Night King : My Life Journey

Night King : My Life Journey
Ch-42. Kekejaman Zhao Feng


Semua orang terdiam mendengar perkataan Zhao Feng, mereka yang sebelumnya menghina dan merendahkan Zhao Feng benar-benar telah kehilangan muka, mereka bahkan mulai merasa takut jika Zhao Feng akan membalaskan rasa sakit hatinya karena perkataan mereka yang sembarangan.


"Ti-tidak mungkin, kenapa anak ini sangat kuat, apa jangan-jangan dia sudah berada di ranah Gathering Spirit, jika memang benar maka mereka berdua bukanlah tandingannya" gumam Zhang Kaibo cemas.


"Gerakan yang sangat cepat, apa jangan-jangan anak menguasai jurus meringankan tubuh tingkat tinggi, tapi sepertinya itu bukanlah ilmu meringankan tubuh melainkan jurus kecepatan" batin Jin Feng Huang.


"Zhang Jun, Chen Yong apa kalian masih mau melanjutkan pertarungan ini?" tanya Jin Feng Huang.


"Tentu saja pemimpin, aku tidak akan menyerah sampai aku berhasil membuat bocah ini cacat seumur hidupnya!" jawab Zhang Jun kesal.


"Membuatku cacat seumur hidup ya, maka akan aku kabulkan keinginanmu itu" ucap Zhao Feng sinis.


Zhao Feng kembali menghilang dari pandangan dan langsung muncul secara tiba-tiba di hadapan Zhang Jun, Zhao Feng kemudian memukul perut Zhang Jun dengan sangat keras sampai membuatnya muntah darah, setelah itu Zhao Feng menarik tangan kanan Zhang Jun dan memukulnya dengan sangat keras sampai membuat tulangnya patah.


"Arrkhhh!!, tanganku!" Zhang Jun berteriak kesakitan.


"Zhao Feng apa yang kau lakukan?" tanya Jin Feng Huang.


"Memangnya kenapa?, apa kau juga tidak terima dengan perbuatanku, lalu apa aku harus diam saja saat dia ingin membuatku cacat seumur hidup?" tanya Zhao Feng sinis.


Jin Feng Huang langsung terdiam mendengar jawaban Zhao Feng, dia benar-benar tidak pernah menyangka bahwa pemuda yang masih berumur lima belas tahun tersebut sangatlah kejam, bahkan dari matanya Jin Feng Huang sama sekali tidak melihat adanya penyesalan karena telah mematahkan tangan Zhang Jun.


"Zhao Feng, aku benar-benar akan membunuhmu kali ini!" ujar Zhang Kaibo melompat ke atas arena pertarungan.


Namun Zhao Feng kembali menghilang dari pandangan dan langsung muncul di samping Chen Yong yang masih berdiri termenung di pinggir arena, Zhao Feng kemudian menyerang Chen Yong yang masih kaget dengan kemunculan dirinya.


"Zhao Feng hentikan!" ujar Zhang Kaibo.


Zhao Feng sama sekali tidak menghiraukan perkataan Zhang Kaibo, ia kembali menghilang dan muncul lagi di samping Chen Yong yang masih mencoba untuk berdiri setelah terlempar karena serangan Zhao Feng sebelumnya.


"Jika kau berani menyentuhnya maka aku akan membunuhmu!" ucap Zhang Kaibo marah.


"Benarkah?, sejak awal aku sudah katakan kepada kalian bahwa aku sama sekali tidak punya dendam pada kalian, tapi kalian semua selalu saja memanggil aku dan saudaraku sebagai sampah, bahkan sejak pertama kali datang ke sekte kami berdua sudah kalian rendahkan" jawab Zhao Feng.


"Zhao Feng, jika kau berani melakukan sesuatu padanya ma.."


Belum sempat Zhang Kaibo menyelesaikan ucapannya, Zhao Feng sudah lebih dulu menyerang Chen Yong dan mematahkan tangan kanannya.


"Arrkhhh!!, tangankuu!!" teriak Chen Yong kesakitan.


"Seharusnya kau bersyukur karena aku hanya mematahkan tangan muridmu, jika aku mau aku bisa saja membunuh mereka sekarang juga dan percaya atau tidak, tidak seorangpun dari kalian yang bisa menghentikan aku!" ujar Zhao Feng memotong ucapan Zhang Kaibo.


