Night King : My Life Journey

Night King : My Life Journey
Ch-210. Apa kau pikir aku bodoh?


Lin Feng kembali membuka matanya, namun raut wajah Lin Feng benar-benar menunjukkan rasa bingung yang sangat besar, kejadian yang baru saja dia alami benar-benar sangat aneh, bahkan Lin Feng sendiri sampai tidak tahu lagi harus berkata apa.


"Tuan kenapa anda terlihat bingung?" tanya Huise.


"Entahlah Huise, aku juga tidak tahu harus berkata apa sekarang" jawab Lin Feng.


Karena bingung sekaligus penasaran, Lin Feng kemudian mencoba untuk mengeluarkan jiwa silat bayangan yang baru saja dia dapatkan, Lin Feng menghela nafas panjang untuk menenangkan pikirannya, setelah itu Lin Feng menutup matanya dan mengangkat tangannya ke depan.


Meskipun Lin Feng belum pernah menggunakan jiwa silat sebelumnya, tapi Lin Feng tentunya mengetahui bagaimana cara mengeluarkan jiwa silatnya sendiri, karena semua informasi mengenai jiwa silat bayangan sudah ada di kepalanya, termasuk cara menggunakan jiwa silat tersebut.


Tidak lama kemudian, di atas telapak tangan Lin Feng muncul muncul bola hitam yang mempunyai energi yang sangat besar, Lin Feng kembali mengerutkan alisnya saat melihat bola hitam di tangannya, dia benar-benar tidak menyangka bahwa bola hitam tersebut adalah jiwa silat bayangan, karena sebelumnya Lin Feng belum pernah melihat jiwa silat seperti itu.


"Bentuknya benar-benar sangat aneh, tapi kenapa tulisan itu mengatakan bentuknya bisa berubah sesuai keinginanku" gumam Lin Feng bingung.


"Kalau memang itu benar, berarti bentuk jiwa silat bayangan bisa berubah menjadi apa saja sesuai keinginanku? Kalau begitu bagaimana jika begini" gumam Lin Feng sambil membayangkan sesuatu.


Beberapa saat kemudian, bola hitam yang melayang di atas telapak tangan Lin Feng tiba-tiba saja membesar, setelah itu, bola hitam tersebut tiba-tiba saja memanjang dan berubah menjadi seperti pedang kayu roh, bentuk dan ukurannya benar-benar sangat mirip dengan pedang kayu roh, hanya saja, aura yang dimiliki pedang tersebut adalah aura yang sangat mengerikan.


"Hebat! Meskipun awalnya aku merasa ragu, tapi jiwa silat ini benar-benar sangat luar biasa" ucap Lin Feng.


"Tunggu, bagaimana jika sekarang kau berubah seperti aku" lanjutnya.


Jiwa silat bayangan yang sebelumnya telah menyerupai pedang kayu roh, kembali berubah menjadi bola hitam, setelah itu, ukuran dari bola hitam tersebut menjadi lebih besar lagi dan kemudian berubah menyerupai Lin Feng yang sekarang, perubahannya benar-benar sama dengan Lin Feng, mulai dari wajah, sampai pakaian yang sekarang Lin Feng kenakan.


Tidak hanya bentuknya saja yang sama, bahkan tingkat kultivasinya setera dengan tingkat kultivasi Lin Feng yang sekarang, hanya saja, aura yang terpancar dari bayangan Lin Feng tersebut hanya aura membunuh saja, tidak sama seperti Lin Feng yang tubuhnya penuh dengan energi kehidupan, bisa dikatakan jiwa silat bayangan tersebut adalah gambaran dari sisi gelap Lin Feng yang sebenarnya.


Meskipun bayangan Lin Feng tersebut memiliki aura membunuh yang juga sama dengan Lin Feng, namun aura membunuh yang dimiliki oleh Lin Feng tidak menghilang sedikitpun, bahkan energi Qi-nya tidak terkiras sedikitpun, padahal untuk menggunakan jiwa silat, setidaknya membutuhkan energi yang sangat besar.


"Hahahaha! Benar-benar luar biasa, dengan adanya jiwa silat ini, aku tidak akan kesulitan lagi menghadapi musuh kuat dalam jumlah yang banyak" ucap Lin Feng tertawa senang.


