Night King : My Life Journey

Night King : My Life Journey
Ch-78. Memusnahkan keluarga Zhang


Huise tentunya mengetahui siapa yang tengah berbicara dengan dirinya saat ini, oleh karena itu, Huise langsung berlutut untuk memberikan hormat kepada seseorang yang ia panggil dengan sebutan dewi, meskipun dewi tersebut sedang tidak berada di hadapannya saat ini.


"Serigala bintang, kau masih belum menjawab pertanyaan ku, kenapa kau sangat tergesa-gesa dan nampak sangat khawatir?" tanya suara tersebut.


"Yang mulia dewi tentunya sudah mengetahui alasannya tanpa harus hamba jelaskan, tapi jika memang yang mulia dewi ingin hamba menjelaskannya maka akan hamba jelaskan semuanya" jawab Huise.


Setelah itu Huise langsung menjelaskan kepada sanga dewi bahwa saat ini Lin Feng sedang dalam keadaan terluka, luka tersebut tentunya diakibatkan oleh penggabungan jiwa mereka berdua yang seharusnya tidak mereka lakukan saat kekuatan Lin Feng masih sangat lemah, Huise juga menjelaskan alasan kenapa mereka berdua melakukan penggabungan jiwa.


"Baiklah, lalu kemana tujuanmu sekarang?" tanya suara tersebut.


"Tujuan hamba adalah menuju ke hutan para monster, hamba ingin tuan Lin Feng bisa bertambah kuat dengan berlatih dan berkultivasi di sana" jawab Huise.


"Kalau begitu aku akan membantumu ke sana, tapi sebelum itu aku akan membantu mempertahankan aura kehidupan Lin Feng agar tidak menghilang" ucap suara tersebut.


"Lagipula aku yang telah membawa jiwanya kedunia ini, dan aku tidak ingin orang pilihanku mati secepat ini" lanjutnya.


Setelah itu tubuh Lin Feng tiba-tiba di selimuti oleh cahaya berwarna hijau, aura kehidupan Lin Feng yang sebelumnya hampir menghilang juga bertambah semakin besar, tidak lama kemudian di bawah Lin Feng tiba-tiba muncul lingkaran sihir yang cukup besar, lingkaran sihir tersebut tiba-tiba bercahaya dan beberapa saat kemudian tubuh Lin Feng langsung menghilang.


**


Setelah menghilang dari dalam hutan, tubuh Lin Feng tiba-tiba muncul kembali di dalam sebuah gua yang cukup besar dan luas, Huise yang masih mengandalikan raga Lin Feng bisa merasakan bahwa saat ini, mereka telah sampai di hutan para monster, karena aura di tempat tersebut terasa sangat mengerikan.


"Terimakasih telah membantu kami yang mulia dewi" ucap Huise.


"Tidak perlu berterimakasih, lagipula aku hanya membantu manusia pilihanku ini" jawab suara tersebut.


"Kalau begitu sekarang hamba bisa tidur dengan tenang, hamba mohon kepada yang mulia dewi untuk menjaga tubuh tuan selama hamba tertidur" ucap Huise.


"Tenanglah, aku sudah mengatur semuanya dengan baik" jawab suara tersebut.


Setelah itu Huise yang masih mengendalikan raga Lin Feng kemudian berjalan menuju ke salah satu batu yang cukup besar dengan permukaan yang agak datar, Huise kemudian merebahkan tubuh Lin Feng di atas batu tersebut dan kemudian memejamkan matanya.


Sebenarnya ada satu hal lagi yang tidak Huise katakan kepada Lin Feng, yaitu setelah mereka menggabungkan jiwa maka Huise akan tertidur untuk waktu yang cukup lama, bahkan huise sendiri tidak tahu sampai kapan dia akan tertidur, hal ini terjadi tentunya karena kekuatan Lin Feng yang masih sangat lemah.


Untuk bisa menggabungkan jiwa mereka berdua, Huise terpaksa harus mentransfer sebagian kekuatannya untuk menopang jiwa dan juga tubuh Lin Feng, karena jika hanya mengandalkan kekuatan Lin Feng saja, mereka proses tersebut tidak akan pernah berhasil, kalaupun berhasil kemungkinan besar tubuh Lin Feng akan meledak karena tidak sanggup menahan kekuatan Huise yang sangat besar.


