
Feng Hao Chen nampak kesal karena telah lalai dalam pertarungan, bahkan bisa dikatakan ini adalah pertama kalinya dia kehilangan fokus selama pertarungan, dengan raut wajah yang sangat kesal, Feng Hao Chen langsung melesat ke arah Lin Feng dan langsung menyerang Lin Feng dengan tombaknya.
Feng Hao Chen langsung menyerang Lin Feng dengan kekuatan penuhnya, karena Feng Hao Chen tahu bahwa sekarang kekuatan Xiao Lang tidak bisa lagi dia remehkan ataupun dipandang dengan sebelah mata, bahkan sekarang Lin Feng tidak kesulitan sama sekali menghadapi dirinya.
"Aku benar-benar tidak menyangka kalau kekuatanmu bisa meningkat dengan sangat cepat, tapi itu tidak ada artinya karena kekuatanmu masih belum setara denganku! Kekuatanmu itu hanyalah kekuatan pinjaman, pastinya tidak akan bertahan lama." ujar Feng Hao Chen sambil terus menyerang Lin Feng.
"Meskipun hanya sementara, tapi semua ini sudah cukup untuk menghadapi mu" jawab Lin Feng.
Lin Feng kemudian melepaskan aura membunuhnya yang sangat besar, karena kekuatannya sekarang sudah setara dengan Feng Hao Chen, aura membunuh yang Lin Feng lepaskan juga berhasil menindas Feng Hao Chen, bahkan aura membunuh tersebut sampai membuat Feng Hao Chen sangat kesulitan.
Lin Feng yang sebelumnya hanya bertahan dari serangan Feng Hao Chen, sekarang malah berbalik menyerang Feng Hao Chen dengan sangat cepat, serangan-serangan Lin Feng benar-benar sangat cepat, dengan bantuan aura membunuhnya Lin Feng menjadi lebih leluasa melakukan serangan, bahkan gerakannya menjadi semakin cepat setiap saat.
Feng Hao Chen yang kewalahan mencoba untuk tetap bertahan dari serangan Lin Feng yang sangat ganas, namun karena tekanan aura membunuh Lin Feng yang sangat kuat, membuat Feng Hao Chen tidak bisa berbuat banyak, bahkan untuk melakukan serangan balik saja sangat sulit untuknya saat ini.
"Sial, aura membunuh ini sangat merepotkan" gumam Feng Hao Chen.
Lin Feng terus meningkatkan kecepatan serangannya, suara dentingan pedang dan tombak yang beradu juga terus terdengar mengiringi pertarungan mereka berdua, pertarungan mereka berdua juga tidak kalah dahsyatnya jika dibandingkan dengan pertarungan Huise dan Naga api hitam.
Tiga puluh menit telah berlalu, pertarungan antara Lin Feng dan Feng Hao Chen juga terus berlanjut, namun sekarang keadaan Feng Hao Chen benar-benar telah berbeda dengan sebelumnya, dimana hampir di sekujur tubuhnya telah terdapat begitu banyak luka tebasan pedang, pakaian yang dikenakan oleh Feng Hao Chen juga telah kotor karena telah dilumuri oleh darahnya sendiri.
Meskipun begitu, Feng Hao Chen masih tetap berusaha untuk melakukan perlawanan, meskipun dia tahu sudah tidak mungkin lagi baginya untuk memenangkan pertarungan tersebut. Lin Feng hanya bisa tersenyum sinis dari balik penutup wajahnya saat melihat perjuangan Feng Hao Chen, tapi sebagai seorang pembunuh yang berdarah dingin, tentunya sangat pantang bagi Lin Feng untuk membiarkan musuhnya hidup.
"Sudah saatnya kau membayar semua kekejaman yang kau lakukan selama ini" ucap Lin Feng kemudian menghilang dari pandangan.
Tidak lama kemudian, Lin Feng kembali muncul di samping Feng Hao Chen dan langsung menebaskan pedangnya, akan tetapi, tebasan pedang Lin Feng kali ini tidak diarahkannya langsung ke leher, melainkan ke arah tangan Feng Hao Chen, sehingga membuat tangannya langsung putus karena tebasan pedang Lin Feng.