"Baiklah, sekarang percobaan yang terakhir, aku ingin kau menyatu dengan diriku" lanjutnya.


Jiwa silat bayangan tersebut kembali menjadi bola hitam dan kemudian masuk kedalam tubuh Lin Feng, setelah itu, tubuh Lin Feng dipenuhi oleh aura yang sangat gelap, bersamaan dengan itu, penampilan Lin Feng juga langsung berubah, pupil matanya yang biru, telah berubah menjadi warna merah, begitu juga dengan rambut panjangnya, lalu pakaian yang dikenakan Lin Feng, juga berubah menjadi warna hitam.


"Jiwa silat bayangan, meskipun keberadaanya sangat misterius, tapi kekuatannya benar-benar sangat luar biasa, tapi siapa pria yang aku temui tadi?" gumam Lin Feng bingung.


***


Di dalam ruang jiwa Lin Feng, pria misterius yang sebelumnya mengaku sebagai jiwa silat bayangan, nampak sedang duduk santai menikmati kebebasan yang baru saja dia dapatkan, wajahnya benar-benar nampak bahagia dengan senyuman sinis yang terukir di sana.


"Aku benar-benar beruntung, memiliki tuan yang sangat hebat dan mempunyai aura membunuh murni yang sangat besar, sekarang aku hanya perlu bersabar menunggu sampai akhirnya semua aura membunuh tersebut menjadi milikku" ucap pria misterius tersebut.


"Jadi kau memiliki maksud terselubung terhadap tuanku ya?!" tanya Huise sinis.


Pria misterius tersebut benar-benar sangat kaget saat mendengar pertanyaan Huise, dia benar-benar tidak pernah mengira bahwa di dalam ruang jiwa Lin Feng ada orang lain selain dirinya, pria tersebut kemudian mengalihkan pandangannya untuk mencari keberadaan Huise.


Tubuh pria misterius tersebut bergetar hebat saat melihat sepasang mata berwarna merah menyala seperti api yang sedang menatap dirinya, tidak hanya itu saja, bahkan aura yang terpancar dari tatapan mata tersebut benar-benar sangat besar, bahkan sampai membuatnya merasakan tekanan intimidasi yang luar biasa.


"Sejak awal kemunculan mu, aku sudah sangat curiga, tapi aku tetap bersabar menunggu sampai kau menunjukkan siapa dirimu yang sebenarnya" ucap Huise.


"Si-siapa kau?" tanya pria misterius dengan tubuh gemetaran.


"Siapa aku tidaklah penting untuk kau ketahui, tapi yang pastinya aku akan memusnahkan mu karena kau telah berani memiliki niat buruk terhadap tuanku" jawab Huise.


"Si-sial, kenapa di dalam tubuh bocah ini ada hal yang mengerikan seperti ini, aku bahkan tidak bisa mengukur tingkat kekuatannya, apa jangan-jangan dia adalah sosok yang menjaga tubuh anak ini" batin pria misterius tersebut.


"Tu-tunggu senior, apa yang kau dengar sebelumnya tidaklah benar, aku benar-benar tidak memiliki niat buruk terhadap tuan" ucap pria misterius tersebut.


"Apa kau pikir aku bodoh? Sejak kau datang dan masuk ke ruang jiwa tuan, apapun yang kau lakukan sudah berada didalam pengawasanku, jadi janhan coba-coba bersikap seolah aku tidak mengetahui apa yang kau pikirkan" jawab Huise kesal.


Setelah itu, Huise yang hanya berbentuk bayangan hitam dengan sepasang mata merah menyala langsung menyerang pria misterius tersebut, meskipun sangat ingin pergi dari tempat tersebut, namun pria itu sama sekali tidak bisa melakukannya, karena tubuhnya tidak bisa bergerak sedikitpun.


"Ti-tidak, se-senior tolong jangan bunuh aku!" ujar pria misterius tersebut.


Namun semuanya sudah terlambat, karena Huise benar-benar tidak bisa memberikan toleransi terhadapnya, terlebih lagi, pria tersebut telah berniat buruk terhadap Lin Feng yang merupakan tuan sekaligus manusia yang harus dia jaga dengan segenap jiwa dan raganya, pada akhirnya pria misterius tersebut mati dan jiwanya diserap oleh Huise.