
Setelah beberapa hari berlalu, akhirnya tiba saatnya untuk gerbang menuju ke dunia kuno terbuka, saat ini dibawah kaki gunung Yunshan yang ada di dekat ibukota kekaisaran, ratusan kultivator sudah berkumpul untuk menunggu gerbang menuju ke dunia kuno terbuka, tentunya Lin Feng juga sudah berada di sana.
Tidak lama kemudian, di langit terlihat beberapa kultivator yang datang dengan menggunakan sebuah pedang sebagai kendaraan mereka, para kultivator tersebut tidak lain adalah murid dari sekte Pedang Suci, lalu pedang yang mereka gunakan sebagai kendaraan adalah pedang terbang, yang menjadi ciri khas murid sekte Pedang Suci.
Pandangan semua orang langsung terarah kepada murid-murid sekte Pedang Suci yang baru saja datang, mereka nampak sangat kagum saat mengetahui tingkatan kultivasi murid-murid yang datang tersebut, namun ada juga yang nampak meremehkan mereka dan salah satunya adalah Lin Feng.
"Lihat itu, mereka adalah murid-murid dari sekte Pedang Suci yang sangat terkenal" ucap salah seorang kultivator pada temannya.
"Kau benar, pantas saja sekte Pedang Suci sangat terkenal, bahkan mereka yang datang saja ada yang sudah berada di ranah Expert" jawab temannya.
"Jangan bicara keras-keras, kalau tidak kita akan mendapatkan masalah" ujar kultivator tersebut.
Para murid sekte Pedang Suci tersebut kemudian turun secara perlahan-lahan, setelah berada dekat dengan tanah, mereka semua kemudian melompat dari atas pedang terbang, bersamaan dengan itu, pedang terbang yang menjadi kendaraan mereka langsung menghilang.
"Dengarkan semuanya, setelah gerbang menuju dunia kuno terbuka nanti, tidak ada seorangpun yang boleh masuk sebelum kami semua masuk" ujar salah seorang murid sekte Pedang Suci.
"Apa hak kalian membuat peraturan seperti itu?" tanya salah seorang kultivator.
"Tentu saja kami berhak, karena kami adalah utusan sekte Pedang Suci, memangnya kalian ingin melawan sekte Pedang Suci?!" jawab pemuda tersebut sinis.
"Dengarkan aku, jika ada yang berani melanggar apa yang aku katakan tadi, maka sekte Pedang Suci tidak akan pernah memberikan pengampunan" lanjutnya.
Semua orang langsung terdiam mendengar ucapan pemuda tersebut, mereka semua benar-benar tidak berdaya untuk melakukan perlawanan, karena semua kultivator yang ada di sana sangat mengetahui seperti apa sekte pedang suci, mereka tidak akan segan-segan menghancurkan siapa saja yang berani mengganggu sekte mereka.
"Kalau begitu, bagaimana jika aku yang melanggarnya?" tanya seseorang yang berada di belakang kerumunan.
"Siapa yang sangat lancang itu!" ujar murid tersebut.
Semua orang yang ada di sana semua mengalihkan pandangan mereka ke arah belakang, lalu secara bersamaan, semua orang yang ada di sana langsung berlutut saat mengetahui yang berbicara adalah Luo Yuan, bahkan murid-murid dari sekte Pedang Suci juga langsung berlutut, kecuali Lin Feng yang masih tetap tenang dan tidak memperdulikan apapun.
"Siapa pemuda itu? Kenapa dia tidak berlutut di hadapan pangeran?"
"Sudah pasti dia adalah orang yang mencari kematiannya sendiri."
"Maafkan aku yang mulia, aku tidak mengetahui bahwa yang mulia juga akan datang ke tempat ini" ucap murid yang sebelumnya.
"Xie Wang Jun, kalian memang utusan dari sekte Pedang Suci, tapi kalian tidak berhak melakukan semua ini" ujar Luo Yuan.
