
Karena penasaran dengan energi kegelapan yang ada di tempat tersebut, Lin Feng dan Huise lalu memeriksanya, meski energi kegelapan yang mereka rasakan tidak terlalu besar, tapi energi kegelapan itu tetap saja membuat mereka berdua merasa terganggu. Terutama Lin Feng, yang sangat peka dengan keberadaan energi kegelapan.
Setelah beberapa menit menyusuri hutan, mereka berdua akhirnya sampai di sebuah gua yang cukup besar, meski energi kegelapan yang mereka rasakan sebelumnya tidak terlalu besar, tapi setelah berada di mulut gua, mereka berdua justru merasakan aura yang berbeda, seolah-olah semua energi kegelapan di hutan tersebut berasal dari gua di hadapan mereka saat ini.
Sebelum memasuki gua, Lin Feng melepaskan aura kematiannya untuk menantang siapapun yang berada di dalam gua tersebut, namun setelah menunggu cukup lama, tidak ada seorangpun yang keluar dari gua, baik itu seorang manusia ataupun seekor monster, seolah-olah gua dihadapan mereka berdua memang tidak berpenghuni sama sekali.
"Sepertinya ada yang aneh, kenapa tidak ada seorangpun yang menjawab tantangan ku, atau jangan-jangan gua ini tidak ada penghuninya? Lalu darimana asal energi kegelapan ini?" Lin Feng bergumam dalam hatinya.
"Tuan, sepertinya aku mengetahui kenapa tidak ada yang keluar dari gua itu" ujar Huise.
"Benarkah?" tanya Lin Feng.
"Iya tuan! Aura kematian yang tuan lepaskan sebelumnya memang memasuki gua, tapi tidak sepenuhnya masuk, karena di dalam gua itu ada penghalang" jawab Huise.
"Penghalang? Tapi aku tidak melihat apa-apa di sana" ujar Lin Feng sambil memfokuskan pandangannya ke dalam gua.
"Tuan, fokuskan pandangan tuan pada satu titik yang merupakan sumber dari energi kegelapan yang kita rasakan, maka tuan akan bisa melihat penghalang itu" jawab Huise.
Meski agak bingung dengan penjelasan Huise, tapi Lin Feng langsung melakukan seperti apa yang Huise katakan padanya. Dan benar saja, Lin Feng memang berhasil melihat penghalang tersebut, yang terlihat sangat aneh dan benar-benar berbeda dari penghalang yang biasanya.
Penghalang yang terlihat oleh Lin Feng adalah sebuah penghalang yang cukup tipis, namun dengan energi kegelapan yang benar-benar sangat besar, bahkan energi kegelapan yang mereka rasakan sebelumnya seperti bukan berasal dari dalam gua, melainkan dari penghalang tersebut.
"Sepertinya aku mengerti sekarang" Lin Feng berkata pelan, kemudian tersenyum sinis dan mengeluarkan pedang dewa naga.
"Amarah dewa naga!" ujar Lin Feng, lalu menebaskan pedangnya di udara.
Pedang dewa naga langsung mengeluarkan cara yang cukup terang, lalu dari satu tebasan tersebut, tercipta sebuah aura pedang yang berbentuk seekor naga emas yang cukup besar, naga emas tersebut melesat dengan kecepatan tinggi dan langsung menghantam penghalang di dalam gua, sehingga menyebabkan ledakan yang cukup besar.
Dhuar!
Ledakan tersebut langsung menghancurkan sebagian gua, tapi tidak berhasil menghancurkan penghalang tersebut. Bahkan, hantaman dari aura pedang yang berbentuk naga emas sebelumnya, tidak berhasil meninggalkan goresan sedikitpun pada penghalang tersebut.
"Ternyata tidak bisa dihancurkan dengan mudah" Lin Feng bergumam pelan, lalu menyimpan pedang dewa naga dan mengeluarkan pedang emas hitam.
"Tujuh tebasan kematian!" ucap Lin Feng, lalu menebaskan pedangnya sebanyak tujuh kali.
Tujuh aura pedang berwarna merah yang telah diperkuat dengan kekuatan petir surga dan aura kematian melesat dengan kecepatan tinggi dan menghantam penghalang tersebut dengan sangat keras, menciptakan ledakan yang jauh lebih besar dan lebih dahsyat dari ledakan sebelumnya.
