Night King : My Life Journey

Night King : My Life Journey
Ch-58. Ilmu Pedang Hampa


Lin Jianheeng juga mengatakan bahwa buku tersebut sangat aneh, karena dia tidak bisa membaca satu katapun yang ada di dalam buku tersebut, Lin Jianheeng juga pernah mencoba untuk mempelajarinya atau mencari informasi tentang buku tersebut, namun usahanya tidak pernah membuahkan hasil.


Lalu alasannya memberikan buku tersebut kepada Lin Feng adalah karena dia ingin Lin Feng meneruskan misinya, yaitu mencari informasi mengenai buku tersebut, jika berhasil Lin Jianheeng ingin Lin Feng mempelajari apapun yang ada di buku tersebut dan menunjukkannya di hadapannya suatu hari nanti, Lin Jianheeng tidak berharap untuk bisa mempelajari buku tersebut, dia hanya ingin mengetahui sebenarnya buku apa itu.


"Apa kakek yakin tidak bisa membaca tulisan di buku ini?" tanya Lin Feng.


"Kenapa kakek harus berbohong padamu, lagi pula kakek tidak pernah melihat tulisan seperti itu sebelumnya" jawab Lin Jianheeng.


"Begitu ya, padahal di sampul buku ini jelas-jelas tertulis Ilmu Pedang Hampa" ujar Lin Feng.


"Apa!, Feng'er bagaiamana kau bisa membaca tulisan ini?" tanya Lin Jianheeng penasaran.


"Entahlah kakek aku juga tidak tahu pasti, tapi yang jelas aku benar-benar bisa membaca tulisan ini" jawab Lin Feng.


"Hahahahaha bagus Feng'er, kalau begitu kakek ingin kau mempelajari jurus ini, jika sudah selesai maka tunjukkan pada kakek" ujar Lin Jianheeng bersemangat.


"Baik kakek, akan aku usahakan untuk mempelajarinya secepat mungkin" jawab Lin Feng.


"Sebaiknya kau berlatih di sini saja, masalah sekte Phoenix Emas biar kakek yang mengurusnya" ucap Lin Jianheeng kemudian menghilang dari tempat tersebut.


"Hahh, sepertinya kakek terlalu bersemangat" gumam Lin Feng Feng sambil tersenyum lembut.


Beberapa saat kemudian ekspresi wajah Lin Feng kembali berubah serius, dalam hatinya dia benar-benar merasa bingung dan entah kenapa dia merasa sangat bahagia dengan keluarganya saat ini, padahal jelas-jelas mereka bukanlah keluarganya, melainkan keluarga sang pemilik tubuh yang di tempati oleh jiwanya.


"Ada apa dengan perasaan nyaman dan bahagia ini" batin Lin Feng.


Lin Feng memutuskan untuk tidak terlalu memikirkan perasaannya saat ini, ia kemudian membuka buku jurus Ilmu Pedang Hampa dan mulai membacanya, meskipun Lin Jianheeng mengatakan bahwa dia sama sekali tidak bisa membaca isi buku tersebut karena tidak mengetahui huruf apa yang di pakai di dalam buku tersebut, namun Lin Feng malah bisa membacanya dengan sangat lancar.


Di dalam buku tersebut dijelaskan bahwa ilmu pedang hampa adalah suatu jurus yang bisa membuat penggunanya mampu membuat apapun menjadi pedang, entah itu baru ataupun ranting dan sama seperti namanya ilmu pedang hampa juga akan membuat penggunanya mangetahui tentang pedang tanpa wujud.


"Mampu membuat apapun menjadi pedang, dan bisa mengetahui tentang pedang tanpa wujud, aku jadi penasaran sebenarnya seperti apa pedang tanpa wujud itu, lalu memangnya ada pedang tanpa wujud?" gumam Lin Feng.


Lin Feng melanjutkan membaca seluruh isi buku tersebut, lalu di dalam buku jurus ilmu pedang hampa juga di jelaskan bahwa jurus tersebut memiliki beberapa tingkatan, tingkatan pertama penggunanya akan mampu menggunakan benda mati sebagai pedangnya, seperti batu dan juga kayu atau ranting.


