Night King : My Life Journey

Night King : My Life Journey
Ch-66. Jiwa silat sampah


Setelah itu Jin Feng Huang langsung memerintahkan murid tersebut untuk menempelkan tangannya di baru kristal, lalu Jin Feng Huang meminta murid tersebut untuk mengalirkan sedikit energi Qi-nya kepada batu kristal, agar jiwa spiritnya bisa ditampilkan, namun setelah beberapa menit berlalu baru kristal masih belum menunjukkan reaksi apapun.


Jin Feng Huang nampak menghela nafas berat dan dengan berat hati Jin Feng Huang menyampaikan kepada murid tersebut bajwa jiwa silatnya masih belum terbangkitkan, Jin Feng Huang juga mengatakan bahwa jika jiwa silatnya bangkit maka batu kristal akan bercahaya terang, lalu setelah itu batu kristal akan menampakkan jiwa silat melalui energi Qi yang telah di salurkan kepada batu kristal.


"Baiklah siapa lagi yang berikutnya" ucap Jin Feng Huang.


Satu persatu para murid mulai naik ke atas arena untuk mengetahui apakah jiwa silat mereka telah bangkit atau belum, karena untuk para kultivator yang masih berada di tingkatan rendah akan sangat sulit bagi mereka untuk merasakan kebangkitan jiwa silat mereka sendiri.


Satu jam lebih telah berlalu, para murid yang ingin mengetahui tentang kebangkitan jiwa silat mereka juga semakin bertambah, namun pada akhirnya banyak diantara mereka yang kembali dengan raut wajah yang kecewa karena jiwa silatnya masih belum terbangkitkan, akan tetapi tidak sedikit juga para murid yang telah berhasil membangkitkan jiwa silatnya.


Akan tetapi sampai saat ini, masih belum ada satupun murid yang berhasil membangkitkan jiwa silat tingkat tinggi, hampir semua murid yang berhasil membangkitkan jiwa silatnya hanya berada di tingkat rendah atau tingkat menengah.


"Baiklah, siapa lagi yang mau mengetahui kebangkitan jiwa silatnya?" tanya Jin Feng Huang.


"Aku saja" ujar Zhang Jun kemudian langsung melompat keatas arena.


"Sekarang tempelkan tanganmu di batu kristal, lalu setelah itu alirkan energi Qi mu kedalam batu kristal tersebut, jangan lupa untuk membayangkan jiwa silat yang ada di dalam dirimu" ucap Jin Feng Huang.


"Baik pemimpin" jawab Zhang Jun.


Setelah itu, Zhang Jun langsung menempelkan tangannya di batu kristal, Zhang Jun juga mengalirkan sedikit energi Qi-nya kepada batu kristal tersebut dan membayangkan di dalam dirinya ada sosok jiwa silat yang telah terbangkitkan.


Tidak lama kemudian batu kristal langsung bercahaya sangat terang, di belakang Zhang Jun muncul siluet seekor harimau berwarna biru dengan aura yang sangat besar, di atas kepala harimau tersebut juga muncul satu bintang yang berwarna merah, kemunculan satu bintang tersebut menandakan bahwa jiwa silat Zhang Jun berada di tingkat tinggi bintang satu.


"Bagus, akhirnya kita bisa melihat jiwa silat tingkat tinggi hari ini" ucap Jin Feng Huang.


Semua murid nampak kagum dan merasa iri dengan Zhang Jun yang berhasil membangkitkan jiwa silat tingkat tinggi, terlebih lagi mereka yang masih belum bisa membangkitkan jiwa silat sampai sekarang, bahkan para tetua sekte juga nampak sangat bangga dengan Zhang Jun.


"Hahahaha, Zhao Feng coba kau lihat ini, jiwa silatku merupakan jiwa silat tingkat tinggi, jika kau berani coba maju ke sini dan tunjukkan jiwa silatmu itu" ujar Zhang Jun tertawa lantang.


"Sebelum kau memerintahkan kak Feng, sebaiknya kau lihat dulu jiwa silatku" jawab Lin Tian kemudian melompat ke atas arena.


"Cih, dasar sialan" gumam Zhang Jun kesal.


