Night King : My Life Journey

Night King : My Life Journey
Ch-189. Mulai berkultivasi


Lin Feng mengerutkan alisnya saat mendengar kata pengorbanan dari pohon tersebut, memang benar untuk menjadi kuat membutuhkan banyak pengorbanan, salah satunya adalah rela mengorbankan waktu istirahat demi untuk terus berlatih, tapi tidak mungkin pengorbanan yang dimaksud oleh pohon kehidupan adalah pengorbanan yang seperti itu.


"Pengorbanan apa yang kau inginkan?" tanya Lin Feng sinis.


"Aku bisa menjadikanmu manusia terkuat, bahkan aku juga bisa menjadikanmu sebagai dewa, tapi sebelum itu, aku ingin kau membunuh orang ini" jawab pohon kehidupan.


Pohon kehidupan tiba-tiba saja mengeluarkan cahaya yang sangat menyilaukan selama beberapa detik, lalu setelah cahaya tersebut menghilang, di bawah pohon kehidupan tiba-tiba saja ada seorang wanita yang mengenakan pakaian berwarna putih bersih, Lin Feng kembali mengerutkan alisnya saat melihat wanita tersebut yang tidak lain adalah ibunya sendiri.


Tubuh Lin Feng bergetar hebat saat mengetahui yang harus dia bunuh adalah ibunya sendiri, hatinya tiba-tiba dipenuhi oleh rasa ragu dan bimbang, memang benar sebelumnya Huise mengatakan untuk tidak tahu sedikitpun, tapi tetap saja, Lin Feng tidak mungkin mengorbankan ibunya hanya untuk mendapatkan kekuatan belaka.


"Apa maksud dari semua ini?" tanya Lin Feng kesal.


"Kalau kau mau kekuatan, maka habisi wanita ini" jawab pohon kehidupan.


"Aku memang kejam dan suka membunuh, tapi aku tidak akan pernah membunuh ibuku sendiri hanya demi kekuatan, lebih baik aku tidak mendapatkan apapun daripada harus membunuh ibuku sendiri!" ujar Lin Feng marah.


"Hahahaha! Bukankah manusia adalah makhluk yang mau melakukan apapun demi mendapatkan tujuannya? Jangankan seorang ibu, bahkan kalian rela mengorbankan diri kalian sendiri hanya demi mencapai tujuan kalian, lalu kenapa kau tidak mau melakukannya?" tanya pohon kehidupan.


"Jangan pernah sama kan aku dengan manusia-manusia bejat yang rela melakukan apapun, aku memang menginginkan kekuatan, tapi aku tidak akan pernah mengorbankan orang-orang yang berarti bagiku, terutama adalah ibuku!" jawab Lin Feng.


"Hahahaha! Sungguh naif, kau adalah manusia yang benar-benar sangat naif!" ujar pohon kehidupan.


"Aku sama sekali tidak peduli dengan apa yang kau katakan, kalau kau masih mau aku membunuh ibuku sendiri, maka jangan salahkan aku jika pohon ini aku hancurkan!" jawab Lin Feng.


"kau memiliki keteguhan hati dan perasaan yang sangat kuat, kau juga terlihat seperti iblis dan dewa disaat bersamaan, sebenarnya siapa kau ini? Kenapa aku tidak bisa melihat apa yang diinginkan oleh hatimu?" tanya pohon kehidupan.


"Siapa aku tidak lah penting bagimu, karena sampai kapanpun kau tetap tidak akan tahu siapa aku sebenarnya" jawab Lin Feng.


Pohon kehidupan tiba-tiba saja terdiam dan suasana menjadi sangat hening, hanya terdengar suara angin yang terus berhembus, tidak lama kemudian, pohon kehidupan kembali memancarkan cahaya yang sangat terang selama beberapa saat, lalu cahaya terang tersebut menghilang begitu saja, bersamaan dengan menghilangnya ibu Lin Feng dari tempat tersebut.


"Selamat anak muda, kau telah berhasil melewati ujian terakhir dariku" ucap pohon kehidupan.


"Sebelumnya aku hanya ingin menguji dirimu, karena saat melakukan ujian sebelumnya, kau sempat merasa ragu dan juga bimbang, tapi ternyata keteguhan hatimu benar-benar sangat luar biasa, untuk itu kau boleh menyerap energi dari pohon kehidupan sebanyak yang kau mampu" lanjutnya.


