
Setelah beberapa menit berlalu, Lin Feng akhirnya berhasil menghabisi semua pasukan kekaisaran Qian, mereka semua mati dengan keadaan yang sangat mengenaskan, karena Lin Feng membantai mereka semua dengan sangat kejam.
Akan tetapi, karena Lin Feng sudah dikuasai oleh amarah dan melampiaskan kemarahannya dengan membantai prajurit kekaisaran Qian, Lin Feng sampai melupakan sesuatu yang sangat penting, yaitu menghentikan Qian Mo Fan yang sedang membangkitkan Yama.
Saat Lin Feng telah selesai membantai semua pasukan kekaisaran Qian, proses kebangkitan Yama juga telah selesai dilakukan. Saat ini, Qian Mo Fan telah berubah sepenuhnya menjadi Yama, atau bisa dikatakan bahwa Yama telah bangkit dengan menggunakan tubuh Qian Mo Fan sebagai wadahnya.
Tubuh Qian Mo Fan juga mengalami perubahan, rambutnya yang semula hitam telah berubah menjadi merah menyala seperti api, begitu juga dengan pupil matanya yang juga telah berubah menjadi merah seperti darah, di dahinya juga tumbuh sepasang tanduk yang cukup panjang.
Tidak hanya itu saja, bahkan warna kulitnya juga telah berubah sedikit hitam, keriput di wajahnya juga telah menghilang, Qian Mo Fan yang sebelumnya merupakan pria tua, telah kembali menjadi muda, sekarang Qian Mo Fan benar-benar terlihat seperti seorang pemuda berumur 25 tahun.
"Hahahaha! Setelah sekian lama, akhirnya aku bangkit kembali!" ujar Qian Mo Fan tertawa lantang dan terdengar menyeramkan.
"A-ayah?!" Qian Zhi Dao mencoba memanggil ayahnya dengan ragu.
"Siapa yang kau panggil ayah manusia bodoh, aku adalah Yama, dewa para iblis dan penguasa tanah kegelapan!" jawab Yama sinis.
"Ma-maaf penguasa, hamba bersalah" ucap Qian Zhi Dao.
"Penguasa, perkenalkan hamba adalah Qian Zhi Dao, hamba adalah manusia yang telah membangkitkan penguasa" ucap Qian Zhi Dao memperkenalkan dirinya.
"Hahahaha! Aku ucapkan terimakasih karena kau telah membangkitkan ku, sebagai gantinya aku tidak akan membunuhmu" ujar Yama.
"Terimakasih penguasa" jawab Qian Zhi Dao.
"Lalu siapa bocah ini?" tanya Yama.
"Dia adalah putra hamba, yang mulia. Namanya Qian Ling Chen" jawab Qian Zhi Dao.
"Hormat penguasa" ucap Qian Ling Chen memberikan hormat.
Saat mereka sedang mengobrol, Yama tiba-tiba tersentak kaget dan langsung mengalihkan pandangannya kepada Lin Feng, tatapan matanya langsung berubah saat merasakan aura kematian yang berasal dari tubuh Lin Feng.
"Bocah itu, apakah dia adalah dewa kematian?" tanya Yama dalam hatinya.
Yama yang merasa terganggu dengan aura kematian dari tubuh Lin Feng, kemudian menghilang dari tempatnya dan langsung muncul di hadapan Lin Feng. Saat tatapan mereka bertemu, tiba-tiba saja terjadi gejolak energi spiritual yang sangat mengerikan.
Meskipun mereka berdua masih belum melakukan apa-apa, tapi telah terjadi pertarungan aura yang sangat dahsyat diantara mereka, yang menyebabkan terjadinya gelombang energi yang cukup besar, serta udara yang tiba-tiba saja terasa sesak.
"Tidak aku sangka, manusia hina sepertimu bisa menjadi dewa kematian!" ucap Yama.
"..." Lin Feng sama sekali tidak menghiraukan perkataan Yama, tatapan matanya yang tajam juga masih tertuju pada Yama.
"Kenapa kau diam saja? Apa kau takut?" tanya Yama.
"Takut? Untuk apa aku takut padamu yang harus aku bunuh!" jawab Lin Feng.
"Hahahaha! apa kau pikir kau bisa membunuhku begitu saja?" tanya Yama.
"Kenapa tidak!" jawab Lin Feng.
