
Karena sudah tidak ada tujuan lagi, Lin Feng kemudian memutuskan untuk menunggu di tempat tersebut. Lagipula, sekarang Lin Feng terlalu malas untuk berjalan di kota, karena hal itu hanya akan membuatnya merasa marah dan kesal, terlebih lagi terhadap keluarga Huang.
"Di kehidupan yang lalu, aku adalah seorang raja pembunuh dan di kehidupan yang sekarang aku akan tetap menjadi raja pembunuh, yang tidak akan pernah memaafkan yang namanya pengkhianat!" gumam Lin Feng.
Tatapan mata Lin Feng sangat tajam, bahkan sampai membuat pelayan tuan Hao yang berada di dekatnya merasa takut, meskipun wajah Lin Feng bagian bawah di tutupi, tapi pelayan tersebut bisa menebak bahwa sekarang Lin Feng pasti sedang tersenyum sinis.
"Si-siapa sebenarnya orang ini, kenapa auranya sangat mengerikan" batin pelayan tuan Hao.
"Apa di sini ada tempat kosong?" tanya Lin Feng.
"Tentu ada tuan, apa tuan ingin beristirahat?" tanya pelayan tuan Hao.
"Tidak, aku hanya ingin berkultivasi, apa aku bisa memakai ruangan tersebut sebentar?" tanya Lin Feng.
"Tentu saja tuan, mari ikuti aku" jawab pelayan tuan Hao, kemudian membawa Lin Feng menuju ke ruangan kosong yang tidak terlalu jauh dari mereka.
Setelah berada di ruangan tersebut, Lin Feng langsung duduk bersila di atas tempat tidur, sebelum memulai kultivasinya, Lin Feng berpesan kepada pelayan tuan Hao, agar tidak mengganggunya sampai dia sendiri yang keluar, kecuali kalau pedangnya sudah selesai.
Lin Feng sengaja berkultivasi untuk menenangkan dirinya, yang Lin Feng lakukan sekarang, sama halnya dengan yang Lin Feng lakukan saat ingin melakukan pembunuhan sewaktu di bumi, biasanya Lin Feng akan menyendiri selama beberapa waktu, untuk menenangkan pikirannya.
Setelah benar-benar tenang, barulah Lin Feng akan melakukan tugasnya sebagai pembunuh bayaran, itulah yang Lin Feng lakukan sekarang, sebelumnya Lin Feng sudah mencoba untuk tenang dan tidak terbawa emosi, tapi apa yang diperbuat oleh Huang Zhong benar-benar tidak bisa ditoleransi lagi oleh Lin Feng.
"Setelah sekian lama, akhirnya aku bisa merasakan seperti apa menjadi pembunuh bayaran lagi" gumam Lin Feng, kemudian mulai berkultivasi.
**
Sementara Lin Feng sedang berkultivasi, tuan Hao nampak masih berusaha menempa pedang yang sesuai seperti keinginan Lin Feng, dengan bantuan senjata spesial serta sosok penjaga senjatanya, tentunya tuan Hao tidak mendapatkan kesulitan sama sekali, bahkan pedang yang diinginkan oleh Lin Feng mulai terlihat bentuknya.
"Sebentar lagi, pedang yang diinginkan oleh Lin Feng akan selesai" ucap tuan Hao.
"Tuan, jangan terlalu memaksakan diri anda, proses ini tentunya memakan banyak energi tuan, jika terlalu memaksakan diri, tuan akan terluka" ucap sosok penjaga senjata.
"Tidak masalah, yang penting pedang ini berhasil aku ciptakan. Lagipula, ini adalah suatu kehormatan bagiku" jawab tuan Hao.
Tuan Hao nampak sangat bersemangat untuk bisa segera menyelesaikan tugas yang diberikan oleh Lin Feng, meskipun Lin Feng adalah orang yang baru saja dikenalnya, tapi entah kenapa, tuan Hao merasa seperti mendapatkan kehormatan untuk membuat pedang yang Lin Feng inginkan.
Belum lagi dahan pohon yang Lin Feng berikan sangatlah misterius, bahkan sosok penjaga senjatanya yang bisa dikatakan sudah sangat kuat, tidak berani menyebutkan darimana dahan pohon tersebut berasal, yang artinya, dahan pohon tersebut berasal dari pohon yang di jaga oleh sosok yang benar-benar kuat.