Murid sekte Pedang Suci yang bernama Xie Wang Jun tersebut nampak sangat kesal, dia benar-benar kehilangan muka di hadapan pangeran, namun beberapa saat kemudian, Xie Wang Jun tiba-tiba saja tersenyum sinis saat melihat Lin Feng yang masih berdiri dengan santai, Xie Wang Jun yang sangat licik tentu saja mendapatkan sebuah akal untuk memperbaiki kesalahannya, serta melampiaskan kekesalannya.
Tanpa basa-basi lagi, Xie Wang Jun langsung melayangkan pukulannya ke arah Lin Feng yang terlihat masih santai, namun sayangnya pukulan Xie Wang Jun hanya mengenai udara kosong, karena Lin Feng telah menghilang dari tempat tersebut dan muncul di belakang Xie Wang Jun.
Xie Wang Jun dan semua orang yang menyaksikan hal tersebut benar-benar dibuat kaget, mereka tentunya tidak bisa mempercayai apa yang baru saja mereka lihat, pasalnya aura kultivasi Lin Feng jelas-jelas berada di ranah Master Spiritual, tapi apa yang baru saja mereka saksikan, jelas tidak mampu dilakukan oleh seorang kultivator ranah Master Spiritual.
Xie Wang Jun yang terlanjur malu dan kesal sebelumnya, sekarang malah semakin kesal karena pukulannya tidak mengenai Lin Feng, Xie Wang Jun kemudian berbalik dan langsung melayangkan tendangan ke arah Lin Feng dengan sangat cepat, akan tetapi kejadian sama terulang untuk kedua kalinya.
"Xie Wang Jun, hentikan sekarang juga! Kenapa kau malah menyerangnya?" tanya Luo Yuan.
"Tentu saja untuk menghukumnya karena sudah tidak sopan pada yang mulia" jawab Xie Wang Jun menghentikan aksinya.
"Menghukum ku? Luo Yuan saja tidak mempermasalahkan sikapku, lalu siapa kau yang berani menghukum ku?" tanya Lin Feng sinis.
Semua orang yang ada di sana kembali dikagetkan dengan perkataan Lin Feng, karena mereka jelas-jelas mendengar Lin Feng memanggil pangeran hanya dengan namanya saja, karena selama ini, mereka sama sekali belum pernah menemukan seorangpun yang berani memanggil pangeran dengan namanya sendiri, kecuali keluarga kekaisaran.
"Bocah, kau benar-benar lancang, kesalahanmu tidak bisa lagi aku maafkan, atas nama pangeran kekaisaran Luo, aku akan membunuhmu sekarang juga!" ujar Xie Wang Jun.
"Xie Wang Jun, sudah aku katakan untuk berhenti, tadi kau menyerangnya tanpa alasan, sekarang kau mau membunuhnya tanpa alasan, apa kau masih menganggap keberadaan ku di sini?" tanya Luo Yuan kesal.
"Ma-maaf yang mulia, tapi bocah ini..."
"Dia adalah saudaraku, wajar jika dia memanggilku hanya dengan nama saja" ujar Luo Yuan memotong perkataan Xie Wang Jun.
Untuk yang ke-tiga kalinya, semua orang yang berada di sana dibuat terkejut, namun sekarang mereka kaget karena perkataan sang pangeran. Pasalnya, mereka sama sekali tidak mengetahui bahwa pangeran memiliki seorang saudara laki-laki, bahkan mereka juga tidak mengetahui bahwa kaisar memiliki anak laki-laki yang lain, selain Luo Yuan.
"Hei!... Bukankah sebelumnya sudah aku katakan, kapan aku jadi saudaramu?" tanya Lin Feng.
"Hahahaha! Ayolah saudaraku, kenapa kau berkata seperti itu pada saudaramu ini?" jawab Luo Yuan.
"Terserah kau saja!" ujar Lin Feng acuh.
"Bagaimanapun caranya, aku akan berusaha untuk menjalin hubungan baik denganmu, karena aku merasa kau bukan orang sembarangan" batin Luo Yuan.
"Karena kau adalah saudara yang mulia, maka aku akan mengampuni mu" ucap Xie Wang Jun.
"Mengampuniku? Seharusnya aku yang berkata begitu, jika bukan karena janjiku pada seseorang, kalian semua pasti sudah aku bunuh" ujar Lin Feng kesal.