Lin Feng tentunya tidak langsung berhenti sebatas itu saja, dengan gerakannya yang sangat cepat, Lin Feng langsung berpindah ke sisi lain Feng Hao Chen dan langsung menebaskan pedangnya sekali lagi, sehingga membuat tangan Feng Hao Chen yang satunya juga terputus, lalu setelah itu, Lin Feng langsung menghancurkan kultivasi Feng Hao Chen.
Feng Hao Chen terjatuh tepat di halaman istana dengan keadaan yang sangat mengerikan, tukang-tulangnya patah karena jatuh dari tempat yang sangat tinggi, bahkan tengkorak kepalanya sampai pecah, dengan keadaan tersebut tentunya membuat Feng Hao Chen tidak bisa bertahan lagi, dan akhirnya mati dengan sangat mengenaskan.
***
Sementara itu, pertarungan antara Huise dan Naga api hitam juga sudah mencapai puncaknya, keadaan Naga api hitam juga tidak jauh berbeda dengan keadaan Feng Hao Chen sebelumnya, di sekujur tubuh naga api hitam terdapat begitu banyak luka, meskipun kulitnya lebih keras jika dibandingkan dengan baja, namun kekuatan tubuhnya masih bukan tandingan dari kekuatan petir hitam Huise yang sangat mengerikan.
"Bahkan setelah meningkatkan kekuatan selama ratusan tahun, tetap saja aku tidak bisa menandingi kekuatanmu yang sangat luar biasa" ucap Naga api hitam.
"Kau memang pantas menjadi seorang penguasa, karena kekuatanmu memang tidak tertandingi, tapi aku akan tetap berusaha untuk melenyapkan mu!" lanjutnya
Naga api hitam kemudian terbang dengan sangat cepat ke arah Husie, bersamaan dengan itu, Naga api hitam juga terus menghembuskan nafas apinya untuk menyerang Huise, akan tetapi, karena energinya telah banyak terkuras selama pertarungan, serangan Naga api hitam juga semakin menurun, bahkan panas dari api hitamnya juga telah berkurang.
Huise juga tentunya menyadari hal tersebut, tapi tentunya Huise tidak ingin bersikap lembut ataupun bermurah hati kepada Naga api hitam, karena memang hanya akan ada satu penguasa yang akan tetap bertahan, sementara yang lainnya hanya memiliki dua pilihan saja, jika tidak patuh kepada penguasa yang sesungguhnya maka mereka akan mati.
Huise kemudian menciptakan kembali beberapa petir hitam yang sama seperti sebelumnya, namun kali ini ukurannya jauh lebih besar, bahkan auranya juga sangat luar biasa, setelah itu, Huise langsung menembakkan petir hitam tersebut ke arah Naga api hitam yang masih terbang mendekat ke arah dirinya.
Beberapa petir yang berwarna hitam tersebut melesat dengan sangat cepat ke arah Naga api hitam, meskipun dalam keadaan terluka, namun naga api hitam masih bisa menghindari serangan dari beberapa petir yang mengarah kepadanya, tapi sayangnya, karena terlalu sibuk menghindari serangan petir tersebut, naga api hitam tidak menyadari bahwa ada serangan lain yang datang dari atasnya.
BOOOMMMM!!!
Ledakan yang sangat dahsyat kembali terjadi saat petir hitam tersebut menyambar tubuh naga api hitam dari atasnya, kekuatan dari serangan tersebut bahkan berkali-kali lipat jauh lebih besar jika dibandingkan dengan serangan Huise yang sebelumnya, sehingga membuat naga api hitam tidak bisa bertahan dan langsung terjatuh ke tanah dengan keadaan terluka parah.
Setelah Naga api hitam terjatuh, Huise langsung melesat ke bawah dan turun di hadapan Naga api hitam, meskipun telah terkena serangan yang sangat kuat, namun Naga api hitam masih belum mati, akan tetapi keadaannya sekarang juga tidak bisa tertolong lagi.
"Sekarang jiwamu akan menjadi milikku" ucap Huise.