Night King : My Life Journey

Night King : My Life Journey
Ch-266. Tiba di ibukota kekaisaran Luo


Setelah menempuh perjalanan satu hari lebih, Lin Feng dan Luo Ning akhirnya sampai di ibukota kekaisaran, sekarang mereka berdua sedang berada dalam antrian pemeriksaan untuk memasuki ibukota kekaisaran.


Sebenarnya mereka bisa saja langsung masuk tanpa melalui pemeriksaan dengan menunjukkan identitas mereka berdua, tapi mereka tidak ingin melakukan itu, karena pastinya akan membuat kehebohan.


Setelah menunggu beberapa menit menunggu, tibalah akhirnya giliran mereka untuk diperiksa, saat diminta untuk menunjukkan identitasnya, Luo Ning dan langsung menunjukkan wajahnya, sambil memberikan kode kepada prajurit tersebut untuk tetap diam.


"Si-silahkan memasuki kota" ucap prajurit penjaga gerbang.


Luo Ning dan Lin Feng kemudian berjalan melewati para prajurit tersebut dan masuk kedalam gerbang, setelah berada di kota, mereka berdua langsung menuju ke istana kekaisaran.


"Berhenti! Ada urusan apa kalian datang ke sini?" tanya prajurit penjaga gerbang istana.


"Katakan pada ayah kalau aku telah kembali" jawab Luo Ning sambil membuka penutup wajahnya.


Prajurit penjaga gerbang istana nampak sangat kaget melihat kedatangan Luo Ning, mereka kemudian langsung berlutut di hadapannya. "Se-selamat datang kembali yang mulia putri" ucap para prajurit tersebut.


"Sudahlah, katakan pada ayah kalau aku sudah kembali, aku akan menunggunya di ruang tahta" ujar Luo Ning, kemudian pergi masuk ke istana.


"Ba-baik tuan putri" ucap para prajurit serempak.


Setelah itu, salah satu prajurit penjaga gerbang langsung pergi menghampiri kaisar yang sekarang berada di ruangan khusus, untuk melaporkan tentang kepulangan Luo Ning, yang sekarang sedang menunggunya di ruang tahta kekaisaran.


Luo Ming An, benar-benar sangat senang mendengar kabar tentang kepulangan anaknya, ia kemudian bergegas menuju ke ruang tahta untuk menghampiri Luo Ning, namun setelah berada di sana, Luo Ming An malah nampak kaget, karena ada seorang pria yang datang bersama anaknya.


"Ning'er, setelah sekian lama akhirnya kau kembali juga, bagaimana keadaanmu? Apa kau terluka selama menjalankan misi?" tanya Luo Ming An.


"Aku baik-baik saja ayah" jawab Luo Ning.


"Syukurlah, lalu siapa pemuda ini?" tanya Luo Ming An.


"Padahal baru dua tahun berlalu, tapi sepertinya kau sudah melupakan aku" ujar Lin Feng.


"Apa maksudmu? Siapa kau sebenarnya?" tanya Luo Ming An kebingungan.


"Ayah, dia adalah Lin Feng" jawab Luo Ning.


Luo Ming An agak sedikit kaget mendengar jawaban putrinya, kemudian tiba-tiba saja ia tertawa lantang. "Hahahaha! Aku kira siapa yang datang bersama putriku, ternyata itu kau, Lin Feng!" ucapnya senang.


Setelah itu, Luo Ming An langsung memerintahkan para pelayan untuk menyediakan makanan serta minuman untuk mereka berdua, akan tetapi, Luo Ning langsung menghentikannya, karena dia ingin segera menyampaikan informasi yang sudah ia dapatkan.


Luo Ming An kemudian menyetujui keinginan putrinya, setelah itu, ia memerintahkan para pelayan serta semua prajurit yang ada di ruang tahta untuk pergi, karena yang akan mereka bicarakan adalah sesuatu yang sangat penting, tentunya Luo Ming An tidak ingin informasi tersebut diketahui oleh orang lain.


"Baiklah Ning'er, sekarang kau bisa mengatakan informasi yang kau dapatkan" ucap Luo Ming An.