"Tuan, saat aku bangun nanti, aku harap tuan sudah menjadi lebih kuat" ucap Huise sebelum benar-benar tertidur.


**


Setelah meninggalkan sekte Phoenix Emas, Lin Jianheeng langsung menghubungi pasukan keluarga Lin yang masih berada di kota Zuanshi untuk segera melakukan penyerangan, lalu dengan bantuan para tetua keluarga, pasukan keluarga Lin langsung menyerang keluarga Zhang tanpa memberikan penjelasan sedikitpun.


Hari itu kota Zuanshi kembali mengalami peristiwa berdarah, para penduduk kota tidak ada yang berani keluar dari kediamannya, bahkan anggota keluarga bangsawan ataupun keluarga kecil yang berada di kota Zuanshi tidak ada yang berani ikut campur, sebab mereka semua tahu resiko apa yang akan mereka dapatkan jika ikut campur atau mencari masalah dengan keluarga Lin.


"Zhang Jiangwu, jangan hanya bersembunyi seperti seekor tikus, hadapi aku sekarang juga!" ujar Lin Jianheeng sambil terus melakukan serangan dan menghancurkan setiap bangunan yang ada di wilayah keluarga Zhang.


Zhang Jiangwu benar-benar tidak berani keluar dari persembunyiannya, sebelumnya Zhang Jiangwu dapat merasa sangat sombong dan angkuh karena di sisinya masih ada singa api abadi, namun sekarang, tidak ada seorangpun yang bisa menyelamatkannya dari kematian.


"Apa yang harus aku lakukan sekarang" ucap Zhang Jiangwu gemetaran ketakutan.


Zhang Jiangwu memutar otaknya untuk mencari solusi masalahnya saat ini, tidak lama kemudian Zhang Jiangwu menemukan ide yang menurutnya bisa membantu masalahnya saat ini, bahkan mungkin bisa menyelamatkan nyawanya, yaitu dengan meminta bantuan kepada Asosiasi pembunuh bayaran.


"Ya benar, hanya mereka yang bisa membantuku sekarang" ucap Zhang Jiangwu sambil mengeluarkan lencana Asosiasi pembunuh bayaran dari cincin penyimpanannya.


Setelah itu Zhang Jiangwu langsung mengalirkan energi Qi-nya kepada lencana tersebut agar bisa menghubungi Asosiasi pembunuh bayaran, namun usaha Zhang Jiangwu sama sekali tidak membuahkan hasil apapun, karena lencana tersebut sama sekali tidak berfungsi seperti biasanya.


Biasanya lencana Asosiasi pembunuh bayaran tersebut akan bercahaya saat di aliri dengan energi Qi, namun entah kenapa lencana yang ada pada Zhang Jiangwu sekarang sama sekali tidak menunjukkan reaksi apapun, bahkan setelah di aliri dengan banyak energi Qi.


"Kenapa, kenapa tidak berfungsi" ujar Zhang Jiangwu kesal.


"Ada apa yang mulia?" tanya pemimpin Asosiasi tiba-tiba muncul di samping Zhang Jiangwu.


"Syukurlah anda datang, aku kira lencana ini tidak berfungsi lagi" jawab Zhang Jiangwu.


"Tolong bantu aku mengalahkan pasukan keluarga Lin dan membunuh Lin Jianheeng, aku berjanji akan memberikan bayaran yang sangat besar kepada tuan" lanjutnya.


"Hahahahaha, yang mulia raja, apa anda kira aku bodoh?, kami Asosiasi pembunuh bayaran hanya menerima misi untuk membunuh seseorang bukan berperang, selain itu orang bodoh mana yang mau berhadapan dengan keluarga Lin setelah tahu kekuatan mereka" ucap pemimpin Asosiasi pembunuh bayaran.


"A-apa maksudmu?" tanya Zhang Jiangwu.


"Aku memang datang karena panggilan mu, tapi bukan berarti ingin membantumu, melainkan mengambil kembali apa yang seharusnya menjadi milik kami" ucap pemimpin Asosiasi sambil mengambil lencana di tangan Zhang Jiangwu.


"Tidak, tuggu dulu, aku bisa memberikan hadiah yang ja.." Zhang Jiangwu langsung menghentikan ucapannya saat melihat pemimpin Asosiasi pembunuh bayaran yang sudah menghilang dari tempat tersebut.