Ledakan tersebut juga menyebabkan seluruh bagian gua hancur berkeping-keping dan hanya menyisakan debu-debu yang beterbangan, yang membuat pandangan Lin Feng dan Huise terhalangi. Setelah beberapa menit berlalu, Lin Feng kembali tersenyum sinis, ketika mengetahui penghalang di hadapan mereka telah hancur dan hanya menyisakan sebuah gerbang teleportasi.
Huise mengangguk pelan mendengar perkataan Huise, lalu berkata. "Tuan memang benar, karena aku bisa merasakan aura iblis yang sangat kuat dari dalam gerbang ini"
Setelah itu, Lin Feng langsung mengajak Huise untuk masuk kedalam gerbang teleportasi tersebut, namun saat mereka berjalan mendekati gerbang, sebuah serangan dari dalam gerbang teleportasi tiba-tiba saja melesat dengan cepat ke arah mereka berdua, beruntung mereka berdua berhasil menghindarinya dengan mudah.
Tidak lama kemudian, dari dalam gerbang teleportasi keluar beberapa pria dengan aura iblis yang sangat besar, penampilan mereka semua memang menyerupai manusia, namun aura serta energi dalam tubuh mereka benar-benar sangat sama dengan aura dan energi bangsa iblis.
"Sepertinya kedatangan kita tidak disambut dengan baik" Lin Feng bergumam pelan, lalu tersenyum sinis dibalik penutup wajahnya.
"Siapa kalian?!" salah seorang pria bertanya dengan kasar.
"Bukan siapa-siapa, hanya orang yang kebetulan lewat" jawab Lin Feng.
"Omong kosong apa yang kau katakan?! Kalian berdua telah menghancurkan penghalang yang diciptakan oleh klan darah iblis dan kau malah memberikan alasan memuakkan seperti itu?!" pria tersebut nampak sangat kesal dengan jawaban Lin Feng.
"Oh, jadi kalian adalah klan darah iblis? Kalau begitu kebetulan sekali, karena aku juga memiliki beberapa urusan dengan kalian" ucap Lin Feng.
"Urusan ap..."
Slash!
Belum sempat pria tersebut menyelesaikan ucapannya, sebuah aura pedang telah melesat dengan cepat ke arahnya dan berhasil memenggal kepalanya dengan mudah. Sementara yang lainnya hanya bisa terdiam membisu menyaksikan kejadian tersebut, karena tidak seorangpun dari mereka yang menyadari serangan Lin Feng.
"Urusanku adalah ingin membunuh kalian semua!" ucap Lin Feng.
"Cihh! Kau terlalu sombong bocah! Habisi dia sekarang!"
Mengejutkan! Kepala yang telah dipenggal oleh Lin Feng dan tergeletak di tanah masih bisa berbicara, bahkan tubuhnya masih berdiri dengan tegap seperti tidak terjadi apapun kepadanya, tidak lama kemudian tubuhnya membungkuk dan meraih kepalanya yang tergeletak di tanah, lalu menyambungnya kembali.
Lin Feng tiba-tiba saja menghela nafas panjang melihat hal tersebut, lalu berkata pelan dengan nada yang sedikit kecewa. "Sepertinya aku tidak bisa memenggal kepala mereka, benar-benar tidak seru"
"Kalau begitu, aku akan memotong tubuh kalian menjadi bagian-bagian kecil!" ujar Lin Feng kemudian tersenyum sinis.
Jika yang mendengar perkataan Lin Feng adalah kultivator biasa atau hanya orang-orang biasa, mungkin mereka akan berpikir bahwa Lin Feng adalah seorang pembunuh yang benar-benar sangat gila.
Orang-orang dari klan darah iblis yang berjumlah dua puluh orang tersebut langsung menyerang Lin Feng dan Huise, cara mereka menyerang benar-benar sangat berbeda, karena mereka semua sama sekali tidak mementingkan pertahanan diri, bahkan pertahanan mereka sangat terbuka dengan jelas. Bisa dikatakan cara bertarung mereka hampir terlihat seperti orang yang tidak berpengalaman.
Dengan pertahanan yang terbuka seperti itu, tentunya sangat memudahkan Huise dan Lin Feng untuk mendaratkan serangan ditubuh mereka, tapi serangan tersebut juga tidak terlalu mereka abaikan, karena mereka semua memiliki kekuatan regenerasi yang sangat luar biasa, benar-benar iblis!