
Liang Jin Hu mengerutkan alisnya karena tidak mengerti maksud perkataan Lin Feng, namun saat dia masih memikirkan maksud dari perkataan tersebut, Zhu Lien dan Zhu Ling sudah berada di hadapannya dan langsung menyerangnya, beruntung Liang Jin Hu berhasil menghindari serangan mereka dengan cepat, jika tidak, mungkin dia akan terlempar sampai ke singgasananya.
"Beraninya kau mengkhianati kami!" ujar Bai Jia Xing.
"Hahahaha! Apa kau tidak salah? Bukankah seharusnya aku yang bertanya demikian? Tapi tidak masalah, karena kalian berani bermain-main dengan kematian, maka bersiaplah untuk mati dengan mengenaskan!" ucap Lin Feng, kata-katanya terdengar sangat mengerikan, bahkan tubuh Bai Jia Xing sampai bergetar karenanya.
Meski begitu, Lin Feng tidak langsung menyerang Bai Jia Xing ataupun petinggi istana lainnya, justru Lin Feng malah fokus melihat pertarungan antara Zhu bersaudara melawan Liang Jin Hu. Sebab, sekarang adalah saat yang tepat bagi Lin Feng untuk melihat kekejaman mereka berdua, karena itu juga, Lin Feng menahan dirinya agar tidak ikut campur dalam pertarungan tersebut dan jika dia ikut campur, semuanya akan selesai dengan mudah dan cepat.
Karena tidak ada tanda-tanda Lin Feng akan melakukan serangan, Bai Jia Xing kemudian memanggil seluruh pasukan untuk datang ke istana kekaisaran, agar bisa membantu mereka menangkap Lin Feng dan Zhu bersaudara, lalu para petinggi istana lainnya telah bergerak untuk membantu sang kaisar yang sedang bertarung.
"Hahahahaha! Kalian benar-benar bodoh, apa yang membuat kalian sangat yakin untuk menyerang ku secara langsung? Dan apakah kalian tidak sadar, jika kalian sedang menggali kuburan sendiri?!" Liang Jin Hu masih saja menyombongkan dirinya di sela-sela pertarungan.
"Sebaiknya kalian menyerah sekarang, karena sebentar lagi seluruh pasukan kekaisaran akan datang untuk menangkap kalian semua!" ujar salah seorang petinggi istana.
Zhu Lien dan Zhu Ling nampak merasa khawatir, karena tidak mungkin bagi mereka berdua untuk melawan seluruh kekaisaran Liang sekaligus, jika hanya melawan para prajurit saja, mungkin mereka tidak akan khawatir, karena mereka bisa menghadapi semua prajurit tersebut, tapi tentunya Liang Jin Hu dan para petinggi istana tidak akan tinggal diam. Menghadapi Liang Jin Hu dan para petinggi istana saja sudah membuat mereka kesulitan, apa lagi jika ditambah dengan seluruh pasukan kekaisaran, tentu mereka akan benar-benar kesulitan dibuatnya.
"Jangan khawatir, kalian berdua bisa menghadapi Liang Jin Hu dan yang lainnya, biarkan aku yang mengurus para prajurit kekaisaran, agar mereka tidak mengganggu balas dendam kalian!" ucap Lin Feng melalui transmisi suara.
Suara Lin Feng menggema di telinga mereka berdua, bagaikan sebuah berita baik ditengah-tengah keadaan buruk, perkataan Lin Feng bahkan mampu membuat kekhawatiran yang sebelumnya mereka rasakan sirna saat itu juga. Dan dengan adanya Lin Feng, mereka bisa bertarung dengan serius tanpa harus mengkhawatirkan gangguan dari prajurit kekaisaran.
Di luar istana kekaisaran.
Seluruh prajurit kekaisaran langsung datang ke istana setelah mendengar panggilan dari Bai Jia Xing, begitu juga dengan jendral kekaisaran yang sedang bersama pasukannya, namun saat mereka semua sampai di halaman istana yang sangat luas, langkah mereka tiba-tiba saja terhenti karena dihadang oleh seorang pemuda, yang tidak lain adalah Lin Feng.
"Siapa kau? Kenapa kau menghalangi kami untuk masuk ke istana?!" tanya jendral kekaisaran.
"Aku adalah kematian untuk kalian semua!" jawab Lin Feng.
