
Setelah beberapa hari berlalu, Lin Feng sekarang sedang berada di hutan sambil bersantai sambil menikmati daging bakar, sambil memikirkan tentang dunia bawah yang sekarang menjadi tanggung jawabnya, meskipun telah mencoba meyakinkan dirinya berulang kali, tapi Lin Feng tetap merasa ragu dengan dirinya sendiri.
"Entah aku bisa menjadi seorang raja atau tidak, padahal aku hanya bisa membunuh, kenapa sekarang malah disuruh menjadi raja" gumam Lin Feng menggerutu.
"Dasar Dewi sialan!" ujar Lin Feng kesal.
Saat Lin Feng sedang memikirkan masalahnya, tiba-tiba saja seseorang melintas dengan kecepatan tinggi di dekatnya, Lin Feng sempat kaget ketika merasakan ada aura membunuh yang cukup kuat, karena penasaran, Lin Feng kemudian mengikuti orang yang baru saja melintas tersebut.
Tidak butuh waktu lama bagi Lin Feng untuk mengejar orang tersebut, hanya dalam hitungan detik saja, Lin Feng telah berhasil mendahului orang itu dan menghentikan langkahnya.
"Ternyata di hutan terpencil seperti ini ada Assassin juga, melihat penampilanmu membuatku teringat dengan sesuatu yang sangat menyenangkan" ucap Lin Feng, ketika teringat dengan pembantaian yang ia lakukan terhadap para Assassin yang menyerang kekaisaran Feng.
"Aku juga tidak menyangka akan bertemu dengan Assassin lainnya di hutan ini, apa kau sedang menjalankan misi?" tanya Assassin tersebut.
"Kau seorang wanita?!" ujar Lin Feng kaget.
"Memangnya kenapa kalau aku wanita, apa kau pikir aku tidak mampu bersaing dengan kalian?!" tanya Assassin wanita tersebut.
"Tidak, buka seperti itu, aku hanya tidak menyangka saja kalau seorang wanita sepertimu mau menjadi Assassin, satu hal lagi yang perlu kau ketahui, aku bukanlah Assassin" jawan Lin Feng santai.
"Omong kosong!" ujar Assassin wanita itu, kemudian melemparkan beberapa belati ke arah Lin Feng.
Belati yang dilemparkan oleh Assassin wanita tersebut melesat dengan sangat cepat, namun sayangnya belati tersebut tidak mengenai Lin Feng dan menancap di pohon yang ada di belakang Lin Feng, sementara Lin Feng sendiri tiba-tiba saja telah berada di belakang Assassin wanita tersebut.
"Lemparan mu hebat juga, memang layak di sebut sebagai seorang Assassin" ucap Lin Feng.
Assassin wanita tersebut sangat kaget mendengar Lin Feng yang berbicara di belakangnya, dia kemudian meraih belati yang cukup besar di pinggangnya, kemudian memutar tubuhnya dengan sangat cepat sambil mengayunkan belati yang ada di tangannya.
Tapi lagi-lagi serangannya tidak mengenai Lin Feng, melainkan hanya mengenai udara kosong saja, karena Lin Feng telah menghilang lagi dari sana. "Kau masih kurang cepat, untuk bisa menyerangku, kau harus lebih cepat lagi!" ucap Lin Feng.
"Ternyata kau cepat juga, tapi kau harus tahu satu hal, di dunia ini hanya ada satu pria yang lebih cepat dariku!" ujar wanita tersebut, kemudian menghilang dari tempatnya.
Seketika itu juga, terdengar suara dentingan senjata yang beradu di dalam hutan tersebut, suara yang berasal dari pertarungan Lin Feng melawan wanita tersebut, pertarungan yang benar-benar mengandalkan kecepatan serta ketepatan, bahkan gerakan mereka berdua benar-benar tidak terlihat lagi.
Yang terlihat hanyalah kilatan cahaya berwarna biru dan merah kehitaman, serta percikan api yang terjadi karena senjata mereka yang beradu. Lin Feng nampak agak sedikit kagum dengan wanita tersebut, karena kecepatannya yang sangat luar biasa, bahkan kecepatannya hampir menyamai kecepatan Lin Feng.
"Kau benar-benar cepat, aku salah karena telah meremehkan mu" ucap Lin Feng, kemudian tersenyum sinis dibalik penutup wajahnya.
"Kalau aku boleh tahu, siapa pria yang kau sebutkan sebelumnya?" tanya Lin Feng, disela-sela pertarungan mereka.