"Zhao Feng, aku akui kau memang kuat, tapi jangan karena kekuatan itu kau malah menjadi angkuh dan lupa bahwa di atas langit masih ada langit" ucap Jin Feng Huang.


"Hahahaha angkuh?, lalu apa pemimpin sekte ingin aku diam saja saat diriku di hina dan direndahkan, apa aku harus diam saja saat saudaraku hampir dibunuh dengan cara licik?" tanya Zhao Feng.


Jin Feng Huang kembali terdiam mendengar pertanyaan Zhao Feng, dia benar-benar tidak mengerti bagaimana harus menjawab pertanyaan tersebut, karena di menyadari bahwa dia juga akan melakukan hal yang sama jika berada di posisi Zhao Feng.


Karena sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi, Jin Feng Huang kemudian mengakhiri pertandingannya, selain itu Jin Feng Huang juga meminta agar Zhao Feng dan tetua Zhang melupakan pertaruhan yang mereka buat sebelum pertarungan dimulai.


Meskipun merasa tidak terima dengan keputusan pemimpin sekte, tapi tetua Zhang Kaibo tetap berusaha untuk tenang karena saat ini dia juga tidak bisa melakukan apa-apa, tapi bukan berarti dia melupakan perbuatan Zhao Feng yang sudah mematahkan tangan keponakannya dan salah satu murid kesayangannya.


"Tetua Zhang, bawa kedua muridmu ke kediaman ku, aku akan menyembuhkan tangan mereka berdua" ucap Jin Feng Huang.


"Baik pemimpin" jawab Zhang Kaibo.


"Kalian semua silahkan bubar, pertarungan telah berakhir dan perlu untuk kalian ingat dengan baik, setelah ini jangan sembarangan merendahkan orang lain, bisa saja orang itu jauh lebih hebat daripada kalian" ujar pemimpin sekte.


Para murid dan guru sekte kemudian langsung membubarkan diri dari tempat pertandingan, meskipun semuanya nampak baik-baik saja, tapi tidak sedikit dari mereka yang merasakan ketakutan dalam hatinya karena sebelumnya mereka telah menghina Zhao Feng secara terang-terangan.


Dan setelah melihat betapa kejamnya Zhao Feng, mereka hanya bisa berharap agar Zhao Feng tidak membalaskan dendamnya kepada mereka, jika tidak maka mereka akan benar-benar kehilangan nyawanya, sebab di hadapan pemimpin sekte saja Zhao Feng tidak takut untuk bersikap kejam, apa lagi jika berada di belakang pemimpin sekte.


Setelah semua orang bubar, Zhao Feng kemudian berjalan keluar arena dengan tenang, namun langkahnya tiba-tiba saja dihentikan oleh pemimpin sekte.


"Zhao Feng tunggu" ucap Jin Feng Huang.


"Ada apa pemimpin?" tanya Zhao Feng.


"Kau sudah mematahkan tangan keponakan dan murid tetua Zhang, sebaiknya setelah ini kau lebih berhati-hati lagi karena tetua Zhang tidak akan tinggal diam saja, belum lagi identitas Zhang Jun yang merupakan anak dari penguasa kota, aku yakin mereka akan memburu mu" jawab Jin Feng Huang.


"Untuk hari ini aku bisa membantumu, atau selama masalah itu masih di sekte ini aku akan tetap berusaha membantumu, tapi jika berhubungan dengan penguasa kota, aku merasa tidak yakin akan bisa membantumu" lanjutnya.


"Terimakasih atas peringatan anda pemimpin tapi anda tenang saja, aku yang membuat masalah maka aku jugalah yang akan menanggung akibatnya, selain itu aku juga tidak pernah menghindar sedikitpun dari masalah" ucap Zhao Feng kemudian pergi meninggalkan Jin Feng Huang.


"Benar-benar pemuda yang tangguh, semoga saja kau bisa menjadi pilar sekte ini di masa depan nanti" gumam Jin Feng Huang kemudian menghilang dari pandangan.


Setelah selesai berbicara dengan pemimpin sekte, Zhao Feng langsung menghampiri Zhao Tian dan tetua Liu Changhai yang sudah menunggu kedatangannya di bangku khusus tetua, lalu setelah itu mereka bertiga langsung kembali ke kediaman tetua Liu Changhai.