Lin Feng tentunya tidak tinggal diam saja, dia juga langsung mengepalkan tangannya, kemudian mengayunkan pukulan yang penuh dengan tenaga kepada Yama.
DHUUAARR!!
Terjadi ledakan yang cukup besar saat pukulan mereka berdua beradu, ledakan tersebut juga menyebabkan terjadi gelombang energi yang cukup besar, sehingga membuat Lin Feng terpental sejauh beberapa meter, sementara Yama, masih berdiri dengan santai di tempatnya.
"Kekuatannya benar-benar sangat luar biasa" gumam Lin Feng kesal.
Meskipun telah mengetahui dengan jelas bahwa Yama bukanlah tandingannya, tapi Lin Feng bukanlah orang yang mudah menyerah sebelum berusaha, dengan pedang kayu roh yang ada di tangannya, Lin Feng kemudian melesat dengan kecepatan tinggi menuju ke arah Yama.
Lin Feng kemudian menyerang Yama dengan bertubi-tubi dan tidak memberikan Yama kesempatan untuk melakukan serangan balasan, meskipun begitu, Yama nampak masih bisa menghindari serangan Lin Feng dengan sangat mudah, bahkan tidak satupun tebasan pedang Lin Feng yang bisa mengenai tubuhnya.
"Dasar lambat!" ujar Yama, kemudian mengayunkan kakinya dengan sangat cepat dan mendaratkan tendangan keras ditubuh Lin Feng.
Tendangan Yama mengenai tubuh Lin Feng dengan telak, bahkan Lin Feng tidak bisa menahan ataupun menghindari serangan yang terlalu cepat tersebut, sehingga membuat Lin Feng terlempar cukup jauh.
Dhuar... Ledakan yang cukup besar kembali terjadi saat tubuh Lin Feng menabrak batu besar dibelakangnya dengan sangat keras, bahkan sampai membuat batu besar tersebut hancur, jika bukan karena jubah pemberian Dewi Nuwa yang melindungi tubuhnya, mungkin Lin Feng sudah terluka parah.
Meskipun tubuhnya tidak terluka, namun Lin Feng masih bisa merasakan sakit disekujur tubuhnya karena serangan tersebut, bahkan darah segar nampak mengalir di sudut bibir Lin Feng, yang menandakan bahwa dia mendapatkan luka dalam, akibat serangan tersebut.
"Huise, Lang Diyu!" ujar Lin Feng.
***
Di dunia bawah, Lang Diyu yang sedang melatih prajurit kerajaan dunia bawah tiba-tiba saja merasakan perasaan aneh dalam dirinya, perasaan aneh tersebut adalah perasaan saat dia bersama dengan Yama dahulu, lebih tepatnya sebelum Yama di segel.
Beberapa saat kemudian, Lang Diyu mendengar panggilan dari Lin Feng, meskipun suara tersebut terdengar samar-samar, tapi Lang Diyu sangat yakin kalau Lin Feng sedang membutuhkan bantuannya sekarang.
"Tuan" gumam Lang Diyu khawatir.
"Lanjutkan latihan kalian, aku akan pergi menemui tuan di dunia atas" ucap Lang Diyu tegas.
"Baik!" jawab para prajurit serempak.
Setelah itu, Lang Diyu langsung menghilang dari tempat tersebut, kemudian menuju ke dunia atas untuk menghampiri Lin Feng.
***
Beberapa saat setelah Lin Feng memanggil kedua nama tersebut, di samping kanan dan kiri Lin Feng tiba-tiba saja muncul dua sosok yang terlihat sangat kuat, sosok yang berada di kiri Lin Feng terlihat seperti manusia, tapi dia jelas bukan manusia, sementara sosok yang berada di kanan Lin Feng adalah seekor serigala yang sangat besar.
Mereka berdua tidak lain adalah Huise dan Lang Diyu, yang langsung muncul setelah Lin Feng memanggil nama mereka. Saat mereka berdua muncul, Yama tiba-tiba saja tersentak kaget saat melihat sosok mereka berdua, terlebih lagi saat memandang Lang Diyu yang terasa sangat akrab dengannya.
Sementara itu, Lang Diyu juga nampak menunjukkan ekspresi terkejut saat melihat sosok Huise, Lang Diyu kaget bukan karena mereka sesama serigala, tapi Lang Diyu merasa kaget, karena merasakan ancaman yang sangat luar biasa dari sosok Huise.
"Siapa sebenarnya serigala ini?" tanya Lang Diyu dalam hatinya.