"Ternyata begitu ya, terimakasih karena telah mengizinkan aku" jawab Lin Feng.


"Apa?! Tapi itu waktu yang terlalu singkat!" jawab Lin Feng.


"Waktumu dimulai dari sekarang" ucap pohon kehidupan mengabaikan perkataan Lin Feng.


Lin Feng benar-benar kesal setelah mengetahui dirinya hanya memiliki waktu satu hari, padahal Lin Feng sebelumnya benar-benar berharap bisa menyerap energi dari pohon kehidupan sesuka hatinya, tapi sayangnya harapannya tersebut hanyalah sekedar harapan belaka, meskipun begitu, Lin Feng tetap merasa senang, karena menurutnya, hal tersebut masih lebih baik daripada tidak sama sekali.


"Kalau begitu sebaiknya aku mulai melakukan penyerapan sekarang" gumam Lin Feng.


Setelah itu, Lin Feng langsung bergegas mendekati pohon kehidupan dan langsung duduk bersila di bawahnya, Lin Feng kemudian memejamkan matanya sambil menghela nafas panjang, setelah hati dan pikirannya terasa lebih tenang, Lin Feng langsung memulai proses penyerapan energi yang berasa dari pohon kehidupan.


Energi yang sangat besar mulai memasuki tubuh Lin Feng secara perlahan-lahan, Lin Feng juga bisa merasakan sensasi hangat dari energi yang memenuhi tubuhnya, bahkan dinginnya angin yang terus berhembus tidak lagi dirasakan oleh Lin Feng, cahaya berwarna hijau yang sangat terang juga nampak menyelimuti tubuh Lin Feng, yang sedang duduk tenang sambil terus menyerap energi pohon kehidupan.


Setelah dua jam berlalu, Lin Feng sudah berhasil menyerap energi yang sangat banyak dan sudah memenuhi Dantian-nya, aura yang sangat besar terkumpul di tubuh Lin Feng seolah-olah siap meledak kapan saja, yang menandakan bahwa Lin Feng akan segera menembus ke tingkatan selanjutnya.


Swush...Boom... Ledakan teredam terdengar dari dalam tubuh Lin Feng membuat suasana di sekitarnya langsung berubah seketika itu juga, ledakan teredam tersebut juga menyebabkan angin berhembus dari tubuh Lin Feng dan membuat rerumputan yang ada di sekitarnya menjadi bergoyang.


Bersamaan dengan ledakan teredam tersebut, tingkat kultivasi Lin Feng juga telah naik ke tingkat Earth Spiritual bintang 2, energi Qi-nya juga terasa jauh lebih besar dari sebelumnya, namun Lin Feng masih tetap fokus dan melanjutkan kultivasinya, Lin Feng bahkan tidak menghiraukan suara ledakan teredam tersebut sama sekali.


***


Sementara itu, di tepi jurang kematian, seorang pria tua dengan rambut dan jenggot yang cukup panjang dan berwarna putih, nampak sedang menatap tajam ke arah dasar jurang sambil mengelus-elus jenggot panjangnya, pria tua tersebut kemudian menghela nafas panjang dan kemudian tersenyum.


"Setelah sekian lama aku menjaga tempat ini, akhirnya ada juga yang berhasil melewati ujian yang sangat mengerikan tersebut, meskipun tidak berjalan lancar tapi akhirnya dia berhasil" gumam pria tua tersebut.


"Kalau begitu, sudah saatnya aku mewarisi wawasanku kepada anak ini" lanjutnya.


Setelah itu, pria tua misterius tersebut langsung terjun ke dasar jurang, kabut beracun yang sebelumnya memenuhi jurang tiba-tiba saja terbelah seperti sedang membuka jalan untuk pria tua tersebut. Dan hanya dalam beberapa detik saja, pria tua tersebut telah sampai ke dasar jurang kematian.


"Suasana jurang ini semakin memburuk saja, bahkan ini jauh lebih mengerikan jika dibandingkan dengan seratus tahun yang lalu" gumam pria tua tersebut.


Setelah sampai di dasar jurang kematian, pria tua misterius tersebut langsung melangkahkan kakinya, dan saat langkah kakinya yang pertama menyentuh tanah, pria tua misterius tersebut tiba-tiba saja langsung sampai di hamparan padang rumput yang sangat luas, tempat dimana Lin Feng sedang berkultivasi.