"Bukan urusanmu, yang jelas kecepatan mu bukan apa-apa dibandingkan dia!" jawab wanita tersebut.
"Entah kenapa untuk sesaat aku teringat dengan Luo Ning saat bertarung dengan wanita ini" batin Lin Feng.
***
(Flashback On)
Satu tahun setelah kepergian Lin Feng, Luo Ning yang termotivasi dengan perkataan Lin Feng ketika mereka berada di istana kekaisaran, terus berusaha untuk meningkatkan kekuatan serta kecepatannya, bahkan dalam waktu satu tahun ini, Luo Ning telah menjadi murid tercepat di sekte Pedang Suci.
Kecepatan dan kehebatan Luo Ning sangat terkenal di sekte Pedang Suci, bahkan para tetua sekte saja sangat mengakui kecepatannya, bahkan hanya ada beberapa tetua sekte yang mampu menyaingi kecepatan Luo Ning, tentunya semua itu dia capai dengan usaha dan latihan yang sangat keras.
Tujuan Luo Ning melakukan latihan berat hanya ada satu, yaitu agar saat ia bertemu dengan Lin Feng suatu hari nanti, kecepatannya sudah bisa menyamai Lin Feng, setelah kecepatannya melebihi ataupun menyamai Lin Feng, maka dia tidak akan merasa di rendahkan lagi oleh Lin Feng, padahal sebenarnya Lin Feng tidak pernah merendahkan dirinya.
"Ning'er apa kau tidak lelah?" tanya Luo Yuan.
"Aku tidak lelah kakak, aku harus terus berlatih agar aku bisa mengalahkan Lin Feng" jawab Luo Ning.
"Berhentilah bermimpi adikku, kau tidak akan pernah mampu mengalahkan saudara Lin, memangnya kenapa kau ingin mengalahkannya?" tanya Luo Yuan.
"Sejak aku bertarung dengannya satu tahun yang lalu, aku selalu merasa direndahkan olehnya, terlebih lagi dengan kata-katanya sebelum pergi, aku benar-benar tidak akan pernah melupakan kata-kata itu! Kata-kata yang selalu membuatku susah tidur, kata-kata yang selalu mengganggu pikiranku." jawab Luo Ning.
"Ternyata gara-gara itu, Ning'er, apa kau menyukai saudara Lin?" tanya Luo Yuan.
"Tidak! Aku sangat membencinya!" jawab Luo Ning.
***
Beberapa bulan kembali berlalu dengan sangat cepat, kekuatan dan kecepatan Luo Ning benar-benar sudah meningkat dengan pesat, bahkan sekarang tidak ada satupun dari para tetua yang mampu menandingi kecepatannya, termasuk tetua pertama sekte Pedang Suci.
Seiring berjalannya waktu, masalah antara kekaisaran Luo dan kekaisaran Qian juga makin memuncak, hanya tinggal menunggu waktu saja sampai kedua kekaisaran tersebut saling menyerang satu sama lain.
Kedua kaisar juga tentunya mengetahui bahwa mereka tidak akan diam saja, tentunya mereka akan melakukan apapun untuk mengetahui kekuatan masing-masing, bahkan kaisar Qian tidak segan-segan menyewa para Assassin untuk menyusup ke ibukota kekaisaran Luo, untuk mencari informasi.
Kaisar Luo juga tidak ingin tinggal diam saja, dia mencoba untuk melakukan hal yang sama, tapi sayangnya semua Organisasi Assassin tidak mau bekerjasama dengannya, Luo Ning yang merasakan keresahan ayahnya, kemudian mengajukan diri untuk memata-matai kekaisaran Qian.
Awalnya permintaan Luo Ning langsung ditolak oleh ayahnya, karena dia tidak ingin membahayakan nyawa anaknya sendiri, tapi setelah meyakinkan ayahnya secara berulang-ulang, kaisar Luo akhirnya menyetujui permintaan Luo Ning.
Setelah mendapatkan persetujuan ayahnya, Luo Ning langsung pergi ke ibukota kekaisaran Qian, awalnya penyamaran Luo Ning berjalan dengan lancar, bahkan Luo Ning sampai berhasil menyusup selama beberapa bulan dan mendapatkan banyak informasi.
Sampai akhirnya penyamarannya di ketahui oleh pangeran Qian yang sejak lama telah mencurigainya, karena penyamarannya telah di ketahui, Luo Ning kemudian pergi meninggalkan kekaisaran Qian, untungnya Luo Ning berhasil lolos dan berakhir di hutan perbatasan kekaisaran Qian dan kekaisaran Luo.
(Flashback Off)