Luo Ning kemudian mengatakan semua informasi yang ia peroleh selama menjadi mata-mata di kekaisaran Qian, Luo Ning juga mengatakan bahwa mereka akan melakukan serangan dalam beberapa bulan ke depan, tepatnya saat ayah dari kaisar Qian menyelesaikan kultivasinya.


Luo Ming An dan Lin Feng mendengarkan penjelasan Luo Ning dengan sangat serius, raut wajah Luo Ming An langsung berubah saat mendengarkan penjelasan anaknya, bahkan Luo Ming An benar-benar tidak menyangka bahwa kekaisaran Qian akan memiliki kekuatan yang besar.


"Sial! Kita harus meminta bantuan untuk mengatasi masalah ini, kalau tidak kekaisaran ini akan benar-benar hancur dan jatuh ke tangan kekaisaran Qian" ucap Luo Ming An.


"Ada satu hal lagi yang sangat penting" ujar Luo Ning.


"Apa itu?" tanya Luo Ming An penasaran.


"Kaisar Qian berencana untuk membangkitkan dewa iblis Yama" jawab Luo Ning.


"Apa?!" ujar Luo Ming An dan Lin Feng kaget.


"Kalau memang itu yang akan mereka lakukan, maka aku tidak bisa tinggal diam!" ucap Lin Feng, kemudian beranjak dari tempat tersebut.


"Lin Feng tunggu! Kau mau kemana?" tanya Luo Ning menghentikan langkah Lin Feng.


"Tentu saja menghentikan rencana gila kaisar Qian" jawab Lin Feng.


"Tidak Lin Feng, aku sangat tidak setuju dengan keputusan mu itu, kau memang kuat, bahkan benar-benar kuat, tapi kau tidak bisa bertindak gegabah seperti ini, kalau tidak semuanya malah akan berantakan" ucap Luo Ming An.


"Yang ayah katakan memang benar, kita tidak bisa bertindak gegabah tanpa menyusun rencana terlebih dahulu" ujar Luo Ning membenarkan.


Lin Feng terdiam sejenak sambil memikirkan perkataan Luo Ming An sebelumnya, setelah beberapa saat berlalu, Lin Feng tiba-tiba saja menghela nafas panjang dan kemudian menghentikan niatnya, karena menurutnya, yang dikatakan oleh Luo Ming An padanya memang sangat benar.


Tentunya Lin Feng tidak bisa melakukan penyerangan dengan gegabah, setidaknya Lin Feng harus melakukan persiapan terlebih dahulu, belum lagi kekuatan musuh yang masih belum diketahui secara pasti.


"Lin Feng, untuk kali ini saja, bekerja samalah denganku, karena musuh yang akan kita hadapi sangatlah kuat, kalaupun kau tidak mau membantu kekaisaran ini, setidaknya kau bisa membantu menghentikan rencana mereka" ucap Luo Ming An.


"Baiklah, kalau begitu aku akan membantumu, tapi dengan satu syarat" jawab Lin Feng.


"Apa itu?" tanya Luo Ming An.


"Aku tidak ingin bergerak dibawah perintah siapapun, kalau aku ingin mundur maka aku akan mundur dan kalau aku ingin menyerang maka aku akan menyerang" jawab Lin Feng.


"Baiklah, aku setuju!" ucap Luo Ming An.


"Kalau begitu, kalian berdua sebaiknya istirahat saja, aku akan membicarakan masalah ini kepada para petinggi istana, karena kita harus mencari bantuan dengan cepat" lanjutnya.


Setelah itu, Luo Ning langsung pergi meninggalkan ruang tahta dan kembali ke kamarnya, sementara Lin Feng langsung mengikuti seorang pelayan istana menuju ke kamar yang telah di sediakan khusus untuknya.


Setelah keduanya sampai di kamarnya masing-masing, mereka berdua langsung berkultivasi untuk mengembalikan energi spiritual mereka yang telah terkuras, terutama Luo Ning yang telah kehilangan banyak energi spiritual.


Sedangkan Lin Feng, ia berencana untuk meningkatkan kekuatannya lagi, dengan sumberdaya yang ia miliki sekarang, setidaknya Lin Feng bisa meningkatkan tahapan kultivasinya sampai dua atau tiga bintang lagi.