Night King : My Life Journey

Night King : My Life Journey
Ch-143. Titah sang kaisar


Kekaisaran Feng, adalah kekaisaran yang terbilang cukup besar di benua biru, namun kekaisaran Feng bukanlah kekaisaran terbesar di benua biru. Meskipun begitu, kekaisaran Feng adalah kekaisaran yang cukup makmur, karena sang kaisar sangat adil dan juga bertanggung jawab, sang kaisar tidak pernah memandang status, jika salah maka tetap salah dan jika benar maka akan tetap benar.


Namun sayangnya, ada saja pihak yang ingin menggulingkan tahta kekaisaran karena tidak setuju dengan cara kepemimpinan kaisar, yang dikatakan terlalu bertele-tele dan terlalu lemah, padahal sebenarnya para rakyat sangat menyukai cara kepemimpinan kaisar, bahkan para rakyat sangat mengagungkan sang kaisar.


Saat ini di ruangan tahta kekaisaran, Feng Jing Quo sang kaisar sedang melakukan pertemuan dengan para petinggi kekaisaran dan semua keluarga bangsawan di kekaisaran, kaisar ingin mendiskusikan tentang siapa yang akan menjadi pengawal untuk kepulangan anak dan juga istrinya yang sekarang berada di luar kota.


"Seperti yang sudah kalian ketahui, saat ini istriku dan anak-anakku sedang berada di luar ibukota kekaisaran, sebentar lagi mereka akan segera pulang, jadi aku ingin tahu siapa diantara kalian yang mau menjemput istri dan anak-anakku" ucap Feng Jing Quo.


"Yang mulia, keluargaku bersedia menjadi pengawal untuk yang mulia ratu serta kedua pangeran dan putri" ujar Patriark keluarga Zhuo.


"Kami semua juga bersedia yang mulia" kata para Patriark lainnya.


"Semua orang tentu bersedia untuk menjadi pengawal yang mulia ratu, tapi kita juga harus waspada terhadap para pemberontak" ucap jendral kekaisaran.


"Jendral apa kau tidak mempercayai kami semua?" tanya Patriark keluarga Xu.


"Bukannya aku tidak mempercayai kalian semua, tapi ada baiknya kalau kita menggunakan jasa orang lain" jawab jendral utama kekaisaran.


"Jasa orang lain?" gumam Feng Jing Quo.


"Tapi bukankah itu akan jauh lebih beresiko, bisa saja orang yang diutus adalah orang yang bekerjasama dengan para pemberontak" ujar Patriark keluarga Han.


"Yang kalian katakan memang ada benarnya, tapi pendapatnya jendral utama juga sangat benar, jadi menurutku, bagaimana kalau kita menghubungi senior Jin Feng Huang dan meminta bantuannya" ucap salah seorang petinggi istana.


"Benar juga, aku dan Jin Feng Huang sudah lama bersahabat, kalau begitu aku akan langsung menghubunginya" ujar Feng Jing Quo.


Feng Jing Quo kemudian memerintahkan salah seorang petinggi istana untuk menuliskan surat kepada Jin Feng Huang, yang mana isi surat tersebut adalah untuk meminta bantuan Jin Feng Huang, agar bisa menjemput sekaligus menjadi pengawal untuk anak dan istrinya.


Keputusan Feng Jing Quo tersebut tentunya tidak disetujui oleh beberapa pihak, namun mereka lebih memilih untuk bungkam, beberapa pihak yang tidak setuju tersebut adalah para pihak yang ingin melakukan pemberontakan terhadap kaisar, mereka tentunya sangat mengharapkan kalau bagian dari mereka yang akan pergi, agar tugasnya lebih mudah dilaksanakan.


Setelah selesai menuliskan surat, Feng Jing Quo langsung memerintahkan orang kepercayaannya untuk pergi ke kerajaan Zuanshi, atau lebih tepatnya datang ke sekte Phoenix Emas yang ada di wilayah kota Zuanshi, tidak lupa juga sang kaisar memberikan sebuah lencana kepada orang tersebut, agar nanti bisa diberikan kepada Jin Feng Huang.


***


Karena jarak antara ibukota kekaisaran dan kota Zuanshi cukup jauh, jadi membutuhkan waktu yang lumayan lama untuk orang kepercayaan Feng Jing Quo agar bisa sampai di sekte Phoenix Emas, selain itu orang kepercayaan Feng Jing Quo pergi ke kota Zuanshi dengan menunggangi kuda.