"Zhang Jun, sekarang kembalilah" ucap Jin Feng Huang.


Setelah Zhang Jun turun dari arena pertarungan, Lin Tian langsung menempelkan tangannya di batu kristal, Lin Tian juga melakukan hal yang sama seperti yang telah di lakukan oleh murid-murid yang lainnya, tidak lama kemudian batu kristal kembali bercahaya lalu di belakang Lin Tian muncul siluet singa yang menyerupai singa es dengan aura dingin yang sangat kuat, dinatas kepala singa tersebut juga muncul dua bintang berwarna merah.


"Hahahaha bagus muridku, kau berhasil membangkitkan jiwa silat tingkat tinggi" ujar tetua Liu Changhai tertawa senang.


"Jiwa silatnya hampir sama dengan Beast Spirit miliknya, apa jangan-jangan jiwa silatnya terbangkitkan karena keberadaan singa es di dalam dirinya" gumam Lin Feng sambil terus memperhatikan Lin Tian.


Semua orang benar-benar tidak pernah menyangka bahwa Lin Tian juga berhasil membangkitkan jiwa silat tingkat tinggi, bahkan jiwa silat Lin Tian satu bintang lebih tinggi dibandingkan dengan jiwa silat Zhang Jun yang hanya satu bintang saja.


"Sial, kenapa jiwa silatnya jauh lebih tinggi dari jiwa silat milikku" gumam Zhang Jun kesal.


"Jun'er tenanglah, jiwa silat masih bisa berkembang dan kau tentunya masih bisa mengalahkan bocah itu" ucap tetua Zhang Kaibo pelan.


"Tentu saja paman, aku tidak akan mau kalah dari sampah yang satu ini" jawab Zhang Jun.


Di atas arena Lin Tian masih nampak termenung dengan kebangkitan jiwa silatnya sendiri, Lin Tian benar-benar tidak pernah menyangka bahwa dia akan membangkitkan jiwa silat tingkat tinggi bintang dua, bahkan yang lebih mengejutkan lagi adalah, jiwa silatnya hampir sama persis dengan singa es yang merupakan Beast Spiritnya.


"Bagus Lin Tian, sekarang kau boleh kembali" ucap Jin Feng Huang.


"Terimakasih pemimpin" jawab Lin Tian kemudian berjalan meninggalkan arena pertarungan.


"Kak Feng, sekarang giliran mu" ujar Lin Tian.


Lin Feng hanya membalas perkataan Lin Tian dengan tersenyum kecil, setelah itu Lin Feng langsung berjalan menuju ke atas arena pertarungan, tidak seperti murid-murid yang lain yang nampak sangat bersemangat, Lin Feng justru nampak biasa-biasa saja dengan wajah datar tanpa ekspresi.


Setelah berada di atas arena, tanpa perintah ataupun instruksi dari Jin Feng Huang, Lin Feng langsung menempelkan tangannya di batu kristal lalu setelah itu Lin Feng mengalirkan sedikit energi Qi-nya kepada batu kristal. Berikutnya, Lin Feng langsung mencoba membayangkan jiwa silatnya, walaupun Lin Feng tidak tau harus membayangkan seperti apa jiwa silatnya, namun Lin Feng mencoba untuk membayangkan jiwa silatnya mirip seperti Huise.


Namun sayangnya, sekeras apapun Lin Feng mencoba dia tetap tidak berhasil membayangkan Huise dan yang muncul malah sebilah pedang yang telah patah dengan bilah dan gagang berwarna emas.


Batu kristal yang di sentuh oleh Lin Feng tiba-tiba memancarkan cahaya yang sangat terang dan menyilaukan, lalu di belakang Lin Feng muncul siluet sebilah pedang patah berwarna emas dan di atas pedang itu juga muncul tiga bintang berwarna ungu cerah.


"Hahahahaha, sampah selamanya akan tetap menjadi sampah, lihatlah dia membangkitkan jiwa silat tingkat rendah dan yang lebih menyedihkan lagi adalah, jiwa silatnya merupakan sebilah pedang yang telah patah, yang artinya jiwa silatnya juga sampah sama seperti orangnya" ujar Zhang Jun tertawa lantang.