
Di hutan para monster, rusa yang sebelumnya memberikan dahan pohon roh kepada Lin Feng, nampak sedang berdiri di samping pohon roh sambil menatap langit, matanya menatap tajam ke arah langit di hutan para monster, yang nampak mulai gelap.
"Lin Feng, kau harus bisa menyelamatkan dunia ini, andaikan saja aku masih bisa membantu, aku pasti akan bersedia bertarung di sampingmu seperti serigala bintang" gumam rusa tersebut.
"Mulai sekarang, aku serahkan sisa-sisa rohku bersama dengan dahan pohon yang kau jadikan sebagai pedang, aku hanya bisa berharap agar kau menggunakan pedang itu untuk membantu dunia ini" lanjutnya.
Tidak lama kemudian, tubuh rusa tersebut berubah menjadi serpihan-serpihan cahaya kecil dan kemudian menghilang sepenuhnya, pohon roh yang berada di samping rusa tersebut juga ikut menghilang secara perlahan-lahan.
Tepat setelah menghilangnya pohon roh, pria misterius yang sebelumnya mengendalikan para monster dan Beast Spirit di hutan para monster tiba-tiba muncul, pria misterius tersebut nampak mengedarkan pandangannya ke sekelilingnya untuk mencari sesuatu, namun ketika menyadari bahwa sudah tidak ada apa-apa lagi di tempat itu, pria misterius tersebut sangat marah dan juga kesal.
"Sial, kenapa semua yang aku inginkan selalu saja tidak aku dapatkan!. Sebenarnya, siapa yang sudah mengambil semua yang aku inginkan" ucap pria misterius tersebut.
"Cihh, kalau sudah begini, sebaiknya aku menghancurkan mereka semua!" lanjutnya.
Pria misterius tersebut kemudian menghilang dari tempatnya berdiri, hanya dalam sekejap mata, pria misterius tersebut muncul lagi di puncak salah satu pohon yang cukup tinggi, setelah itu, pria misterius tersebut langsung mengeluarkan bola kristal aneh yang sebelumnya dan kemudian mengalirkan energi Qi-nya kedalam bola kristal tersebut.
Bola kristal nampak bercahaya dan sedikit bergetar, dari dalam bola kristal tersebut juga terpancar aura aneh yang sangat besar dan hampir menyebar ke seluruh hutan, para monster ataupun Beast Spirit yang bisa merasakan aura tersebut langsung bertingkah aneh, mereka semua kemudian bergegas menghampiri asal aura aneh tersebut.
"Hahahaha, datanglah, datanglah wahai para pengikut ku" ujar pria misterius tertawa lantang.
Para monster yang berdatangan ke tempat pria misterius tersebut, langsung bersujud dengan menundukkan kepala mereka, para monster yang selalu bersikap ganas dan beringas di hadapan manusia, semuanya tiba-tiba menjadi tunduk dan takut dengan pria misterius tersebut.
Sikap yang ditunjukkan oleh para monster tersebut, sama halnya dengan sikap seorang hamba bertemu dengan tuan atau rajanya, padahal para monster sama sekali tidak mau tunduk dan bersujud di hadapan manusia, tanpa terkecuali. Pria misterius tersebut berhasil menyatukan dan menundukkan para monster, hanya karena bantuan bola kristal aneh yang ada padanya.
Jika bukan karena bantuan bola kristal aneh yang ada padanya, mungkin pria misterius tersebut sudah menjadi santapan para monster yang ada di hutan para monster.
**
Karena matahari sudah tenggelam, Lin Feng kemudian memutuskan untuk mencari penginapan, agar dia bisa beristirahat, meskipun sebenarnya Lin Feng bisa kembali ke istana untuk beristirahat. Namun, Lin Feng tidak mau merepotkan orang lain, lagipula Lin Feng sudah terbiasa menyendiri dan tidak terlalu suka keramaian.
Setelah berkeliling agak lama, akhirnya Lin Feng menemukan penginapan yang lumayan mewah, tanpa pikir panjang, Lin Feng langsung masuk kedalam penginapan tersebut dan langsung menghampiri pelayan yang berada tidak jauh dari pintu masuk.