Dan setelah hampir dua Minggu perjalanan dengan menunggangi kuda, orang kepercayaan Feng Jing Quo akhirnya sampai di sekte Phoenix Emas, kedatangan orang tersebut tentunya disambut baik oleh Jin Feng Huang, namun Jin Feng Huang juga merasa penasaran dengan kedatangan orang kepercayaan kaisar tersebut.


"Yang mulia kaisar memberikan ini kepada anda" ucap orang tersebut sambil menyerahkan surat serta lencana yang diberikan kaisar.


Jin Feng Huang kemudian meraih surat dan lencana tersebut, lalu setelah itu Jin Feng Huang languang membuka gulungan surat tersebut dan membacanya, ekspresi wajah Jin Feng Huang langsung berubah saat membaca isi surat yang diberikan oleh orang kepercayaan kaisar tersebut.


"Pemimpin, apa isi surat tersebut? kenapa raut wajah anda langsung berubah ketika membacanya?" tanya tetua Xiao Jian Zheng.


"Yang mulia kaisar meminta bantuanku untuk menjemput dan menjadi pengawal untuk permaisuri serta para pangeran dan putri" jawab Jin Feng Huang.


"Apa maksud anda pemimpin?" tanya tetua Liu Changhai.


Prajurit kepercayaan kaisar kemudian menjelaskan kepada mereka semua bahwa saat ini, yang mulia permaisuri beserta anak-anaknya sedang berada di kota Shuijing, tepatnya berada di kediaman keluarga Qing, yaitu keluarga dari permaisuri kaisar.


Prajurit tersebut juga menjelaskan tentang keadaan kekaisaran saat ini, tentunya prajurit tersebut telah mendapatkan izin dari kaisar untuk menceritakan semuanya. Tentunya dengan keadaan kekaisaran yang sedang kacau seperti sekarang, kaisar tidak ingin nyawa anak dan istrinya menjadi terancam.


"Kalau memang yang mulia kaisar ingin menjaga permaisuri, kenapa tidak meminta bantuan keluarga besar di kekaisaran saja?" tanya salah seorang tetua.


"Sebelumnya memang kaisar ingin melakukan hal itu, tapi kaisar masih tidak tahu siapa yang setia padanya dan siapa yang ingin memberontak, jadi yang mulia kaisar memutuskan untuk meminta bantuan sahabatnya" jawab prajurit kepercayaan kaisar.


"Kalau begitu baiklah, aku akan melaksanakan titah kaisar ini, tapi aku tidak bisa pergi secara langsung, aku hanya bisa mengirimkan murid kepercayaan ku saja" ucap Jin Feng Huang.


"Hanya murid, apakah anda menganggap masalah ini cuma main-main, bagaimana bisa seorang bocah mampu melindungi keselamatan yang mulia permaisuri" bantah prajurit tersebut.


"Tenanglah, kau akan tahu setelah melihatnya nanti" ujar Jin Feng Huang.


Mendengar perkataan Jin Feng Huang, pikiran semua tetua seolah-olah menjadi satu, mereka langsung bisa menebak siapa murid yang dimaksud oleh Jin Feng Huang, siapa lagi kalau bukan Lin Feng, karena hanya dialah satu-satunya murid yang bisa melakukan tugas tersebut.


"Tunggu pemimpin, tugas ini terlalu berat, bagaimana mungkin Feng'er mampu melakukan ini semua" bantah tetua Liu Changhai.


"Tenanglah tetua Liu, hanya dia yang mampu melakukan tugas ini, lagipula, bukankah semua ini sangat baik untuk masa depan Feng'er" ucap Jin Feng Huang menjelaskan.


"Apa anda bermaksud mengambil keuntungan dari masalah ini? nyawa permaisuri dan anak-anaknya sedang dipertaruhkan, berani-beraninya anda malah mengambil keuntungan untuk masalah ini" bentak prajurit tersebut kesal.


"Aku sama sekali tidak bermaksud seperti itu, memang aku tidak bisa menjelaskannya sekarang, tapi kau akan tahu sendiri setelah melihat sendiri murid yang aku maksudkan" jawab Jin Feng Huang menjelaskan.