"Hahahaha! Jangan bercanda bocah, apa kau tidak sadar sekarang kau tengah berhadapan dengan siapa? Jika kau tidak ingin mati sebaiknya kau menyingkir sekarang!" ucap sang jendral.
"Coba saja buat aku menyingkir, itupun kalau kalian mampu!" jawab Lin Feng, lalu mengeluarkan kedua pedangnya.
"Cihh! Kau terlalu sombong bocah, serang dia sekarang!" ujar sang jendral.
Para prajurit kekaisaran kemudian bergerak maju untuk menyerang Lin Feng, namun ketika mereka hampir mendekatinya, Lin Feng tiba-tiba saja menghilang dari pandangan mereka semua, sesaat kemudian, para prajurit mulai berjatuhan satu-persatu, tentunya dengan keadaan tubuh yang telah terpotong-potong menjadi bagian-bagian kecil.
"I-ini tidak mungkin!" ucap sang jendral kaget, dia benar-benar tidak bisa mempercayai apa yang dilihatnya sekarang.
Lin Feng bergerak dengan kecepatan tinggi sambil terus menebaskan pedangnya kepada para prajurit yang ia lewati. Sementara sang jendral kekaisaran hanya bisa mematung menyaksikan setiap prajuritnya mati dengan sangat mengenaskan, bahkan selama ini sang jendral belum pernah melihat kekejaman seperti yang Lin Feng lakukan, bisa dikatakan bahwa Lin Feng adalah sosok kekejaman yang sesungguhnya.
"Di-dia pasti bukan manusia!" gumam sang jendral, tanpa disadari tubuhnya gemetar karena rasa takut.
"Kau benar, aku memang bukan manusia, melainkan dewa kematian!" jawab Lin Feng yang telah muncul di hadapannya.
"Ka-kau mau apa?..."
"Tentu saja membunuhmu!" jawab Lin Feng, lalu membunuh sang jendral.
Di dalam istana kekaisaran.
Zhu Lien dan Zhu Ling nampak sedang kewalahan menghadapi Liang Jin Hu dan para petinggi istana, karena selain jumlah mereka yang jauh lebih banyak, kekuatan mereka semua juga tidak bisa dianggap remeh, terutama sang kaisar sendiri yang telah berada di ranah Nirvana bintang sembilan. Dan ternyata, selama ini Liang Jin Hu telah menyembunyikan kultivasinya, karena yang diketahui oleh semua orang, tingkat kultivasi Liang Jin Hu hanya berada di ranah Tyrant.
Dhuar!...
Ledakan yang tidak terlalu besar terjadi, ketika serangan energi spiritual salah seorang petinggi istana mengenai Zhu Ling, serangan tersebut membuat Zhu Ling terlempar cukup jauh hingga akhirnya menabrak dinding istana dengan keras sampai membuat dinding tersebut retak. Zhu Lien menjadi sangat kesal ketika melihat adiknya terlempar, ia kemudian menciptakan segel tangan dan bermaksud untuk menciptakan formasi ilusi, namun Bai Jia Xing berhasil menghalanginya.
"Jangan bermimpi untuk menggunakan ilusi terhadap kami!" ujar Bai Jia Xing, sambil terus melancarkan serangan pada Zhu Lien, Bai Jia Xing bahkan tidak memberikan Zhu Lien kesempatan untuk membuat segel tangan.
"Kakak, aku akan membantumu!" Zhu Ling melesat dengan kecepatan tinggi ke arah kakaknya, namun gerakannya dihentikan oleh beberapa petinggi istana yang lainnya.
"Kalian benar-benar luar biasa saat sedang bersama, tapi kalian tidak akan ada apa-apanya bila terpisah!" ucap salah seorang petinggi yang menghadang Zhu Ling.
Zhu Ling benar-benar sangat marah karena tidak bisa membantu kakaknya, ia kemudian menyerang para petinggi tersebut dengan sangat ganas, namun beberapa petinggi istana yang menghadangnya juga bukan orang sembarangan, karena mereka semua juga ahli dalam pertarungan kecepatan. Meski kecepatan mereka tidak sebanding dengan Zhu Ling, tapi dengan kerjasama yang baik, mereka benar-benar bisa membuat Zhu Ling terpojokkan.