"Selamat datang tuan, apa anda ingin memesan kamar?" tanya pelayan penginapan.
"Aku ingin memesan satu kamar khusus yang tenang" jawab Lin Feng.
"Baik tuan, tapi harganya adalah dua puluh koin perak untuk satu malam dan sudah termasuk makan" ucap pelayan penginapan.
"Baik tuan, mari saya antar" ucap pelayan penginapan, kemudian mengajak Lin Feng menuju ke lantai tiga penginapan tersebut.
Setelah berada di lantai tiga, pelayan penginapan menunjukkan kepada Lin Feng bahwa kamarnya berada di ujung ruangan, pelayan penginapan juga meminta maaf kepada Lin Feng, karena tidak bisa mengantarkan Lin Feng sampai ke kamarnya.
Lin Feng tentunya memaklumi hal tersebut, lagipula Lin Feng juga tidak membutuhkan hal yang lain lagi, namun Lin Feng hanya berpesan kepada pelayan penginapan, agar tidak mengganggunya selama sepuluh hari tersebut.
"Baiklah tuan, kalau ada yang tuan butuhkan, tuan bisa langsung memanggilku" ucap pelayan tersebut.
Setelah itu, Lin Feng langsung menuju ke kamarnya dan kemudian merebahkan tubuhnya di tempat tidur, karena sudah merasa lelah, Lin Feng kemudian memejamkan matanya agar bisa tertidur, namun sayangnya, baru saja memejamkan mata, Lin Feng malah merasakan adanya aura membunuh yang tertuju padanya.
"Hahh, aku hanya ingin tidur dan beristirahat, tapi kenapa selalu saja ada yang menggangguku" gumam Lin Feng.
Karena merasa tidak nyaman dengan aura membunuh yang memang di arahkan kepadanya, Lin Feng kemudian menghilang dari kamarnya dan langsung muncul di atas atap bangunan penginapan tersebut, meskipun tidak ada siapa-siapa di sana, namun Lin Feng bisa merasakan adanya keberadaan beberapa orang yang sedang mengawasinya.
"Sudahlah, percuma saja kalian bersembunyi, karena aku masih bisa merasakan keberadaan pembunuh amatir seperti kalian" ucap Lin Feng lantang.
Lin Feng mencoba untuk berbicara dengan mereka, namun sayangnya tidak ada jawaban sama sekali, karena beberapa orang tersebut hanya berpikir bahwa Lin Feng sedang menebak-nebak saja, padahal sebenarnya dia tidak mengetahui keberadaan mereka.
Namun sayangnya, kali ini mereka semua tidak mengetahui siapa yang mereka hadapi, jika saja yang mereka incar bukan Lin Feng, mungkin apa yang mereka pikirkan memang benar adanya, namun tidak dengan Lin Feng, mau sehebat apapun mereka bersembunyi, keberadaan mereka akan tetap diketahui oleh Lin Feng.
"Sepertinya memang perlu diberi pelajaran" gumam Lin Feng.
Lin Feng kemudian menghilang dari atap bangunan penginapan, sehingga membuat beberapa orang yang mengawasinya menjadi kebingungan, bahkan tanpa mereka sadari Lin Feng sudah muncul di belakang salah satu dari mereka.
Dengan sigap, Lin Feng memukul pundak pria tersebut sampai membuatnya pingsan, setelah itu Lin Feng membawa pria tersebut ke atas atap bangunan penginapan, dengan tenang dan santai Lin Feng mengangkat tubuh pria tersebut ke atas.
"Jika kalian tidak muncul, aku akan langsung membunuh orang ini" ujar Lin Feng.
Mereka semua yang sedang mengawasi Lin Feng merasa sangat kaget, ketika melihat salah satu dari rombongan mereka telah tertangkap, masalahnya adalah, mereka semua tidak ada yang menyadari kapan Lin Feng menangkap teman mereka tersebut.
"Karena sudah terlanjur sebaiknya kita langsung saja menyerangnya" ujar salah seorang dari mereka memberikan perintah.
Setelah itu, mereka semuanya yang sedang bersembunyi langsung keluar dan menyerang Lin Feng secara bersamaan.