**
Sementara itu, Lin Feng yang sedang berkultivasi tiba-tiba di datangi oleh rusa penjaga pohon roh di alam bawah sadarnya, Lin Feng sempat kaget karena kedatangan rusa tersebut yang sangat tiba-tiba. Selain itu, Lin Feng juga tidak merasakan keberadaan rusa tersebut sama sekali.
"Lin Feng, aku datang ke sini hanya untuk menyampaikan sesuatu kepadamu" jawab rusa tersebut.
"Apa yang ingin kau sampaikan?" tanya Lin Feng.
"Pertama aku akan menyerahkan sepenuhnya dahan pohon roh kepadamu, setelah kau jadikan sebagai pedang maka pohon roh akan sepenuhnya menjadi milikmu, tidak akan ada orang lain yang bisa memilikinya selain dirimu.."
"..Selain itu, aku juga akan menyerahkan sisa-sisa jiwaku bersama dengan dahan pohon roh tersebut, aku hanya bisa berharap agar kau bisa menjaga dahan pohon roh dengan baik, aku juga berharap semoga kau bisa menjaga keamanan dunia ini" jawab rusa tersebut menjelaskan.
"Aku pasti akan menjaga pedang itu dengan sangat baik, sedangkan untuk menjaga keamanan dunia ini, aku sama sekali tidak bisa berjanji, karena aku bukanlah orang yang senang menjadi pahlawan" ucap Lin Feng.
"Aku tahu semua itu, tapi ingatlah satu hal, lawan yang akan kau hadapi tidaklah lemah, jalan yang akan kau lalui kedepannya juga tidak mudah, berusahalah untuk menjadi lebih kuat, agar kau bisa menghadapi semua rintangan itu nanti" jawab rusa tersebut.
Setelah mengatakan apa yang dia inginkan, rusa penjaga pohon roh kemudian langsung pergi meninggalkan Lin Feng, sedangkan Lin Feng sendiri tetap melanjutkan kultivasinya, meskipun sebenarnya Lin Feng sedikit bingung dengan perkataan rusa tersebut, tapi Lin Feng lebih memilih untuk tidak menghiraukannya.
**
Beberapa hari sudah berlalu, pedang yang diinginkan oleh Lin Feng akhirnya berhasil diselesaikan oleh tuan Hao, meskipun menguras cukup banyak tenaga dan energi Qi-nya, namun tuan Hao nampak sangat puas dan sangat senang karena telah berhasil menyelesaikan tugasnya.
"Hahahaha, akhirnya selesai juga" ucap tuan Hao tertawa lantang.
Setelah pekerjaannya selesai, tuan Hao kemudian menyimpan kembali pedangnya dan langsung meninggalkan ruang bawah tanah, tuan Hao juga langsung menghampiri pelayannya untuk memintanya mencari Lin Feng.
"Tuan Hao, bagaimana keadaan anda sekarang?" tanya pelayan nampak khawatir.
"Aku baik-baik saja, sekarang pergilah mencari tuan Lin Feng" jawab tuan Hao.
"Tuan Lin Feng sedang berkultivasi di ruangan itu tuan" ucap sang pelayan sambil menunjuk ke salah satu ruangan yang ada di tempat tersebut.
"Ternyata tuan Lin Feng sudah menunggu di sini, kalau begitu aku akan segera menemuinya" ujar tuan Hao.
Tuan Hao kemudian bergegas menuju ke ruangan yang menjadi tempat Lin Feng berkultivasi, sebenarnya tuan Hao ingin langsung membawa pedang yang telah dia selesaikan, namun sayangnya, tuan Hao tidak bisa membawa pedang tersebut.
Lin Feng yang sedang berkultivasi di dalam ruangan, langsung menghentikan kultivasinya saat merasakan keberadaan tuan Hao di luar ruangan, Lin Feng kemudian bergegas keluar dari ruangan tersebut untuk menghampiri tuan Hao.
"Tuan Hao, bagaimana dengan pedangnya?" tanya Lin Feng, tiba-tiba muncul di hadapan tuan Hao.
"Tuan Lin Feng, tenang saja pedangnya sudah aku selesaikan" jawab tuan Hao nampak kaget.
"Kalau begitu, dimana pedangku sekarang?" tanya Lin Feng bersemangat.