Tingkatan kedua penggunanya akan mampu menggunakan beberapa anggota tubuhnya sebagai pedang, seperti tangan atau jari-jari tangan dan juga kaki, lalu di tingkatan ketiga penggunanya akan mampu mengendalikan elemen sebagai pedangnya, seperti angin, air, api, petir dan juga cahaya.


Maksud dari pedang tanpa wujud sendiri adalah pengguna jurus ilmu pedang hampa akan benar-benar mendapatkan pencerahan dan akan mengerti tentang pedang yang sesungguhnya, di saat sang penguna ilmu pedang hampa sampai di tingkatan ini, maka di dunia ini tidak akan ada lagi yang lebih hebat darinya dalam menggunakan pedang.


"Aku masih tidak bisa mengerti maksud dari penjelasan ini, tapi sepertinya jurus ini bukanlah jurus biasa, setidaknya jurus ini berada di tingkat Bumi atau Langit, atau bahkan bisa jadi jurus ini berada di tingkat misterius" gumam Lin Feng sambil menggaruk kepalanya.


Meskipun tidak mengerti dengan penjelasan yang ada di buku jurus ilmu pedang hampa, namun Lin Feng tidak terlalu memikirkannya dan langsung membuka halaman selanjutnya dari buku tersebut.


"Hehh, ternyata penjelasannya hanya itu saja" ucap Lin Feng saat melihat halaman selanjutnya adalah cara mempelajari jurus ilmu pedang hampa.


Karena tidak ada penjelasan lain lagi, Lin Feng kemudian langsung melatih ilmu jurus pedang hampa tingkatan pertama, namun sebelum itu Lin Feng membaca beberapa penjelasan mengenai apa saja yang harus di lakukan untuk menguasai ilmu pedang hampa.


**


Sementara Lin Feng sedang berlatih di ruangan khusus milik keluarga Lin, Lin Jianheeng yang telah meninggalkan ruangan khusus langsung pergi ke sekte Phoenix Emas untuk menemui tetua Liu Changhai dan pemimpin sekte.


"Temanku, kenapa kau datang ke sini sendirian saja?" tanya Liu Changhai.


"Tidak apa-apa teman, aku hanya ingin menyampaikan sesuatu padamu" jawab Lin Jianheeng.


Setelah itu Lin Jianheeng langsung menjelaskan maksud dan tujuannya datang ke sekte Phoenix Emas adalah untuk meminta izin kepada Liu Changhai dan juga Jin Feng Huang, agar Lin Feng bisa berada di keluarga Lin lebih lama lagi, namun Lin Jianheeng juga mengatakan bahwa hanya Lin Feng saja yang akan berada sedikit lama di sana, sedangkan Lin Tian akan segera dia antar kembali ke sekte Phoenix Emas.


"Seperti sebelumnya temanku, aku tentunya sangat menyetujui keinginanmu ini, akan tetapi aku tidak bisa memastikan apakah pemimpin sekta akan setuju atau tidak" ucap Liu Changhai.


"Itulah kenapa aku mendatangimu lebih dulu" ujar Lin Jianheeng.


"Baiklah, kalau begitu aku akan membantumu" jawab Liu Changhai.


Setelah itu mereka berdua langsung pergi ke aula utama tempat biasanya pemimpin sekte dan para tetua berkumpul dan berbincang-bincang. Sama seperti sebelumnya, kedatangan Lin Jianheeng di sambut dengan senang hati oleh Jin Feng Huang, namun tidak oleh tetua Zhang Kaibo yang terlihat sangat khawatir jika rencananya sudah di ketahui oleh Lin Jianheeng.


Akan tetapi, Zhang Kaibo langsung menghela nafas lega setelah mendengar alasan Lin Jianheeng datang adalah untuk meminta izin kepada pemimpin sekte, tetua Zhang Kaibo juga nampak sangat senang karena sepertinya rencananya masih belum di ketahui oleh Liu Changhai ataupun Lin Jianheeng.


"Patriark Lin, aku sangat mengerti maksud anda, tapi kenapa anda tidak membiarkan Feng'er berlatih dan belajar di sekte saja?" tanya Jin Feng Huang.