaikan latihannya.
"Feng'er, apa kau lapar?" tanya Lin Hua.
"Tentu saja ibu, berkultivasi selama beberapa bulan tanpa makan benar-benar membuatku merasa lapar sekarang" jawab Lin Feng kemudian duduk di kursi yang ada di sebelah Lin Hua.
"Feng'er, bagaimana dengan latihannya?" tanya Lin Jianheeng.
"Aku berhasil kakek, meskipun masih tahap pertama tapi aku telah mencapai tingkat sempurna" jawab Lin Feng.
"Hahahaha, itu adalah berita bagus, aku benar-benar bangga denganmu cucuku" ucap Lin Jianheeng.
"Ayah sudahlah, sebaiknya kita makan saja dulu dan bahas masalah latihannya nanti" ujar Lin Hua.
Setelah percakapan singkat tersebut mereka semua kemudian melanjutkan makannya. Setelah selesai makan Lin Jianheeng mengajak mereka semua pergi ke ruang keluarga karena ada sesuatu yang ingin dia bicarakan, terutama dengan Lin Feng.
"Kakek memangnya apa yang ingin kau bicarakan?" tanya Lin Feng.
"Feng'er, kakek sudah mengetahui siapa yang berniat membunuhmu" jawab Lin Jianheeng.
"Siapa orangnya?" tanya Lin Feng sinis.
"Ternyata yang melakukanya adalah keluarga Zhang" gumam Lin Feng.
"Baiklah, aku setuju dengan penyerangan yang akan kita lakukam terhadap keluarga Zhang, hanya saja untuk saat ini sebaiknya kita melakukan persiapan saja terlebih dahulu karena aku juga masih ingin kembali ke sekte Phoenix Emas, Dan untuk saat ini, sebaiknya kita tetap berpura-pura tidak mengetahui masalah ini" ucap Lin Feng mengutarakan pendapatnya.
"Feng'er, kenapa kita tidak melakukan penyerangan ini sekarang juga?" tanya Lin Duan.
"Tidak paman!. Coba pikirkan lagi baik-baik, Zhang Jiangwu pastinya sudah tahu identitas diriku yang sebenarnya, tapi kenapa Zhang Jiangwu masih tetap nekat untuk membunuhku, jika dia tidak punya persiapan matang maka tidak mungkin dia akan berani melakukan hal ini" jawab Lin Feng.
Semua orang yang ada di ruangan tersebut terdiam mendengar perkataan Lin Feng, mereka semua benar-benar tidak pernah menyangka bahwa Lin Feng akan memiliki pemikiran seperti itu, selain itu apa yang di katakan Lin Feng sangat masuk akal.
Semua orang di kerajaan Zuanshi tentunya sudah mengetahui bagaimana kekuatan keluarga Lin termasuk keluarga Zhang, jadi tentunya Zhang Jiangwu sudah memiliki persiapan yang matang sebelum merencanakan pembunuhan untuk Lin Feng.
"Baiklah jika memang seperti itu, sekarang kita juga perlu melakukan persiapan yang sangat matang untuk melakukan penyerangan ini" ucap Lin Jianheeng.
"Selagi kalian melakukan persiapan, aku akan kembali ke sekte Phoenix Emas" ujar Lin Feng.
"Tunggu dulu Feng'er, sebaiknya kau berlatih di keluarga kita saja, karena di keluarga kita jauh lebih aman daripada di sekte Phoenix Emas" ujar Lin Dian.
"Tidak apa-apa paman, lagi pula di sekte juga masih ada guru, jadi semuanya pasti akan baik-baik saja" jawab Lin Feng.
"Baiklah, kalau memang kau ingin kembali ke sekte Phoenix Emas, maka kakek akan mengantarkan mu ke sana" ucap Lin Jianheeng.
Lin Feng kemudian berpamitan kepada ibunya beserta kedua pamannya, lalu setelah itu Lin Feng langsung berangkat menuju ke sekte Phoenix Emas bersama dengan Lin Jianheeng.
**
Saat ini di sekte Phoenix Emas, semua orang nampak sedang melakukan persiapan untuk mengadakan pertandingan pemilihan murid terbaik yang mereka adakan setiap tahunnya, suasana sekte Phoenix Emas juga nampak jauh lebih ramai dari biasanya, karena para murid yang sedang menjalankan misi ataupun latihan tertutup di luar sekte juga sudah kembali.
"Eh, kenapa sekte jadi lebih ramai, apa mereka sedang melakukan sesuatu?" tanya Lin Feng bingung
"Jika aku tidak salah ingat, sekte Phoenix Emas selalu mengadakan pertandingan untuk memilih murid terbaik setiap tahunnya, dan sepertinya sekarang mereka sedang melakukan persiapan untuk pertandingan itu" jawan Lin Jianheeng.
"Benarkah, kenapa aku tidak mengetahuinya sama sekali?" tanya Lin Feng.
"Tentu saja kau tidak mengetahuinya, karena kau sudah melakukan latihan begitu lama" ujar Lin Tian yang baru saja datang bersama tetua Liu Changhai.
"Salam guru" sapa Lin Feng.
"Hahahaha selamat datang kembali muridku, bagaimana latihan mu?" tanya Liu Changhai.
"Berjalan dengan sangat baik guru" jawab Lin Feng.
"Baiklah karena kalian sudah berada di sini, sebaiknya kita ke kediaman ku, agar kita bisa mengobrol dengan lebih tenang " ucap tetua Liu Changhai.